
Ling Tian dan Wei Ziin pergi dari istana Kota Zhongjian. Suasana didalam istana mendadak menjadi hening. Tuan Kota Zhongjian atau Chi Fan memandangi putranya Chi San dan kedua pengawalnya dengan tatapan penuh arti.
"Haahh.. Semoga ini menjadi pelajaran yang berarti untukmu San'er.." ujar Chi Fan dengan menghela nafas panjang.
"Maafkan putramu yang buruk ini ayah!" tutur Chi San sambil bersujud mencium kaki sang ayah.
"Sudahlah nak! Untung saja Yang Mulia Putri adalah orang yang sangat baik. Jika itu keluarga kekaisaran yang lain mungkin nasip keluarga Chi kita sudah dilenyapkan!" ungkap Chi Fan sambil mengangkat bahu anaknya untuk berdiri.
"Sekali lagi maafkan anakmu yang ceroboh ini ayah.."
***
"Sebentar lagi akan sepenuhnya petang. Kita harus bergerak sekarang!" kata pemuda berjubah hitam sambil melesat terbang.
"Benar! Kita musnahkan saja dengan cepat!" jawab orang disebelahnya yang seorang perempuan.
"Dengan senang hati akan kulakukan!" ujar pemuda berjubah hitam dengan senyum menyeringai iblis.
"Setidaknya dengan kecepatan ini butuh waktu satu jam kita sampai di tempat! Ternyata kota ini sangat luas juga!" lanjutnya.
"Benar! Maafkan aku. Aku masih sangat lemah dan lambat," ungkap perempuan itu sedih.
"Tidak perlu risau! Setelah ini selesai, kita akan fokus meningkatkan kekuatan!"
Mereka berdua terus melesat kearah utara dari Kota Zhongjian. Dan benar! Mereka adalah Ling Tian dan Wei Ziin. Mereka saat ini sedang menuju salah satu sekte yang mengaku aliran netral namun itu hanyalah kedok semata untuk menutupi kesesatannya. Sekte itu adalah Sekte Macan Hitam.
Satu jam kemudian, terlihat sekumpulan bangunan besar yang cukup megah diatas perbukitan dipandangan Ling Tian dan Wei Ziin. Pemandangan yang indah! Lentera-lentera terpasang rapi disetiap sudut jalan menambahkan nuansa keeksotisannya Sekte Macan Hitam dimalam hari.
"Kita sampai!" ujar Ling Tian.
"En.." Wei Ziin hanya mengangguk.
"Kamu pulihkanlah dulu tenagamu! Aku akan menunggunya!"
Ling Tian cukup tahu diri bahwa Wei Ziin sebenarnya sangatlah kelelahan. Dia baru saja menembus ranah Pendekar Emas dan belum terlalu terbiasa untuk terbang dan mengendalikan energi Qi agar tidak berlebih. Maka dari itu dia menyuruh Wei Ziin untuk bersemedi mengembalikan tenaganya.
Setelah setengah jam berlalu, Wei Ziin perlahan membuka pelupuk matanya dan berdiri dari sifat lotusnya. Tenaganya sudah pulih seperti sedia kala dan kini telah siap untuk bertarung.
"Sudah siap?" tanya Ling Tian.
"Sepenuhnya aku siap!" jawab Wei Ziin tegas.
__ADS_1
Ling Tian dan Wei Ziin segera terbang diatas langit Sekte Macan Hitam. Ling Tian membuat gerakan secepat kilat pada tangannya dan,
Zhuuung!
Formasi array tipis berwarna biru berbentuk separuh bola atau kubah melingkupi seluruh area sekte.
"Hahh.. Sudah jadi!" ucap Ling Tian menghela nafas.
"Formasi apakah yang kakak Tian buat itu?" tanya Wei Ziin penasaran.
"Ini adalah Formasi Array Penjara Kesunyian. Dengan formasi ini tidak akan ada yang bisa kabur untuk melarikan diri! Dan orang-orang luar tidak akan ada yang tahu jika terjadi keributan didalam formasi!" jawab Ling Tian.
"Waaah.. Formasi yang hebat!" ujar Wei Ziin dengan takjub.
"En.." Ling Tian mengangguk.
"Orang yang diluar akan dengan mudah memasuki formasi tapi orang yang didalam tidak akan pernah bisa keluar kecuali dengan izinku!" ungkap Ling Tian.
"Mari! Waktunya memusnahkan orang-orang berwajah dua itu!"
"Baik kakak!"
***
"Sebenarnya apa yang terjadi dan siapa yang melakukan ini?" tanya pria tua yang tak lain adalah Patriark Sekte Macan Hitam. Dia adalah orang terkuat disini yang sudah menginjak ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 5. Dia bernama Su Tang.
"Kami tidak tahu Patriark, namun formasi array penjara ini benar-benar sangat kuat!" jawab Tetua Pertama Sekte Macan Hitam. Dia berada di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 9. Dia adalah adik seperguruan dari Patriark Su Tang.
"Terus saja serang! Tetua Pertama, bantu aku menghancurkan pusat formasi!"
"Baik Patriark!"
Boooommmmmm...
Namun sebelum mereka berdua menjalankan rencananya, tiba-tiba ledakan yang sangat besar terjadi diarah pintu gerbang sekte.
"Sialan! Siapa yang berani menyerang sekteku!" teriak Patriark Su Tang.
Dengan amarah yang membara Patriark Su Tang dan Tetua Pertama mendatangi titik dimana ledakan terjadi. Butuh beberapa menit untuk Patriark Su Tang dan Tetua Pertama untuk sampai. Saat mereka berdua sampai, mereka sangat terkejut saat mendapati gerbang kebanggaan sekte sudah hancur luluh lantak dan banyak juga murid dan tetua yang terkapar alias mati dengan mengenaskan! Kepala hancur dan otaknya berceceran dimana-mana. Mereka juga melihat ada dua orang pemuda dan pemudi sedang duduk santai disana dengan pakaian yang bermandikan darah.
"Sialan! Siapa sebenarnya kalian? Mengapa menyerang sekteku?"
__ADS_1
***
Setelah berhasil menghancurkan gerbang Sekte Macan Hitam, Ling Tian dan Weii Zin didatangi banyak sekali para murid dan beberapa Tetua Sekte yang langsung menyerang mereka. Kekuatan para murid dan tetua tidaklah seberapa untuk Ling Tian Dan Wei Ziin.
Wei Ziin langsung mengeluarkan pedang pusaka tingkat hijau dari cincin penyimpanannya guna menyambut semua serangan.
Trak! Crasshh!
Sreett! Tring!
Crasshh! Bamm...
Duak! Bammm...
Dengan jurus atau teknik pedang yang dimiliki oleh keluarga Kekaisaran Wei, Wei Ziin banyak sekali membabat lawan hingga tewas seketika.
"Sangat lemah!" cibir Wei Ziin saat mendapati lawannyaa yang seorang tetua sekte terkapar dengan sekali serang.
Wei Ziin melanjutkan menyerang balik para musuh dengan beringas dan seperti ratu iblis yang haus darah. Dia tidak ragu sedikitpun untuk membunuh dan membunuh. Sial! Dibalik sifat lembut dan baiknya ternyata ada iblis haus darah yang selama ini tertidur!
Sementara Ling Tian hanya dengan santai menyambut atau menghindari serangan dari para murid dan Tetua Sekte Macan Hitam lalu menampar wajah mereka hingga menjadi bubur darah. Tidak ada jurus apapun yang Ling Tian lakukan. Sama sekali tidak ada! Hanya menampar dan menampar saja lalu hancurlah kepala korbannya menjadi kabut darah. Benar-benar cara yang berbeda dengan lainnya.
Plak! Bamm...
Plaaakkk! Boommm...
Plaaaakkkkk! Buummmmm...
"Membosankan! Ini benar-benar membosankan!" ucap Ling Tian dengan kesal. Dia tentu sangat bosan dengan ini. Dia tidak mendapati lawan yang cukup untuk membuatnya bergerak lebih lagi. Tidak ada! Hanya ranah Pendekar Kayu sampai Pendekar Perunggu yang selama ini dia bunuh. Ling Tian juga melihat kearah Wei Ziin yang ternyata sangat brutal dalam membunuh musuh. Namun Ling Tian tidak mempermasalahkannya.
Darah anyir sudah memenuhi tangan dan pakaian Ling Tian. Beberapa juga mengenai wajahnya. Menjadikan kesannya seperti monster gila akan pembunuhan.
Hanya dalam waktu dua menit saja Ling Tian dan Wei Ziin sudah berhasil membunuh semua murid dan tetua Sekte Macan Hitam yang menyerang.
"Ziin'er! Mari duduk dulu disini! Dalam beberapa menit akan datang lagi banyak orang dan dua diantaranya ranah Pendekar Emas!" ujar Ling Tian.
"Baik kakak!" turut Wei Ziin.
Dan benar! Setelah mereka duduk santai selama kurang lebih lima menit, datanglah dua pria tua dan banyak sekali tetua dan murid Sekte Macan Hitam dibelakangnya.
"Sialan! Siapa sebenarnya kalian? Mengapa menyerang sekteku?"
__ADS_1
***