Ling Tian

Ling Tian
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

"Benar Patriark! Aku berniat pamit dengan anda dan para tetua sekalian untuk kembali melanjutkan perjalananku yang sempat tertunda," ucap Ling Tian.


"Ah! Anda sudah akan pamit? Apa tidak menginap saja untuk beberapa hari lagi disini?" tanya Patriark Yi Sun Sang.


"Maaf Patriark! Bukan saya menolak atau bagaimana, tapi memang perjalanan saya masihlah sangat jauh," kata Ling Tian.


"Apa saudara Tian benar-benar hendak menuju tempat mengerikan itu?" tanya Patriark Yi Sun Sang memastikan.


"Benar Patriark! Bagaimanapun saya harus kesana!" mantap Ling Tian.


"Hm.. Baiklah! Aku tidak bisa menahan dan memberi saudara Tian apa-apa untuk perbekalan. Tapi.." Patriark Yi Sun Sang menghentikan ucapannya. Dia melirik tetua Bei dan memberi isyarat. Tetua Bei mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan aula pertemuan. Membuat Ling Tian mengangkat alisnya karena heran. Setelah beberapa saat, tetua Bei kembali dengan membawa satu buah kotak persegi panjang di tangannya.


"Saudara Tian, terimalah! Hanya ini yang bisa kami berikan untukmu!" kata Patriark Yi Sun Sang.


"Tidak.. Tidak! Apa isi kotak itu Patriark?" tanya Ling Tian juga berusaha menolak.


"Anda bisa membukanya sendiri saudara Tian!" ucap tetua Bei sambil menyerahkan kotak persegi panjang itu.


Ling Tian dengan berat hati menerima kotak hadiah itu. Dengan hati-hati Ling Tian membukanya. Setelah terbuka, betapa kagetnya Ling Tian. Matanya melotot melihat isi dari kotak. Sebilah pedang indah lengkap dengan sarungnya. Pedang bergagang kepala naga yang elaok. Berhiaskan permata indah dibagian gagang dan sekujur sarung pedang. Mengeluarkan aura yang cukup kuat bagi Ling Tian. Benar! Itu adalah pedang pusaka.


"Patriark! Ini-" Ling Tian tidak sanggup berkata-kata lagi. Pedang ditangannya adalah pedang terbaik yang pernah dia lihat. Biasanya jika didalam Klan Ling, dia hanya melihat pedang tingkat 1 dan 2, mentok-mentok sampai pedang tingkat 3, itupun hanya para tetua dan ayahnya saja yang memilikinya. Namun kali ini didepannya terpampang jelas sebilah Pedang Pusaka Pingkat Putih dan pusaka itu pula akan menjadi miliknya sebab sebuah hadiah.


Patriark Yi Sun Sang dan tetua Bei cukup puas dengan ekspresi Ling Tian. Senjata pusaka memang cukup jarang ditemui di Klan-klan yang berada di perdesaan. Namun lain halnya dengan Klan Yi, mereka mempunyai seorang Penempa tersendiri layaknya Klan Hei di Desa Camara. Bedanya adalah tingkatan Penempa yang dimiliki Klan Yi lebih tinggi daripada Penempa di Klan Hei. Jika Penempa Klan Hei mentok hanya mampu membuat Senjata Pusaka Tingkat Putih kualitas sedang, maka Klan Yi mampu membuat Senjata Pusaka Tingkat Hijau kualitas rendah.


"Patriark! Apa ini tidak berlebihan?" tanya Ling Tian masih ragu untuk menerima.


"Sama sekali tidak saudara Tian! Kami berharap suatu saat nanti sebab pedang itu Klan Yi kami dan Klan Ling saudara Tian akan bisa bekerja sama dan berhubungan baik." jawab Patriark Yi Sun Sang dengan senyum ramah.


Ling Tian mengangkat alisnya, dia terheran dengan ucapan Patriark Yi Sun Sang, Klan Ling hanya Klan rendahan jika dibandingkan dengan Klan Yi, namun Patriark Klan Yi malah mengharapkan dapat bekerja sama dengan Klan kecil. Para tetua juga sama herannya dengan Ling Tian. Entah apa yang difikirkan oleh Patriark sehingga dengan mudahnya menghadiahkan Senjata Pusaka Tingkat Putih itu. Hanya tetua Bei yang raut wajahnya biasa saja dan malah terkesan senyum penuh arti dan persetujuan.


"Patriark, aku sangat menghormati Klan Yi. Tapi ini sa-" belum selesai Ling Tian berbicara, tetua Bei sudah memotongnya,

__ADS_1


"Sudahlah saudara Tian! Terima saja pemberian Patriark! Dan juga jika saudara Tian menolak, justru Kamilah yang akan sangat kecewa!"


"Tapi tetua Bei, ini-" ucapan Ling Tian kembali terpotong,


"Klan Yi mempunyai seorang Penempa senjata yang bahkan mampu membuat Senjata Pusaka Tingkat Hijau! Jadi pedang itu bukan masalah dan hal berharga untuk Klan Yi!" ucap Patriark Yi Sun Sang.


"Haa.. Baiklah Patriark!" lemas Ling Tian yang akhirnya menerima Pedang Pusaka Tingkat Putih itu.


"Bagus! Itu baru saudaraku! Haha!" ucap Patirark Yi Sun Sang dengan bahagia.


Sebenarnya alasan Patriark Klan Yi dan tetua Bei memberi Ling Tian pusaka karena mereka mempunyai firasat baik akan Ling Tian yang bertujuan ke Hutan Gelap. Semua orang pasti akan menghindari tempat mengerikan itu, namun Ling Tian malah berniat kesana untuk berlatih dan tujuan tertentu. Patriark Yi Sun Sang dan tetua Bei yakin bahwa Ling Tian akan selamat dan akan menjadi orang yang sangat kuat jika sampai keluar dengan kondisi selamat.


"Saudara Tian!" panggil Patriark Yi sun Sang.


"Iya," jawab Ling Tian.


"Anggap saja pedang itu sebagai rasa terima kasih kami yang telah kujanjikan sebelumnya karena telah membuat rival abadi Klan kami terpuruk! Hahaha!" ucap Patriark Yi dengan tertawa terbahak-bahak yang kemudian diikuti oleh tetua Bei.


"Baiklah kalua begitu. Pedang ini akan aku terima dan aku mohon diri," lemas Ling Tian.


"Ya. Semoga lancar perjalananmu saudaraku!" ucap tetua Bei diangguki oleh Patriark dan semua tetua.


"Baik." tutup Ling Tian.


Selesai berpamitan, Ling Tian keluar dari alula pertemuan. Dia kemudian menuju ke tempat Yi Shu dan saudara-saudaranya yang Lain di Klan Yi.


Semua urusan berjalan dengan baik. Bahkan Yi Shu sendiri menghantarkan Ling Tian sampai kedepan pintu gerbang Klan dan memberikan sedikit koinnya untuk kebutuhan Ling Tian di perjalanan. Sungguh saudara yang perhatian dan baik. Ling Tian tidak berani menolak karena takut mengecewakan Yi Shu.


Ling Tian berjalan dengan santai menuju arah Hutan gelap. Setelah menjauh beberapa ratus tombak dari gerbang, Ling Tian berlari melesat dengan kecepatan penuh.


*****

__ADS_1


Di Klan Lang...


"Jadi bocah keparat itu sudah keluar dari Klan Yi?" tanya Patriark Lang Shan memastikan kebenaran laporan orang didepannya.


"Benar Patriark! Bocah itu sudah keluar!" ucap si mata-mata Klan Lang.


"Bagus! Tetua pertama, tetua kedua! Ayo kejar bocah itu! Aku sudah tidak sabar ingin menyiksa dan membunuhnya dengan tanganku ini!" ucap Patriark Lang Shan sambil menggenggam erat tinjunya.


"Baik Patriark!" jawab tetua pertama dan kedua.


Ketiga orang tua itu langsung bergegas mengejar kearah Ling Tian dengan di pandu oleh si mata-mata. Dengan kekuatan tenaga dalam dan ilmu meringankan tubuh yang cukup handal, mereka bertiga tidak butuh waktu lama untuk menyusul Ling Tian.


"Itu dia Patriark!" ucap si mata-mata.


"Hm.. Kali ini kamu tidak akan aku lepaskan bocah sialan!" geram tetua pertama.


Sementara Patriark Lang Shan yang juga telah melihat punggung Ling Tian cepat-cepat mengeluarkan tombak dari cincin penyimpanan dan melemparkannya dengan sangat kuat.


Swuuusshhh...


.


.


.


________________&&&&.


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:

__ADS_1


"Liburkan sejenak lelahmu dengan tawamu!" ...


__ADS_2