Ling Tian

Ling Tian
Turnamen Alkemis 6


__ADS_3

Mendengar seruan dari pemimpin tertinggi Asosiasi Alkemis suasana di seluruh tribun penonton mendadak menjadi hening. Hening yang cukup lama dan tidak dibuat-buat.


Keterkejutan semua orang benar-benar hilang saat suara tawa yang menggelegar terdengar dari tiga arah yang berbeda. Pertama dari arah para juri, kedua dari arah tamu kehormatan dan yang ketiga dari tribun penonton. Ketiganya tidak lain adalah Tetua Zhong En, Tuan Muda Li Shin dan yang terakhir adalah Ling We.


"Hahaha.. Kakek tua! Aku menang! Aku menang! Hahaha.." Ling We tertawa dengan sangat lantang karena kemenangannya dalam taruhan. Namun tawanya tiba-tiba terhenti saat melihat si kakek tua itu terjatuh dari tempatnya duduk sambil memegangi dada kirinya.


"Eh? Kakek! Kamu benar-benar punya sakit jantung?" tanya Ling We sambil mencoba menolong si kakek tua dan mencoba mendudukkannya di atas kursi.


"Kek? Kamu baik-baik saja kan?" Ling We kembali bertanya.


Kakek tua yang sedang mencoba mengatur nafas serta detak jantungnya yang tidak beraturan kembali kambuh saat mendengar pertanyaan Ling We. Bagaimana tidak? Sudah jelas dirinya sedang terkena serangan jantung, masih ditanya apakah baik-baik saja? Sungguh pertanyaan yang konyol!


Seperti tidak memperdulikan kakek tersebut, Ling We memasukkan lima ratus koin emas milik sang kakek dengan senyuman yang tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Menurutnya, dia sudah memberitahukan serta menanyakan apakah kakek tersebut punya sakit jantung atau tidak, itu seharusnya sudah cukup bagi si kakek untuk mengantisipasi agar jangan sampai terkena serangan jantung. Maka dari itu Ling We terlihat cuek saja. Yang terpenting adalah lima ratus koin emas gratis!


Dijajaran para tamu kehormatan, Tetua Feng dan Tetua Lim dari Sekte Pedang Suci dan Sekte Kekuatan menatap tajam kearah Ling Tian lalu mengalihkan kepada Tuan Muda Li Shin.


"Tuan Muda Li Shin! Apakah kau mengenal pemuda bertopeng itu? Apakah pemuda itu juga yang kau maksudkan sebelumnya?" tanya Tetua Feng.


"Hahaha.. Benar sekali Tetua Feng! Pemuda bertopeng itu adalah orang yang aku maksud! Dan untuk mengenal tidaknya, bukankah itu bukan urusan Tetua sekalian?" Tuan Muda Li Shin menjawab dengan tenang dan mengelak untuk menjawab satu pertanyaan lain.


"Itu.. Maaf sebelumnya terlalu lancang! Aku hanya terlalu terkejut melihat aksinya itu!" ujar Tetua Feng merasa pertanyaannya sedikit menyinggung privasi Tuan Muda dari Sekte Neraka tersebut. Dia menangkupkan tangannya dengan hormat untuk meminta maaf.


"Haha.. Tetua Feng bisa tenang! Aku hanya bercanda! Tetua Feng tidak perlu meminta maaf, dan benar! Kami dari Sekte Neraka mengenal jelas pemuda tersebut! Bisa dikatakan dia adalah bagian dari kami!" ujar Tuan Muda Li Shin dengan bangga.


"Apaa! Sekte Neraka mempunyai alcemis seperti itu? Sejak kapan?" Tetua Lim dari Sekte Kekuatan bereaksi.


"Hehe.. Itu.. Aku tidak bisa menjawabnya Tetua Lim! Maaf!" kata Tuan Muda Li Shin. Dia tidak bisa membahas terlalu panjang masalah tentang Ling Tian atau dirinya bisa salah berkata-kata dan akan menimbulkan masalah yang tidak diperlukan.

__ADS_1


"Hmm.. Baiklah jika memang Tuan Muda Li Shin tidak mau menjawabnya! Aku tidak akan memaksa!" ujar Tetua Lim.


Sementara dari kursi para juri, Tetua Zhong En dihujani banyak sekali pertanyaan oleh pemimpin tertinggi Asosiasi Alkemis karena tawanya yang mengundang perhatian.


"Tetua En! Apakah kamu tahu siapa pemuda bertopeng itu?" tanya pemimpin Asosiasi Alkemis, Patriark Zhong Lin.


"Mengenal? Tentu saja aku mengenalnya Patriark! Bahkan akulah yang memberikan rekomendasi kepadanya untuk bisa mengikuti turnamen ini!" jawab Tetua Zhong En dengan bangga.


"Rekomendasi darimu? Siapakah dia itu?" Patriark Zhong Lin bertanya lagi.


"Dia adalah Tuan Muda Ling Tian dari daratan timur!" jawab Tetua Zhong En santai.


"Ling? Daratan timur?" Patriark Zhong Lin mengangkat alisnya.


"Benar! Tuan Muda Ling Tian adalah berasal dari Klan Ling yang baru-baru ini menggemparkan Benua Langit!" jawab Tetua Zhong En menegaskan.


"Haha.. Tetua En! Apakah kamu membuat hubungan baik dengannya?" tanya Patriark Zhong Lin dengan wajah yang memiliki ketertarikan serta harapan.


"Hahaha.. Kamu memang selalu bergerak satu langkah lebih dahulu daripada kita semua! Sangat wajar dan tidak heran bagimu memperoleh predikat Tetua Tertinggi di Klan Zhong kita meski kekuatanmu baru mencapai Pendekar Platinum Menengah!" ujar Patriark Zhong Lin sambil menepuk pundak Tetua Zhong En.


.


.


Diatas panggung, Ling Tian berdiri dengan tenang dan lalu mengangkat tangannya.


"Selesai!" serunya.

__ADS_1


Setelah Ling Tian menyerukan suaranya dan memberikan pil buatannya kepada dewan juri, suara yang lebih besar terdengar dan menggema.


Bomm!


Suara itu tidak lain adalah suara ledakan yang ditimbulkan oleh tungku dari peserta lain yang meledak.


Bomm! Bomm!


Ledakan lain terdengar. Ledakan itu terjadi karena mereka yang sedang memurnikan pil roh kultivasi tidak fokus karena cahaya menyilaukan yang timbuk dari pil roh buatan Ling Tian.


Pada akhirnya, turnamen babak pertama selesai dengan diakhiri oleh salah satu peserta perwakilan dari Klan Xiao. Peserta yang lain tetap meneruskan pemurnian pil hingga selesai karena tidak ingin menyia-nyiakan bahan-bahan berharga.


Tetua Zhong Mingzi terbang melayang diatas panggung memberikan pengumuman.


"Peserta sekalian! Babak pertama telah selesai! Kepada peserta yang selesai setelah enam belas pertama dipersilahkan turun dari panggung! Sementara yang lain tetap ditempat!"


Semua peserta yang merasa telah gagal, dengan perlahan mulai turun dari panggung. Ling Tian yang telah berhasil membuat kejutan tetap berdiri tenang meskipun saat ini menjadi pusat perhatian semua orang.


Bisik-bisik dan seruan para penonton terdengar menggema. Mereka yang awalnya mengkritik dan menghina Ling Tian kini dengan tidak tahu malunya menyuarakan dukungannya. Ya, memang begitulah sifat manusia berjuluk netizen.


Ling Tian melirik kearah Ling We yang sedang memasang wajah bahagianya. Dia mengutuk saudaranya itu dan berdecak dalam hati karena mengambil keuntungan darinya lalu menggelengkan kepala.


"Selamat untuk para peserta sekalian yang telah lolos dan lanjut ke babak selanjutnya! Kalian adalah pilihan dari orang-orang pilihan yang terpilih! Kalian diberikan waktu lima belas menit untuk beristirahat memulihkan kekuatan jiwa! Gunakanlah pil ini!" seru Tetua Zhong Mingzi lalu melambaikan tangannya.


Enam belas pil yang berguna untuk memulihkan kekuatan jiwa melayang ke masing-masing peserta. Ling Tian menangkap pil tersebut dan memandangi pil yang ada ditelapak tangannya.


'Tidak buruk!' gumam Ling Tian yang berhasil meneliti kualitas pil tersebut dalam sekali lihat.

__ADS_1


______________________________________


*Mohon maaf cuma bisa Up satu bab. Kalian pasti tahu bukan alasannya.πŸ™πŸ˜ Author juga sibuk bakar-bakar hari ini😁. Author ucapkan selamat akhir tahun 2022 sekaligus tahun baru 2023. Semoga para readers LT semakin sukses dan sukses. Aamiin.


__ADS_2