
Prajurit itu datang dengan tergopoh-gopoh dan menghentikan pertikaian.
"Tuan-tuan sekalian! Hah.. Hah.. Tolong hentikan perkelahian kalian! Saat ini Kota Xudong sedang dalam kondisi gawat darurat!" ucap prajurit tersebut dengan nafas tersengal-sengal.
"Maaf tuan prajurit! Gawat darurat bagaimana maksud anda?" tanya Ling Tian.
"Saat ini, sepuluh kolimeter dari Kota Xudong ada segerombolan hewan siluman dan monster beast sedang menuju kota ini!" jawab sang prajurit.
"Apakah maksudmu ada gelombang monster?" tanya orang lain memperjelas.
"Benar sekali tuan! Ada sekitar seratusan ribu monster beast dan hewan siluman hendak menyerang kota!" jawab sang prajurit.
"Apaaa! Sebanyak itu?" orang yang sebelumnya bertanya dibuat terkejut. Begitu juga dengan orang-orang lain yang berada disekitarnya.
"Benar sekali tuan! Oleh karena itu, tolong hentikan perkelahian kalian! Lebih baik sisakan tenaga untuk menahan gelombang tersebut!" ujar sang prajurit.
Tanpa menunggu waktu, Ling Tian langsung menghilang dari pandangan semua orang seolah dirinya adalah hantu yang menyatu dengan udara.
"Sial! Apakah dia benar-benar manusia?" ujar salah satu saking terkejutnya.
"Aku kira bukan! Dia pasti monster!" jawab orang disebelahnya.
"Benar katamu! Pertama, dia sama sekali tidak takut menyinggung Fraksi Elang Hitam. Kedua, dia dengan mudah mengalahkan Pemimpin Chui Lang dan bahkan mematahkan tombak pusaka tingkat hijau dengan tangan kosong! Lalu yang ketiga, dia tiba-tiba menghilang tanpa jejak aura yang tersisa sedikitpun!"
"Aku rasa dia adalah monster tua yang menyamar menjadi seorang pemuda!"
"Itu bisa jadi, melihat dia bisa mengalahkan Pemimpin Fraksi Elang Hitam Chui Lang yang sudah berada pada ranah Pendekar Berlian Awal dengan begitu mudahnya, aku memastikan dia adalah rubah tua yang sudah berada pada puncak kultivasi dan mempermudakan tampilan dengan energi Qi!"
"Masuk akal! Aku juga pernah mendengar ada kultivator yang memiliki keahlian seperti itu!"
"Yasudah! Jangan terlalu banyak bicara tentangnya! Aku takut kita salah kata dan menyinggungnya! Aku belum ingin cacat seperti Tuan Muda Chui Da!"
"Benar! Ayo lebih baik kita ikuti para prajurit yang lain untuk berperang melawan gelombang beast dan hewan siluman!"
__ADS_1
"Baiklah.. Mari.."
Akhirnya obrolan itu ditutup dengan mereka semua mengikuti prajurit penjaga kota untuk bersiap diri menahan serangan para monster beast dan hewan siluman yang akan menyerang Kota Xudong.
Sementara Pemimpin Fraksi Elang Hitam langsung dievakuasi karena dia masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya meski dirinya sudah tersadarkan. Itu wajar saja, karena sebelumnya Ling Tian melemparnya dengan jarum pusaka tingkat saint.
Untung saja Ling Tian memang tidak berniat membunuhnya. Jika saja Ling Tian mengalirkan sedikit saja energi Qi pada jarum itu, sudah dipastikan tubuh Pemimpin Chui Lang akan hancur menjadi pasta daging. Sungguh Ling Tian sebenarnya adalah orang yang baik dengan membiarkannya hidup.
.
.
Ling Tian menghilang dari kerumunan orang-orang sebelumnya dan muncul didekat gerbang kota. Kemunculannya tentu cukup mengejutkan beberapa pihak dan membuat mereka memasang sikap waspada.
"Tuan-tuan tenanglah! Aku bukanlah seorang musuh! Justru aku akan membantu kalian untuk menghadapi gelombang monster dan siluman! Namun sebelumnya, bolehkan aku pergi mengecek kekuatan mereka terlebih dahulu?" ujar Ling Tian sambil menangkupkan kedua tangan.
Para kultivator dan prajurit kota dibuat mengerutkan kening dengan ucapan Ling Tian.
"Anak muda! Apa yang kau katakan? Kau hendak mendatangi gelombang monster dan siluman lalu melihat kekuatan mereka? Apa kau sudah gila dan mencari mati? Lebih baik kau berlindung bersama kami dibalik benteng dan ikut serta mempertahankan formasi array pelindung kota supaya tetap utuh!" ujar seorang pria tua yang memiliki kekuatan kultivasi ranah Pendekar Platinum Menengah Bintang 7. Dia melarang seseorang untuk pergi meninggalkan Kota Xudong karena belas kasihan dan memikirkan nyawa setiap orang yang begitu berharga.
'Dari Fraksi manakah Tetua ini?' batin Ling Tian bertanya pada dirinya sendiri.
"Baiklah jika kau memaksa. Prajurit! Buka gerbang untuk pemuda bandel ini!" ucap sang Tetua.
"Baik Tetua!" sahut dua prajurit serentak dan membuka sedikit pintu gerbang yang cukup untuk Ling Tian lewati dan keluar dari Kota Xudong.
"Nak! Aku sudah memperingatimu! Aku tidak bertanggung jawab jika kau terluka atau bahkan terbunuh! Aku tahu kau adalah jenius yang cukup kuat! Tapi gelombang beast dan hewan siluman bukanlah perkara yang dapat kau remehkan!" ucap sang Tetua masih saja memberikan peringatan.
"Terima kasih atas nasehat anda Tetua! Aku tidak akan bertindak gegabah! Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu!" ujar Ling Tian lalu menangkupkan kedua tangan dan berjalan keluar dari gerbang kota.
Para prajurit dan Tetua itu hanya bisa membalas angkupan tangan sambil menggelengkan kepala.
'Dasar keras kepala!' batin semua orang.
__ADS_1
"Oiya Tetua, terima ini!" ucap Ling Tian sambil melemparkan sebuah cincin penyimpanan kepada sang Tetua lalu menghilang dari pandangan semua orang.
Sang Tetua dengan sigap menangkap cincin tersebut dan mencoba memindai isinya. Ketika melihat apa yang ada didalam lnya, mata sang Tetua langsung melotot hingga hampir keluar dari kelopaknya kemudian dirinya tertawa terbahak-bahak.
"I-ini.. Ahahaha.."
"Tetua ada apa? Mengapa anda terlihat begitu senang? Apa yang pemuda keras kepala itu berikan kepada anda?" tanya salah satu orang yang sejak awal berada disampin sang Tetua.
"Hahaha.. Fraksi Naga Emas kita akan kembali bangkit! Hahaha.. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang menggemparkan Benua Langit beberapa kali itu!" jawab sang Tetua dengan tersenyum. Dia hanya terus menggeleng-gelengkan kepala karena masih tidak percaya.
"Maksud Tetua?" tanya orang lain lagi yang disamping sang Tetua dan sedikit mengetahui jalan ucapan sang Tetua.
"Benar! Dia adalah orang yang yang telah menggemparkan Benua Langit dengan menjual item buah abadi dan senjata tingkat tinggi pada lelang yang diadakan Paviliun Harta Karun di berbagai tempat! Yang terakhir adalah saat kemarin di Kota Obat! Orang-orang menduga bahwa pemuda bertopeng separuh wajah yang memiliki gelar Dewa Alkemis lah pemilik dari semua item tersebut! Dan kini aku meyakini kebenaran dugaan tersebut!" ujar sang Tetua.
"Jadi maksud Tetua?" kedua pria disamping sang Tetua melototkan matanya bersamaan.
"Benar! Dia memberikan kepadaku cukup banyak buah-buahan abadi dan puluhan senjata tingkat hijau!" jawab sang Tetua.
"Apaaa! J-jadi.." kedua orang itu terkejut dan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Haaahhh.. Penampilannya sungguh sangat menipu! Kekuatan puncak ranah kultivasi memang bukanlah sesuatu yang bisa kita lihat dengan pandangan luar saja!" ucap sang Tetua sambil menggeleng dan menghela nafas panjang. Dia yentu sudah tahu akan kabar kekuatan pemuda yang menjadi Dewa Alkemis di Kota Obat.
"Prajurit! Tutup kembali gerbangnya!" lanjut sang Tetua berseru kepada dua prajurit kota.
"Baik Tetua!" jawab keduanya serentak.
***
Ling Tian muncul tujuh kilometer dari Kota Xudong dan melayang diatas langit hanya dalam waktu beberapa tarikan nafas.
'Aku harap Tetua itu tidaklah menjadi serakah dan tetap bersikap seperti sebelumnya!' gumam Ling Tian lalu kembali melesat untuk melihat gerombolan monster beast dan hewan siluman yang sudah dia rasakan auranya.
Setelah beberapa saat, Ling Tian dapat melihat puluhan ribu monster beast dan hewan siluman sedang berlarian menuju Kota Xudong.
__ADS_1
"Apaa! Bahkan kekuatan mereka sudah banyak yang di tingkat 5 dan 6! Dan lagi ada puluhan yang berada di tingkat 7! Sial! Kota Xudong pasti akan hancur!" ucap Ling Tian sangat terkejut melihat kekuatan para monster dan siluman.