
***
"Apa kita akan langsung menyerang mereka saat ini juga Tuan Muda?" tanya Mao An setelah para budak baru dari Ling Tian pergi meninggalkan mereka.
"Tentu saja langsung malam ini. Namun tunggulah beberapa saat lagi setelah malam benar-benar telah larut," jawab Ling Tian dengan santai kemudian mengambil satu ikan bakar miliknya yang tersisa dan memakannya.
"Baik." angguk Mao An setuju.
.
.
Dua jam kemudian, Ling Tian dan Mao An telah bersiap untuk mendatangi markas dari kelompok bandit kelabang kuning. Keduanya seragam serba hitam dan menggunakan topeng yang sama yaitu topeng hitam separuh wajah.
Keduanya seperti pendekar kembar atau kakak beradik yang misterius dengan aura kultivasi ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 9. Sungguh kekuatan yang cukup luar biasa bagi kultivator muda yang hidup di Benua Langit.
Mereka berdua masa dengan kecepatan rendah menuju markas kelompok bandit kelabang kuning. Hanya 10 menit waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di tempat yang dituju karena tempat itu memanglah tidak jauh dari tempat mereka berdua sebelumnya membakar ikan sungai.
"Sungguh luar biasa! Pemimpin kelompok bandit ini ternyata memiliki kultivasi ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 2 dan 50 orang berada di ranah Pendekar Berlian Awal sampai Menengah!" ujar Ling Tian saat merasakan ledakan aura yang berasal dari markas para bandit yang ditutupi oleh formasi array ilusi yang ada di bawah mereka berdua.
Akan tetapi dengan menggunakan teknik mata dewa milik Ling Tian ataupun mata harimau malam milik Mao An, ilusi itu sama sekali tidaklah berguna. Keduanya dapat dengan jelas melihat ratusan bangunan yang tertempel di pohon-pohon yang cukup layak untuk dihuni dengan satu-satunya bangunan besar berada di tengah kawasan itu.
"Mereka lumayan kejam juga. Mereka menjadikan para manusia yang mereka culik menjadi budak dan para wanita atau gadis mudanya dijadikan pemuas hasrat," ujar Mao An dengan nada yang cukup terdengar emosi.
"Ya, begitulah kehidupan di dunia jika yang kuat yang menjadi penguasa dan yang lemah menjadi budak!" kata Ling Tian memberikan komentarnya.
"Benar! Lalu bagaimana cara kita untuk menghancurkan kelompok ini?" tanya Mao An.
"Aku memindai, mereka setidaknya berjumlah 5000 orang dengan budak-budaknya sejumlah 2000 orang. Kita akan bergerak seolah-olah kita itu menjadi salah satu di antara kelompok bandit yang menjadi saingan mereka. Kita akan menantang orang-orang kejam itu bertarung dan membuat mereka semua emosi sehingga mereka tidak bisa mengontrolnya dan membiarkan para budak tetap di belakang dan tidak bergerak," jawab Ling Tian sembari mengutarakan rencananya.
__ADS_1
"Itu kita akan bertarung hanya menggunakan kekuatan yang saat ini kita segel? Bukankah itu membutuhkan waktu yang cukup lama?" tanya Mao An yang kurang cocok dengan rencana Tuan Mudanya.
"Tidak masalah saudaraku! Kita harus terus memancing mereka agar mereka emosi dan tidak terkontrol sehingga mereka tidak akan berpikir mereka akan kalah dan membuat para budak itu menjadi sandra!" kata Ling Tian menjelaskannya lagi.
"Baiklah.. Aku setuju dengan rencana Tuan Muda," kata Mao An setelah berfikir beberapa saat.
"Bagus! Ayo kita mulai mengacau dan buat kompetisi seperti duo pentol korek Xuan Ji dan Hong Lie. Siapa yang paling banyak membunuh para bandit itu, maka dia yang akan membayar biaya makan atau penginapan selama sebulan. Bagaimana? Apa kau setuju saudaraku?" ujar Ling Tian sembari tersenyum menyeringai.
"Ohoo? Tuan Muda jangan merasa hebat dulu! Aku pasti dapat mengalahkan Tuan Muda dengan mudah!" sahut Mao An lalu keduanya langsung melesat menuju pintu gerbang wilayah pemukiman atau markas dari para bandit kelabang kuning.
Booommm...
Suara ledakan langsung terdengar menggema di seluruh kawasan yang menjadi markas kelompok bandit kelabang kuning bersamaan dengan hancurnya formasi array ilusi yang menutupi tempat itu.
Tentu saja yang menghancurkan formasi array itu adalah Mao An. Karena untuk urusan hancur menghancurkan adalah bidang yang paling dia kuasai. Berbeda jika masalah buat membuat, maka dia pasti akan menjadi urutan yang paling terakhir.
Swush... Swush... Swush...
"Siapa kalian? Mengapa membuat kekacauan di tempat kami?" tanya salah satu di antara mereka yang memiliki kultivasi ranah Pendekar Platinum Akhir Bintang 5.
"Kami tidak memiliki urusan dengan semut sepertimu! Cepat panggil pemimpin kalian yang lemah itu sekarang atau aku akan membunuh kalian semua!" ujar Ling Tian yang mengacuhkan mereka semua.
"Keparat! Beraninya menghina pemimpin kami!" teriak kultivator itu dengan ekspresi wajah yang sudah memerah kehitaman karena amarahnya namun tidak berani untuk maju menghadapi Mao An dan Ling Tian karena sadar kekuatannya dan teman-temannya saat ini tidaklah cukup sama sekali.
"Kenapa? Tidak terima? Kalau mau gelud, majulah!" ejek Mao An sembari mengacungkan jari tengahnya.
Puluhan orang itu hanya mampu menggertakkan giginya karena marah. Mereka sungguh tidak menyangka bahwa akan mendapatkan penghinaan seperti ini tepat di markas mereka sendiri.
Salah satu di antara mereka pun mengeluarkan sebuah alat komunikasi untuk memanggil orang atau atasan mereka yang memiliki kekuatan yang dapat mengalahkan dua pemuda bertopeng separuh wajah misterius itu.
__ADS_1
"Aku harap yang kau panggil itu adalah pemimpin rumah kalian, supaya aku dapat berkeringat nantinya saat menempeleng wajah jeleknya itu." kata Mao An yang terus-menerus memprovokasi orang-orang itu.
TANG! TANG! TANG!
Suara lonceng tiba-tiba berbunyi terus-menerus tanpa berhenti menandakan bahwa markas sedang dalam kondisi bahaya dan sedang diserang.
Swush... Swush... Swush...
Swush... Swush...
Swush...
Setelah itu beberapa belas orang dengan aura kultivasi ranah Pendekar Berlian Awal hingga Menengah muncul bersamaan dengan 1000 orang lebih di belakang mereka. Semua orang itu langsung menatap tajam ke arah Ling Tian dan juga Mao An dengan niat membunuh yang mereka pancarkan.
"Siapa kalian?" tanya salah satu kultivator yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Berlian Menengah.
"Aku bosan dengan pertanyaan itu! Dan kau, mengapa kau malah memanggil para kroco ini, bukan bos kalian?" ujar Mao An yang bertanya sembari menunjuk ke arah kultivator yang sebelumnya mengeluarkan alat komunikasi.
"Sangat arogan dan tidak tahu diri!" ucap kultivator ranah Pendekar Berlian Menengah yang diacuhkan oleh Mao An.
Dia kemudian meledakkan aura kultivasi miliknya yang berada di ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 9 atau setara dengan Ling Tian dan Mao An. Dia menatap tajam ke arah Mao An lalu memberikan kode kepada semua orang di tempat itu untuk bersiap.
Plaakkk!
Boommm...
Namun tiba-tiba sebuah suara tamparan dan ledakan terdengar dari arah di mana kultivator yang sebelumnya mengeluarkan alat komunikasi. Ya, itu adalah Ling Tian yang tiba-tiba muncul dan memberikan tamparan karena kultivator itu tidak mendengarkan apa yang menjadi keinginannya. Ling Tian tentu saja langsung membuat kultivator yang memanggil bala bantuan yang tidak sesuai dengan keinginannya itu menjadi kabut darah.
"Sangat cepat!" ucap hampir semua orang.
__ADS_1
'B-bagaimana mungkin pemuda itu tiba-tiba muncul di sana? Aku bahkan tidak menyadari akan kepindahannya!' batin kultivator ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 9 sebelumnya sangat terkejut.