
Dengan langkah santai, Ling Tian berjalan mendekati token milik Leluhur Lian Qin lalu mengambilnya kemudian menyimpannya didalam cincin penyimpanan. Ling Tian melambaikan tangan dengan Leluhur Lian Qin sambil tersenyum dengan lebar.
Ling Tian menyuntikkan energi Qi kaisar mikiknya terfokus pada pita suaranya yang ada di kerongkongan. Dia berteriak dengan sangat kencang guna menghentikan peperangan.
"Hentikan peperangan!"
Seketika itu juga, suara ledakan dan dentingan senjata yang sebelumnya terdengar kini telah berhenti dan suasana ditempat itu kini telah menjadi senyap.
"Kalian semua yang berasal dari Benua Langit, hancurkan token kalian! Berpuas dirilah dengan apa yang kalian dapatkan! Han Tianba telah mengambil pedang dewa! Lebih baik pergilah dari dunia ini dan lindungi keluarga kalian dari ancaman aliran hitam!" seru Ling Tian lagi.
Satu persatu orang yang sedang berperang sebelumnya langsung menghancurkan token mereka dan menghilang dari dunia kecil tempat harta langit dan bumi berada. Kini tinggallah Patriark Wen Wushang, Patriark Zhong Lin, Patriark Ma Rong, Tetua Liong He, Raja Kong Ki, Mao An dan Leluhur Tua Klan Lian, Lian Qin.
"Begitu juga dengan kalian berempat dan kamu Kong Ki! Kalian telah mendapatkan senjata tingkat merah! Maka berpuas dirilah! Aku Ling Tian akan berterima kasih jika kalian menurutiku!" kata Ling Tian sambil menangkupkan kedua tangan memperlihatkan rasa hormat.
"Baik Tuan Muda!" angguk kelimanya dengan serentak.
"Oiya, kalian jangan pernah menyinggung Han Tianba terlebih dahulu! Meskipun kekuatan kalian telah pulih nantinya di Benua Langit, tapi dia telah memiliki pedang dewa! Kalian pasti tahu bagaimana mengerikannya dia sekarang!" ucap Ling Tian lagi.
Kelima orang itu hanya mengangguk, kemudian mereka juga ikut menghancurkan token yang telah diberikan oleh sang Naga Hijau sehingga mereka pun menghilang dari dunia kecil yang dihuni para manusia primitif. Kini tinggallah Ling Tian dan Mao An serta Leluhur Lian Qin yang tersisa.
Kemudian, Ling Tian menghampiri Pimpinan Tertinggi manusia primitif dan menyadongkan tangannya seperti orang yang meminta sesuatu.
__ADS_1
"Apa?" tanya Pimpinan Tertinggi manusia primitif dengan acuh tak acuh. Tatapannya masih mengandung kemarahan yang membara kepada Ling Tian.
"Copot anting hijau keemasan itu! Serahkan padaku! Aku akan menukarkannya dengan anakmu ini!" jawab Ling Tian dengan acuh pula.
Pimpinan Tertinggi manusia primitif menggertakkan giginya karena ternyata pemuda bertopeng yang telah menyandera putranya itu mengetahui harta lain yang dimiliki olehnya.
Dengan terpaksa, Pimpinan Tertinggi manusia primitif menanggalkan anting yang terpasang di daun telinga sebelah kanannya lalu tiba-tiba kultivasinya yang sebelumnya berada di ranah Pendekar Perunggu Puncak kini menurun satu ranah kembali menjadi Pendekar Besi Puncak. Sama dengan kedua jenderal besar kepercayaannya.
"Lemparkan kepadaku! Aku akan menjamin memberikan putramu ini dalam kondisi yang baik-baik saja!" ucap Ling Tian memberikan perintah.
Dengan enggan Pimpinan Tertinggi manusia primitif mengayunkan tangannya untuk melemparkan anting berwarna hijau keemasan itu kepada Ling Tian. Dengan senyuman lebar yang menghiasi bibirnya, Ling Tian menangkap anting itu kemudian langsung memakainya hingga tiba-tiba kekuatannya melonjak yang sebelumnya hanya berada di ranah Pendekar Kayu Puncak menjadi Pendekar Tembaga Puncak.
Tidak hanya itu saja, Ling Tian juga merasakan suatu energi yang akrab memasuki tubuhnya dan sebuah cahaya hijau keemasan terpancar dari dalam tubuhnya sehingga menyilaukan pandangan mata semua orang.
Ling Tian langsung melemparkan anak dari Pimpinan Tertinggi manusia primitif kepada saudaranya Mao An yang dengan sikap langsung menangkapnya. Dia tidak tahu mengapa tiba-tiba Ling Tian melakukan hal seperti itu. Mungkin sebab cahaya hijau keemasan yang tiba-tiba muncul dari dalam tubuhnya.
"Aaaakkhhh.." Ling Tian berteriak dengan sangat keras karena merasakan sakit yang luar biasa saat antingan hijau keemasan menyatu dengan daun telinganya membentuk sebuah tato dan tiba-tiba sebuah potongan ingatan yang entah itu milik siapa terlihat di dalam pikirannya.
Ling Tian merasa dirinya dibawa kesebuah dimensi lain. Dia melihat ribuan para dewa yang memiliki kekuatan yang sangat besar dan tidak terhingga sedang mengelilinginya yang dalam kondisi terikat oleh rantai hitam yang sangat besar.
Tubuhnya juga sudah penuh dengan luka-luka yang tidak sedikit. Ling Tian melihat ke arah salah satu dewa yang memiliki ranah kultivasi tertinggi di antara ribuan para dewa.
__ADS_1
"Hahaha.. Kaisar Langit! Sudah saatnya bagimu untuk turun tahta dan akulah yang akan menggantikannya! Ayo semuanya! Serang dia secara bersamaan dan hancurkan tubuhnya menjadi berkeping-keping!" ucap dewa itu lalu kemudian dia dan ribuan para dewa bersiap-siap untuk melancarkan serangan terkuatnya kepada tubuh yang saat ini kesadarannya ada Ling Tian didalamnya.
Orang yang dipanggil sebagai kaisar langit itu hanya menggertakkan giginya saat melihat ribuan serangan kuat sedang mengarah kepada dirinya. Dia kemudian membagikan sepenggal demi sepenggal ingatan kepada beberapa artefak yang menempel pada tubuhnya dan salah satunya adalah anting hijau keemasan yang menyatu dengan tubuhnya.
Booommmmmmm...
Ledakan maha dahsyat langsung terjadi saat ribuan serangan yang sangat kuat bertemu pada satu. Yaitu pada seseorang yang dipanggil sebagai Kaisar Langit dan di dalamnya terdapat kesadaran Ling Tian.
Disaat itu juga, beberapa artefak yang menempel kepada tubuh milik Kaisar Langit langsung putar buangan ke segala penjuru dunia ini tanpa diketahui oleh para dewa dan perlahan kesadaran Ling Tian mulai menghilang serta tidak lama kemudian telah kembali ke tubuhnya di dunia kecil tempat harta langit dan bumi itu berada.
"Aaaakkhhh.."
Ling Tian masih berteriak dengan sangat keras karena rasa sakit yang sangat mengerikan itu belumlah mereda dan tubuhnya kini telah melayang di udara dengan sinar hijau keemasan memancar terang dari dalam tubuhnya.
Tidak hanya itu saja, aura yang sangat mengerikan dari ranah di atas Ranah Kaisar juga meledak dari dalam tubuhnya sehingga semua orang manusia primitif termasuk Mao An merasakan tekanan yang luar biasa dan terpaksa dibuat berlutut.
"Tekanan ini.." ucap Mao An yang merasakan kekuatan luar biasa kuat di atas kekuatan aslinya terpancar dari dalam tubuh Ling Tian.
'Ternyata harta langit dan bumi yang sebenarnya adalah anting itu! Pantas saja Tuan Muda Ling Tian tidak mengejar Han Tianba yang telah mengambil pedang dewa!' batin Mao An yang kini telah faham.
Ling Tian akhirnya berhenti berteriak setelah setengah jam berlalu. Dia terjatuh dalam keadaan berdiri kemudian karena tubuhnya yang merasakan sakit luar biasa setelah mendapatkan sepenggal ingatan dan peningkatan kekuatan dia langsung berlutut.
__ADS_1
Tekanan telah menghilang dan orang-orang primitif akhirnya bisa kembali bernapas dengan lega. Mereka ingin berbuat sesuatu kepada Ling Tian yang sedang berlutut dan terlihat sangatlah lemah namun tidaklah berani. Kultivasinya hanya ranah Pendekar Tembaga Puncak namun aura yang terpancar adalah ranah yang sudah berada diatas Ranah Kaisar.
"Apakah tubuh yang aku tempati ini adalah reinkarnasi Kaisar Langit?" ucap lirih Ling Tian bertanya kepada dirinya sendiri.