
Ling Tian lalu mengangkat tubuh Feng Lanse'er menggunakan kekuatan jiwanya untuk berdiri kembali. Dia sungguh tidak menyukai cara penghormatan yang sangat kuno dan berlebihan ini.
Tetap pada keyakinannya, yang menyatakan bahwa berlutut atau bersujud hanya pantas diberikan kepada orang tua ataupun guru yang sangat berjasa dalam kehidupan. Sementara untuk penghormatan kepada tuan atau penguasa, hanya perlu membungkuk dan menangkupkan kedua tangan saja.
Feng Lanse'er yang merasakan kekuatan jiwa dari Ling Tian sedang mengangkat tubuhnya untuk berdiri tidaklah melawan. Dia hanya membiarkannya begitu saja hingga tubuhnya benar-benar berdiri dengan tegap tepat di depan pemuda bertopeng separuh wajah alias Ling Tian.
"Seorang Dewi memanglah berbeda dengan manusia biasa! Kecantikan saudari Feng dapat membuat kelima kekaisaran berperang untuk mendapatkan senyumannya saja!" ucap Ling Tian yang memuji dengan tulus.
"Tuan Muda Ling Tian terlalu berlebih-lebihan!" kata Feng Lanse'er dengan wajah yang sedikit memerah merona.
Ling Tian lalu melihat kearah Leluhur Xueren Chong yang masih menjaga jarak dengan Feng Lanse'er karena sebelumnya dia merasakan niat membunuh yang luar biasa ditujukan untuknya.
"Kemarilah Xueren Chong! Mulai sekarang saudari Feng merupakan saudarimu juga!" kata Ling Tian sambil melambaikan tangan menyuruh Leluhur Xueren Chong untuk mendekat.
Leluhur Xueren Chong pun menurut dan mendekat ke tempat Ling Tian dan Feng Lanse'er berdiri. Dia memberikan penghormatan kepada saudari barunya dengan menangkupkan kedua tangan dan membungkukkan sedikit badan.
"Salam saudari Feng!"
Feng Lanse'er belum bisa menerima seorang yang dahulunya adalah penghianat yang mengkhianati trah yang dia ikuti. Dia hanya berdiri diam sambil menatap pria sepuh itu yang sedang tersenyum masam ke arahnya.
"Jangan begitu saudariku! Yang lalu biarlah berlalu. Jika memang mereka orang-orang yang pernah berkhianat kepada keluargaku telah menyesali perbuatan mereka dengan setulus hati dan mau meminta maaf maka terimalah kembali mereka! Ketahuilah saudariku! Memaafkan itu bukanlah suatu hal yang buruk!" ucap Ling Tian sembari tersenyum dan menepuk pundak dari Feng Lanse'er.
Feng Lanse'er yang mengerti hanya bisa menganggukkan kepala kemudian membalas penghormatan dari pria tua atau Leluhur Xueren Chong. Ya, meskipun dengan senyuman yang dipaksakan darinya.
__ADS_1
"Baiklah! Mari kita kembali ke kediaman Shen Zhu Xueren dulu! Sepertinya tidak ada lagi yang dapat dimanfaatkan di tempat ini! Aku juga ingin membahas beberapa hal dengan dirimu saudari Feng!" ucap Ling Tian yang mengajak keduanya untuk kembali.
"Baik Tuan Muda!" jawab keduanya dengan serentak.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan tempat itu setelah Ling Tian mengembalikan penguncian terhadap segel yang sebelumnya dia buka. Tidak lupa Feng Lanse'er menawarkan kepada Ling Tian dan Xueren Chong untuk naik di punggungnya yang telah berubah menjadi burung phoenix biru yang sangat indah agar mempercepat perjalanan mereka.
Namun Ling Tian menolak akan hal itu karena bagaimanapun saudari Feng-nya itu masih harus memulihkan diri terlebih dahulu dan dia tidak ingin membebaninya karena alasan agar mempercepat perjalanan.
"Tidak perlu saudari Feng! Lebih baik kita berjalan atau terbang dengan kecepatan rendah sembari dirimu memulihkan diri! Aku yakin selama kamu di dalam segel yang mengurungmu itu, kamu telah banyak kehilangan kekuatan karena terus berusaha untuk melepaskan segel itu secara paksa!" ucap Ling Tian dengan senyuman khasnya yang begitu indah.
Feng Lanse'er dibuat terdiam oleh ucapan dari tuannya, dan memang benar bahwa dia telah kehilangan banyak energi dan harus secepatnya untuk dipulihkan. Dia pun kembali dalam tubuh manusianya dan menuruti apa yang dikatakan oleh Ling Tian.
Ketiganya berjalan dengan santai menaiki perbukitan yang terbuat dari es abadi sembari berbincang-bincang mengenai beberapa hal.
***
Feng Lanse'er tidak berekspresi apapun terhadap keindahan itu karena mungkin di alam dewa dia sudah melihat keindahan dari arsitek bangunan-bangunan yang melebihi keindahan yang dimiliki oleh Klan Xueren.
"Selamat datang kembali di Klan Xueren Tuan Muda, leluhur dan saudari-.." ucap Patriark Xueren Han yang mempertanyakan identitas dari Feng Lanse'er.
"Shen Zhu Feng Lanse'er!" ucap Feng Lanse'er dengan datar namun berhasil membuat Patriark Xueren Han dan beberapa tetua yang menyambutnya mundur beberapa langkah.
"Tidak perlu berekspresi demikian saudara-saudaraku semua! Mulai sekarang saudari Feng ini merupakan saudara kalian juga!" kata Ling Tian yang menengahi.
__ADS_1
Patriark Xueren dan beberapa tetua yang menyambut kedatangan mereka pun akhirnya dapat bernafas dengan lega karena mereka semua tahu bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Shen Zhu Feng yang merupakan salah satu ras binatang suci.
"Baiklah Tuan Muda dan saudari Feng! Ayo! Lebih baik kita masuk ke dalam terlebih dahulu! Tidak elok berdiri-berdiri seperti ini di depan pintu gerbang!" ajak Leluhur Xueren Chong.
Ling Tian dan Feng Lanse'er menganggukkan kepala menyetujui apa yang disarankan oleh pria sepuh itu. Namun sebelum itu Ling Tian kembali mengeluarkan Mao An dari dalam dunia jiwa karena tidak ingin membuat kucing jadi-jadian itu ngambek akibat terlalu lama di dalam dunia jiwa.
Swush...
Seorang pemuda dengan rambut hitam legam tiba-tiba muncul dari pusaran angin berwarna putih keemasan dengan senyuman khasnya yang terlihat sedikit menjengkelkan. Seketika itu juga Feng Lanse'er langsung bereaksi dan menunjukkan sikap siaga untuk melindungi tuannya atau Ling Tian.
"Saudari Feng! Dia juga merupakan salah satu saudaramu! Dia adalah Mao An!" ucap Ling Tian yang menghentikan aksi dari Feng Lanse'er.
"Shen Zhu Mao! Ras harimau malam!" kata Feng Lanse'er yang menatap tajam ke arah Mao An.
"Ras binatang suci lainnya!" ujar Mao An dengan tubuh yang sedikit bergidik karena merasakan kekuatan darahnya ditekan oleh kekuatan darah dari Feng Lanse'er.
"Sepertinya Tuan Muda telah menemukan salah satu dari pengikut setia Shen Zhu Ling di masa lalu! Itu artinya tinggal satu lagi yang belum ketemu, yaitu mereka yang berasal dari Shen Zhu Gui atau ras kura-kura hitam!" ucap Mao An kepada Ling Tian.
"Ya.. Begitulah! Sekarang beri salam kepada saudarimu itu kucing kecil!" ucap Ling Tian kepada Mao An yang langsung tersenyum dengan masam.
Dia merasa bahwa yang harus memberi salam itu adalah si gadis cantik yang berdiri di hadapannya itu, bukan dirinya. Itu karena menurutnya dirinya lah yang terlebih dahulu bertemu dengan Ling Tian dan harus dipanggil kakak nantinya oleh gadis cantik itu.
"Sudaah! Jangan cemberut seperti itu! Atau aku akan meminta saudari Feng untuk menekanmu dengan kekuatan darahnya," kata Ling Tian sambil tersenyum main-main kepada Mao An.
__ADS_1
"Cih! Sebagai seorang kakak yang baik harus memberikan contoh yang baik kepada adiknya! Baiklah! Salam saudari Feng! Namaku Mao An, sang harimau malam yang perkasa!" ucap Mao An dengan bangganya namun hampir saja membuat Ling Tian dan semua orang yang ada di tempat itu memuntahkan seteguk darah karena tidak percaya dengan kepercayaan diri dari pemuda berambut hitam legam itu.
"Salam saudara Mao An! Aku Feng Lanse'er!" kata Feng Lanse'er dengan tanpa ekspresi namun tetap menangkupkan kedua tangannya untuk membalas penghormatan dari Mao An.