Ling Tian

Ling Tian
Turnamen Alkemis 4


__ADS_3

Dibarisan para juri, Tetua Zhong En yang melihat Ling Tian diam mematung sambil menguap hanya bisa menggelengkan kepala dan terkekeh pelan. Hal itu sama sekali tidak diperhatikan oleh kedua juri yang lainnya.


Tetua Zhong En tahu bahwa Ling Tian pasti sangat bosan kali ini sehingga dirinya menguap dengan malas. Dalam segi kecepatan membuat pil roh, Tetua Zhong En yakin bahkan ketua atau pemimpin tertinggi Asosiasi Alkemis sama sekali bukanlah tandingan Ling Tian.


Andai waktu itu Tetua Zhong En tidak melihatnya sendiri Ling Tian membuat pil roh tingkat 2 hanya dalam beberapa detik saja, dirinya pasti juga akan menganggap Ling Tian seorang idiot.


'Guru pasti akan memperlihatkan aksi spektakulernya nanti! Aku ingin melihat bagaimana reaksi semua orang!' gumam Tetua Zhong En.


Sementara para penonton yang melihat tentu saja langsung bereaksi.


"Lihatlah pemuda bertopeng itu! Apakah dia sudah gila? Dia hanya diam mematung seperti orang bodoh!" ucap seorang pria baya.


"Mungkin dia adalah seorang alcemis pemula yang baru bisa membuat pil roh tingkat 1, jadi tidak heran dia tidak bergerak sedikitpun karena tidak memiliki kemampuan!" sahut yang lain sembari mengeluarkan pendapatnya yang terdengar seperti sebuah kebenaran.


"Ucapanmu menurutku sangatlah sesuai! Tapi aku tidak habis fikir, alangkah betapa percaya dirinya dia mengikuti turnamen ini! Bukankah tindakan bodoh untuk membuatnya malu seperti ini?"


"Benar! Memang tidak salah mengatakan pemuda bertopeng itu idiot! Aku menduga, dia bisa mengikuti acara ini juga pasti karena memiliki orang dalam! Jika tidak, bagaimana mungkin dia yang tidak memiliki keahlian sedikitpun itu mampu mendaftar turnamen?"


"Aku setuju denganmu! Tapi tetap saja ini adalah sesuatu hal yang konyol! Pemuda bertopeng itu hanya berdiri diam dan tidak bergerak sedikitpun seolah dia ikut turnamen hanya untuk naik kepanggung dan disaksikan banyak orang lalu turun begitu saja nanti tanpa berguna sedikitpun!"


Perbincangan-perbincangan serta kritikan para penonton akan sikap Ling Tian terus terdengar dengan jelas. Bahkan Ling We yang berada dibarisan tribun penonton sampai merasa geram dengan ocehan mereka apalagi saat mengatakan Ling Tian adalah seorang idiot. Memang benar bahwa netizen selalu benar! Meski belum tahu bagaimana aslinya seseorang. Mereka hanya melihat sekilas dan menyuarakan pendapat ketidak-puasannya.


Ling We hanya bisa menahan amarah dan memendamnya dalam-dalam. Dia juga mengutuki Ling Tian dalam hati karena tindakannya itu. Ling We sangat heran mengapa saudaranya itu tidak menggunakan cara seperti pada saat dirinya berada di kediaman Zhong Nian.

__ADS_1


Tiba-tiba Ling We menyadari akan suatu hal. Dia melihat kearah saudaranya dan tersenyum dengan sinis.


'Dasar tukang pamer!' gumamnya dalam hati.


.


.


Waktu terus berlalu. Tidak terasa sudah hampir satu jam lamanya semenjak babak pertama turnamen alkemis dinyatakan mulai oleh Tetua Zhong Mingzi.


"Aku selesai!"


Tiba-tiba suara teriakan lembut seorang gadis terdengar mengagetkan semua orang. Gadis itu mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi sambil memperlihatkan kepada semua orang sebuah pil roh berwarna kuning terang namun masih sedikit memiliki kepucatan.


'Siapa gadis itu? Kualitas pil roh buatannya juga tidaklah buruk!' gumam Ling Tian sedikit kagum. Pasalnya, dia menyadari sepenuhnya bahwa rata-rata alcemis junior membuat pil roh tingkat 2 membutuhkan waktu paling cepat adalah satu jam. Sementara saat ini belumlah genap waktu tersebut.


'Dia sangatlah berbakat dalam alkimia!' lanjut Ling Tian bergumam.


Suasana ditempat itu berubah begitu hening untuk beberapa waktu sampai sebuah suara tawa lantang terdengar dari arah para tamu kehormatan.


"Hahaha.. Seperti yang diharapkan! Keturunan seorang penguasa memanglah terbaik dari yang terbaik!"


Tawa dan kebahagian itu keluar dari mulut lebar perwakilan Klan Lian, klan penguasa daratan tengah sekaligus musuh yang harus Ling Tian basmi.

__ADS_1


Para penonton dari berbagai kalangan langsung bereaksi setelah mendengar teriakan lantang disertai tawa menggelegar itu dari perwakilan Klan Lian.


"Apa! Jadi gadis itu dari Klan Lian? Ini benar-benar kejutan yang sangat besar! Klan Lian yang sudah berkuasa tampaknya akan menjadi lebih berkuasa dengan lahirnya bibit unggul dari bidang alkimia ini!" ujar salah satu Tetua dari Sekte Pedang Suci dengan suara seraknya. Dia adalah seorang pria tua bangka yang mungkin sudah bau tanah namun memiliki keahlian pedang sangat tinggi. Namanya adalah Ong Feng.


"Pak tua Feng! Ucapanmu sangatlah benar! Klan Lian akan menjadi lebih kuat lagi dan akar yang mereka tancapkan akan menjadi lebih kokoh berkali lipat!" kata seorang pria kekar disebelahnya. Dia bernama Hai Lim. Berasal dari Sekte Kekuatan dan merupakan seorang tetua. Dia juga terkenal cukup akrab dengan Ong Feng dan kebetulan bertemu tanpa sengaja saat sama-sama menjadi perwakilan masing-masing sekte keduanya.


"Tetua Lim! Menurutmu, mungkinkah gadis itu akan menjadi juara kali ini dan mengalahkan putri Tetua Zhong En?" tanya Tetua Ong Feng.


"Itu mungkin saja terjadi! Melihat pil roh yang dipegangnya itu merupakan pil berkualitas menengah meski dibuat dengan waktu yang dipersingkat!" jawab Tetua Hai Lim sambil memberikan pendapatnya.


"Tapi menurutku bukan kedua gadis yang para tetua sebutkan itu yang akan menjadi pemenangnya!" tiba-tiba suara seorang pemuda terdengar dari arah kursi yang ditempati oleh perwakilan Sekte Neraka. Dia tidak lain adalah Tuan Muda Li Shin.


Tuan Muda Li Shin memang sejak awal juga sudah memperhatikan pemuda bertopeng. Dia awalnya mengerutkan kening dan tidak percaya dengan penglihatannya. Namun setelah mengamati dengan teliti, tubuh Tuan Muda Li Shin bergetar hebat saat mengetahui pemuda bertopeng itu tidak lain adalah Ling Tian. Tuan Muda Li Shin segera memberi tahu Tetua Ketujuh Sekte Neraka bahwa Ling Tian sedang mengikuti turnamen dan berada pada meja nomor 178.


Tuan Muda Li Shin terus memperhatikan Ling Tian yang hanya diam selama hampir satu jam hingga akhirnya terdengar seruan selesainya seorang gadis dari Klan Lian dan orang-orang dari semua kalangan memberikan opininya.


Dia tidak terima dengan opini dari kedua Tetua dari Sekte Pedang Suci dan Sekte Kekuatan yang mengatakan bahwa pemenangnya sudah bisa dipastikan. Sementara Ling Tian tidak masuk jajarannya. Padahal dirinya sangat yakin bahwa Ling Tian lah juaranya. Menurutnya, seorang Dewa pastilah tidak hanya memiliki satu kemampuan saja!


"Tuan Muda Li Shin, putra Patriark Li Duanren! Atas dasar apa kamu mengatakan hal tersebut! Jelas-jelas memang keduanya adalah yang terbaik dari yang terbaik! Mungkin jika ada tambahan, Tuan Muda Ma Huang Cai putra Manajer Ma Pu Paviliun Harta Karun bisa menempati urutan ketiga!" ujar Tetua Ong Feng.


"Tetua Feng! Anda bisa melihatnya nanti! Aku harap Tetua Feng dan Tetua Lim jangan terlalu terkejut!" balas Tuan Muda Li Shin dengan tersenyum misterius kepada keduanya.


_________________________________________

__ADS_1


Sekali-kali Up 3 bab sehari๐Ÿ˜.. Author harap para readers LT jangan keterusan minta 3! ๐Ÿ”จ๐Ÿ˜


__ADS_2