Ling Tian

Ling Tian
Ketegangan Sebelum Turnamen


__ADS_3

Kaisar Heian membuntut Ling Tian untuk menuju kediamannya yang sederhana. Sesampainya disana, Kaisar Heian disambut dengan baik oleh sang putri Wei Ziin dan keluarga Ling Tian dengan tangan terbuka dan suka cita.


Kaisar Heian sangat terkejut dengan segala hal yang ada. Dimulai dari kediaman sederhana yang diisi dengan sosok-sosok kuat, sampai kekuatan putrinya Wei Ziin yang sudah melonjak dengan gila ke ranah Pendekar Platinum Awal.


"Putriku.. Kekuatanmu?" ucap Kaisar Heian setelah melepas pelukan Wei Ziin.


"Ini semua berkat kakak Tian ayah!" jawab Wei Ziin dengan tersenyum cerah dan melihat kearah Ling Tian.


Sang ayah atau Kaisar Heian juga melihat Ling Tian. Tatapannya menjadi sangat rumit dan penuh arti.


"Terima kasih Tuan Muda!" ucap Kaisar Heian dengan tulus.


"Lupakan Yang Mulia! Itu semua karena kerja keras Ziin'er sendiri!" jawab Ling Tian dengan cepat mengelak.


"Tapi-.." ucap Kaisar Heian terpotong oleh Ling Tian.


"Anda tidak perlu mempermasalahkan tentang apa yang aku berikan kepada Ziin'er! Ziin'er adalah adikku juga! Maka sebagai seorang kakak yang baik, bukankah sudah selayaknya memberikan yang terbaik untuk adiknya?" sergah Ling Tian uang membuat Kaisar Heian tidak lagi bisa berkilah.


"Baiklah.. Tian'er! Ada tamu itu disuruh masuk dulu! Tidak baik mengobrol diluar seperti ini!" Hei Si tiba-tiba berkata.


"Ah! Iya juga! Mari Yang Mulia! Silakan masuk kegubuk ibu dan ayahku!" ucap Ling Tian buru-buru.


"Kalian semua juga ayo ikut masuk! Aku akan buatkan teh dulu!" lanjutnya juga mempersilahkan semua saudara-saudaranya.


Mereka semua memasuki ruang tamu kediaman sederhana Ling Tian dan mengobrol dengan ringan. Ling Tian juga ikut bergabung setelah menyajikah teh hangat untuk semua orang yang ada disana. Kadang ada canda dan tawa dalam obrolan mereka. Ya! Dan begitulah keakraban sebuah keluarga.


Long Yuan yang terkadang ikut melawak juga tersenyum dengan tulus. Namun didalam hati kecilnya, ada setitik kesedihan disana. Dia teringat kembali akan keluarganya yang telah tiada. Dan saat ini dirinya telah memiliki keluarga baru! Long Yuan bertekat dalam hatinya untuk tidak akan membuat siapapun dari keluarganya menangis, apalagi menderita.

__ADS_1


Ling Tian yang memahami segera menepuk dan mengelus pundak saudaranya itu. Dia memberikan senyuman hangat dan menganggukkan kepala.


"Aku, senior Wei, ibu, ayah dan semua orang dari Klan Ling adalah keluargamu saudara Long!" ucap Ling Tian.


"Terima kasih saudaraku!" balas Long Yuan juga dengan tersenyum.


Mereka semua mengakhiri obrolannya dengan acara makan-makan. Hal inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh Sang Naga Agung dan perut agung pula, Long Yuan.


Kesedihannya pada saat sebelumnya segera terlupakan mana kala makanan datang dan siap dilahapnya. Sial! Kesedihan macam apa yang hilang dalam sekejap hanya dengan makan?


***


Lima hari kembali berlalu. Kini Klan Ling telah menjadi seperti sebuah lautan manusia. Pedagang-pedagang juga terlihat sangat banyak dipinggir-pinggiran jalan Klan Ling. Acara akbar seperti ini memang patut untuk disaksikan oleh semua orang. Mereka tentu ingin tahu siapakah gerangan generasi muda yang menjadi terkuat di daerah kekuasaan Kota Awan.


Para tamu atau yang akan mengikuti turnamen juga seluruhnya telah tiba ditempat. Empat puluh Klan yang hadir telah mendaftarkan diri dengan masing-masing lima orang per-klan. Jadi jika ditotal jumlah seluruh peserta turnamen adalah dua ratus lima orang jika disertakan juga dengan Klan Ling.


"Jadi langsung saja Patriark Ling, metode seperti apa yang Patriark Ling dan para Tetuanya akan langsungkan untuk acara turnamen tiga hari kedepan?" tanya seorang pria paruh baya dengan wajah garang. Dia adalah Patriark Klan Ao dari Desa Bambu, Ao Xan.


"Iya Patriark Ling! Jadi metode seperti apa?" tambah Penguasa Kota Awan sekaligus Patriark Klan Lan, Lan Ang.


"Kalian berdua! Mengapa kalian sangat ngotot ingin tahu akan hal yang memang tidak pernah dibahas? Kalian benar-benar tahu diri!" ujar Patriark Yi Sun Sang yang tidak setuju dengan para Patriark dan Tetua yang tetap kekeh memaksa Patriark Ling Bo Teng memberitahukan.


Hal ini jelas tidak pernah terjadi di acara-acara turnamen generasi muda sebelumnya. Mungkin karena mereka telah melihat begitu kuat dan kuatnya para generasi muda Klan Ling, mereka hendak mengatur siasat atau merencanakan sesuatu untuk bisa meraih kemenangan.


"Jika kamu tidak ingin ikut maka kamu boleh keluar sekarang Yi Sun Sang!" ucap Ao Xan dengan dingin kepada Patriark Klan Yi.


Sementara Ling Bo Teng yang ditemani sang adik Ling Jun dibuat mengerutkan kening saat mengetahui kenyataannya mereka berdua dipanggil untuk mengikuti pertemuan dadakan para petinggi klan dari Kota Awan yang kata sang pemanggil akan membahas hal yang sangat serius ternyata hanyalah omong kosong seperti ini.

__ADS_1


Mereka berdua hanya diam dan melihat perdebatan Patriark Yi dan kedua Patriark lainnya. Setelah menghela nafas panjang, Ling Bo Teng akhirnya memberikan jawabannya.


"Bahkan aku sendiri tidak tahu metode seperti apa yang akan dilaksanakan nanti saat turnamen!"


"Apa maksudmu Patriark Ling?" tanya Patriark Lan Ang kebingungan.


"Iya, apa maksudnya anda sendiri tidak tahu?" sahut Tetua yang lain.


"Haahhh.. Bukan aku dan para tetinggi Klan Lingku yang mengaturnya. Tapi Ling Tian lah yang sudah menyiapkan segalanya!" jawab Ling Bo Teng.


"Ling Tian? Apakah maksudmu adalah bocah gila yang dengan mudahnya memotong kaki dan tangan semaunya itu?" ujar Ao Xan bertanya dengan nada yang sangat tidak puas.


Ling Jun yang sejak awal hanya diam dan menutup matanya kini dia membuka mata dan menatap tajam kepemilik mulut yang mengucapkan kata kurang sedap tentang putra kesayangannya.


"Apa maksudmu mengatakan putraku bocah gila Ao Xan?"


Bhuuuzzzhh...


Aura ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 2 disertai niat membunuh pekat meledak dengan sangat gila. Menyebar dan menekan semua orang kecuali Kakaknya Ling Bo Teng dan Patriark Yi.


"Kheuk!"


Patriark Ao Xan yang menjadi pusat serangan aura Ling Jun seketika dibuat berlutut dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Bahkan bukan hanya dari mulut, evek niat membunuh Ling Jun juga berhasil membuat beberapa organ dalam Ao Xan berantakan sehingga mengalir pula darah dari hidung, mata dan telinganya.


"Sangat kejam!" batin semua orang yang saat ini juga ikut merasakan tertekan.


"Coba katakan sekali lagi Ao Xan?" tanya Ling Jun dengan dingin.

__ADS_1


"Putraku melakukan itu hanya pada mereka yang bersifat buruk dan sembrono di Klan Ling kami! Dia hanya tidak ingin ada keributan yang tidak diperlukan disini! Bukankah kalian semua juga sudah tahu bahwa putraku juga akan sangat ramah jika kalian juga ramah kepadanya?" lanjut Ling Jun memberikan penuturan.


__ADS_2