Ling Tian

Ling Tian
Ling Tian Vs 2 Leluhur Shen Zhu Xueren


__ADS_3

"Aaaakkkhhh.."


Ling Tian terus berteriak sembari mengedarkan Kaisar Qi hingga tiba-tiba dari dalam tubuhnya muncul sebuah aura hitam yang tidak lain berasal dari elemen bayangannya.


Zheep!


Aura keberadaan serta tubuh Ling Tian lenyap dari hadapan kedua Leluhur Klan Xueren sehingga keduanya tidak dapat lagi memfokuskan penekanan menggunakan aura dewa dan saat ini keduanya langsung memasang sikap waspada.


"Dimana dia saudara Chong?" tanya Leluhur Xueren Nan.


"Aku tidak tahu! Aura keberadaannya benar-benar menghilang sepenuhnya seperti dia tidak pernah ada di tempat ini! Sial! Bocah itu memiliki banyak trik di balik lengan bajunya!" umpat Leluhur Xueren Chong.


"Tetap waspada saudaraku! Aku yakin dia saat ini sedang bersembunyi dan akan memberikan suatu serangan kejutan!" kata Leluhur Xueren Nan.


"Kamu bena-.." belum selesai Leluhur Xueren Chong menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba dia merasakan sebuah fluktuasi udara yang bergetar dari arah belakangnya serta niat membunuh yang samar mengarah kepadanya.


Dengan cepat Leluhur Xueren Chong membuat sebuah perisai dari energi Qi untuk menghadang serangan itu. Dan benar saja, tiba-tiba sosok pemuda bertopeng separuh wajah dengan sebilah pedang yang terhunus muncul dari balik udara tipis sembari menyebutkan pedangnya ke arah lehernya.


Boommm...


Ledakan segera terjadi saat pedang milik Ling Tian tidak berhasil mengenai targetnya alias hanya mengenai perisai energi dari Leluhur Xueren Chong. Dengan cepat Ling Tian segera mundur untuk menjaga jarak lalu menatap Leluhur Xueren Chong dengan senyuman khasnya yang sangat manis namun terlihat menjengkelkan bagi kera raksasa berbulu putih itu.


"Lumayan!" ucap Ling Tian singkat untuk mengomentari kekuatan yang dimiliki oleh Leluhur Xueren Chong.


Dia kembali menghilang menyatu dengan udara tipis yang membuat kedua kera raksasa berbulu putih itu sangat marah karena pemuda bertopeng separuh wajah itu tidak berani menghadapi mereka secara langsung alias bertindak seperti seorang pengecut.


Hal itu tentu sangatlah wajar bagi Ling Tian yang hanya memiliki kekuatan biasa-biasa saja. Melihat kedua lawannya bahkan sudah memiliki aura dewa yang itu artinya mereka berdua sebenarnya sudah berada di tingkatan yang teramat jauh dari dirinya.

__ADS_1


Melakukan pertarungan secara langsung dengan mereka berdua sama saja dengan mencari kematiannya sendiri. Maka pertarungan menggunakan cara gerilya adalah hal yang paling cocok untuk kondisi seperti ini.


"Pengecut! Keliar kau! Ayo hadapi kami!" teriak Leluhur Xueren Chong yang merasa dirinya sudah dipermainkan oleh seorang anak kecil.


"Benar-benar pengecut! Apa Shen Zhu Ling saat ini benar-benar telah merosot martabatnya sehingga kini menjadi pengecut sepertimu!" ucap Leluhur Xueren Nan yang juga ikut memprovokasi Ling Tian supaya kembali muncul dan tidak bermain seperti petak umpet.


"Hahaha.. Bukan berarti Shen Zhu Ling itu pengecut! Tapi Shen Zhu Ling lebih tepatnya tahu diri akan penempatannya serta menggunakan pikirannya dalam setiap bertarung! Aku yang hanya memiliki kekuatan seperti ini saja sangat mustahil dapat mengalahkan kalian berdua yang sudah menjadi dewa namun kekuatannya tersegel! Apa kalian mengerti tua bangka tolol?" ucap Ling Tian yang menjawab provokasi keduanya.


Kedua Leluhur Shen Zhu Xueren menjadi sangat marah karena tidak berhasil memprovokasi Ling Tian. Justru saat ini merekalah yang terprovokasi oleh Ling Tian karena telah menyebut mereka sebagai tua bangka tolol.


Baru kali ini dalam hidup mereka ada yang berani mengatakan kata-kata seperti itu kepada berdua. Bahkan saat ini pemuda bertopeng separuh wajah itu mengatakannya secara terang-terangan di depan wajah mereka. Sungguh penghinaan yang luar biasa dan hanya kematian serta pemusnahan klan sebagai balasan yang tepat untuk hal seperti ini.


Zheep!


Ling Tian tiba-tiba muncul 100 langkah dari kedua Leluhur Shen Zhu Xueren itu. Namun kemunculannya itu tanpa adanya sedikitpun aura keluar dari dalam tubuhnya seolah-olah Ling Tien adalah sesosok hantu yang gentayangan.


Zheep!


'Sangat cepat!' batin Leluhur Xueren Chong sambil berusaha memblokir tebasan pedang Ling Tian menggunakan tongkat emas yang berada di genggaman tangannya.


Trankkk!


Bhusshh...


Suara dentangan kedua senjata pusaka segera terdengar yang disertai dengan ledakan aura serta energi yang menyebar ke segala arah dengan hebatnya sehingga membuat Leluhur Xueren Nan harus melindungi tubuhnya dengan perisai energi agar tidak terkena efek ledakan energi yang sangat tajam seperti bilah pedang itu.


Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong yang sedang menggunakan mode transformasi menjadi kera raksasa berbulu putih sama-sama termundur beberapa langkah, namun ada senyuman dari sudut bibir Ling Tian dan ada sebuah kerutan di kening Leluhur Xueren Chong.

__ADS_1


Apa yang terjadi? Leluhur Xueren Chong tiba-tiba saja tubuhnya menegang dan berhenti bergerak karena merasakan sesuatu hal. Namun hal itu tidak berlangsung lama, akan tetapi cukup membuat dirinya terpental jauh karena tiba-tiba Ling Tian muncul kembali dengan tendangan maut yang mengenai tepat di dadanya.


Buak!


Boommm...


Leluhur Xueren Chong berhenti saat tubuhnya yang besar menabrak sebuah bongkahan es yang besar seperti gunung dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


Sementara untuk Leluhur Xueren Nan, dia membelalakkan matanya karena tidak percaya akan saudaranya dapat dilemparkan sedemikian rupa oleh pemuda bertopeng separuh wajah yang memiliki kultivasi rendah.


Dengan segera dia langsung menyerang Ling Tian dengan brutal karena tidak terima hal yang menurutnya adalah sebuah penghinaan terjadi berulang-ulang kepada mereka berdua.


"Mati kau bocah sialan!" teriak Leluhur Xueren Nan sambil mengayunkan tongkat emasnya berniat untuk menghancurkan tubuh Ling Tian.


Namun sepertinya niatannya hanya akan menjadi sebuah niat saja karena tidak ada satupun dari ayunan tongkat emas milik Leluhur Xueren Nan yang dapat mengenai tubuh Ling Tian yang sudah menggunakan elemen bayangannya secara maksimal.


"Hehehe.. Apa kau ingin merasakan hal yang sama seperti saudara monyetmu itu?" tanya Ling Tian sambil tertawa terkekeh dan terus menghindar dari hantaman tongkat emas kera raksasa berbulu putih.


Mendengar ucapan Ling Tian yang menurutnya adalah sebuah ejekan membuat kera raksasa berbulu putih atau Leluhur Xueren Nan yang sedang mengayunkan tongkat emasnya menjadi sangat marah dan kemudian menyerang Ling Tian secara membabi-buta.


Ling Tian agak dibuat kewalahan oleh serangan membabi buta dari tongkat emas Leluhur Xueren Nan. Meski itu adalah serangan yang tidak beraturan, namun mengingat kembali akan asal-usul dari kera raksasa berbulu putih yang saat ini menjadi lawannya adalah dari klan dewa, Ling Tian tidak terkejut saat mendapati serangan itu membuatnya sangat kewalahan.


Atau bisa dikatakan bahkan serangan tidak beraturan dari seorang yang berasal dari klan dewa masihlah lebih mengerikan daripada serangan beraturan dari para kultivator yang bukan dari alam dewa.


"Mati!" ucap Leluhur Xueren Chong yang tiba-tiba sudah kembali muncul tepat di belakang Ling Tian sambil mengayunkan tongkat emasnya dengan sekuat tenaga.


"Sial! Bagaimana bisa monyet sialan ini tiba-tiba muncul?" umpat Ling Tian yang tidak menyadari kemunculannya.

__ADS_1


__ADS_2