Ling Tian

Ling Tian
Membunuh Penghianat


__ADS_3

Lagi-lagi semua orang dibuat terkejut oleh ucapan Leluhur Pendiri. Sang Maha Dewa? Siapa orang di dunia ini yang tidak mengenalnya? Tapi ucapan sebelumnya? Tidak mungkin bukan jika yang dimaksud Leluhur mereka adalah intensitas terkuat seluruh semesta? Mereka berulang kali menahan nafas dan berusaha menstabilkan detak jantungnya.


"Maaf Leluhur, apa yang anda maksud?.." ucapan Wei Zhuo terpotong.


"Benar seperti yang kalian fikirkan! Sang Maha Dewa yang kumaksud adalah Dia. Intensitas teratas serta pencipta di semesta ini. Beliau memberikanku dan saudaraku tugas untuk membuat pijakan di Alam Menengah dan Ling Tian untuk menghentikan kekacauan di Benua Langit ini. Jadi kuharap kalian tidak ada yang tidak mematuhi ucapanku sebelumnya!" tutur Wei Hun.


"Kami akan mematuhinya Lelulur!" ucap semua orang dengan serentak.


"Bagus! Aku senang mendengarnya jika kalian mengerti!" kata Wei Hun dengan tersenyum.


Semua orang menatap Wei Hun dan keduanya yang lain dengan tatapan kagum. Mereka tidak menyangka bahwa tiga orang didepannya pernah bertemu Yang Agung, Sang Maha Dewa. Andai saja mereka tahu bahwa identitas asli Ling Tian adalah murid Sang Maha Dewa, mereka pasti akan terkejut dan jantungan atau mati seketika.


Tentu saja mereka sangat senang dengan Leluhurnya yang bertemu dan melihat langsung sosok mulia seperti Sang Maha Dewa. Mereka semua sangatlah bersyukur diantara keluarganya ada yang pernah bertemu Yang Agung. Meskipun bukan mereka yang melihatnya, tapi setidaknya mereka bisa melihat mata yang pernah melihat Yang Agung.


"Aku harap setelah kepergianku nanti tidak akan ada masalah. Mungkin dari saudara Tian ada yang hendak disampaikan?" Wei Hun melihat kearah Ling Tian diikuti oleh semua orang dari keluarga Wei.


"Ah! Aku? Emm.. Baiklah! Tapi sebelum itu tolong kamu, kamu dan kamu kemarilah!" ucap Ling Tian sambil menunjuk tiga orang untuk maju mendekatinya.


"Kami Tuan Muda?" ujar ketiganya bertanya.


"Benar! Kemarilah!" jawab Ling Tian.


"B-baik Tuan Muda!"


Mereka bertiga dengan langkah pelan maju mendekati Ling Tian. Sesampainya didepan Ling Tian, mereka segera bertanya perihal apa mereka disuruh maju kedepan.


"Mengapa kami engkau minta kedepan tuan muda?"


Swiisshh...


Segel berupa rantai langsung mengikat mereka bertiga dan membuat mereka tidak dapat bergerak. Semua orang tentu sangat terkejut dengan apa yang Ling Tian lakukan.


"Tuan Muda!" berontak ketiganya.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Wei Zhuo dengan keras.


"Bocah! Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan mereka!" kali ini Long Yuan juga ikut protes.

__ADS_1


"Ling Tian..." Wei Hun juga hendak bicara namun dihentikan oleh tatapan tajam Ling Tian.


"Kalian diamlah! Dan kalian bertiga, sudahi acting kalian! Cepat katakan yang sejujurnya!" bentak Ling Tian kepada ketiga orang itu.


"T-tuan Muda, apa yang anda maksud?"


Slaashh...


Plug!


Kepala orang yang berbicara sebelumnya terjatuh menggelinding. Semua orang membelalakkan matanya saat Ling Tian dengan mudahnya membunuh keluarganya. Entah sejak kapan ditangan kanan Ling Tian sudah terhunus pedang pusaka berwarna putih mengkilat. Kemarahan segera membanjiri hati semua orang.


"Saudara Long, saudara Wei! Tolong kalian cegah kemarahan yang tidak perlu dari semua orang disini! Aku ingin memperlihatkan sesuatu kepada semuanya!" ujar Ling Tian kepada Long Yuan dan Wei Hun melalui telepati.


"Tapi bocah! Apa yang.." Long Yuan hendak protes.


"Sudahlah cacing jelek! Ikuti saja kataku!" potong Ling Tian.


"Bajingan! Beraninya kau membunuh keluargaku bahkan didepan mataku!" geram Wei Zhuo dengan niat membunuh kuat terpancar dan ditujukan untuk Ling Tian.


Bukan hanya Wei Zhuo saja yang mengeluarkan niat membunuhnya untuk menekan Ling Tian, tetapi semua orang yang ada didalam ruangan tersebut kecuali satu orang yang tak lain adalah Wei Ziin.


"Bajing*n! Cepat katakan apa maksudmu membunuh keluargaku?" ucap Kaisar Heian dengan nada sangat dingin.


Ling Tian masih saja diam dan tidak menanggapi ucapan semua orang yang meneriakinya. Dia masih berdiskusi kecil kepada Wei Hun dan Long Yuan.


"Lepaskan mereka berdua! Atau kami akan membunuhmu!" kata salah satu petinggi kekaisaran dengan keras dan penuh penekanan.


Bhuuuuzzzzhh...


Tiba-tiba aura Pendekar Berlian Puncak milik Wei Hun dan Long Yuan menyapu seluruh ruangan dan menghilangkan niat membunuh yang dipancarkan semua orang. Semua orang bertekuk lutut dibuatnya kecuali Ling Tian dan Wei Ziin yang sedari awal hanya diam dan mengamatinya saja.


"L-leluhur! Ap-pa yang-" ucap Wei Zhuo dengan susah payah.


"Sudahlah! Kalian tonton saja apa yang akan saudaraku perlihatkan! Jangan banyak protes atau aku dan Long Yuan akan menghabisi kalian semua!" tutur Wei Hun dengan dingin.


Semua orang bergidik ketakutan saat mendengar ucapan Wei Hun. Bagaimanapun ranah Puncak Pendekar Berlian akan sangat mudah dan membutuhkan sedikit waktu untuk meratakan seluruh istana dan penghuninya.

__ADS_1


"B-baik Leluhur!" ucap semua orang serentak.


"Bagus! Silakan dilanjutkan saudaraku!" ujar Wei Hun.


"Terima kasih senior Wei!" kata Ling Tian dengan tulus.


Aura yang menekan sebelumnya kembali lenyap dan membuat semua orang bisa bernafas dengan lega. Sementara Ling Tian kembali memfokuskan dan menajamkan pandangannya kearah dua orang yang masih terikat segel rantai miliknya.


"Sekarang katakan yang sejujurnya atau kalian akan menyusul dia!" ujar Ling Tian sembari menunjuk dengan ujung pedang salah satu dari mereka yang sudah tidak berkepala.


"Tuan Muda, kami tidak tau maks-"


Slaasshh...


Blug!


Satu kepala lagi jatuh dilantai dengan darah mengucur membanjiri segala tempat didekatnya.


"Aku hanya ingin mendengar kejujuran kalian!" Ling Tian melihat satu orang yang tersisa yang sudah sangat ketakutan dengan tatapan membunuh. Sial! Ling Tian layaknya pembunuh berdarah dingin!


Semua orang menatap kejadian itu dengan mata memerah penuh kemarahan. Akan tetapi mereka tidak akan berani bertindak lebih saat mengingat ucapan Leluhur Pendiri dan Naga Agung akan membunuh semuanya jika berani bergerak sedikit saja.


"B-baik Tuan M-uda! A-aku akan mengatakannya dengan jujur!" ujar orang itu dengan terbata-bata bahkan mengompol dicelananya karena saking takutnya. Sial! Hal ini membuat Long Yuan kehilangan selera makannya!


"Bagus! Jawaban itulah yang sedari tadi aku tunggu-tunggu! Cepat katakan dengan jelas dan siapa yang mengirim kalian untuk memata-matai Kekaisaran?" bentak Ling Tian.


Semua orang kembali terkejut saat mendapati ucapan Ling Tian kepada satu orang tersisa dengan kata mata-mata.


"Baik! Kami bertiga memang dikirim dan ditugaskan oleh Patriark Mao An untuk memata-matai dalamnya istana dan merekrut anggota untuk sekte!" jawab pria yang tersisa itu.


"Mao An? Dari sekte apa?" tanya Kaisar Heian menyerobot.


"Sekte Taring Iblis Yang Mulia!" jawabnya.


"Kurang ajaaar!" teriak Ling Tian dengan marah dan memukul pria itu dengan cukup keras.


Buak!

__ADS_1


Bammmm...


__ADS_2