
Baammmm...
"Aaaakhh.."
Ledakan sangat besar terjadi saat tinju dan pedang samudera kegelapan saling beradu. Bumi bergetar hebat hingga beberapa bangunan dibuat roboh. Gelombang angin menyapu segala arah diikutii dengan bilah angin yang menyayat.
'Hm.. Sampai disini, dengan kekuatan yang saat ini kumiliki, aku hanya sanggup mengeluarkan 20 persen dari potensi sesungguhnya jurus pedang awan! Tidak apalah!' gumam Ling Tian.
Nasip naas bagi Patriark Sekte Taring Iblis Mao An yang tidak mengetahui bahwa pedang samudera kegelapan milik Ling Tian adalah senjata pusaka tingkat merah yang mempunyai roh sendiri dan dirumorkan hanya ada satu di Benua Langit ini.
"Aaaaakhhh.."
Mao An berteriak dan meringis kesakitan memegangi tangan kanannya yang hancur akibat ledakan hebat sebelumnya.
'Sial! Pedang itu bukan pedang biasa!' batin Mao An.
***
Sementara itu ketiga saudara Ling Tian hanya diam mengamati Ling Tian dan Mao An yang saling adu serangan.
"Bodoh! Dia tidak tahu bahwa pedang musuh adalah pusaka tingkat merah! Dan lagi, kekuatan tubuh dan tulang Tuan Muda Ling Tian sudah diatas rata-rata!" ujar Zhuge Ruxu.
"Iya!" sahut Wei Hun.
"Lalu kapan kita juga ikut berpestanya?" tanya Zhuge Ruxu dengan wajah seramnya melihat Long Yuan. Wajahnya sudah hancur separuh ditambah dia saat ini memasang ekspresi seram? Sungguh tidak bisa lagi diungkapkan dengan kata sebegitu menyeramkannya Zhuge Ruxu sekarang.
"Hahaha.. Tentu saja sekarang! Mari bantai tikus-tikus kecil ranah Emas dan Platinum itu!" jawab Long Yuan dengan bersemangat.
Sosoknya yang sangat besar langsung menyerang puluhan orang diranah Pendekar Emas dan empat Pendekar Platinum. Long Yuan menyerang dengan cakarnya atau menelan mereka hidup-hidup.
Grooaaarrr...
Sraaak!
"Aaaakkhh!"
Ayunan tangan Long Yuan sangat cepat dan langsung melukai empat Pendekar Emas dengan parah hingga beberapa saat kemudian mereka semua mati.
"Sial! Naga itu benar-benar sangat kuat!" kata salah satu kultivator ranah Pendekar Platinum yang tidak lain adalah Tetua Agung Sekte Taring Iblis.
__ADS_1
"Benar Tetua Agung! Mustahil bagi kita untuk mengalahkannya! Belum lagi sepertinya kedua orang itu juga sama kuatnya dengan Naga Biru!"
"Kita akan tamat sekarang."
Grooaaarrr...
Long Yuan kembali mengaum dan menyerang para anggota sekte aliran hitam dengan mencaplok dan mengunyahnya hidup-hidup. Terkadang dia mencengkram tubuh lawan lalu menggigit kepalanya hingga lepas dan membuangnya dengan seperti sedang meludah.
Darah manusia mengotori sebagian besar tangan dan mulut Long Yuan, menjadikannya memperoleh gelar baru yaitu SCP. Itu karena Long Yuan terlihat seperti Sang Cacing Pembantai.
"Hahahaha.. Kemarilah kalian semua! Jadilah makananku!" teriak Long Yuan dengan tertawa terbahak-bahak.
Sementara untuk Wei Hun dan Zhuge Ruxu, mereka berdua turun dari langit mendatangi bagian dalam sekte dan membantai semua murid-murid disana tanpa belas kasih dan pandang bulu sedikitpun. Pria, wanita, bahkan yang masih tergolong anak-anak mereka bantai habis. Mereka berdua tidak ingin ada lagi bibit-bibit kejahatan lahir dikarenakan dendam terbunuhnya keluarga anak-anak itu. Juga, sepertinya anak-anak itu sedikit telah dilatih pula dengan metode-metode sesat aliran hitam.
Wei Hun dan Zhuge Ruxu hanya menggunakan tangan kosong untuk menampar para murid sekte dan menjadikannya kabut darah. Mereka tidak sekejam Long Yuan atau Ling Tian dalam hal bunuh membunuh.
"Tuan! Nyonya! Tolong Ampuni kami! Jangan bunuh kami!" salah seorang murid pria menjatuhkan dirinya untuk bersujud dan membenturkan dahinya ketanah guna meminta pengampunan dengan Wei Hun dan Zhuge Ruxu.
"Mengampuni? Apakah kau juga mengampuni nyawa para gadis yang kalian tangkap untuk meningkatkan kekuatanmu?" tanya Zhuge Ruxu dengan dingin.
Murid itu hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar saat mendapatkan pertanyaan dari wanita mengerikan dihadapannya itu. Mengampuni nyawa gadis yang ditangkap? Tentu saja tidak! Dia akan dengan sembrononya akan terus memperkosa gadis itu dan menjadikannya tungku kultivasi sampai mati meski gadis itu meronta-ronta meminta pengampunan!
"Hanya diam?" tanya Zhuge Ruxu.
"Baiklah jika kau diam maka sampaikan salamku kepada penjaga neraka."
Bamm!
Zhuge Ruxu menginjak kepala murid laki-laki itu hingga hancur dan otaknya berceceran dimana-mana. Sial! Ternyata rumor Zhuge Ruxu tidak sekejam Long Yuan hanyalah hoax semata!
Wei Hun hanya menggelengkan kepala melihat adegan Zhuge Ruxu menginjak kepala murid Sekte Taring Iblis hingga pecah dan gepeng.
'Apakah dia juga ketularan Long Yuan dalam hal kekejamannya terhadap musuh?' gumamnya dalam hati.
Wei Hun tidak mempermasalahkannya dan kembali melanjutkan acara tampar-tamparnya yang sempat terhenti sebelumnya.
Plak! Baamm...
Plak! Boomm...
__ADS_1
Plakkkkkk! Buummmm...
'Kata Long Yuan, saudara kecil Ling Tian juga sangat suka menampar para penjahat atau orang yang menyinggungnya. Apa aku juga ketularan dengannya setelah beberapa hari bersamanya? Hehe.. Tapi memang tidak terlalu buruk! Dan rasanya? Benar-benar sangat memuaskan!' gumamnya lagi sambil tersenyum disela-sela menamparnya.
Tangan Wei Hun sudah dipenuhi warna merah karena darah. Bau anyir terendus jelas dihidungnya. Meski begitu, Wei Hun terus saja menampari para murid dan menjadikan kepala mereka hancur menjadi kabut darah.
***
Zheepp!
Ling Tian tiba-tiba menghilang menjadi udara tipis yang membuat Mao An terkejut dan menambah tingkat kewaspadaannya. Ling Tian sendiri sengaja mengondensasikan elemen bayangannya untuk mempercepat gerak dan menghilangkan aura dengan tingkat kesempurnaan.
Sraakk! Sraakk! Sreett! Sreett!
"Aaaaakkhh.."
Patriark Mao An berteriak kesakitan dengan sangat kencang saat dirinya mendapati tangan kanannya kembali terluka atau lebih tepatnya saat ini terpotong hingga pangkal ketiak dan beberapa anggota badannya terkena sayatan tanpa mengetahui dimana orang yang menyerangnya.
"Aaakkhh.. Bajing*n! Keluar kau! Jangan seperti pengecut yang menyerang dengan sembunyi-sembunyi!" teriak Patriark Mao An.
Zhiing!
Ling Tian tiba-tiba muncul dibelakan Patriark Mao An dan mengucapkan kata-kata sinis.
"Ternyata hanya melawan ranah Pendekar Platinum Menengah sepertiku saja tidak mampu? Benar-benar Pendekar Berlian sampah!"
"Bajing*n! Jika kau tidak menggunakan trik kotor dan sembunyi-sembunyi maka sudah pasti aku dengan mudah membunuhmu!" ujar Mao An menjawab cibiran Ling Tian.
"Ooh.. Benarkah? Coba hindari serangan kecilku ini!" kata Ling Tian lalu melesat dengan sangat cepat menyerang Patriark Mao An. Ling Tian juga tidak lupa menggunakan elemen bayangannya untuk mempercepat geraknya.
Zheep!
Sraakk!
"Aaakkhh!"
"Bajing*aaaan!" teriak Patriark Mao An sambil memegangi bagian telinga kirinya yang tampak menucurkan darah dengan deras.
"Sampah akan tetaplah menjadi sampah!" ujar Ling Tian setelah kembali muncul dihadapan Mao An berjarak dua puluh meter.
__ADS_1
Sial! Ling Tian telah berhasil memotong telinga kanan Mao An! Dia benar-benar ingin menyiksa Mao An terlebih dahulu dengan memotong satu persatu.