Ling Tian

Ling Tian
Menjelajah Daratan Utara


__ADS_3

"Tuan Muda Ling! Mengapa anda begitu terburu-buru? Bukankah lebih baik tinggallah beberapa hari disini sebelum melanjutkan perjalanan?" tanya Kaisar Bing Xuanzhie mencoba untuk membujuk Ling Tian.


"Benar sekali Tuan Muda! Dan juga pasti akan banyak sekali para orang-orang penting dari daratan utara ini yang ingin bertemu dengan Tuan Muda sekaligus Penguasa Agung Mao An!" Jenderal Besar Bing Luoyan ikut-ikutan membujuk.


Ling Tian hanya memberikan senyuman kepada mereka berjuang. Justru karena alasan yang dikemukakan oleh Jenderal Besar Bing Luoyan itulah dirinya ingin segera pergi meninggalkan istana Kekaisaran Bing. Dia tidak ingin direpotkan gara-gara permasalahan yang menurutnya sangat tidak diperlukan.


"Maaf beribu maaf Yang Mulia dan Jenderal Luoyan! Tapi kami benar-benar harus sesegera mungkin melanjutkan perjalanan! Kami juga belum menampakkan kaki di daratan barat yang kini telah dikuasai secara paksa oleh pangeran Song Yunlei!" ucap Ling Tian menolak dengan alasannya.


"Aiih.. Sungguh sangat disayangkan sekali! Tapi tujuan Tuan Muda Ling Tian pastilah lebih utama daripada hanya menginap atau tinggal beberapa hari disini!" ucap Kaisar Bing Xuanzhi dengan menghela nafas panjangnya.


"Suatu saat jika memang ada kesempatan, pasti kami akan berkunjung kembali ke tempat ini!" ujar Ling Tian sambil tersenyum memandangi Kaisar Bing.


Kaisar Bing Xuanzhi kemudian berdiri dari tahtanya lalu berjalan menuju ke arah Ling Tian berada. Dia lalu mengeluarkan sebuah lencana khusus yang hanya dimiliki oleh keluarga inti dari Kekaisaran Bing.


"Mohon maaf Tuan Muda Ling! Hanya ini yang dapat kami berikan kepada Tuan Muda!" ucap Kaisar Bing Xuanzhi sembari menyerahkan rencana tersebut kepada Ling Tian.


"Terima kasih Yang Mulia!" kata Ling Tian sambil menerima rencana tersebut.


Setelah itu, dia bersama dengan Mao An dan Chang Ming'er lalu berpamitan dan menakutkan kedua tangannya untuk memberikan rasa hormat kepada semua orang di aula itu khususnya kepada Kaisar dan Jenderal Besar Bing Luoyan.


Ketiganya lalu menghilang dari aula istana tersebut tanpa jejak aura sedikitpun karena Ling Tian menggunakan elemen bayangannya untuk membawa Mao An dan Chang Ming'er. Kaisar Bing Xuanzhi, Jenderal Besar Bing Luoyan dan seluruh menteri yang berada di aula itu menghela nafasnya karena sedikit kecewa dengan Ling Tian yang tidak mau menginap walau hanya satu malam saja.


Kaisar Bing Xuanzhi teringat dengan cincin penyimpanan pemberian dari Ling Tian. Dia dengan cepat langsung memeriksanya. Dan alangkah betapa terkejutnya dia saat melihat isi dari cincin penyimpanan itu. Matanya melotot dengan sempurna sampai hampir-hampir akan keluar dari kelopaknya.


"Ini.." ucapan Kaisar Bing Xuanzhi tersekat dan terhenti di tenggorokannya.


"Apa yang diberikan oleh Tuan Muda Ling Yang Mulia? Mengapa Yang Mulia begitu terkejut seperti itu?" tanya salah satu menteri yang juga merupakan sepupu dari Kaisar Bing Xuanzhi dan Jenderal Besar Bing Luoyan.


"Tuan Muda Ling Tian benar-benar orang yang sangat kaya raya! Pantas saja sebelumnya dia mengatakan semoga kita dapat bertambah kuat dengan sedikit pemberiannya ini!" ucap Jenderal Besar Bing Luoyan yang memberikan jawaban namun semakin membuat penasaran para menteri serta keluarga Bing.

__ADS_1


"Apa yang diberikan Tuan Muda Ling?" tanya satu menteri yang lainnya.


"Seribu buah-buahan abadi!" jawab Kaisar Bing Xuanzhi dengan nada bicara yang sedikit bergetar.


"Apaaa!" semua orang langsung serentak mengucapkan kata 'apa' dengan nada tinggi karena terkejut sekaligus tidak percaya dengan pendengaran mereka sendiri.


***


Ling Tian muncul kembali bersama dengan Mao An yang tiduran malas diatas pundak kanannya dan Chang Ming'er yang dalam kondisi separuh tidak sadarkan diri. Chang Ming'er belum bisa menerima kecepatan yang dimiliki oleh Ling Tian sehingga dia hampir-hampir tidak sadarkan diri karena tidak bisa mengambil nafas saat Ling Tian sedang melesat.


"Tuan Muda! Bukankah kamu terlalu kejam kepada wanita ini?" tanya Mao An dengan memutar bola matanya dengan malas.


"Ehehehe.. Aku lupa saudaraku!" jawab Ling Tian sambil tertawa cengengesan.


Ling Tian kemudian mengalirkan energi Qi miliknya kedalam tubuh Chang Ming'er sehingga tidak lama kemudian wanita cantik itu pun dapat pulih kembali. Akan tetapi nafasnya masih terdengar memburu karena efek kecepatan Ling Tian.


"Saudari Ming'er! Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Ling Tian sambil tersenyum canggung.


"Hahh.. Hahh.. Tuan Muda Ling! Apakah Tuan Muda ingin membunuhku?" bukannya menjawab pertanyaan Ling Tian, Chang Ming'er malah justru bertanya balik kepada Ling Tian mengenai keluh kesahnya.


"Ahaha.. Bukan begitu saudara Ming'er! Sebelumnya karena aku ingin cepat-cepat pergi meninggalkan aula istana, aku sampai lupa bahwa saudari Ming'er kultivasi yang masihlah aku segel! Tapi sebagai ganti maafku, aku telah melepaskan segel itu!" jawab Ling Tian masih dengan tersenyum canggung.


"Haiihh.." Chang Ming'er hanya menghela nafasnya sebagai tanggapan.


"Saudari Ming'er!" panggil Ling Tian.


"Saya Tuan Muda?" sahut Chang Ming'er lalu menatap kearah Ling Tian.


"Kami akan melanjutkan perjalanan berdua kembali! Saudari akan aku kirimkan ke suatu tempat yang sangat aman dan tenang! Aku harap saudari tidak menolaknya!" ucap Ling Tian yang berniat hendak menempatkan Vhang Ming'er didalam dunia jiwa.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda!" patuh Chang Ming'er.


"Oiya, disana nanti juga banyak saudara-saudarimu yang lain! Kamu bisa bertukar pikiran kepada mereka mengenai kultivasi ataupun yang lainnya!" ucap Ling Tian lalu membuka pintu gerbang dunia jiwa.


Zhuung!


"Masuklah!" perintah Ling Tian.


"Baik Tuan Muda!" angguk Chang Ming'er lalu berjalan memasuki pusaran angin putih keemasan tersebut.


Zheep!


Chang Ming'er menghilang dari tatapan mata Ling Tian dan Mao An bersama dengan menghilangnya pintu gerbang dunia jiwa.


"Baiklah.. Jadi kita akan kemana lagi Tuan Muda?" tanya Mao An.


"Tentu saja menjelajahi daratan utara ini terlebih dahulu sebelum menuju ke daratan barat!" jawab Ling Tian sambil tersenyum lebar lalu menghilang dari tempatnya berdiri.


Zheep!


***


Ditempat lain lebih tepatnya di ruang bawah tanah istana Kekaisaran Song daratan barat, seorang pria yang masih terlihat muda namun memiliki banyak luka disekujur tubuhnya sedang duduk bersila dalam posisi meditasi. Pria itu sedang menahan rasa sakit yang luar biasa setelah meminum pil penyembuh tingkat tinggi yang diberikan oleh salah satu tabib terkemuka sekaligus bawahannya.


Pria yang masih terlihat muda itu tentu saja adalah pangeran Song Yunlei. Dia yang telah selamat dari kejadian mengerikan di Kota Humeng dengan menggunakan jimat teleportasi kuno yang dahulu diberikan oleh Leluhur Kekaisaran Song saat dia berhasil menaiki ranah kultivasi Pendekar Perak menjadi ranah Pendekar Emas.


Mata pangeran Song Yunlei tiba-tiba terbuka dan niat membunuh yang sangat kuat meledak dari dalam tubuhnya.


"Pemuda bertopeng separuh wajah itu! Aku pasti akan membalaskan dendam ini!" ucap pangeran Song Yunlei dengan kemarahan yang meledak-ledak dari dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2