Ling Tian

Ling Tian
Awal Mula 2


__ADS_3

"Kakak faham perasaanmu. Tapi yakinlah, adik ipar pasti akan baik-baik saja, yakin lah."


Setelah membujuk untuk beberapa waktu, akhirnya Ling Bo Teng sedikit bisa menenangkan adiknya Ling Jun. Namun setiap kali mendengar teriakan sakit istrinya, Ling Jun kembali berdiri dan mondar-mandir tak jelas. Ling Bo Teng yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Dia melihat sosok yang paling kuat di desa kini benar-benar rapuh tak berdaya.


Lima jam berlalu, Ling Jun masih saja dalam kondisinya. Dia terus berjalan mondar-mandir tak jelas. Berulang kali pula Ling Bo Teng membujuk adiknya itu untuk selalu tenang. Tapi hasilnya tetap nihil. Di ruangan itu sudah berkumpul pula Patriark klan Hei yang notabenya adalah ayah Hei Si. Dia segera datang beserta beberapa anggota keluarganya termasuk sang istri setelah diberikan kabar bahwa putrinya hendak melahirkan.


"Tidaaaak!"


Tiba-tiba terdengar teriakan suara istri Ling Bo Teng dari dalam kamar. Sontak hal itu membuat semua orang menjadi panik. Ling Jun langsung belari mendobrak pintu kamar. Dia melihat istrinya tergeletak pingsan tak berdaya.


"Istriku," ucapnya panik.


"Tabib Yi, apa yang terjadi dengan istri dan anakku?" tanya Ling Jun marah.


"Maaf tuan Ling," jawab tabib Yi pasrah.


"Katakan yang jelas! Atau aku akan membunuhmu!"


"Jun'er tenanglah!" kata istri Ling Bo Teng alias kakak iparnya.


"Bagaimana aku bisa tenang kakak ipar? Jika aku tak tahu bagaimana kondisi istri dan anakku. Jawab tabib Yi!" bentaknya.


"Maaf tuan Ling. Istri anda hanyalah pingsan. Tapi..."


"Tapi apa tabib Yi?"


"Tapi detak jantung anak tuan tiba-tiba berhenti bergerak"


Dugg!


Jantung Ling Jung tersentak keras. Tatapannya tiba-tiba menjadi kosong. Dia melihat istrinya. Perlahan pandangannya menjadi gelap.


"Anakku." ucapnya sebelum dia tak sadarkan diri.


Semua keluarga juga ikut terpukul mendapati berita tersebut. Bahkan Patriark Hei hanya bisa terduduk diam diatas kursinya dalam beberapa jam terakhir. Dia benar-benar jatuh mentalnya. Harapannya menimang cucu akan hilang saat itu juga. Jika Hei Si harus operasi bedah paksa untuk mengeluarkan si jabang bayi, maka pupus sudah harapannya memiliki anak.


Ling Jun kembali tersadar setelah tiga jam pingsan. Dia kembali melihat istrinya yang belum kunjung sadar. Dengan tatapan putus asa, Ling Jun menghampiri sang istri dan mengusap rambut kepalanya. Kemudian dia pergi begitu saja.

__ADS_1


"Kamu hendak kemana menantu?" tanya Patriark Hei.


Tidak ada jawaban keluar dari mulut Ling Jun. Dia hanya terus melangkahkan kakinya keluar dari rumah menuju bukit yang berada dekat dari kediaman klan Ling.


Setelah sampai, Ling Jun menatap langit dengan tatapan marah dan niat membunuh sangat kuat.


"Apa maksud semua ini wahai Dewa! Mengapa kau mempermainkanku seperti ini? Apa salahku padamu? Jawab Dewa. Jawab!" teriak Ling Jun.


Jdaaarrrrrrrr


Tiba-tiba petir menyambar di langit dengan kerasnya. Awan gelap menyelimuti seluruh kediaman klan Ling dan sekitarnya. Awan gelap itu terus menyebar kemana-mana hingga seluruh Benua terlihat sangat mencekam. Terkhusus Benua Langit tempat klan Ling berada


Semua orang melihatnya dengan tatapan ngeri. Bagaimana tidak? Awan yang sangat hitam berisikan petir yang sangat kuat menderu-deru tiada habisnya.


** Di Benua Menengah


Seorang tua renta berbaju serba putih sedang duduk bersila diatas puncak gunung tertinggi yang diselimuti es tiba-tiba membuka matanya dan mendongakkan pandangan ke langit.


"Awan dan petir ini!"


Dia tercengang menyaksikan awan hitam pekat diatas kepalanya. Belum lagi petir-petir yang selalu sahut-menyahut menyambar apapun. Lelaki tua itu adalah manusia terkuat yang berada di Benua Menengah.


** Di Benua Atas


"Bencana yang sangat mengerikan! Apa sebenarnya yang sedang terjadi. Mengapa alam seperti sedang mengamuk?" ucap salah satu Patriark Sekte aliran putih.


Dia segera mengumpulkan seluruh jajaran tetua sekte untuk membahas perihal awan gelap dan petir yang menggoncang seluruh daratan di Benua Atas.


"Apa diantara kalian ada yang tahu mengapa bisa ada bencana seperti ini?"


"Kami tidak tahu Patriark," jawab para tetua serempak.


Namun, diantara para tetua ada salah satu tetua muda yang hanya diam. Dia terlihat seperti seolah sedang berfikir atau mengingat-ingat sesuatu yang telah lama dia tidak perhatikan.


"Ada apa tetua Zen? Apa kamu tahu sesuatu tentang bencana itu?" tanya sang Patriark.


"Maaf Patriark, saya seperti mengingat sesuatu yang dulu saya pernah baca di Benua Menengah. Namun saya bimbang, apakah benar atau tidak,"

__ADS_1


"Katakan saja tetua Zen!" ucap Patriark dengan penasaran diikuti anggukan seluruh tetua.


"Dulu, sewaktu saya masih di Benua Menengah, saya pernah membaca satu kitab yang menurutku tidaklah penting. Karena hanya berisikan informasi tingkatan kekuatan atau jenis-jenis tubuh. Didalamnya tertulis ada satu tipe tubuh yang melegenda dan sangat kuat tak tertandingi. Kemunculannya akan disertai petir dan awan gelap dimana-mana seperti saat ini yang sedang terjadi," jawab tetua Zen.


"Maksudmu tipe tubuh apa tetua Zen?" tanya Patriark.


"Tipe Tubuh Kaisar Naga Bayangan." jawab tetua Zen.


Semua yang hadir dipertemuan itu tercengan kaget mendengarnya. Jika apa yang dikatakan tetua Zen benarlah ada. Maka dunia akan segera berada dalam kegemparan dan kekacauan. Bila sosok pemilik tubuh itu adalah kawan maka betapa beruntungnya. Namun jika dia adalah musuh maka hancurlah mereka semua.


** Di Alam Bawah


"Ampun Yang Mulia, sepertinya bencana ini bukan hanya melanda di Alam Bawah saja. Namun seluruh alam juga terjadi hal serupa," ucap sesosok menyeramkan yang berlutut di hadapan sosok yang sedang duduk diatas singgasana.


"Hem, sepertinya akan ada perubahan yang terjadi di seluruh alam ini. Jendral Po, bawa pasukanmu dan cari tahu apa penyebab terjadinya bencana ini. Jika itu menguntungkan, kau bawalah kemari. Namun jika itu merugikan bangsa kita maka lenyapkan saja." perintah sosok itu kepada bawahannya.


Sosok yang sedang duduk diatas singgasana itu tidak lain adalah Kaisar Iblis. Musuh bebuyutan Kaisar Langit atau Penguasa Alam Dewa.


** Di Alam Dewa


"Bencana ini adalah tanda akan lahirnya pemilik tubuh Kaisar Naga Bayangan," ucap Kaisar Langit.


"Kalian semua para pasukan dewa elite. Cari sosok itu dan lenyapkan saja. Pastikan kalian tidak kembali sebelum berhasil membunuhnya. Sosok itu hanya akan melenyapkan perdamaian yang telah lama kita buat," lanjutnya.


"Baik Yang Mulia," jawab mereka serempak.


"Sekarang pergilah!" perintah Kaisar Langit.


Entah apa yang difikirkan sang Kaisar Langit. Dia merasa keberadaannya sebagai Kaisar Langit akan terancam oleh bocah yang akan lahir memiliki tipe tubuh terkuat itu. Sehingganya dia membuat-buat alasan yang dapat diterima oleh para Dewa.


'Aku akan melenyapkanmu. Kedudukanku sebagai Kaisar tidak ada yang boleh mengusiknya. Meskipun kau punyai tubuh terkuat sekalipun. Aku akan melenyapkanmu!' gumam Kaisar Langit.


______&&&&


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:

__ADS_1


'untuk kamu yang dulu bilang katanya tak bisa hidup tanpaku... apa aku bisa ziarah sekarang dimakammu?"🤣🤣🤣 (kerasss).


__ADS_2