Ling Tian

Ling Tian
Pesan Ling Tian


__ADS_3

Semua orang mengangguk-anggukkan kepalanya tanda faham. Mereka cukup percaya dengan Ling Tian dan kedua saudaranya yang mana setahu mereka keduanya sudah di ranah puncak kultivasi di Benua Langit.


Jika saja mereka tahu bahwa Mao An dan Zhuge Ruxu bahkan sudah sampai di Ranah Kaisar Puncak, maka mereka semua pasti akan muntah darah dibuatnya.


"Selain itu, saudaraku Ling Tian juga mengatakan suatu hal lain!" ujar Ling We lagi. Namun wajahnya kini menjadi lebih serius dari sebelumnya yang sudah terlihat serius.


"Apakah itu sangat penting sehingga membuatmu memasang wajah seserius itu?" tanya Patriark Ling Bo Teng.


"Tentu Patriark!" jawab Ling We mengangguk.


Mendengar jawab Ling We, Patriark Ling Bo Teng dan semua jajaran tetuanya juga langsung memasang wajah serius. Mereka yakin bahwa pesan yang disampaikan oleh Ling Tian merupakan sesuatu yang sangat genting.


Mereka tidak ingin mengecewakan Ling Tian dengan tidak menanggapi pesannya itu dengan serius.


"Jika memang pesan itu untuk Klan Ling, maka aku akan pergi dulu dari ruangan ini!" ujar Wei Zhuo yang menyadari sesuatu hal bahwa dia hanyalah tamu dan bukan anggota keluarga Ling.


"Tidak Yang Mulia! Justru ini sangat kebetulan sekali Yang Mulia berada disini! Karena pesan dari saudaraku ini juga melingkupi Kekaisaran Wei!" ucap Ling We.


"Begitu? Baiklah.. Aku akan mendengarkannya serta tidak akan mengecewakan Tuan Muda Ling Tian jika memang Kekaisaran Wei dibutuhkan dalam hal ini!" ujar Wei Zhuo.


" Baik! Lalu apa pesan dari Tian'er?" tanya Tetua Agung, Ling Jun.


"Pesannya adalah.."


Ling We lalu membacakan isi oesan dari Ling Tian yang mengatakan bahwa kemungkinan besar daratan timur akan ada dalam ancaman tidak lama lagi. Ancaman itu tidak lain adalah dari pihak aliansi aliran hitam yang kemungkinan menganggap bahwa orang-orang kuat di daratan timur pasti akan itu serta dalam ajang perebutan harta itu.


Karena hal itu, pihak aliansi aliran hitam yang terkenal licik pasti akan memanfaatkan kekosongan itu untuk menyerang dan menguasai seluruh daratan. Jadi, Ling Tian mengatakan bahwa mereka semua harus bersiap akan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi di daratan timur.

__ADS_1


Semua orang kini menjadi sangat suram wajahnya jika dilihat. Bagaimana tidak? Aliansi aliran hitam benar-benar licik! Bisa dikatakan hal ini adalah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan yang dialami oleh seluruh daratan di Benua Langit.


Kabar mengenai jatuhnya Kekaisaran Song setahunan yang lalu di daratan barat tentu sudah sampai ditelinga semua orang yang hadir ditempat ini.


Hal itu menunjukkan bahwa kekuatan dari aliansi aliran hitam sangatlah kuat sehingga Kekaisaran Song yang sudah memiliki pondasi kekuatan yang sangat-sangat kuat saja dapat dikalahkan. Lalu bagaimana dengan daratan timur atau Klan Ling dan Kekaisaran Wei yang bahkan baru saja bangkit dari tidurnya.


"Jika memang yang disampaikan oleh Tian'er seperti itu, maka kita semua haruslah bersiap akan kemungkinan kedatangan mereka yang mendadak!" ujar Patriark Ling Bo Teng.


"Benar! Aku juga akan menyuruh anakku Heian untuk menyiapkan seluruh pasukan Kekaisaran Wei untuk memperketat penjagaan disetiap wilayah di daratan timur ini!" tutur Kaisar Terdahulu atau Wei Zhuo dengan sangat serius.


Semua orang mengangguk faham. Mereka semua lalu membubarkan diri untuk menyiapkan segalah hal yang dibutuhkan dari perang yang kemungkinan besar akan berkecamuk sebentar lagi.


Kaisar Terdahulu Wei Zhuo juga langsung pamit undur diri untuk kembali ke Istana Wei untuk menyampaikan pesan penting ini kepada anaknya agar dengan cepat situasinya dapat lebih dikondisikan.


.


.


Di Klan Ling sendiri, suasanya lebih dari riuh. Mereka yang notabenya adalah Klan Penguasa daratan timur tentu saja memiliki kewajiban untuk melindungi dan menjaga daratan timur dari kehancuran yanhmg disebabkan oleh aliran hitam.


Ling We ditunjuk langsung oleh Patriark Ling Bo Teng dan Tetua Agung Ling Jun untuk menjadi pemimpin pasukan utama anti saat berperang. Karena bagaimanapun LingbWe adalah orang terkuat ketiga saat ini di Klan Ling setelah kedua orang berpangkat paling tinggi itu.


Dengan batuan sumberdaya yang melimpah ruah yang diberikan oleh Ling Tian dan Sekte Neraka saat itu, setelah satu tahun berlatih, akhirnya Ling We kini telah berada di ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 1.


Sementara untuk Ling Jun atau ayah dari Ling Tian, dia berada di ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 7 dan Patriark Ling Bo Teng di ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 5.


Ling We dengan patuh menuruti permintaan dari kedua orang yang sangat dia hormati itu. Dan meminta Ling Jian yang berada di ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 9 untuk menjadi teman atau wakilnya didalam peperangan.

__ADS_1


Patriark dan Tetua Agung Klan Ling menyetujuinya, karena mungkin jika generasi muda bisa saling bekerja sama maka situasi peperangan nanti akan lebih kondusif dan mudah untuk atur.


Kedua orang kakak beradik berpangkat paling tinggi di Klan Ling itu juga tidak ragu lagi dengan kebijaksanaan yang dimiliki oleh Ling Jian. Karena mereka berdua sangat tahu bagaimana tindak-tanduk dari anak itu.


***


Kota Awan.


Swush... Swush...


Swush...


Lima puluh orang dengan aura ranah Pendekar Emas Awal muncul dari portal teleportasi. Wajah semua orang yang muncul itu langsung mengerut ketika merasakan sesuatu yang sangat tidak nyaman bagi mereka.


"Energi dan aura langit dan bumi di daratan timur memanglah yang paling tipis seperti yang diceritakan!" ujar salah satu pria pria baya.


"Baiklah.. Wenhe'er! Pimpin dua puluh empat orang untuk menuju Kekaisaran Wei! Biarkan aku yang akan menuju ke Klan Ling!" lanjut pria baya itu.


"Baik ayah!" jawab wanita yang dipanggil Wenhe'er.


Mereka lalu terbagi menjadi dua kelompok. Satu dipimpin oleh Wenhe'er yang menuju Ibukota Kekaisaran Wei dan satunya lagi dipimpin oleh pria baya atau ayah dari Wenhe'er menuju ke Klan Ling.


Mereka tentu adalah rombongan dari pasukan elite Klan Bai yang diminta Ling Tian untuk menjaga dan membantu daratan timur dari peperangan yang kemungkinan akan terjadi.


Pria paruh baya yang dipanggil ayah oleh Wenhe'er dan yang mengatur itu tentu adalah Si Singa Pemabuk dan Wenhe'er adalah Tetua Agung Klan Bai. Kedua kelompok itu sama sekali tidak dicurigai oleh orang-orang disekitar karena kultivator yang berada di ranah Pendekar Emas saat ini sangatlah banyak setelah kebangkitan dari Klan Ling yang menjadi penguasa.


"Baiklah.. Waktunya mengabdi pada Klan Yang Mulia Ling Dong!" ujar Bai Senlu atau Singa Pemabuk lalu menghilang dari tempat itu yang diikuti oleh dua puluh empat pasukan elite Klan Bai yang kesemuanya adalah para kultivator Ranah Kaisar Tahap Awal.

__ADS_1


__ADS_2