Ling Tian

Ling Tian
Babak Final 4


__ADS_3

Setelah mengatakan itu, Ling Lianhua bergerak dengan kecepatan penuhnya. Dia mengerahkan hanpir lima puluh persen energi Qi miliknya untuk serangan kali ini.


"Teknik Pedang Petir! Tebasan Kilat!" teriak Ling Lianhua.


Swuusshh...


Sembari melesat, Ling Lianhua mengayunkan pedang dengan sangat cepat dan mengeksekusi jurusnya. Hong Lie melotot saat melihat kecepatan Ling Lianhua dan bilah angin berbentuk bulan sabit dengan sedikit percikan petir disekitarnya. Dengan cepat pula dia berusaha sebisa mungkin untuk memblokir serangan dengan seluruh tenaganya yang tersisa.


Traaankkk!


Bhuusshh... Swuuushh...


Baammmm...


Bunyi tambrakan kedua senjata terdengar sangat keras dan menggema. Hong Lie yang berhasil menahan serangan Ling Lianhua terlempar jauh hingga keluar arena dan menabrak dinding formasi.


"Ukhuk!" Hong Lie terbatuk darah dan beberapa saat kemudian dia kehilangan kesadarannya.


Tap!


Sementara Ling Lianhua mendarat dari loncatan tingginya dengan mantap dan berdiri dengan tegap.


"Tidak terlalu buruk!" ujar Ling Lianhua dengan tersenyum manis.


Hening! Suasana disana mendadak menjadi sangat hening. Semua orang yang menyaksikan hanya bisa menahan nafasnya dengan berat untuk sementara. Mereka masih tidak menyangka bahwa serangan jurus Ling Lianhua begitu mengerikan. Andai saja Hong Lie sebelumnya terlambat untuk menahannya, bisa dipastikan bahwa dia akan tewas waktu itu juga.


"Waaaaaaah! Akhirnya aku menang taruhannya! Hahaha.."


Tiba-tiba teriakan kegembiraan dari seseorang pria tua bangka yang tidak tahu malu atau mungkin memang urat malunya sudah terputus memecahkan keheningan tersebut. Dia berdiri sendiri dari tempat duduknya yang berada ditengah-tengah kerumunan penonton lain.


Semua orang yang masih diam langsung mengarahkan pandangannya kepada pria tua tersebut dengan tatapan aneh.


"Eh? Mengapa kalian semua memandangku seperti itu?" tanya pria tua itu dengan bingung.


"DASAR BODOH!!" ucap semua penonton yang berjumlah puluhan ribu dengan serentak.


"Lha? Apa ada yang salah denganku?" pria tua itu bertambah kebingungannya.


Seorang pria baya yang mengenal pria tua itu sekaligus teman karib yang duduknya juga berada disamping langsung menarik tangan pria tua bangka bau tanah itu untuk kembali duduk.


"Eh!" pria tua itu terkejut saat tangannya ditarik paksa.


"Ada apa?" tanya pria tua itu dengan alis yang terangkat.


Plak!

__ADS_1


Pria paruh baya memukul kepala belakang pria tua itu.


"Mengapa kau memukul kepalaku?" protes pria tua.


"Diam bodoh! Atau aku juga akan segera pensiun menjadi satu-satunya teman dihidupmu!" jawab pria paruh baya dengan urat-urat tebal seperti kawat keluar dikening dan pelipisnya.


"Eh? Emm.. Baiklah! Aku akan diam!" ujar pria tua bau tanah itu. Dia tentu tidak mau jika teman satu-satunya didunia ini akan pergi dan meninggalkannya. Baginya, temannya ini adalah segalanya.


Zhuung!


Tap!


Ling Tian menon-aktifkan formasi array dan mendarat didekat Hong Lie. Dia segera memeriksa keadaan Hong Lie dan mengalirkan energi Qi dengan elemen cahayanya untuk pertolongan pertama agar tidak berakibat fatal.


"Pemenangnya adalah Ling Lianhua dari Klan Ling!" teriak Ling Tian saat setelah selesai memberikan sedikit pengobatan untuk Hong Lie.


Riuh penonton segera terdengar bergemuruh dari segala arah. Mereka sangat takjum dengan tontonan yang disajikan kedua peserta turnamen. Mereka mengakui kehebatan keduanya. Terlebih bagi Ling Lianhua yang memiliki jurus pedang petir yang sangat mengerikan.


Pembicaraan-pembicaraan hangat segera terdengar dari semua penonton.


"Waah.. Aku tidak menyangka akan melihat tontonan yang menegangkan lagi spektakuler seperti ini!" ujar salah satu penonton.


"Benar! Aku juga sangat tidak menyangkanya! Untung saja aku sempat kabur dari rumah tanpa pamit dengan istriku untuk pertandingan ini! Aku sama sekali tidak menyesal!" jawab penonton yang lain disebelah penonton sebelumnya dengan senyum cerah.


"Tentu saja! Kamu tahu sendiri bagaimana istriku bukan? Dia tidak akan mengizinkanku pergi!"


"Semoga kamu selamat teman!"


"Mengapa kamu mengatakan seperti itu?"


"Tidak apa-apa! Hanya saja semua orang di klan kita sudah tahu seberapa galaknya istrimu itu!"


"Hahh.. Sudahlah.. Itu urusan nanti! Yang jelas saat ini aku sangat puas dengan turnamen generasi muda antar klan kali ini! Tampaknya para generasi muda sekarang selangkah lebih kuat daripada generasi tua seperti kita diwaktu dulu!"


"Benar sekali ucapanmu! Waktu itu, disaat aku masih berusia dibawah dua puluh lima tahun, aku hanya berada di ranah Pendekar Tembaga Awal! Sungguh generasi tua akan segera tergantikan!"


"Iya! Terlebih lagi gadis yang bernama Ling Lianhua ini, dia sudah berada di ranah Pendekar Perunggu Menengah! Ranah yang sama dengan para Patriark dan Tetua dari klan kita!"


"Klan Ling ini memanglah sesuatu! Mereka menyembunyikan kehebatannya selama ini!"


"Benar!"


Bisik-bisik seluruh penonton yang memuji Ling Lianhua masih terus berlangsung dengan panas. Sementara Ling Tian segera meminta para murid klannya untuk membawa Hong Lie ke ruang pengobatan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.


Ling Tian melihat Ling Lianhua dengan senyum bangga. Dia mempersilahkan Ling Lianhua untuk turun dari arena tanding dan kembali ke tempat duduk untuk memulihkan tenaganya yang terkuras.

__ADS_1


"Pertandingan selanjutnya adalah Yi Shu dari Klan Yi melawan Xuan Ji dari Klan Xuan! Kedua peserta silakan naik keatas arena!" teriak Ling Tian.


Mendengar namanya disebutkan, Yi Shu dan Xuan Ji segera naik keatas arena dengan lompatan yang mengagumkan. Mereka berdua berdiri saling berhadapan didepan Ling Tian. Yi Shu dan Xuan Ji saling menangkupkan tinju untuk memberi penghormatan. Lalu saling tatap dengan niat bertarung berapi-api dimata mereka berdua.


Ling Tian hanya mengangguk puas lalu bertanya,


"Apakah kalian sudah siap?"


"Siap Tuan Muda!" jawab mereka serentak.


"Bagus!" ucap Ling Tian.


Ling Tian perlahan mengambang dan terbang melayang diatas Yi Shu dan Xuan Ji. Setelah beberapa saat, Ling Tian melambaikan tangan dan kembali mengaktifkan formasi array yang melingkupi arena pertandingan.


Zzzzttt...


Xuan Ji dan Yi Shu merasakan tubuhnya sedikit bergetar karena kultivasinya tersegel hingga ranah Pendekar Besi Awal. Mereka menghirup nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.


Keduanya mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan dan bersiap untuk saling serang. Xuan Ji dan Yi Shu telah memasang kuda-kuda terkuatnya.


"Baiklah.. Mulai!" ucap Ling Tian memberikan aba-aba.


Swuusshh...


Trank! Trink!


Traank!


Keduanya langsung melesat dan saling serang dengan kemampuan terbaik. Benturan kedua pedang menghasilkan bunyi dentingan yang sangat keras. Pedang keduanya adalah senjata pusaka tingkat putih. Jadi mereka berdua tidak takut untuk rusak salah satunya.


"Kerahkan semua kemampuanmu Yi Shu! Atau kamu akan menyesalinya!" ucap Xuan Ji disela-sela serangannya dengan tersenyum sinis.


"Cih! Hanya untuk mengalahkanmu aku tidak butuh untul mengeluarkan seluruh kemampuanku!" jawab Yi Shu sengit.


"Hahaha.. Baiklah.. Jika itu yang kau mau. Maka jangan pernah menyesalinya!" ujar Xuan Ji sambil tertawa lantang. Dia tentu sangat percaya diri akan kemenangannya. Karena sejak awal dirinya lah yang lebih kuat dari Yi Shu. Kultivasi mereka berdua memang berada ditahapan yang sama. Namun perbedaan bintang antara Xuan Ji dan Yi Shu terpaut lumayan banyak. Xuan Ji 5 bintang lebih tinggi daripada Yi Shu.


"Terimalah seranganku!" teriak Xuan Ji sambil menebaskan pedangnya dengan sangat kuat.


_____________________________



Author ucapkan terima kasih. Semoga sehat-sehat selalu dan sukses!


Jangan lupa VOTE bagi yang belum๐Ÿ™ˆ๐Ÿ”จ๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2