Ling Tian

Ling Tian
Pesta


__ADS_3

***


Kekaisaran Han, daratan selatan.


"Apa yang harus kami lakukan lagi Yang Mulia?" tanya seseorang berjubah hitam dari empat sosok lainnya kepada pria bertanduk yang duduk diatas singgasana.


"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya. Kita akan menyusup dan menyerang ke Kaisaran Song di daratan barat dari dalam terlebih dahulu sebelum menyerang daratan lain. Aku ingin merebut pedang pusaka tingkat merah itu. Sedangkan untuk daratan timur, anggap saja sudah kita kuasai karena lemahnya mereka! Aku juga sudah mengirim seratus tetes darahku untuk meningkatkan kekuatan Mao An bodoh itu dan pengikutnya!" jawab pria bertanduk.


"Hahaha.. Yang Mulia memang yang terkuat! Kami siap melaksanakan tugas dari Yang Mulia!" ungkap pria berjubah hitam.


"Ya! Aku memang yang terkuat! Lu Du, kau hasut terus pangeran bodoh Kekaisaran Song itu dan rekrut orang dalam sebanyak-banyaknya untuk mau mendukungnya!" titah pria bertanduk.


"Akan hamba laksanakan Yang Mulia!" jawab Lu Du sang pemimpin gedung pembunuh bayaran di Kekaisaran Han.


"Hahahaha.."


Pria bertanduk itu tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Lu Du. Dia juga sangat puas dengan kinerjanya yang selalu berhasil.


"Hahaha.. Lalu sudah berapa jumlah seluruh pasukan yang kita miliki Kaisar Han?" tanya pria bertanduk sambil melihat pria berjubah emas yang tidak lain adalah Kaisar Han, Han Biao.


"Jumlah keseluruhan pasukan kita kurang lebih seratus dua puluh lima juta pasukan Yang Mulia!" jawab Kaisar Han Biao.


"Bagus! Perintahkan semuanya untuk merekrut terus menjadi anggota kita! Kekuatan seperti itu masih belum cukup untuk menyerang daratan tengah dan Kekaisaran Xiao! Setidaknya kita harus mempunyai empat ratus juta pasukan!" kata pria bertanduk.


"Hamba akan menurut Yang Mulia!" tutur Kaisar Han Biao.


***


Istana Kekaisaran Wei, daratan timur.


Sementara itu Ling Tian dan semua orang dibuat mengerutkan kening saat seorang gadis muda yang tidak lain Tuan Putri Wei Ziin meminta untuk ikut dengan Ling Tian.


"Ziin'er apa yang kau bicarakan? Cepat minta maaf dengan Tuan Muda Ling Tian!" dengan cepat Kaisar Heian menyahutinya agar Ling Tian tidak merasa tersinggung.


"Tapi ayaah.." Wei Ziin terus merengek ingin ikut.

__ADS_1


"Zin'er-" Kaisar Heian memotong ucapan Wei Ziin.


Ling Tian hanya tersenyum melihat ekspresi Wei Ziin yang sangat menggemaskan. Dia lalu mengangkat tangannya untuk mengentikan Kaisar Heian.


"Yang Mulia!" kata Ling Tian.


"Tuan Muda.."


"Tidak apa-apa Yang Mulia Kaisar! Aku tidak mempermasalahkan jika Putri Ziin mengikuti kami! Aku akan menjaganya" tutur Ling Tian dengan tersenyum ramah.


"Tapi Tuan Muda Ling.."


Putri Ziin sangat senang mendengar penuturang Ling Tian. Tanpa memperdulikan semua orang dia langsung saja berlari dan memeluk Ling Tian.


"Terima kasih Tuan Muda Tian!" katanya sambil terus memeluk Ling Tian dengan sangat erat.


Ling Tian sangat terkejut melihat dirinya dipeluk oleh Putri Ziin. Begitu juga dengan semua orang. Ling Tian tidak mengira ternyata Putri Ziin seagresif ini.


"Ziin'er! Apa yang-" belum selesai Kaisar Heian berucap, dia melihat Ling Tian menggelengkan kepala memberi tanda untuk diam.


Entah datang dari mana keberaniannya, tangan kanan Ling Tian dia angkat dan mengelus pucuk kepala Wei Ziin dengan lembut dan tangan kirinya membalas pelukan Wei Ziin dengan melingkarkannya dipinggang Wei Ziin.


"Ziin'er.. Kau bisa memanggilku kakak mulai sekarang!" kata Ling Tian.


Wei Ziin tertegun mendengar ucapan Ling Tian. Dia juga sangat tidak menyangka tubuhnya seolah bergerak sendiri ingin memeluk Ling Tian. Tapi semua sudah terlanjur! Malu pun tetap saja terlanjur. Lebih baik dia menikmatinya saja!


Wei Ziin menikmati tiap elusan tangan Ling Tian dikepalanya. Kemudian dia melihat wajah tampan Ling Tian.


"Benarkah Tua-, maksudku kakak Tian?" tanya Wei Ziin dengan jantung berdebar. Wajahnya saat ini sangat dekat dengan wajah Ling Tian, orang yang dicintainya. Bahkan tubuhnya masih saling menempel karena dia masih memeluk Ling Tian. Wei Ziin juga sedikit merasakan hembusan nafas Ling Tian diwajahnya yang entah mengapa membuat dirinya lebih bersemangat.


"Tentu saja Ziin'er cantik!" goda Ling Tian yang membuat wajah Wei Ziin semakin memerah karena malu.


"Ekhem.. Sampai kapan kalian akan bermesra-mesraan didepan mata kami bocah-bocah bau?!" Long Yuan berucap dengan nada sangat kesal.


"Ehh..."

__ADS_1


Ling Tian dan Wei Ziin dengan segera melepaskan pelukannya. Mereka berdua tersadar dari situasi yang menghalukan itu. Saat ini mereka hanya bisa tersenyum canggung saat mendapati semua orang melihatnya dengan mulut terbuka.


"Hehehe.. Cacing jelek! Kenapa kau begitu kesal? Apa kau iri denganku yang sudah dapat dua wanita sementara kau separuh saja belum," ujar Ling Tian kepada Long Yuan melalui telepati.


Sial! Separuh katanya!


"Cih! Buat apa iri denganmu! Tch! Aku hanya tidak ingin melihatmu bermesra-mesraan didepan umum! Dasar tidak tahu malu!" jawab Long Yuan dengan menggertakkan gigi.


"Haha.. Bodo amat aku lah.." ungkap Ling Tian sambil tertawa dalam telepatinya.


Melihat suasana begitu canggung, Wei Hun sebagai orang yang paling tua segera mendinginkan suasana.


"Hahh.. Ngomong-ngomong kapan pesta penyambutanku ini dimulai?" tanyanya kepada semua orang.


"Ah! Baiklah.. Mari kita mulai pestanya! Silakan dinikmati hidangannya!" teriak Wei Zhuo.


Akhirnya Ling Tian dan Wei Ziin dapat terlepas dari pandangan semua orang dan dapat memulai pesta dengan tenang dan suka cita. Tidak ada lagi penghianat di kubu Keluarga Wei, dia menikmati makanan dan minuman lezat yang tersaji dihadapannya.


Pesta penyambutan kedatangan Leluhur Pendiri diadakan selama sehari semalam. Semua orang merasa senang dengan hal ini. Meski pada awalnya ada sedikit ketegangan, namun setelah semua selesai mereka dapat tersenyum dan tertawa dengan lepas.


Wei Hun dan Ling Tian juga ikut menikmati hidangan yang ada dengan hikmat. Sementara untuk Long Yuan? Dia jangan ditanya lagi! Dia sudah menghabiskan lima porsi makanan dan minuman yang harusnya bisa membuat kenyang dua puluh orang! Sungguh perutnya seperti lautan dalam tak berdasar! Ya, memang itulah adanya dan memang itulah tujuan utama dia datang ke Istana kekaisaran! Makan dan minum gratis sepuasnya! Sial! Kekaisaran Wei benar-benar akan rugi besar!


Setelah pesta selesai, para anggota keluarga Wei dengan sendirinya pamit dan kembali kekediaman mereka masing-masing. Kini didalam aula pesta hanya tersisa sembilan orang saja. Wei Hun, Ling Tian, Kaisar terdahulu beserta istri, Kaisar Heian dan ketiga anaknya dan satu lagi Long Yuan yang sedang sibuk makan.


"Baiklah.. Mungkin pertemuan ini kita cukupkan sampai disini. Besok kami akan langsung berangkat ke Sekte Taring Iblis untuk memberi mereka kejutan!" kata Wei Hun.


"Baik Leluhur!" jawab semua keturunannya.


"Oiya, satu lagi! Kami akan membawa Ziin'er juga seperti yang dia minta! Bukankah begitu saudara kecilku?" tambah Wei Hun. Ia bertanya dan melihat Ling Tian.


"Oh! Tentu saja! Ziin'er akan aman bersama kami!" jawab Ling Tian dengan cepat.


____________________________________


(Menurut kalian gimana sih saat baca tulisanku ini yang sok ada roman-romansanya? Eneg atau ingin muntah nggak? Beneran nanya!😁😁)

__ADS_1


__ADS_2