Ling Tian

Ling Tian
Bai Wutian Dan Penyelesaian Masalah


__ADS_3

"Lancang!" teriak salah satu singa putih raksasa yang melihat satu pemuda bertopeng separuh wajah dan berjubah hitam tidak berlutut.


Singa putih raksasa itu langsung menyerang Ling Tian dengan aura ganas yang sudah berada di Ranah Kaisar Tahap Menengah.


Boommmm...


Sebuah ledakan terjadi dan sosok singa putih raksasa itu terlempar jauh hingga beberapa ratus meter dan jatuh ketanah. Bahkan untuk Bai Wutian sendiri harus mundur puluhan langkah untuk menghindari ledakan energi yang menyasar.


"Rooaaarrr..."


Sesosok harimau raksasa berwarna gelap dengan aura yang lebih ganas dari singa putih raksasa sebelumnya terlihat melayang diatas langit mengejutkan semua orang.


"Kalian berani menyentuh Tuan Mudaku! Maka mati!" ucap Harimau Hitam itu lalu kembali menyerang singa putih raksasa dengan cakarnya.


Swusshh...


Sebuah energi yang berbentuk cakar yang terlihat mengerikan melesat dengan sangat cepat dan mengarah kepada singa putih raksasa yang sebelumnya hendak menyerang Ling Tian dengan auranya.


Boommmm...


Singa putih raksasa itu kembali dikirim terbang oleh Harimau Hitam yang tidak lain adalah Mao An. Singa putih itu langsung terluka parah dengan darah membanjiri seluruh bagian tubuhnya.


"Roaaarrr.."


Singa putih mengaum karena kesakitan sementara Bai Wutian dan satu singa putih yang lain tidak berani berkutik karena sebelumnya merasakan aura yang sangat mengerikan dari Mao An.


Mao An melihat kearah Bai Wutian dan satu singa raksasa yang ada disampingnya kemudian dia menggelengkan kepala.


"Kau mungkin adalah Tuan Muda dari Penguasa Hutan Tanpa Batas, tapi jika kau dan bawahanmu berani bersikap tidak baik kepada Tuan Mudaku, maka aku tidak akan segan sama sekali! Bahkan jika harus membunuh kalian sekalipun!" ucap Mao An dengan nada mengancam.


Setelah mengatakan itu, Mao An merubah dirinya kembali menjadi sosok pemuda tampan dengan pakaian jubah merah kehitaman yang terlihat cukup elegan. Dia turun dari atas langit dan melesat menuju kearah Ling Tian.


Sementara Ling Tian yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka bahwa saudaranya itu akan sangatlah agresif jika mengetahui dirinya hendak ditekan.


Sebenarnya bukan itu alasan Mao An tidak menyerang Bai Wutian dan satu singa putih raksasa lainnya. Dia memikirkan bahwa bagaimanapun pemuda itu adalah kakak dari kekasihnya. Maka pasti Bai Si'er tidak akan senang jika dia menyakiti kakaknya.

__ADS_1


"Kau masih berfikir kesana ternyata!" ucap Ling Tian sambil tersenyum kepada Mao An.


"Hehehe.. Tentu saja Tuan Muda!" jawab Mao An sambil cengengesan.


Swush... Swush...


Dua sosok dengan aura mirip kembali muncul didekat Ling Tian dan Mao An. Keduanya tidak lain adalah Zhuge Ruxu dan Bai Si'er. Bai Si'er langsung memegang tangan Mao An dan melihatnya dengan tatapan berterima kasih.


"Tenang saja! Aku tidak akan melukai kakakmu!" ucap Mao An dengan lembut lalu mengelus pucuk kepalanya dengan penuh kasih dan sayang.


Sontak pemandangan itu mengejutkan Bai Wutian dan kedua singa putih raksasa. Mereka sangat tidak percaya dengan kejadian yang berada tepat didepan matanya.


"Si'er!" ucap Bai Wutian memanggil.


Bai Si'er yang mendengar ucapan dari kakaknya langsung mengalihkan pandangan untuknya.


"Kakak lebih baik pulang saja! Aku sudah aman berada disisi Gege Mao An dan Tuan Muda Tian!" ujar Bai Si'er.


"Si'er.. Tapi ayah dan ibu menginginkan kamu pulang!" ucap Bai Wutian.


Mendengar apa yang diucapkan oleh adiknya, hati Bai Wutian sedikit menjadi sakit. Dia tentu mengetahui alasan adiknya yang kabur dari Istana Bai di kawasan inti Hutan Tanpa Batas.


Zheep! Zheep!


Dua sosok bermata biru tiba-tiba muncul dihadapan Bai Wutian dan berlutut dengan hormat. Keduanya langsung mengatakan bahwa pemuda bertopeng separuh wajah itu adalah orang yang dimaksudkan oleh Patriark Bai.


Bai Wutian terkejut mendengar ungkapan kedua sosok bermata biru itu. Dia tidak menyangka akan bertemu bahkan berhadapan langsung dengan pemuda yang dimaksudkan ayahnya.


Bai Wutian berjalan mendekati rombongan Ling Tian lalu menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.


"Salam Tuan Muda Tian! Aku Bai Wutian memberi hormat dan meminta maaf atas sikap bawahanku sebelumnya!" ucap Bai Wutian.


"Salam Tuan Muda Bai! Aku juga meminta maaf atas perlakuan saudaraku ini!" balas Ling Tian sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Terima kasih Tuan Muda! Atas nama ayahku, aku memanggil Tuan Muda untuk datang ke Klan Bai!" ucap Bai Wutian tiba-tiba.

__ADS_1


"Menghadap Patriark Bai? Ada apa? Apakah ada suatu hal yang penting?" tanya Ling Tian sambil mengerutkan kening.


"Aku tidak tahu Tuan Muda! Tapi menurutku pastilah begitu!" jawab Bai Wutian.


"Baiklah.. Aku akan mendatanginya nanti! Tapi yang terpenting sekarang adalah bagaimana dengan orang-orang yang berlutut ini?" ujar Ling Tian yang seolah tidak berdaya.


"Aku juga tidak tahu! Itu urusan mereka dengan Klan Xun! Selagi mereka tidak menyentuh Klan Bai, maka kami tidak akan mempermasalahkannya!" jawab Bai Wutian.


Ling Tian mengangguk. Dia lalu berbicara sesuatu dengan Mao An melalui telepati. Setelahnya Mao An melanyang di udara dan menatap kearah semua orang yang sedang berlutut.


"Kalian semua datang karena buah abadi bukan?" tanya Mao An dengan suara menggema. Bahkan hampir seluruh ibukota Kota Xun mendengarkan suaranya.


Semua orang mengangguk.


"Buah abadi yang sebelumnya hilang adalah milikku dan milik Tuan Mudaku! Tapi sebenarnya kami tidak memiliki dua buah itu saja! Kami akan melelang lima jenis buah abadi lainnya yang lebih berharga dari anggur putih abadi!.."


"Jadi cukup dan hentikanlah aksi kalian! Tuan Mudaku mengatakan bahwa itu bukan sepenuhnya kesalahan Klan Xun! Itu karena mereka sangat tidak menyangka bahwa akan ada pencuri yang sehebat serta sehandal itu!" ujar Mao An menjelaskan.


Semua orang menjadi heboh saat mendengar apa yang dikatakan oleh Mao An. Lima buah abadi jenis lainnya? Bukankah itu adalah kekayaan yang sangat banyak dan sumberdaya yang sangat berharga?


"T-tuan! Apakah yang Tuan katakan adalah kebenaran?" tanya salah satu orang memberanikan diri.


"Benar! Bahkan kami akan melelang tiga buah dari tiap jenisnya!" jawab Mao An yang membuat semua orang kembali terkejut dan menjadi heboh. Bahkan Bai Wutian, kedua singa raksasa dan kedua sosok bermata biru juga tidak kalah terkejutnya.


"Bisakah Tuan memperlihatkan bukti bahwa buah abadi yang Tuan katakan benar adanya?" tanya satu orang yang lain yang langsung diangguki oleh semua orang karena sama penasarannya.


Swooshh...


Lima belas buah abadi dari jenis buah bodhi, buah persik emas, buah apel perak, buah timun emas dan bahkan buah labu berlian muncul dan mengambang diatas udara yang membuat mata semua orang melotot tidak percaya.


Swush...


Buah-buahan itu kembali menghilang masuk kedalam cincin penyimpanan Mao An. Seketika semua orang menjadi bersemangat lagi dan tidak terlalu memikirkan masalahnya dengan Klan Xun.


Sementara untuk Ling Tian sendiri, dia tersenyum melihat ekspresi semua orang. Dia merasa bahwa bahwa pelajaran untuk Klan Xun sudahlah cukup untuk membuat mereka berfikir agar tidaklah terlalu tamak dengan harta dan sumberdaya.

__ADS_1


__ADS_2