
"Oh.. Sepertinya cicak besar sudah datang!" ucap Ling Tian.
"Baiklah! Jadi berapa jumlah yang harus kubayar?" lanjut Ling Tian bertanya dan kembali mengarahkan pandangan kepada resepsionis seolah urusan dengan Pemimpin Chui Lang bukan suatu hal yang penting.
"I-itu.. Anu.. Delapan keping emas Tuan Muda!" jawab gadis resepsionis dengan gugup.
"Ini!" kata Ling Tian sambil mengeluarkan sepuluh koin emas.
"Sisanya tips buatmu!" imbuh Ling Tian kemudian berlalu untuk menemui samsak tinjunya yang baru datang.
Ling Tian berjalan dengan tenang keluar dari penginapan. Baru saja dirinya melangkahkan kakinya diluar pintu, terdengar suara teriakan dari seseorang.
"Itu dia pemuda yang telah melukai Tuan Muda Chui Da!"
Seorang pria tua menunjuk kearah Ling Tian.
"Oh.. Jadi kau si semut kecil yang berani melukai putraku hingga sekarat?" ucap Pemimpin Chui Lang dengam mata memerah.
"Jika iya kenapa? Jika bukan kenapa pula?" jawab Ling Tian dengan santai.
"Sialan! Mati!" teriak Pemimpin Chui Lang sambil melesat cepat menyerang Ling Tian dengan serangan tapaknya.
Swooshh...
Ling Tian hanya melihatnya dengan santai sambil mengalirkan energi Qi miliknya ke dua tempat. Yaitu ke bagian kaki untuk memperkuat kuda-kudanya dan ke bagian tangan untuk menyambut serangan Pemimpin Chui Lang.
Duaar!
Dua tapak saling bertemu dan ledakan memekakkan telinga tercipta karenanya. Gelombang kejut cukup kuat menyapu sekitarnya dengan bilah angin yang setajam pisau.
Ling Tian masih berdiri dengan kokoh pada tempatnya, sementara Pemimpin Fraksi Elang Hitam Chui Lang termundur sepuluh langkah.
'Sial! Tidak mungkin pemuda ini lebih kuat dariku!' batin Pemimpin Chui Lang.
"Aku akan memaafkanmu dan semua anggota Fraksimu, terkhusus putramu yang arogan itu jika kau meminta maaf sekarang padaku!" ujar Ling Tian memberikan sedikit kemurahan.
"Bajing*n! Sampai mati pun aku tidak akan sudi meminta maaf kepadamu bocah sialan! Jangan sombong hanya karena sekali saja menang dalam serangan tapak sebelumnya!" ucap Pemimpin Chui Lang dengan amarah yang meluap.
Niat membunuh yang terasa mencekik juga dia keluarkan sehingga orang-orang segera menjauh darinya dalam jarak seratus meter. Tapi bagi Ling Tian, niat membunuh setipis itu bukanlah hal yang perlu dia perhatikan.
Ling Tian tetap bodoh amat atau acuh tak acuh terhadap tekanan tersebut. Sesekali dia justru terlihat menguap karena bosan.
"Niat membunuh yang cukup pekat untuk ukuran orang-orang sepertimu! Setidaknya kamu telah membunuh ratusan orang!" ujar Ling Tian memberikan penilaian.
"Sialan!" teriak Pemimpin Chui Lang sambil sekali lagi menyerang Ling Tian dengan tapaknya. Namun serangan kali ini menggunakan kekuatannya tiga kali lipat dari kekuatan serangan sebelumnya.
"Sungguh naif!" ucap Ling Tian sambil mengalirkan lebih banyak energi Qi pada telapak tangannya untuk menyambut serangan Pemimpin Chui Lang.
Swooshh...
__ADS_1
Bommmm...
Ledakan besar untuk yang kedua kalinya terjadi saat kedua tapak saling bertemu. Dan lagi-lagi Pemimpin Chui Lang yang kalah, bahkan saat ini dia terlempar puluhan meter sehingga menabrak beberapa bangunan dan merobohkannya.
Tidak lama kemudian, tampak reruntuhan bangunan tersebut bergerak-gerak lalu keluarlah Pemimpin Chui Lang dengan kondisi berantakan dan terluka di beberapa bagian tubuhnya.
"Aku sudah memberimu kesempatan untuk meminta maaf dan aku akan melupakan masalah ini dengan baik-baik! Tapi sepertinya kamu terlalu percaya diri dengan kekuatan kecilmu!" ujar Ling Tian.
"Brengs*k! Aku bersumpah akan membunuhmu!" teriak Pemimpin Chui Lang lalu mengeluarkan tombak dari cincin penyimpanannya.
Tombak pusaka hijau kualitas menengah berdengung dengan hebat dan mengeluarkan aura yang sangat ganas dan menusuk.
"Ooh.. Memakai senjata? Baiklah... Aku nanti juga akan memakainya jika tidak lupa!" ucap Ling Tian memprovokasi.
"Sangat sombong! Kau tahu bocah tengik, saat aku sudah mengeluarkan tombak pusakaku, maka sudah ditakdirkan dirimu mati hari ini!" ujar Pemimpin Chui Lang.
"Oh benarkah? Aku ingin melihat apakah ucapanmu itu benar adanya atau hanyalah omong kosong belaka!" sahut Ling Tian. Dia memasang kuda-kuda santai namun bagi seseorang yang memiliki pengetahuan tinggi tentang jurus dan teknik, maka dia akan tahu betapa kuat kuda-kuda Ling Tian.
Setelah mengalirkan hampir separuh energi Qi pada tombaknya, Pemimpin Fraksi Elang Hitam Chui Lang melesat menyerang Ling Tian dengan gerakan tusukan.
Swush...
"Hyaat!"
Swooshh...
Nguuung!
Pemimpin Chui Lang menjadi sangat geram saat serangannya tidak ada satu pun yang mengenai sasarannya.
"Apa kau hanya bisa menghindar dan meloncat-loncat seperti kod-.." teriakan Pemimpin Chui Lang terhenti saat tiba-tiba dirinya tidak bisa menggerakkan lagi tombak ditangannya.
Tap!
Tombak pusaka tingkat hijau kualitas menengah yang berdengung dan mengeluarkan aura penindasan dahsyat dengan mudah Ling Tian tangkap dengan tangan kosong.
"Apa kau tidak bisa berhenti berteriak tua bangka! Aku masih sehat wal afiyat dan tidak tuli!" ucap Ling Tian yang sedikit kesal sambil mengoreki telinganya dengan tangan kirinya.
"Apaa! K-kau.. Kau menangkap tombak pusakaku dengan tangan kosong?" ucap Pemimpin Chui Lang bertanya dengan terbata-bata. Dia buru-buru melepas genggaman tangannya pada tombak dan mundur puluhan langkah menjaga jarak dari Ling Tian.
"Emangnya adakah yang spesial dari tombak ini?" Ling Tian dengan enteng balik bertanya.
Krak!
Dengan mudah Ling Tian mematahkan pusaka tingkat hijau menengah dengan memelintirkan tangannya saja.
"Tidaaak! Tombakkuuu.." teriak Pemimpin Chui Lang. Hatinya begitu sakit saat melihat senjata pusaka yang sudah menemaninya selama puluhan tahun kini dengan mudahnya dipatahkan begitu saja.
"Kauuu.. K-kauu! Mengapa kau merusak tombakku?" tanya Pemimpin Chui Lang sambil menangis.
__ADS_1
"Haiiih.. Tua bangka! Ini hanyalah tombak burik saja! Apa istimewanya?" jawab Ling Tian santai lalu membuang potongan tombak itu kedepan Pemimpin Chui Lang seperti sampah.
Klang! Klang!
Dengan cepat Pemimpin Chui Lang memungut dua potongan tombak kesayangannya dan memeluknya dengan erat. Tidak lupa dia menangis tersedu-sedu hingga tidak memperdulikan ingusnya yang berwarna kehijauan sudah mengalir layaknya angka sebelas dari dua hidungnya. Sial! Ini benar-benar pemandangan menjijikkan!
.
.
Sementara itu dibarisan para penonton yang melihat pertarungan singkat Ling Tian dengan Pemimpin Fraksi Elang Hitam Chui Lang sangat terkejut dengan kekuatan yang dikeluarkan Ling Tian.
"Seberapa kuat kekuatan tubuh pemuda bertopeng itu? Hingga mematahkan tombak pusaka tingkat hijau layaknya memutuskan ranting kering saja!" ucap salah satu pria baya.
"Yang jelas, kita jangan sampai menyinggungnya! Atau kita akan bernasib buruk seperti Tuan Chui Lang itu!" sahut yang lainnya.
"Benar sekali! Aku akan ingat-ingat wajah dan topeng yang dia kenakan betul-betul!"
"Sama! Aku juga!"
.
.
"Jadi, Pemimpin Fraksi Elang Hitam! Apa yang bisa kau lakukan dengan tanpa tombak kesayanganmu itu?" tanya Ling Tian sambil mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya.
Salah satu anggota fraksi yang menyadari Ling Tian akan melakukan sesuatu yang mungkin akan mencelakai pemimpin mereka segera berteriak.
"Fraksi Elang Hitam! Lindungi pemimpin kita!"
Swish...
Shebb!
Namun semua orang sudah terlambat. Ling Tian sudah berhasil melemparkan sesuatu dan mengenai Pemimpin Chui Lang.
"Kalian semua jangan ada yang berani mendekat! Atau aku akan menghancurkan tubuh pemimpin kalian!" seru Ling Tian.
"Coba kalian lihat! Tua bangka itu hanya diam dan mematung! Itu karena aku sudah memberikan sesuatu kepadanya! Jika kalian tidak ingin dia mati, maka serahkan cincin penyimpanan kalian lalu pergilah tinggalkan tua bangka itu!" ucap Ling Tian dengan santai.
Para anggota Fraksi Elang Hitam hanya bisa menggertakkan gigi tanpa bisa berbuat apapun. Mereka tentu tidak ingin menyerahkan cincin penyimpanannya begitu saja, namun di lain sisi mereka juga tidak ingin pemimpin fraksi mati dengan sia-sia. Mereka jelas tahu bahwa ancaman yang dilontarkan oleh pemuda bertopeng bukanlah omong kosong atau main-main belaka.
Dengan berat hati, mereka melepas semua harta yang tersimpan dalam cincin yang mereka kenakan dan melemparkannya kepada Ling Tian lalu pergi menjauh dari Chui Lang.
Dengan hati yang senang Ling Tian menangkap semua cincin yang dilemparkan oleh para anggota Fraksi Elang Hitam.
"Ahaha.. Kalian memang benar-benar baik hati kepadaku!" ucap Ling Tian dengan tertawa riang. Sementara orang-orang dari fraksi atau yang menonton kejadian itu hanya bisa mengutuki Ling Tian dalam hati.
Ling Tian mendekati Pemimpin Chui Lang yang terdiam membatu. Dengan santai Ling Tian melepas cincin penyimpanan milik pemimpin dari Fraksi Elang Hitam.
__ADS_1
"Ternyata ucapanmu sebelumnya hanyalah omong kosong belaka tua bangka!" ujar Ling Tian sambil menarik sesuatu seperti jarum pelangi dari leher kiri Pemimpin Chui Lang.
Ling Tian lalu mengangkat tangannya ingin memberikan tampolan pada kepala orang tua itu agar bisa berfikir dengan jernih. Namun sebelum dirinya berhasil menunaikan hajatnya, seseorang prajurit Kota Xudong datang dan memberikan kabar akan keadaan darurat.