
Didunia luar masihlah pagi. Ling Tian keluar dari kamarnya menuju restoran penginapan yang berada di lantai dasar untuk sarapan. Sesampainya disana, dia bertemu dengan gadis pelayan yang sebelumnya mengantarkannya di kamar.
"Tuan Muda! Anda sudah keluar?" tanya gadis pelayan dengan ramah.
"Iya! Tolong berikan aku makanan dan minuman terbaik disini!" jawab Ling Tian sambil menyampaikan kebutuhannya.
"Baik Tuan Muda! Silakan carilah tempat ternyaman menurut anda! Kami akan mengantarkan pesanan anda jika sudah siap!" ucap gadis pelayan tersebut.
"Baik!"
Ling Tian lalu mencari tempat yang sesuai dengan yang dia inginkan. Dia melihat cukup banyak pengunjung yang datang untuk bersarapan. Lalu tidak lama Ling Tian menemukan meja yang berada dipojokan dan dekat dengan jendela masih kosong. Dengan segera dia pergi kemeja itu dan duduk disana dengan santai.
Sambil menunggu pesanannya datang, Ling Tian menajamkan pendengarannya untuk mencari informasi dari perbincangan-perbincangan yang dilakukan oleh para pengunjung.
"Saudaraku! Apa kau sudah tahu tentang terbukanya dunia rahasia di Gunung Huashu?" tanya salah satu pengunjung kepada temannya.
"Tentu saja aku sudah tahu! Bahkan semua orang di kota ini pasti sudah tahu!" jawab temannya yang merasa aneh dengan pertanyaan yang dilontarkan saudaranya.
"Bukan itu maksudku! Tapi peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh Raja Kota!" ucap pengunjung tersebut.
"Maksudmu? Peraturan yang bagaimana? Aku hanya tahu bahwa dunia rahasia itu akan terbuka beberapa hari lagi! Lalu apa lagi? Apakah ada yang baru?" tanya temannya penasaran.
__ADS_1
"Cih! Ternyata kau belum tahu! Peraturan baru dan bersifat wajib baru kemarin dikeluarkan oleh Raja Kota atau Patriark Xun!" jawab si pengunjung.
"Cih! Ya maklum saja! Aku baru keluar dari pengasinganku untuk naik ranah Pendekar Berlian Akhir!" ujar temannya dengan kesal.
"Baiklah.. Aku akan mengatakannya!" ucap pengunjung itu.
Lalu si pengunjung itu mulai menjelaskan tentang peraturan-peraturan bagi semua orang yang berkeinginan memasuki dunia rahasia di Gunung Huashu.
"Raja Kota Xun mengatakan bahwa yang boleh masuk kedalam dunia rahasia itu hanyalah empat ribu orang dengan diharuskan memiliki sebuah token! Sementara yang dua ribu token sudah diberikan kepada keluarga mereka sendiri dan dua ribu lainnya untuk kita-kita yang berasal dari luar Klan Xun!.."
"Selain itu, Patriark Xun juga mewajibkan bagi semua orang yang dapat keluar dari dunia itu untuk melelang salah satu sumber daya yang ditemukan di dunia rahasia tersebut!" jawab pengunjung tersebut menjelaskan.
"Apa! Bagaimana bisa begitu? Ini namanya tidak adil! Dunia rahasia itu bukanlah milik pribadi Klan Xun! Kemudian kita semua tahu betapa berbahayanya dunia rahasia itu yang berisikan ras hewan iblis yang sangat ganas lalu kita diwajibkan melelang salah satu dari sumber daya langka itu? Bukankah ini seperti pemerasan secara halus?" tanya temannya dengan wajah sangat merah karena menahan emosinya.
"Cih! Baiklah!" ujar temannya yang mengangguk namun berdecak karena kesal dengan peraturan yang dibuat Raja Kota dan bersifat mutlak yang memaksa.
Sementara disisi lain, Ling Tian yang mendengarkan obrolan keduanya tampak mengerutkan keningnya, namun setelahnya dia tersenyum dengan jahat.
'Klan Xun! Kalian benar-benar sekumpulan kerbau licik! Bisa-bisanya membuat aturan seenak jidat kalian! Huh! Dan lagi, kalian juga telah merampokku sebelumnya, maka setelah aku keluar dari dunia itu akan aku rampok kembali kalian!' ucap Ling Tian dalam hatinya. Dia sudah memikirkan skema dalam otaknya untuk membuat jera Klan Xun.
Sebelumnya Ling Tian yang hanya membela diri pada saat diserang oleh Jendral Besar Mang Juan, dia diperas oleh Tetua Agung Klan Xun. Karena Ling Tian tidak ingin kembali menambah masalah dan kekuatannya saat itu masihlah lemah, dia memutuskan untuk membayar sepuluh ribu koin platinum. Jumlah yang bisa membuat seseorang akan gila dengan melihat tumpukan koin-koinnya saja! Jujur, hati Ling Tian sedikit berdarah waktu melepaskan uangnya itu.
__ADS_1
Dan sekarang Klan Xun kembali berulah dengan membuat peraturan seenak batok kepalanya. Maka kali ini Ling Tian tidak akan membiarkannya. Dia akan meminta uangnya kembali puluhan bahkan ratusan kali lipat.
Tidak berapa lama, gadis pelayan akhirnya datang menghampiri Ling Tian sambil membawa pesanan sebelumnya.
"Silakan dinikmati Tuan Muda! Makanan ini gratis untuk Tuan Muda! Karena selama sepuluh hari ini Tuan Muda sama sekali tidak keluar kamar dan menikmati makanan yang seharusnya kami antarkan di kamar Tuan Muda!" ucap gadis pelayan tersebut ramah.
"Baik! Terima kasih nona!" jawab Ling Tian sambil tersenyum yang membuat gadis pelayan tersebut kembali salah tingkah dan wajahnya bersemu merah.
"Oiya! Tolong kamu berikan kepada mereka berdua minuman yang terbaik juga di restoran ini! Katakan itu dariku dan alasannya karena aku sedang senang!" ucap Ling Tian sambil menunjuk dua orang pemuda yang sedang berbincang-bincang di sudut lainnya di restoran tersebut.
Ling Tian lalu memberikan gadis pelayan itu satu koin platinum yang membuat gadis itu hampir jantungan. Apakah pemuda tampan ini begitu kaya raya sehingga selalu mengeluarkan uangnya berupa koin platinum? Tidak adakah jenis yang lain seperti koin perak atau emas? Beberapa pertanyaan terbesit di kepala si gadis pelayan.
"Jika ada sisa, itu buatmu!" ucap Ling Tian.
"B-baik Tuan Muda! Terima kasih!" ucap gadis pelayan itu dengan senang lalu dia pergi meninggalkan Ling Tian.
Tentu saja gadis pelayan itu senang! Karena harga minuman terbaik di penginapan bunga manis hanyalah memiliki harga tiga puluh koin emas. Sementara Ling Tian hanya meminta untuk dua orang yang ada disudut ruangan restoran penginapan. Itu berarti dia akan untung empat puluh koin emas jika koin platinum itu dipecahkan.
Ling Tian tidak memperhatikan ekspresi bahagia si gadis pelayan. Dia hanya mulai menikmati makanannya yang telah tersaji dan menggugah selera itu.
Ling Tian makan dengan lahap. Beberapa saat kemudian, dia merasakan ada dua sosok yang sedang memperhatikannya dari jauh. Kedua sosok itu tidak lain adalah si pengunjung dan temannya yang merasa kebingungan dengan Ling Tian yang tiba-tiba membelikan mereka minuman termahal yang disediakan restoran.
__ADS_1
Hal itu Ling Tian lakukan sebagai ucapan terima kasih atas infomasi dari keduanya mengenai dunia rahasia Gunung Huashu. Ling Tian hanya menatap mereka sejenak lalu menganggukkan kepala dan mengacungkan jempolnya tanda memang dirinyalah yang memberikan minuman itu kemudian dia kembali melahap makanannya yang lezat itu.