Ling Tian

Ling Tian
Pelelangan Agung 5


__ADS_3

"Cukup saudaraku!" pinta Ling Tian untuk menyudahi tekanannya.


"Tentu!" singkat Long Yuan dan menarik kembali auranya.


Sementara itu para pengunjung langsung bisa bernafas dengan lega. Namun tidak dengan Kaisar Bing. Seluruh tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan. Baru kali ini selama hidupnya merasakan kehidupan miliknya berada diujung tanduk.


"Aku memang tidak mempermasalahkan kalian berebut buah abadi! Namun aku paling benci orang yang mengeluarkan aura membunuh didepanku!" jelas Long Yuan dengan suara menggema hingga ke jantung semua peserta lelang.


"Didalam lelang, hanya uanglah yang berbicara! Jika kalian punya uang maka tawarlah! Jika tidak maka diamlah! Silakan dilanjutkan!" lanjut Long Yuan.


Para peserta lelang sangat setuju dengan ucapan Long Yuan. Dalam lelang hanya uang yang berbicara, bukan pangkat atau kekuasaan.


Ma Jingyi kembali dalam mode pembawa acaranya setelah beberapa saat lalu terhenti karena masalah Kaisar Bing.


"Apakah ada yang menawar lagi?" tanya Ma Jingyi.


"Baiklah akan saya hitung sekarang! Satu.. Dua.. Tiga!"


"Selamat kepada Tuan yang berada diruangan VVIP 2 telah mendapatkan satu butir anggur putih!"

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


Ma Jingyi mengetuk palu tanda ketentuan akhir telah diputuskan. Semua orang melirik kamar VVIP 2. Mereka saling tanya siapakah gerang orang kaya yang berada didalamnya. Namun karena penjagaan penyelenggara lelang atau Paviliun Harta Karun yang begitu dalam sehingga tidak ada yang mengetahuinya. Dan Lagi sebelumnya orang itu menawar tidak menyebut jabatannya layaknya para Kaisar atau pejabat lainnya.


Pelelangan kembali dilanjutkan hingga barang kedua, ketiga dan keempat juga terjual dengan harga cukup fantastis namun tidak seperti buah abadi dan tidak ada satupun yang dilirik oleh Ling Tian beserta rombongan.


"Baiklah, kita memasuki barang kelima. Silakan bawa kemari!" kata Ma Jingyi.


Gadis cantik dan seksi membawakan sebuah kotak kayu yang berisikan sebuah batu.


"Lelang kelima adalah batu misterius yang mengeluarkan aura kehidupan. Batu ini ditemukan oleh seorang kultivator yang sedang berpetualang didalam hutan. Kami pihak Paviliun sudah menelitinya namun masih belum bisa mengidentivikasi secara pasti batu apakah ini. Mungkin para hadirin sekalian ada yang tahu batu apa ini dan apa gunanya. Batu ini akan dilelang dengan harga awal dua ratus lima puluh keping emas!" tutur Ma Jingyi.


Namun lain hanya dengan ekspresi Long Yuan. Dia menatap batu misterius itu dengan tajam dan aura permusuhan.


"Hoo.. Saudaraku, apa kau tahu batu apakah itu?" tanya Ling Tian penasaran.


"Itu bukanlah batu! Itu adalah telur Harimau Langit, Binatang Suci!" jawab Long Yuan tanpa melihat Ling Tian.


"Telur binatang suci?" tanya Ling Tian memastikan.

__ADS_1


"Benar! Melihat telur itu, aku jadi mengingat seseorang yang sangat bar-bar dan sangat kubenci! Mungkin saja telur itu adalah keturunannya," ujar Long Yuan.


"Eh.. Lha kok?" bingung Ling Tian


"Ahahaha.." tiba-tiba Wei Hun tertawa terbahak-bahak saat dia telah mengingat sesuatu dikejadian masa lampau.


"Kenapa kamu tertawa senior Wei?" tanya Ling Tian.


"Diam kau saudara Wei!" sergah Long Yuan supaya Wei Hun tidak berbicara lagi.


"Hahaha.. Jadi kau takut telur itu keturunan Kaisar Harimau, Bai Hu? Hahaha.." tawa Wei Hun semakin menjadi-jadi.


"Sialaaaaan!" geram Long Yuan


"Tiga ratus koin emas!" teriak Ling Tian disaat Ma Jingyi hampir saja menutup sesi kelima karena dari awal tidak ada yang mau menawar.


________________________


Mohon maaf untuk para readers kalo sedikit banget. Suasana hati Author lagi buruk banget! Mau dipaksain nulis takutnya alurnya ngawur. Harap maklum yaa. 🙏

__ADS_1


__ADS_2