
Ling Tian muncul seratus meter dari ketiga pemuda yang tersisa dari generasi muda Klan Xun. Ketiganya hanya bisa menggertakkan gigi bahkan sang wasit merasa terhina dengan tindakan Ling Tian.
Bagaimana tidak? Klan Xun yang terkenal dengan pertahanannya yang sangat kuat kini hanya bisa menjadi bahan tamparan pemuda bertopeng yang tiba-tiba muncul dari antah berantah.
'Sial! Aku bersumpah pasti akan memburu dan membunuhmu!' ucap sang wasit dalam hatinya yang tidak terima para generasi muda Klan Xunnya dibuat tidak berdaya dengan gigi mereka yang pada rontok dan beterbangan.
Sang wasit juga memberi kabar melalui giok penghubung tentang perihal penghinaan ini kepada anggota Klan Xun termasuk sang Patriark dan Tetua Agung. Dia yakin, Patriark dan Tetua Agung tidak akan tinggal diam dan membiarkan pemuda bertopeng itu berbuat sesukanya.
Bukan hanya keempat orang itu yang menggertakkan gigi, tapi seluruh penonton yang memasang taruhan dengan kekalahan Ling Tian juga melakukan hal demikian. Mereka dibuat sangat terkejut dengan kemampuan Ling Tian dan tidak menyangka kekuatan Ling Tian sangatlah mengerikan.
Hanya dua orang saja yang tidak lain adalah Ju bersaudara yang tampak tenang dan tersenyum penuh kemenangan. Mereka sudah tidak sabar untuk mengambil uang mereka dari hasil taruhan dengan kelipatan tiga kali. Sungguh kekayaan yang sangat mudah didapat! Batin keduanya.
"Seperti yang diharapkan dari Tuan Muda She Tian!" ucap Ju Hou sambil terus tersenyum.
"Benar! Beruntung kita berada dipihaknya dan tidak menyinggungnya saat itu!" tutur Ju Hoi yang tidak bisa membayangkan jika mereka menyinggung pemuda semengerikan Ling Tian.
"Hehehe.. Aku akan memberitahu ayah akan pertemanan kita ini dengan Tuan Muda She Tian ini! Aku yakin ayah pasti akan sangat senang dengan kabar dariku!" ucap Ju Hou.
"Ohoo.. Saudaraku memang cerdas! Aku harap, dengan pertemanan kita ini Klan Ju kita dengan Klan She dapat bersahabat dan bisa saling bantu nantinya!" ujar Ju Hoi menambahkan.
"Hehehe.. Mengapa kalian hanya diam? Ayo maju dan serang aku!" ucap Ling Tian mengejek.
"Kauu! Beraninya membuat saudara kami-.." belum sempat pemuda itu menyelesaikan ucapannya, Ling Tian sudah memotongnya.
"Apa? Ini adalah pertarungan! Dalam peraturan dibolehkan menggunakan segala kemampuan yang dimiliki! Dan aku tidak membunuh mereka! Bukankah itu bukan suatu pelanggaran?" ucap Ling Tian dengan santai.
"Bajing*n! Ayo serang bocah sombong ini dengan kekuatan penuh!" ucap pemuda itu.
"Baik!" jawab kedua pemuda yang lain.
Aura yang sangat kuat keluar dari tubuh ketiganya. Angin berhembus dengan kencang dan fluktuasi udara menjadi sangat kacau. Tubuh ketiganya tiba-tiba bersinar keemasan dan tidak berapa lama tubuh mereka berubah menjadi berotot dan menumbukan dua tanduk emas dari kepalanya.
Benar! Mereka menggunakan mode transformasi kerbau bertanduk emas untuk menghadapi Ling Tian. Armor emas juga terpasang pada tubuh ketiganya menambah sensasi sangar jika dipandang.
__ADS_1
"Hoho.. Mode transformasi?" ucap Ling Tian dengan tersenyum.
Ling Tian dapat melihat pertahanan tubuh ketiganya menjadi berlipat ganda dari sebelumnya. Namun dia masih tetap tenang dan berdiri menunggu ketiganya selesai bertransformasi.
Bagaimana tidak tenang? Bahkan seorang dewa pertahanan sekalipun yang berasal dari Alam Dewa tidak akan pernah bisa mengungguli pertahanan atau kekuatan tubuh Ling Tian yang dijuluki tubuh terkutuk oleh Long Yuan saat itu.
Ketiga kerbau bertanduk emas itu pun telah selesai bertransformasi. Aura emas mengelilingi ketiganya, membuat siapapun yang melihat semakin terpukau dan tampak keren.
"Ngooook! Aku akan menghajarmu!" teriak pemuda yang telah menjadi kerbau itu kepada Ling Tian. Mereka bertiga mengeluarkan palu yang merupakan senjata pusaka tingkat hijau kualitas tinggi dari cincin penyimpanan yang membuat Ling Tian mengerutkan keningnya.
'Sial! Paluku sudah aku berikan untuk kera kecil itu!' batin Ling Tian. Dia lalu mengeluarkan pedang pusaka tingkat putih pemberian Patriark Yi Sun Sang.
Zhuung!
Pedang ditangan Ling Tian bergetar saat energi Qi biasa yang bercampur sedikit Qi Kaisar memasuki pedang pusakanya itu.
Swoosshh...
Ketiga kerbau itu melesat secara bersamaan menyerang Ling Tian.
Bhuusshh...
Suara nyaring dari benturan dua benda padat terdengar disertai ledakan energi dari keempat orang itu. Tidak! Tapi dari satu orang dan tiga kerbau itu!
Ling Tian menepis serangan gabungan itu dengan satu gerakan tebasan pedang. Dengan Qi Kaisar yang dia gunakan, pedang pusaka tingkat putih yang harusnya sudah hancur saat berbenturan dengan senjata pusaka tingkat hijau kualitas tinggi itu kini tidak berbengaruh sedikit pun. Pedang itu menjadi lebih kuat berkali-kali lipat.
Wajah ketiga kerbau itu menjadi lebih serius saat senjata tingkat putih yang dimiliki lawannya tidak hancur atau retak ketika mereka hantamkan dengan palu mereka bertiga secara bersamaan.
Ketiganya mundur untuk menjaga jarak karena bisa saja Ling Tian menyerang mereka secara tiba-tiba.
Zheep!
Dan benar! Setelah menahan tiga hantaman palu para kerbau itu, Ling Tian menghilang dan muncul dibelakang kerbau tanduk emas yang paling kuat dan mengayunkan pedangnya yang dialiri Qi Kaisar kearah kepala si kerbau.
__ADS_1
Dengan insting monster beast yang sangat peka dan kuat, kerbau tanduk emas yang menjadi pemimpin itu membalik badannya sangat cepat dengan palunya yang juga dia ayunkan untuk menghadang serangan pedang Ling Tian.
Traaankk!
Bhuushh...
Baammm...
Meskipun kerbau itu berhasil menahan serangan tiba-tiba Ling Tian, namun dia tetap terlempar dan menghantam lantai arena hingga retak menggambar seperti jaring laba-laba.
Gagal melukai si pemimpin kerbau tanduk emas, Ling Tian lalu menyerang salah satu dari dua teman si kerbau dengan tendangan kuatnya.
Si teman kerbau itu yang masih terkejut dengan kekuatan Ling Tian yang berhasil memukul pemimpin mereka dengan sigap menghadang tendangan Ling Tian dengan ayunan palunya.
Namun yang tidak dia duga adalah serangan tendangan itu adalah serangan pengalihan. Ling Tian mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat mengarah ke dada kerbau itu yang langsung membuatnya kalang kabut tidak bisa menghindar.
Sraakk!
"Ngoookkk!"
Kerbau itu berteriak karena rasa sakit yang dia dera di bagian dadanya yang robek. Darah segar mengalir dengan deras dan dengan cepat dia mundur untuk menjaga jarak. Dia sangat tidak menduga bahwa armor emas yang dipakainya sama sekali tidak berguna atau tembus oleh serangan pedang tingkat putih Ling Tian.
Satu teman yang lain yang melihat temannya terluka langsung naik pitam dan menyerang Ling Tian dengan membabi-buta. Ling Tian menyambut serangan itu dengan tenang dan menggunakan teknik pedang Klan Yi.
Trank! Trank!
Trank!
Suara benturan dua senjata terus terdengar dari pertarungan sengit Ling Tian dengan satu kerbau yang tersisa yang sedang mengamuk.
Sementara kedua kerbau yang lainnya masih menstabilkan kembali energi mereka yang kacau saat terkena serangan dari Ling Tian.
Pertarungan epic itu disaksikan oleh semua orang dengan mulut terbuka. Bahkan sang wasit alias Tetua Tingkat Tinggi Klan Xun wajahnya kini sangat serius.
__ADS_1
Dia sungguh tidak menyangka bahwa pemuda bertopeng yang tidak dikenal siapapun itu mampu mengimbangi atau bahkan melukai ketiga generasi muda terkuat Klan Xun saat ketiganya sudah menggunakan transformasinya.