
"Paman Bo! Maaf merepotkanmu kali ini. Tolong bagikan dengan merata koin-koin ini, aku percayakan semuanya kepada paman. Dan juga tolong introgasi para pengacau itu, cari tahu dimana letak Sekte Taring Iblis. Suatu hari nanti aku pasti akan mengunjunginya!" kata Ling Tian dengan tersenyum mengerikan.
"Percayakan semua itu kepada pamanmu ini Tian'er!" jawab Ling Bo Teng tegas dan mantap.
"Baiklah.. Terima kasih paman! Ibu, ayah.. Mari kita pulang!" ucap Ling Tian mengajak kedua orang tuanya kembali kerumah.
"Oiya saudara Long! Tolong jemput kakak Jian dan kakak Yun di danau yaah.. Katakan maafku karena tidak bisa kembali!" lanjutnya.
"Tidak masalah!" jawab Long Yuan singkat kemudian menghilang dari pandangan menjadi butiran cahaya.
Ling Tian membantu berdiri kedua orang tuanya yang sedari tadi terduduk agak lemas. Tanpa sengaja Ling Tian melirik ke arah lain dan mendapati seorang gadis muda dan pria baya yang sedang terluka parah dan bersusah payah.
"Lianhua.." ucap Ling Tian lirih namun masih dapat didengar oleh Ling Jun dan Hei Si.
Ling Jun dan Hei Si juga memalingkan pandangan kearah dimana Ling Lianhua dan ayahnya Ling Lian Zong.
"Bantu juga mereka Tian'er!" ucap Hei Si tiba-tiba yang mengejutkan Ling Tian.
"Ibu..?" bingung Ling Tian.
"Hua'er gadis yang sangat baik dan cantik. Selama ini hanya dialah yang selalu menemani ibu saat kalian tidak ada!" jawab Hei Si.
"Dia? Menemani ibu?" tanya Ling Tian.
"Benar.. Sudahlah! Cepat kau bantu mereka! Ibu dan ayah juga tidak terlalu terluka parah, kami bisa mengurus sendiri! Jika kau ingin tau sesuatu, nanti akan ibu ceritakan banyak tentangnya saat kita dirumah! Sana cepat bantu mereka!" kata Hei Si dengan nada agak tinggi yang otomatis membuat Ling Tian terkejut.
"B-baik ibu.." jawab Ling Tian dan pergi untuk membantu anak gadis dan ayah yang sedang terluka itu.
Ling Tian dengan senyuman canggung menyapa Ling Lian Zong dan Ling Lianhua.
"Paman.. Mari kubantu!" ucap Ling Tian membuka tangannya untuk membantu Ling Lian Zong berdiri.
"Kakak Tian.." ujar Lianhua pelan.
__ADS_1
"Eh.. Nona Hua!" Ling Tian tersentak kaget entah dengan alasan apa! Padahal sejak awal Ling Lianhua sudah berada disamping sang ayah, Ling Lian Zong.
"T-tuan M-muda Tian! Itu tidak perlu. Biarkan putriku saja yang membantuku!" ujar Ling Lian Zong menolak merasa tidak enak.
"Sudahlah paman Zong! Mari.." sanggah Ling Tian.
Ling Tian mendekat dan meraih tangan serta pundak lalu mengangkat pelan tubuh Ling Lian Zong agar dapat berdiri. Dia memapah Ling Lian Zong untuk kembali ke kediamannya.
Sementara Ling Lianhua yang juga mengalami sedikit luka hanya mengikuti mereka berdua dari belakang. Tampak senyuman menawan timbul dari bibirnya yang tipis dan ranum.
Entah mengapa hati Ling Lianhua begitu bahagia melihat Ling Tian membantu ayahnya. Bahkan dirinya sempat berandai-andai akan sesuatu namun dengan segera dia menepisnya agar tidak kelewatan.
Ling Lianhua menyadari betul siapa dia dan siapa Ling Tian. Dia tidak berani bertindak lebih untuk memenuhi gemuruh batin terdalamnya.
Butuh waktu sepuluh menit bagi Ling Tian memapah Ling Lian Zong atau Tetua Zong untuk sampai dikediaaman yang dituju. Setelah sampai dan memasuki rumah Tetua Zong, Ling Tian mendudukkan Tetua Zong di kursi yang tersedia diruangan tamu.
"Aaahh.. Terima kasih Tuan Muda!" ucap Tetua Zong dengan tulus.
"Tidak apa-apa paman! Dan tolong jangan panggil aku Tuan Muda! Cukup panggil namaku saja!" ujar Ling Tian meminta.
"Emm.. Kalau begitu saya pamit dulu!" kata Ling Tian tak ingin berlama-lama.
Sebenarnya bukan tidak ingin, tapi dengan beberapa kali Ling Tian melirik Lianhua, hatinya bergejolak entah kenapa dan lagi sejak awal Lianhua juga selalu saja memandanginya tanpa berkedip.
Sial! Situasi seperti ini terasa begitu canggung bagi Ling Tian yang masih polos!
"Mengapa begitu terburu-buru Tu-.. Maksudku nak Tian?" tanya Tetua Zong menatap Ling Tian dengan seksama.
"Eh.. Emm.. Anu paman.. Emm.. Anuu.." Ling Tian yang kikuk hanya menjawab ona-anu saja dan memutar otaknya dengan kerasuntuk berfikir mencari alasan.
"Ada apa nak Tian? Apa ada yang salah?" tanya Tetua Zong lagi.
"Emm.. Oiya.. Aku harus merawat ibu dan ayahku dirumah!" ujar Ling Tian setelah mendapat lampu pencerahan dibenaknya.
__ADS_1
"Kakak Tian mau pergi?"
Duaar!
Tiba-tiba suara yang sangat lembut dan sangat Ling Tian harapkan terdengar ditelinganya. Namun masalahnya adalah suara itu terasa begitu lemah dan seperti bernada kekecewaan. Hati Ling Tian dibuat hancur karena kebingungan. Disatu sisi dia merasakan kecanggungan yang teramat. Disisi lain dia tidak mau mengecewakan sang pemilik suara lembut itu.
Sial! Hal ini benar-benar kondisi yang tersulit yang pernah Ling Tian alami. Jika boleh memilih, Ling Tian lebih baik bertarung antara hidup dan mati atau menempa kembali tulangnya hingga tingkat tertinggi dan merasakan kesakitan disaat penghancuran tulang.
"Benar Nona Hua.. Aku juga harus melihat kondisi ibu dan ayahku saat ini," jawab Ling Tian dengan ucapan lembut pula.
Mendengar apa yang dilontarkan Ling Tian, hati Ling Lianhua entah mengapa terasa begitu sakit. Jelas-jelas dia tidak punyai hak untuk menahan Ling Tian untuk tinggal. Namun hati dan perasaannya begitu egois!
Bagaimana tidak? Ling Lianhua adalah orang yang sangat merindukan keberadaan Ling Tian semenjak kepergiannya. Hampir setiap hari dia datang kekediaman Ling Jun dan Hei Si hanya untuk memastikan apakah Ling Tian sudah pulang atau belum. Sungguh aneh! Tapi memang begitulah adanya dan Ling Lianhua tidak bisa memungkirinya.
Satu alasan mengapa dia cukup kecewa dengan Ling Tian terburu-buru berpamitan adalah dia tahu bahwa ibu dan ayah Ling Tian tidaklah terluka terlalu parah dan bisa mengurus diri mereka sendiri.
Belum lagi Lianhua juga mendengar ucapan Hei Si sebelumnya yang bernada tinggi untuk membantu ayah dan dirinya.
"Emm.. Baiklah tuan muda!" jawabnya dengan suara parau.
Ling Tian tahu bahwa Lianhua kecewa kepadanya. Namun bagaimanapun situasi dan kondisi serta suasananya diawal sudah amburadul dan canggung, maka jika diteruskan akan selalu begitj dan begitu saja.
Dan benar apa kata pepatah. Awal yang bagus akan menarik kebagusan diakhirnya juga!
Ling Tian yang faham akan hal itu langsung saja membuat jalan keluar.
"Kamu bisa tenang Nona Hua, esok atau kapan aku akan berkunjung kemari dan aku berjanji akan membawamu kesuatu tempat yang indah dan kupastikan kamu akan senang!" kata Ling Tian dengan tersenyum.
"Benarkah kakak Tian?" tanya Ling Lianhua tidak sabar dan memastikan.
"Tentu saja! Aku tidak akan membohongimu!" jawab Ling Tian menampilkan senyuman terbaiknya.
***
__ADS_1
Sementara itu, tanpa disadari oleh Ling Tian dan lainnya. Sosok Long Yuan yang telah selesai dengan urusannya saat ini sedang melayang diatas langit. Dia melihat kearah dimana Ling Tian dan Ling Lianhua serta Tetua Zong berada. Dia juga dengan jelas mendengar obrolan canggung Ling Tian dan Lianhua karena memang Ras Naga sejak lahir diberkati dengan tiga macam keunggulan. Salah satunya adalah pendengaran yang sangat tajam.
"Cih! Dasar bucin!"