
"Bocah! Kami memang cukup terkejut dengan kemampuan berpedangmu! Tapi kau jangan senang dulu, ini barulah permulaan!" ucap salah satu dari hewan iblis kelinci itu.
"Hehehe.. Benarkan? Jika begitu keluarkan semua kemampuan yang kalian miliki! Aku ingin melihatnya! Kuharap tidak terlalu mengecewakan!" balas Ling Tian dengan santai sambil terus menyerang dan menghindar.
"Keparat! Kau terlalu percaya diri dengan kemampuan secuilmu sialan!" tiba-tiba salah satu dari hewan iblis kelinci yang lain berteriak sangat keras dan marah dengan Ling Tian.
Hal itu tentu cukup mengejutkan Ling Tian. Bahkan satu temannya yang sebelumnya berkomunikasi dengan Ling Tian juga ikut terkejut dengan perubahan sikap temannya. Karena dari awal dia hanya diam dan terus menyerang Ling Tian.
"Ohoo.. Kau marah? Apa luka-lukamu itu sudah mulai perih? Haha.." tanya Ling Tian dengan nada mengejek.
"Keparat! Bajing*n! Aku pasti akan membunuhmu!" teriak hewan iblis kelinci itu.
"Roaarrr.."
Setelah meneriakkan serapah kepada Ling Tian dan mengaum dengan keras, si hewan iblis kelinci itu bergerak sangat cepat dan menyerang Ling Tian dengan membabi-buta.
Satu temannya yang lain memperingati temannya itu agar tidak emosi dalam bertarung. Namun hal itu tidak digubris oleh temannya itu dan dia terus menyerang Ling Tian dengan amarahnya. Dengan terpaksa akhirnya dia mengikuti temannya itu menyerang dengan ganas dan tidak beraturan.
Ling Tian sangat senang melihat hewan iblis kelinci itu telah kalap dalam amarahnya. Terlebih satu temannya juga mengikuti hewan iblis itu. Gerakan-gerakan mereka menjadi sangat mudah ditebak oleh Ling Tian. Ling Tian terkadang menepis serangan cakar itu dengan pedang pusaka tingkat putihnya dan terkadang menghindari.
Trank! Trank! Trank!
Tring! Tring!
Bunyi nyaring benturan antara kuku tajam dan pedang Ling Tian terus terdengar di pertarungan sengit ketiganya. Semakin lama bunyi itu semakin cepat karena kedua hewan iblis kelinci itu mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
__ADS_1
"Hahaha.. Ini baru yang namanya bertarung! Ayo! Yang lebih ganas lagi! Apa hanya sampai seperti ini saja? Dasar payah!" ujar Ling Tian disela-sela dirinya menghindar dan mengayunkan pedang pusaka putihnya.
Dia tertawa sangat senang melihat satu temannya yang awalnya hanya ikut-ikutan kini juga telah menjadi sangat marah.
Sementara kedua hewan iblis yang menjadi lawan Ling Tian itu semakin marah saat mendengar ocehan dan komentar yang meremehkan itu. Mereka bergerak semakin liar dan tidak beraturan.
Mereka sama sekali tidak menghiraukan rasa sakit disekujur tubuhnya yang semakin lama semakin banyak pula goresan pedang pusaka putih Ling Tian.
"Roaaarrrr.."
Keduanya mengaum dengan keras tanda sangat marah kepada Ling Tian. Mata mereka berdua kini sudah memerah karena kebencian menguasai dan keinginan membunuh yang sangat kuat.
Saat salah satu dari keduanya mencakar Ling Tian dari arah kiri, Ling Tian melihat satu yang lainnya memiliki celah yang cukup lebar pada bagian kepala. Tanpa menunggu waktu, Ling Tian langsung menyuntikkan Qi Kaisarnya dalam jumlah banyak kekakinya lalu melayangkan tendangannya yang sangat kuat.
Bammm...
Hancurnya kepala saudaranya oleh Ling Tian tentu membuat satu hewan iblis yang tersisa sungguh tidak bisa menerima serta mempercayainya. Hanya dengan satu tendangan keras saja hancur? Jika bukan dirinya melihat dengan mata kepalanya sendiri maka dia pun tidak akan percaya seumur hidupnya.
Hal itu tentu sangatlah wajar bagi Ling Tian. Andai hewan iblis itu tahu tentang kekuatan fisik Ling Tian yang tidak terkalahkan diseluruh alam semesta, maka dia akan langsung mempercayainya.
"Hehe.. Satu telah selesai! Kini giliranmu!" ucap Ling Tian dengan senyuman iblis yang menyeringai.
Mendengar ucapan Ling Tian, satu hewan iblis kelinci yang tersisa menjadi sangat waspada. Dia tentu tidak ingin mati seperti halnya saudaranya yang kepalanya dihancurkan menjadi kabut darah. Didalam hatinya dia sudah sangat ketakutan melihat kekuatan yang diperlihatkan Ling Tian.
Saudaranya yang berada di ranah Pendekar Platinum Awal saja dapat dibuat seperti itu dengan mudah oleh pemuda dihadapannya, maka dia juga yakin bahwa tidak sulit bagi pemuda itu melakukan hal yang sama kepadanya yang berada di ranah Pendekar Platinum Menengah.
__ADS_1
Dan itu memang benar! Ling Tian bahkan bisa dengan mudah membuat kepala atau bahkan seluruh tubuh hewan iblis itu menjadi kabut darah jika dia mengerahkan seluruh kemampuannya termasuk menggunakan teknik pedang awan dan teknik pedang pelahap.
Ling Tian mendekati hewan iblis kelinci itu dengan perlahan, namun justru hal itu membuat musuhnya semakin kalang kabut dan ketakutan. Hewan iblis itu mundur beberapa langkah saat Ling Tian mendekatkan jaraknya.
"Oi.. Kelinci jelek! Ada apa denganmu? Mengapa kau mundur-mundur terus? Dimana kemampuan terbaik yang kau katakan sebelumnya?" seru Ling Tian.
Hewan iblis kelinci itu hanya diam tidak menjawab. Dia bahkan sudah mengerahkan seluruh kemampuannya namun tak sekali pun dapat mengenai Ling Tian atau pakaiannya.
"Haihh.. Kau ternyata hanya besar omong saja!" ucap Ling Tian lalu tiba-tiba dia menghilang.
Zheep!
Sosoknya menyatu dengan udara tipis tanpa tersisa jejak aura sedikit pun yang membuat hewan iblis kelinci yang menjadi lawannya sangat waspada dan berkali-kali memutar-mutar badannya untuk melihat kearah belakang.
Slebb!
Tiba-tiba dari arah belakang sebuah pedang berwarna keperakan menembus dada hewan iblis kelinci itu dan mengenai tepat pada jantungnya. Hewan iblis kelinci itu memelototkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
"Aaakkhh.. K-kau.. B-bagaimana m-mungkin.." ucap hewan iblis itu setelah melihat kearah belakang.
"Selamat tinggal dari dunia ini! Titipkan salamku pada penjaga neraka!" ujar Ling Tian sambil tersenyum yang secara perlahan tubuhnya yang transparan kini mulai terlihat kembali.
"T-tidak m-mungkin.." ucap hewan iblis kelinci itu lalu setelahnya dia berhenti bernafas dan mati dengan penuh ketidak percayaan.
Tatapan matanya yang melotot masih menggambarkan ketidak percayaannya bahwa hari ini dia akan mati ditangan pemuda yang harusnya dia tangkap dan menjadi sesembahan untuk tuannya.
__ADS_1
Ling Tian menarik kembali pedang ditangannya lalu mengibaskannya untuk membuang darah kehitaman milik hewan iblis itu. Setelah itu, dia membedah tubuh dari dua lawannya dan mengambil satu benda berukuran separuh kepalan tangan seperti batu yang bersinar merah kehitaman.
Dan benar! Itu adalah inti atau kristal iblis dari hewan iblis yang sangat berguna untuk meningkatkan tingkat kekuatan kultivasi seseorang atau digunakan untuk bahan campuran membuat senjata pusaka tingkat tinggi.