Ling Tian

Ling Tian
Terobosan Wei Ziin


__ADS_3

"Beruntung?"


"Benar! Dia sangat beruntung berhasil menembus ranah Pendekar Emas dari ranah Pendekar Kayu Akhir!"


"Apaaa! Apa kau serius?"


"Tentu saja! Bahkan aku mendengar dari desas-desus yang ada dari beberapa tetua, dia akan diangkat menjadi tetua termuda Klan Ling!"


"T-tetua klan?"


"Benar! Awalnya akuu juga sungguh tidak percaya akan kabar ini. Namun tanpa diduga, Ling We ternyata sangatlah berbakat! Kesampingkan sifat konyolnya! Dia benar-benar sangat hebat sekarang!"


"Ya! Aku setuju denganmu! Disamping itu dia juga satu-satunya teman karib Tuan Muda Tian saat beliau sering ditindas dan dihina! Aiih.. Aku sangat menyesalinya,"


"Begitupun denganku! Takdir memang sangatlah rumit dan tidak terduga. Kadang kala saat ini seseorang begitu hina, namun takdir dengan mudahnya menjadikan seseorang tersebut menjadi paling dimuliakan. Begitu pula sebaliknya!"


"Iya, benar sekali! Ehm.. Ngomong-ngomong kok mulutmu menjadi bijak seperti itu? Apakah kamu lagi sakit teman? Atau jangan-jangan kamu sedang kesurupan?"


"Sialan kau! Aku tetaplah aku! Teman kecilmu, dasar bodoh!"


"Hahaha.. Ayolah kawan! Begitu saja sudah marah! Hahaha.."


"Terserah kau sajalah!"


Keduanya akhirnya berhenti mengobrol saat salah satu dari mereka tidak ada lagi mood untuk bicara. Ya! Tidak buruk untuk pertemanan mereka yang sejak kecil.


***


Dunia jiwa.


Wei Ziin yang sebelumnya menghentikan kultivasinya karena gangguan niat membunuh kini telah kembali terduduk dengan sikap lotusnya. Sudah hampir satu hari lamanya dia terus-terusan berfokus dalam meditasi.


Saat ini Wei Ziin sudah diambang penerobosannya ke ranah Pendekar Platinum atau lebih tepatnya dia saat ini berada di ranah Pendekar Emas Akhir Bintang 9. Sungguh bakat yang cukup mengerikan!


'Sedikit lagi aku akan menembus! Ayolah! Aku pasti bisa!' batin Wei Ziin memberikan semangat pada dirinya sendiri.


Bom!


Akhirnya setelah satu jam berlalu, Wei Ziin berhasil menerobos dinding penghalang antara ranah Pendekar Emas dan Pendekar Platinum.


"Haahh... Akhirnya.." lega Wei Ziin.


Jdeerrr!


Langit diatasnya tiba-tiba menjadi gelap dan disertai gemuruh petir yang menggelegar. Wei Ziin dengan senyumnya menengadahkan kepalanya keatas untuk melihat. Dan benar! Itu adalah petir kesengsaraannya!


.


.

__ADS_1


Disisi lain, Ling Tian menyudahi memberikan energi jiwa kepada ketiga pedang pusaka yang telah dia buat. Senyuman terukir jelas diwajahnya.


"Cukup menarik! Mungkin hanya para patriark atau tetua klan saja yang mampu memiliki pedang pusaka setingkat ini! Aku memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk memilikinya!" ujarnya sambil tersenyum.


Jdeerrr!


Ling Tian mendongakkan pendangan keatas langit yang tiba-tiba menghitam dan bergemuruh petir.


"Ohoo.. Kau cukup berbakat juga Ziin'er! Tidak buruk!" ujar Ling Tian pelan.


"Baiklah.. Aku akan menyaksikannya!" lanjutnya.


.


.


Wei Ziin sudah siap akan tubuhnya yang sebentar lagi dihantam petir kesengsaraan. Menyakitkan? Tentu saja! Namanya saja petir kesengsaraan! Bahkan tidak sedikit seorang kultivator mati saat menghadapi petir kesengsaraan. Saat ini Wei Ziin telah terbang melayang antara langit dan bumi.


Wei Ziin sengaja tidak memilih kultivasi tertutupnya didalam aula kultivasi karena dia ingin merasakan juga bagaimana dihantam oleh sebuah kesengsaraan. Disamping itu dirinya ingin memperkuat tubuh dan tulangnya ketingkat yang lebih tinggi lagi. Maka jalan yang bisa dilaluinya hanyalah melewati petir kesengsaraan.


"Datanglah!" ucap Wei Ziin.


Jdeeeeerrrr...


Booommmmmm...


"Kheuk!"


Wei Ziin memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Saat ini dia benar-benar terluka parah. Namun perlahan luka itu sembuh dengan sendirinya disebabkan oleh terserapnya esensi petir kesengsaraan ketubuhnya.


Dengan cepat pula Wei Ziin menyerap serta menyebarkannya keseluruh tubuh dan tulangnya hingga tidak tersisa.


"Satu lagi. Datanglah!" teriak Wei Ziin.


Langit kembali mengamuk dengan kengeriannya.


Swoosshh...


Tiba-tiba sosok berzirah emas muncul dari balik awan dengan auranya yang sangat menindas. Wei Ziin dibuat bingung olehnya. Mengapa tidak ada petir kedua? Mengapa malah yang muncul seorang berzirah emas?


Ling Tian yang sejak awal menonton kenaikan tingkat Wei Ziin dibuat terkejut oleh kemunculan sosok berzirah emas.


"Ooh.. Ternyata surga cukup iri dengan bakat Ziin'er! Sehingga harus mengirim prajurit surgawi untuk melenyapkannya!" ujarnya pelan.


"Ziin'er! Kau jangan heran! Itu adalah petir surgawi! Hadapi dia dan bunuh dengan jurus terhebatmu! Jangan sampai kalah! Aku menunggumu disini!" teriak Ling Tian memberikan semangat untuk Wei Ziin.


Wei Ziin menoleh kearah dimana teriakan penyemangat dari orang yang selalu membuatnya bersemangat berada. Dia dapat melihat Ling Tian yang tampan sedang menyaksikannya menerobos tingkat Pendekar Platinum. Senyuman manis segera terukir diwajahnya yang cantik. Meski pakaiannya kini telah compang-camping, tetap saja Wei Ziin akan terlihat cantik.


"Baik kakak Tian! Aku tidak akan mengecewakanmu!" jawabnya dengan sorot mata penuh tekat.

__ADS_1


"Bagus! Ayo hajar dia!" ujar Ling Tian.


"En.." Wei Ziin hanya mengangguk sebagai jawaban.


Wei Ziin melihat kearah prajurit surgawi yang melayang diatasnya. Tanpa menunggu waktu lagi, dia juga ikut melayang hingga sampailah tepat dihadapan prajurit surgawi.


"Aku akan mengalahkanmu! Aku tidak akan membuat kakak Tian menunggu lama!" ujarnya.


Wei Ziin mengeluarkan pedang pusaka tingkat hijaunya dari cincin penyimpanan dan mengacungkannya kearah prajurit surgawi.


Sementara prajurit surgawi yang diacungi pedang merasa terprovokasi dan membuat sebuah pedang dari energinya.


Swoosshh...


Tanpa aba-aba, Wei Ziin melesat menyerang prajurit surgawi itu dengan kecepatan tertingginya.


Trank!


Tebasan Wei Ziin masih sanggup dihalau oleh prajurit surgawi.


'Sial! Dia sangat kuat!' gumam Wei Ziin setelah mendapati serangannya dengan mudah diblokir prajurit surgawi.


Setelah memblokir serangan Wei Ziin, prajurit surgawi menyerang balik dengan tebasan dan juga tusukan yang bisa berakibat fatal untuk Wei Ziin.


Trank! Trank!


Bamm.. Bamm.. Bamm..


Beberapa kali kedua pedang beradu dan menimbulkan dentangan yang sangat keras. Wei Ziin juga terlihat sering menghindari serangan prajurit surgawi. Wajahnya saat ini terlihat sangat fokus dan fokus. Lengah sedikit saja maka dia pasti akan mati.


'Ini akan sedikit sulit!' gumamnya.


Wei Ziin kembali mengalirkan wnerginya kepedang pusaka hingga berdengunglah pedangnya tanda memberikan jawaban akan kesiapannya untuk menyerang.


"Hyaaaatt!" teriak Wei Ziin.


Trank!


Bhuuusshh...


Kedua pedang kembali beradu dan gelombang aura menyebar kesegala arah. Wei Ziin masih belum mampu untuk melukai prajurit surgawi.


Ling Tian yang menyaksikan itu dengan sabar tetap berada ditempatnya. Dia cukup yakin bahwa Wei Ziin akan mampu melewati atau mengalahkan kesengsaraan surgawinya.


Ban benar! Setelah satu jam bertarung, Akhirnya Wei Ziin berhasil membuat luka yang cukup parah kepada prajurit surgawi. Tangan kiri prajurit surgawi terpotong dengan rapi oleh pedang Wei Ziin.


Namun begitu, Wei Ziin juga menerima banyak luka disekujur tubuhnya. Tapi saat tangan dari prajurit surgawi terpotong lalu melebur dan terserap tubuhnya, Wei Ziin merasakan rasa hangat yang begitu nyaman. Perlahan luka-luka miliknya sembuh dan kekuatannya meningkat dengan cepat.


"Ternyata begitu, baiklah.. Akan aku potong-potong seluruh tubuhnya!" ujar Wei Ziin dengan memasang senyum iblisnya.

__ADS_1


__ADS_2