Ling Tian

Ling Tian
Peringatan Untuk Klan Lian


__ADS_3

"Saudara We! Kau boleh membunuh mereka yang tersisa!" ucap Ling Tian sembari terus menyerap paksa isi kepala Ling We.


"Dengan senang hati saudaraku!" ujar Ling We senang.


Perlu diketahui bahwa ini adalah pengalaman pertama Ling We membunuh orang. Dia sama sekali tidak terkena evek samping berupa mual atau apapun itu. Ling We tetap bisa tatag dan biasa saja atau lebih tepatnya malah seperti sangat menikmati. Sungguh benar-benar jiwa psikopat gila!


"Aakkhh.."


Ling Tian terus menarik paksa ingatan demi ingatan Tuan Muda Lian Kun. Raut wajahnya terkadang terlihat suram terkadang pula berbinar. Wajah suram Ling Tian karena dia melihat adegan tidak senonoh Lian Kun dengan para gadis-gadis dengan cara paksa atau melihat Lian Kun bertingkah semaunya sendiri karena memiliki latar belakang mengerikan.


Sementara wajah berbinar disebabkan karena Ling Tian telah mengetahui ada harta karun yang dibawa Lian Kun dan suatu barang yang mungkin jika menurut Long Yuan adalah harta alam semesta tertinggi! Barang itu ialah puluhan krat botol berisi perasan Anggur berumur dua ribu tahun lebih. Sungguh harta yang sangat menggiurkan si cacing biru!


Tidak berapa lama, Ling Tian melepaskan cengkramannya dan menyudahi menyerap ingatan Lian Kun. Sebenarnya bukan hanya ingatannya saja yang Ling Tian serap, namun juga kultivasi Lian Kun tidak ketinggalan. Meskipun terkesan seperti kultivator iblis, namun Ling Tian tidak memperdulikannya. Selagi bukan orang baik yang dia serap, maka menurutnya tidak masalah.


Lian Kun ini sebenarnya adalah bajing*n licik yang sangat suka membuat onar dan meresahkan masyarakat. Namun karena kekuatan orang atau klan yang dibelakangnya tidak bisa disentuh sedikitpun, orang-orang hanya bisa menahan amarah mereka pada Lian Kun dalam hati saja.


Sebelum melepaskan sepenuhnya cengkraman tangannya, Ling Tian terlebih dahulu mengobrak-abrik ingatan Lian Kun supaya tidak ada yang tahu bahwa dirinya yang melakukan ini. Ling Tian berencana meninggalkan Lian Kun disini hidup-hidup dengan kultivasi yang sudah anjlok di ranah Pendekar Jiwa atau ranah awal seseorang menjadi kultivator.


Mungkin akan ada yang melacaknya ke tempat ini dari Klan Lian setelah mengetahui giok jiwa Lian Kun retak parah. Ling Tian ingin memberikan kejutan dan juga peringatan keras supaya mereka tidak sembrono meski menjadi penguasa sekalipun. Karena menurut Ling Tian, adanya penguasa karena adanya rakyat. Jadi seorang penguasa sekalipun harus berterima kasih kepada rakyat dan berbuat baik kepada rakyat! Bukan malah justru sebaliknya!


Ling Tian memungut cincin penyimpanan Lian Kun dan meninggalkan orangnya begitu saja. Saat ini Lian Kun terlihat sangat mengenaskan! Wajah hancur, gigi habis, hidung hilang dan otaknya sudah tidak berfungsi dengan benar. Sungguh sangat tragis menyinggung duo koplak ini.


Sementara Ling We juga sudah selesai membunuh keempat pria berjubah hitam yang tersisa. Ling Tian yang melihat kondisi keempat pria berjubah hitam hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia melihat ada yang kupingnya hilang, tangan putus, mata tercongkel, kepala pecah, usus berceceran, pipinya robek dan lain sebagainya. Sungguh benar-benar anu si Ling We ini!


"Sudah diambil semua cincin penyimpanannya?" tanya Ling Tian.


"Tentu saja sudah saudaraku! Mana mungkin ada rejeki nomplok aku sia-siakan! Hahaha.." jawab Ling We dengan tertawa riang.

__ADS_1


"Yasudah.. Ayo ikuti aku! Kamu bersihkan dulu tubuhmu itu sebelum melanjutkan perjalanan!" kata Ling Tian.


"Kamu tidak mau ambil bagaian cincin-cincin ini?" tanya Ling We sambil menyodorkan enam cincin penyimpanan milik kelompok hitam.


"Tidak perlu! Aku sudah mendapat bagianku sendiri!" kata Ling Tian sambil memperlihatkan satu cincin penyimpanan milik Tuan Muda Lian Kun.


"Baiklah! Tapi mengapa kamu membiarkan si brengs*k satu itu hidup?" tanya Ling We.


"Biarkan saja! Aku hanya ingin memberi peringatan kepada Klan Lian yang berani-beraninya menekan dan semena-mena terhadap orang-orang yang lebih lemah daripada mereka!" jawab Ling Tian.


"Jadi begitu.." angguk Ling We faham.


"Yasudah.. Ayo!" ajak Ling Tian.


"En.." Ling We hanya mengangguk.


Mereka berdua pergi meninggalkan Tuan Muda Lian Kun bersama mayat-mayat tidak utuh sendirian. Ling Tian dan Ling We mendatangi sungai yang sebelumnya ditempati oleh jinshen untuk membersihkan diri.


"Oiya saudara We! Aku hendak meminta maaf kepadamu!" kata Ling Tian.


"Maaf?" Ling We berhenti dari laju terbangnya dan Ling Tian mengikutinya.


"Benar sekali! Ngomong-ngomong kamu ini mendapat serangan dari mereka itu karena salahku! Hehe.." ucap Ling Tian sambil nyengir kuda.


"Maksud saudara Tian?" Ling We mengangkat alisnya karena tidak faham.


"Sebenarnya aku menyerobot dan mengambil sesuatu yang sedang mereka incar tanpa sengaja! Jadi mereka mengira dirimulah pelakunya sehingga berniat menghabisimu! Hehe.." jawab Ling Tian yang masih pringas-pringis.

__ADS_1


"Oh.. Jadi kamu yang mengambil jinshen-jinshen atau apalah namanya itu!?" kata Ling We.


"Benar sekali! Aku meminta maaf kepadamu!" ujar Ling Tian.


"Sudahlah saudaraku! Lagipula aku juga mendapatkan cukup banyak manfaat dari kejadian ini! Aku mendapatkan banyak sumber daya dan harta didalam cincin penyimpanan para pria berjubah hitam sebelumnya. Mungkin aku dapat menerobos 6 atau 7 bintang sekaligus jika menggunakannya!" kata Ling We dengan wajah sumringah.


"Baiklah.. Aku ucapkan selamat kepadamu!" ujar Ling Tian tersenyum. Hatinya benar-benar jingkrak-jingkrak sambil bersorak sorai bergembira saat ini.


"Iya!" angguk Ling We dengan bahagia.


Ling We tidak mempermasalahkan atau menanyakan lagi perihal jinshen yang tidak dia ketahui sesuatu macam apakah itu. Baginya, sumber daya yang dia dapatkan kali ini adalah sumber daya terbesar yang pernah dia bawa dan miliki.


Namun, andai saja Ling We tahu bahwa jinshen adalah penghasil batu roh yang memiliki harga sangat tinggi dipasaran, dia pasti akan menangis dan muntah darah karena telah melepaskan sesuatu yang membuatnya nyaris mati tersebut. Sial! Bocah bau Ling Tian ini benar-benar licik!


***


Jauh dari tempat Ling Tian dan Ling We berada, disebuah istana milik Klan Lian yang sangat besar dan megah yang berada di Ibukota Kekaisaran Xiao sedang diadakan pertemuan membahas sesuatu yang sangat penting bersama Leluhur Klan Lian.


Wajah-wajah mereka terlihat sangat serius setelah mendengar penuturan panjang dari sang Leluhur. Begitu juga dengan Patriark Lian Chan atau ayah dari Lian Kun.


Saat sedang serius-seriusnya, tiba-tiba seorang Tetua kelas rendahan menerobos masuk dengan tergesa-gesa. Hal itu tentu membuat semua orang marah dan Leluhur Lian mengerutkan kening.


"Sialan! Berani-beraninya kamu masuk aula pertemuan tanpa izin dariku!" teriak Patriark Lian Chan marah besar. Aura kultivasinya yang berada di ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 3 meledak dengan gila.


"Ampun Patriark! Hamba hanya ingin melapor bahwa giok jiwa milik Tuan Muda Lian Kun retak parah dan hampir pecah!" ucap Tetua tingkat rendah dengan wajah pucat pasi karena tertekan.


"Apaaaa!"

__ADS_1


____________________________________


*Authornya lagi gabut, jadi updatenya tepat waktu🤣


__ADS_2