Ling Tian

Ling Tian
Hutan Gelap 5


__ADS_3

"Baik! Akan kutambah lagi ritme serangannya!" ucap Ling Tian.


Ling Tian menyadari keunggulan para monster beast dalam fisiknya. Sebenarnya para monster beast seperti contohnya Serigala Perak yang berada di tingkat lima sudah sama dengan kekuatan beast tingkat enam dan sama dengan kekuatan kultivasi Pendekar Emas.


Tanpa berlama-lama Ling Tian menarik pusaka pedang tingkat putihnya dan menerjang serigala perak dengan kecepatan penuh.


"Rasakan ini serigala jelek!"


Sraiiing...


Sang serigala perak yang terkejut melihat serangan cepat Ling Tian sedikit gagal untuk menghindar dan terkena sayatan dibagian lengan depannya.


Sreett...


Roaar...


Serigala Perak mengaum keras merasakan sakit dan perih. Dia sangat tidak menduga akan diserang saat sedang kurang fokus. Dia tidak lagi bisa membendung kemarahannya kemudian menyerang Ling Tian membabi-buta dengan cakar dan gigitannya.


"Hoho.. Gimana rasanya pedangku serigala jelek? Apa enak? Hehehe." Ejek Ling Tian disela-sela dia menghindar.


Ling Tian dapat dengan jelas melihat setiap serangan yang diluncurkan Serigala Perak sangat brutal dan tidak beraturan. Hal itu disadari betul oleh Ling Tian dan menjadi poin plus untuk kemenangannya. Tapi Ling Tian juga tidak bisa serta-merta menganggap enteng serangan tersebut, karena sedikit saja dia tidak fokus atau terlena maka hanya kematian yang akan dia dapatkan.

__ADS_1


'Hehehe... Bagus! Saat ini dia sudah sangat marah dan terprovokasi, kini giliranku untuk menyerang!' Gumam Ling Tian.


Sementara itu dibarisan para monster beast terlihat mereka semua seperti sedang menggeleng-gelengkan kepala karena kenaifan Serigala Perak. Bertarung dengan kemarahan menguasai? Jelas mereka tahu bahwa kekalahan Serigala Perak semakin jelas dan kemenangan Ling Tian sudah dapat dilihat.


Para beast monster tingkat 6 seperti sedang berbisik-bisik dengan kawannya yang disebelah seolah sedang bertaruh untuk waktu berapa lama lagi bagi Ling Tian untuk mengalahkan serigala perak. Sungguh taruhan yang konyol! Menaruhkan kekalahan kawan sendiri.


Ggrrrr...


Roaar...


Ling Tian terus menghindar dari terkaman musuh, sesekali membalas dengan mengayunkan pusaka pedang putihnya yang kemudian berbuah luka disekujur tubuh si musuh, Serigala Perak.


"Bersiaplah serigala kecil! Tebasan Asalan!"


Wusssh...


Sraaing...


Ling Tian melesat mengarah kepada Serigala Perak dengan sangat cepat sembari mengayunkan pedang pusakanya.


Sementara itu, para monster beast tingkat 6 yang melihat bahwa Serigala Perak akan segera tamat jika terkena serangan Ling Tian langsung melesat menghalau atau menahan serangan tersebut.

__ADS_1


Swuuussh...


Mereka ingat betul apa pesan sang pemimpin yang hanya untuk mengetes seberapa layaknya Ling Tian, bukan untuk saling bunuh membunuh. Hanya saja Serigala Perak terlalu terobsesi pada pertempuran dan terprovokasi atas ucapan Ling Tian sehingga kalap dalam amarah yang membakar akal fikirannya.


Duaar!


Ling Tian terpental jauh puluhan meter saat serangannya meledak akibat berbentrok dengan cakar Harimau Kristal, beast tingkat 6 serta salah satu jendral utama kerajaan beast di Hutan Gelap. Pedangnya terpental jauh kearah sisi kanannya yang lain.


"Ugh! Sialan.. Sakit sekali!" Ucap Ling Tian sembari memegangi dadanya. Terlihat disudut bibirnya ada darah yang mengalir.


Rooaaarr...


Harimau Kristal mengaum keras kearah serigala perak sembari memelototkan matanya dengan tajam memperingati. Sementara Serigala Perak yang melihat jendralnya marah langsung kembali pada akal sehatnya mengingat pesan Raja Beast dan menundukan kepalanya.


"Apa kau lupa apa pesan Raja?" Ucap Harimau Kristal.


Serigala Perak benar-benar ketakutan saat melihat ekspresi sang jendral masih saja terus terlihat muram dan menatapnya dengan tatapan tajam. Ia tidak bisa menjawab sedikitpun pertanyaan jendralnya sebab menyadari penuh kesalahan apa yang diperbuat. Dan juga dia pasti akan mati andai saja sang jendral tidak menahan serangan dari Ling Tian.


Sementara itu Ling Tian yang terpental dan tergeletak, perlahan mengangkat badannya untuk duduk bersila dengan bantuan tangan untuk menyetabilkan kembali tenaganya yang sangat tidak beraturan didalam tubuhnya.


"Apa perjalananku hanya akan sampai disini saja?" Lemah Ling Tian.

__ADS_1


__ADS_2