Ling Tian

Ling Tian
18 Tahun Kemudian: Bos Tian!


__ADS_3

Ling Tian tumbuh bersama dengan bergulirnya sang waktu. Dari sejak kecil, dia sudah menunjukkan kekedua orang tuanya akan kecerdasannya. Dia lebih aktif ketimbang anak-anak kecil seumurannya.


Delapan belas tahun berlalu...


Saat ini Ling Tian menjadi sosok pemuda yang gagah dan tampan, dengan otot-otot di sekujur tubuh yang sesuai menambahkan sedikit banyak kewibawaan dalam bawaannya.


Namun, hal yang sangat disayangkan darinya adalah dia tidak bisa berkultivasi, dia hanya bisa menguatkan tubuh fisiknya saja disertai ilmu jotos yang diajarkan sang ayah. Benar! Ilmu itu tidak memerlukan tenaga dalam. Ilmu atau jurus itu hanya membutuhkan fisik yang kuat dan penarikan hawa langit dan bumi sebagai kekuatan inti.


Disaat Ling Jun mengetahui keanehan yang ada dalam tubuh putranya, seperti terlahir dalam kondisi kekuatan tulang sudah mencapai tulang serigala tua, ditambah segel-segel aneh disebagian tubuh, Dia dengan berani langsung melatih Ling Tian diusianya yang waktu itu baru delapan tahun.


Hal ini banyak ditentang oleh beberapa tetua dan Patriark Klan Ling itu sendiri. Sebab menurut mereka Ling Jun terlalu memaksakan kehendak si anak untuk cepat kuat. Bagi mereka hal seperti itu adalah tabu dilakukan.


Namun Ling Jun tak menghiraukan. Setelah menerima restu dari sang istri untuk melatih Ling Tian kecil, Ling Jun langsung membawanya ke area perbukitan tempat Ling Jun biasa berlatih dulu.


Hingga lima tahun latihan fisik Ling Tian kecil berlalu, Ling Tian kecil sudah berumur tiga belas tahun. Ling Jun menyadari sesuatu pada anaknya saat dia ingin mengajari Tian kecil cara berkultivasi. Dantian Ling Tian tersegel oleh pola segel aneh. Bahkan bukan hanya dantiannya saja yang tersegel! Titik-titik meridian yang tercipta sebab latihan fisik juga sama tersegelnya. Ling Jun sangat terpukul dan menyayangkan nasib anaknya.


Untuk menutupi rasa lemah dalam diri Tian kecil suatu saat nanti dikala mengetahui kondisinya sendiri, Ling Jun mengajarinya satu jurus yang hanya menggunakan kekuatan hawa langit dan bumi. Nama jurus itu adalah Jurus Pukulan Pelebur Bumi. Ada tiga tahapan dalam Jurus tersebut, yaitu tahap awal, tahap kedua, dan tahap sempurna.


_____________


**Dantian adalah suatu wadah tenaga dalam seorang pendekar yang berpusat tepat dibawah pusar.


Meridian adalah cabang-cabang seperti otot yang tersebar ke seluruh tubuh yang berguna untuk menyalurkan energi tenaga dalam dari dantian pendekar. Jumlah keseluruhan titik meridian adalah 313 titik. Namun para pendekar umumnya hanya mampu membuka seratus titik meridian**.

__ADS_1


_____________


Dari situlah saat ini Ling Tian yang sudah berumur delapan belas tahun menjadi sosok yang sangat tampan dan kuat mendominasi. Sudah banyak para anggota Klan yang babak-belur di jotosi oleh pemuda satu ini.


Bahkan para tetua Klan juga menjadi sasaran korbannya. Mereka hanya bisa menangis dalam hati saat Ling Tian mengajak salah satu dari mereka untuk teman berlatih. Ling Tian tak ubahnya menjadikan tetua itu sebagai samsak tinjunya saja. Betapa menyedihkannya tetua itu!


Pukulan Pelebur Bumi yang menjadi faktor utamanya. Didukung kualitas tulang Serigala Tua menjadi lengkaplah sudah. Ling Tian memang tidak bisa menggunakan tenaga dalam, tapi dengan kekuatan fisik serta jurusnya itu dia mampu mengimbangi Pendekar Besi Bintang 9 Tahap Menengah. Sungguh kuat dan mencengangkan! Hanya Patriark Ling Bo Teng dan Tetua Agung saja yang bisa mengimbangi kekuatannya. Tingkat kultivasi mereka berdua adalah Pendekar Besi Tahap Akhir.


Tak tanggung-tanggung, semenjak kepergian sang ayah, yang katanya mengemban misi dari Klan, Ling Tian menjadi sosok yang agak liar. Namun itu hanya untuk orang lain, jika dihadapan ibunya Ling Tian berubah seratus delapan puluh derajat total. Memang banyak yang sudah mengeluh akan sikap konyol anaknya kepada Hei Si. Namun Hei Si bisalah apa? Dia hanya bisa memperingati dan menasehati Ling Tian.


Namanya juga pemuda, diperingati berapapun akan sangat mudah lalai dan melupakannya. Seperti saat ini contohnya. Ling Tian baru saja selesai membuat salah satu pemuda bonyok, mungkin orang tua pemuda itu tak akan bisa lagi kenal pada anaknya. Dia lalu duduk diatas pohon yang baru roboh akibat pertarungan.


"Yo! Ling Wutian! Apa hanya itu saja kemampuanmu? Sebagai anak Tetua Agung harusnya kamu malu jika hanya begini!"


"Hahaha. Bagus! Teruslah berlatih untuk lebih kuat! Harusnya kamu tahu bukan, bahwa aku tak bisa menggunakan tenaga dalam? Tapi aku membuktikan bahwa hal itu bukanlah suatu kelemahan!" kata Ling Tian memberi nasehat.


"I-iya bos Tian, saya mengerti," jawab Ling Wutian.


"Baiklah. Karena kamu belum mampu menghiburku dalam latihan, maka hukumanmu adalah memijat bahuku ini yang agak pegal. Dua jam saja! Tak perlu lama-lama. Hahaha,"


"Ah! Baiklah." pasrah Ling Wutian.


Sebenarnya bukan tanpa alasan Ling Tian mempunyai sifat nakal dan konyol seperti itu, dia hanya menghibur diri dari kekecewaan batin yang mendalam. Disaat pemuda-pemuda sebayanya mampu berkultivasi dan mendapat perlakuan khusus dari Klan, dia hanya mampu melihat dengan iri kepada mereka.

__ADS_1


Apalagi semenjak perginya sang ayah, Ling Tian seolah dikucilkan dan dihina sebab memiliki dantian cacat atau tersegel. Hanya ibunya saja yang saat ini dia punya. Ling Tian ingat betul ucapan ayah ibunya enam tahun silam, mereka sepenuhnya menyadari keluhannya,


"Nak, kamu memang memiliki kekurangan berupa dantian tersegel. Kamu pasti akan dibedakan dari yang lainnya. Kamu akan dikucilkan saat diluar nanti. Tapi tenanglah nak, jika kamu lelah, maka pulanglah! Ayah dan ibu akan selalu menyambutmu dengan baik. Kamu satu-satunya putra kami, selamanya akan menjadi putra kami. Kami akan selalu ada untukmu dan selalu membelamu saat ada yang menghinamu," tutur Ling Jun.


"Benar apa kata ayahmu nak. Yakinlah! Keberuntungan langit dan bumi juga bukanlah sesuatu yang mustahil," tambah Hei Si.


"Baik ayah, ibu." jawab Ling Tian.


Ling Tian hanya tersenyum kecut mengingat kejadian itu. Disaat dia ingin kembali mengeluh akan hinaan teman sebayanya, sang ayah malah pergi entah kemana, dia tak kunjung pulang hingga saat ini, membuat hati Ling Tian begitu kecewa dan hancur hingga merubah sikapnya yang begitu lembut menjadi sosok nakal, konyol, dan sedikit arogan.


Hanya Hei Si sang ibu yang mengetahui sejatinya atas perubahan sikap serta sifat Ling Tian. Hei Si pulalah yang mengetahui mengapa Ling Jun pergi tak kembali hingga saat ini. Dia menutupi kepergian Ling Jun pada anaknya dengan alasan sang ayah sedang menjalankan misi yang bertempat sangat jauh dari Klan.


Meskipun Ling Tian mengiyakan alasan tersebut, namun dalam batin kecilnya dia tak percaya semuanya. 'Dengan alasan misi tidak kembali bertahun-tahun? Apa sebuah gawat darurat atau hanya lelucon?' gumamnya sendiri sambil menikmati pijatan Ling Wutian.


"Ling Tiaaaaaaaan!!!!!"


______&&&&


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:


"jika seseorang kelaparan maka makanlah, jika seseorang kehausan maka minumlah. Namun jika seseorang lagi kasmaran namun jarak memisahkan, apa yang harus author lakukan?"😢😭😭😭😂 (malah curhat)🤣

__ADS_1


__ADS_2