Ling Tian

Ling Tian
Rencana


__ADS_3

Song Yunlei pun masuk kedalam kamar itu dengan wajah mesumnya. Akan tetapi saat Song Yunlei baru saja hendak memasukkan adik kecil ketempat yang sangat dia inginkan itu dirinya dibuat berhenti oleh seorang prajurit yang datang melapor dengan mengetuk pintu kamar.


"Sialan! Mengapa kau datang dan mengganggu kesenangan Kaisar Song ini!" teriak Song Yunlei dengan marah.


Bagaimana tidak marah? Sebuah perasaan saat dijepit-jepit nikmat adik kecilnya yang seperti masuk kedalam surga itu harus dipaksa berhenti ditengah jalan oleh kedatangan prajurit yang mengetuk pintu kamarnya itu bahkan sebelum dia merasakannya sedukit pun.


Mendengar teriakan marah dari Kaisarnya, prajurit itu langsung berlutut didepan pintu kamar tempat Song Yunlei akan menyalurkan hasrat membaranya sang adik kecil.


Blar!


Pintu itu hancur seketika menjadi serpihan kecil saat Song Yunlei menendangnya. Prajurit itu sangat ketakutan saat merasakan terpaan aura kultivasi sekaligus niat membunuh yang sangat pekat dari Kaisarnya. Akan tetapi dia mencoba untuk tetap tegar dan menyampaikan pesan seseorang untuk sang Kaisar.


"M-mohon ampun Yang Mulia Kaisar! H-hamba telah mengganggu aktivitas Kaisar!" ujar prajurit itu dengan terbata-bata.


"Katakan hal apa yang sekiranya dapat menyelamatkan hidupmu!" sahut Song Yunlei dengan kemarahannya.


"H-hamba ingin melaporkan bahwa Tuan Han Tianba meminta kedatangan Kaisar ditempatnya!" jawab prajurit itu.


Seketika aura penindasan Song Yunlei menghilang saat prajurit itu menyebut kata Han Tianba. Song Yunlei tentu tidak berani macam-macam dengan Han Tianba karena orang itu adalah bawahan paling top dan dekat dengan sang tuan.


Dikatakan bahwa beberapa orang dari bawahan Tuannya sudah berada diatas ranah Pendekar Berlian dan orang yang paling kuat adalah Han Tianba. Adapun mengenai mereka bisa bertahan dan tidak ditarik untuk naik ke alam yang lebih tinggi karena mereka diberikan sebuah teknik oleh sang Tuan.


Song Yunlei langsung menyuruh prajurit itu untuk kembali dan mengatakan pada Han Tianba bahwa dia akan segera datang menyusul.


"Baik Yang Mulia! Hamba akan menyampaikannya kepada Tuan Han Tianba!" ujar si prajurit lalu berlalu dari tempat itu meninggalkan Song Yunlei sendirian yang masih berdiri didepan pintu kamarnya yang telah hancur.


Song Yunlei kembali masuk kekamarnya untuk mengganti pakaiannya. Setelah itu dia langsung mendatangi tempat Han Tianba berada tanpa bermantab-mantaban seperti keinginannya sebelumnya.


Saat dia sampai ditempat Han Tianba beristirahat, Song Yunlei langsung disambut oleh beberapa bawahan Han Tianba dari Organisasi Gedung Pembunuh.


"Tuan sudah menunggu didalam!" ujar bawahan Han Tianba dengan wajah datar kepada Song Yunlei tanpa memberikan penghormatan sedikit pun padanya.


"Ya!" jawab Song Yunlei yang juga sama datarnya.

__ADS_1


Song Yunlei pun masuk kedalam ruangan tempat Han Tianba berada. Namun saat dia sampai ditempat, alangkah betapa terkejutnya Song Yunlei sampai matanya hampir melotot dan nyaris keluar dari kelopaknya.


Song Yunlei melihat Han Tianba dengan santainya sedang mengungkungi seorang wanita diruangan tamunya dan melakukan hal tidak senonoh itu tanpa malu dengan Song Yunlei.


"Ah! Ah! Ah.."


Suara erotis yang keluar dari mulut sang wanita membuat Han Tianba bertambah gairah dan semakin mempercepat lajunya sehingga gerakannya yang semakin lama semakin tidak beraturan dan terus seperti itu sampai beberap waktu.


Pacuan Han Tianba semakin lama semakin cepat dan pada akhirnya dengan hentakan terkuatnya tubuh Han Tianba dan si wanita yang ada dibawahnya menegang secara bersamaan dan memuncaklah serta pecahlah hasrat mereka berdua.


"Ahhhh.. Kau memang luar biasa!" ujar Han Tianba sambil tersenyum dan mencabut pusakanya dari tubuh si wanita.


Kejadian itu sekonyong-konyongnya terjadi didepan mata Song Yunlei tanpa ada sensor sedikit pun. Song Yunlei sampai ikut menarik nafas berat saat melihat keduanya telah sampai pada puncak permainan dan kenikmatan.


"Kau sudah datang Song Yunlei!" ujar Han Tianba tiba-tiba.


Song Yunlei dengan tergesa-gesa mendatangi Han Tianba dan menangkupkan tangannya memberi hormat.


"Benar Tuan Han Tianba! Saya memenuhi panggilan Tuan Tianba!" jawab Song Yunlei.


"Dan untukmu sayangku.. Kamu pergilah sebentar okey.. Aku punya sedikit urusan sekarang!" ujarnya lagi sambil melihat wanita yang masih telanjang dan terlentang diatas kursi empuk ruang tamu.


Wanita itu hanya tersenyum lalu mengangguk. Dia kemudian bangkit dari kursi dan memunguti pakaiannya yang berantakan disana-sini lalu setelahnya meninggalkan ruangan Han Tianba.


Mata Song Yunlei tidak bisa untuk lepas dari pemandangan tubuh eksotis milik wanita itu sampai pada akhirnya dia harus kecewa karena wanita itu telah sepenuhnya menghilang dari pandangannya.


"Hahahaha.." Han Tianba tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Song Yunlei yang begitu tertarik dengan wanita yang baru saja dia tiduri.


"Kau jangan bermimpi untuk bisa menidurinya! Karena dia hanya akan mau tidur denganku!" ujar Han Tianba dengan bangga.


"Haahh.."


Song Yunlei hanya menghela nafas panjangnya mendengar ucapan Han Tianba. Dia memang sangat tergiur dengan wanita itu jika harus jujur.

__ADS_1


"Baiklah.. Kembali fokus! Aku memanggilmu ketempat ini karena kita mendapatkan tugas lagi dari Yang Mulia!" ucap Han Tianba yang wajahnya langsung berubah serius.


"Oh.. Tugas dari Yang Mulia?" tanya Song Yunlei.


"Benar sekali! Yang Mulia mengatakan kepadaku bahwa kita harus bergerak lagi untuk menguasai daratan utara!" jawab Han Tianba.


"Maksud Tuan Han menghancurkan Kekaisaran Bing?" tanya Song Yunlei lagi.


"Tidak! Kita akan menawarkan terlebih dahulu secara baik-baik untuk mereka tunduk dengan kita! Namun jika mereka menolak, barulah kita lakukan cara lama! Hahaha.." jawab Han Tianba lalu tertawa terbahak-bahak.


Dia adalah maniac pertarungan, jika yang dilawan adalah orang yang kuat, maka dia akan sangat bersemangat. Seperti Kekaisaran Bing di daratan utara, mereka adalah para pengendali elemen es yang sangat luar biasa kuatnya yang tentu akan membuat Han Tianba bersemangat.


"Jadi kapan Yang Mulia menyuruh kita berangkat?" tanya Song Yunlei.


"Satu bulan lagi! Kita harus mempersiapkan semuanya dan membawa armada yang sama seperti pada saat ketempatmu ini!" jawab Han Tianba sambil tersenyum.


Setelah itu, keduanya terus berbincang-bincang membicarakan rencana Sang Tuan yang ingin menguasai seluruh daratan seperti halnya yang dilakukan oleh Klan Ling dizaman dulu.


***


Perbatasan Hutan Tanpa Batas.


Swuusshh... Swusshh...


Sementara itu ditempat lain, lebih tepatnya diatas hutan perbatasan Hutan Tanpa Batas dengan dunia luar terlihat dua sosok yang melesat dengan kecepatan cahaya.


Dua sosok itu melesat meninggalkan suara mendesing yang luar biasa nyaring yang membuat keduanya tampak seperti bintang yang sedang jatuh jika dilihat oleh orang yang berada dibawah mereka.


Mereka tentulah Ling Tian dan Mao An yang sedang pergi meninggalkan Hutan Tanpa batas dan melanjutkan perjalanan menuju beberapa tempat yang belum terjelajah oleh manusia.


"Jadi, kemana kita selanjutnya?" tanya Mao An.


"Kita akan menuju kesebuah tempat terlarang yang berada tidak jauh dari ibukota Kekaisaran Xiao! Lalu setelah itu kita akan menuju ke Klan Lian untuk memberikan mereka sedikit oleh-oleh hangat!" jawab Ling Tian sambil tersenyum lalu kemudian mempercepat lagi laju terbangnya.

__ADS_1


Swoosshh... Swooosshh...


__ADS_2