
Ling Tian dan Zhong Nian tidak terlalu memperdulikan semua tatapan mata yang mengarah kepada mereka. Mereka berdua berjalan untuk mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ling Tian memahami tatapan masing-masing peserta karena dirinya datang bersama dengan seorang gadis yang mempunyai reputasi tinggi bahkan memiliki gelar Dewi Alcemis.
Keduanya duduk dengan tenang dan bersampingan tanpa ada satu kata pun terucap. Zhong Nian sebenarnya ingin membuka pembicaraan dengan Ling Tian karena merasa bingung dengan ekspresi Huang Cai saat memandangi pemuda bertopeng itu. Namun begitu, Zhong Nian menahannya karena melihat Ling Tian yang mulai menutup matanya.
Ling Tian menutup mata dengan tenang dan memikirkan tentang banyak hal. Sebenarnya dia teramat lelah menjalani kehidupan yang penuh kekerasan ini, namun karena tugas yang harus dia emban dari gurunya dan harus menemukan PR yang selama ini masih dia belum ketahui jawabannya, Ling Tian harus terus bergerak dan tidak boleh merasa putus asa.
Bagi Ling Tian, putus asa adalah hal yang harus dirinya jauhi. Mungkin lelah boleh, namun menyerah adalah hal lain yang jangan sampai terlintas dalam hatinya.
Ling Tian terus merenung dengan mendalam sampai dirinya membuka mata setelah mendengar seruan dari seorang pria yang terlihat tua melayang diatas panggung yang sudah tertata rapi meja-meja untuk para peserta.
"Selamat datang di turnamen alkemis Kota Obat. Perkenalkan namaku Zhong Mingzi, Tetua Pertama Asosiasi Alkemis, pengawas sekaligus pembawa acara di turnamen alkemis kali ini," seru Tetua Pertama Asosiasi Alkemis. Suaranya terdengar begitu lantang karena dirinya mengeluarkannya disertai energi Qi.
"Seperti yang sudah kalian ketahui, Asosiasi kami bekerja sama dengan Paviliun Harta Karun mengadakan turnamen ini tiga tahun sekali karena mengapresiasikan dengan tinggi para alcemis yang hebat!..."
"Aku akan menyampaikan beberapa peraturan yang ada dalam turnamen kali ini! Peraturannya adalah tidak ada peraturan! Intinya, selagi para peserta berhasil menyelesaikan tugas dari kami dan memperoleh hasil terbaik atau tercepat, maka dialah pemenang turnamen!..."
"Turnamen kali ini dibagi menjadi tiga sesi! Sesi pertama akan menyisakan enam belas peserta terbaik yang berhasil menyelesaikan tugas. Sesi kedua menyisakan empat orang dan sesi yang terakhir menemukan juara!..."
"Keempat peserta yang lolos ke babak final akan mendapatkan gelar sesuai dengan kemampuannya!..."
"Turnamen kali ini akan dinilai langsung oleh tiga orang juri yang pastinya kalian semua sudah mendengar reputasinya! Mereka adalah Tetua Zhong En, Tetua Ma Pu dan pemimpin Asosiasi Alkemis, Patriark Zhong Lin!..."
"Sementara untuk hadiah, kami akan memberikannya kepada keempatnya dengan salah satu dari mereka menjadi juara harapan! Aku harap kalian semua memahaminya!..."
"Baiklah.. Tidak usah menunggu lagi dan terlalu banyak bicara! Mari kita buka acara turnamen alcemis sekarang!" Tetua Pertama Asosiasi Alkemis berseru.
Doong! Doong! Doong!
Setelah Tetua Pertama Asosiasi Alkemis mengatakan penjelasan yang panjang kali lebar dan mengatakan tidak usah banyak bicara padahal dirinya telah banyak sekali bicara, suara gong yang sedari awal terdapat disebelah para juri terdengar menggema diseluruh alun-alun Kota Obat setelah salah satu pria baya memukulnya dengan keras.
__ADS_1
"Baiklah.. Turnamen alkemis telah resmi dibuka! Para peserta dipersilahkan menaiki panggung dan menempati tempat yang tersedia sesuai nomor urut masing-masing!" ujar Tetua Pertama.
Mendengar ujaran dari Tetua Pertama atau Zhong Mingzi, semua peserta menaiki panggung dan menempati meja yang sesuai dengan nomor urut masing-masing. Ling Tian berada pada nomor urut 178 sementara Zhong Nian di nomor 4. Jarak yang sangat jauh memisahkan keduanya yang datang bersama.
Keberadaan Ling Tian sempat menarik beberapa penonton karena dirinya memakai topeng hitam separuh wajah. Namun setelah melihat keberadaan si Dewi Alcemis Zhong Nian atau pun Tuan Muda Ma Huang Cai, para penonton langsung mengabaikannya.
"Lihatlah! Itu adalah Nona Zhong Nian! Seorang gadis keluarga Zhong yang mendapatkan gelar Dewi Alcemis turnamen tiga tahun yang lalu!" seru salah satu penonton.
"Bukan hanya sangat muda dan cantik, tapi dia sangat berbakat dalam meracik obat atau memurnikan pil! Sangat pantas mendapat gelar tersebut!" ujar seseorang lain.
"Kudengar, dia baru berumur sekitar dua puluh tahun dan saat ini hampir menjadi alcemis tingkat 2!" seorang lain lagi ikutan nimbrung.
"Bakat alkemis yang sangat mengerikan! Kulivasinya juga tidak rendah! Dia berada di ranah Pendekar Perak Menengah Bintang 3! Sungguh benar-benar wanita idaman ibuku! Dia memang sangat pantas mendapatkan cintaku!"
"Heh! Ngomong apa kamu ini? Apa kamu sedang mengigau?"
"Sialan! Aku tidak sedang tidur woi!"
"Huh! Aku sepenuhnya sadar diri dan tahu terhadap diriku sendiri! Dewi Alcemis memang sangat cocok jika bersanding denganku!"
"Cocok darimananya?"
"Yaa.. Kan Dewi Alcemis sangat cantik, maka sangat kontras denganku yang tampan!"
Plak!
"Aduh! Apa maksudmu memukul kepalaku?"
"Tidak ada maksud! Apa kepalamu habis terbentur sesuatu? Sehingga menjadi amat narsis begitu?"
"Cih! Kalian berdua memang selalu iri denganku!"
__ADS_1
"Haha.. Siapa yang iri denganmu? Silakan jika kamu hendak menikahi Dewi Alcemis! Tapi aku yakin kepalamu akan dipotong oleh Tuan Muda Huang Cai dan pengikutnya!"
"Eh? Kok bawa-bawa nama Tuan Muda Huang?"
"Tentu saja! Tuan Muda Huang Cai adalah orang yang selama ini mengincar Dewi Alcemis! Jadi aku yakin jika ada orang lain ingin menyerobotnya, pastilah tidak akan bernasip baik!"
"Ah! Begitukah? Tidak-tidak! Aku menarik omonganku barusan! Aku tidak ingin kepalaku dipotong oleh Tuan Muda Huang!"
Obrolan dan bisikan dari para penonton terus terdengar hingga bergemuruh. Menyuarakan dukungan dan pujian kepada para peserta yang mereka jagokan.
Disisi lain, Ling We hanya diam diantara tribun penonton dan memandangi dua orang yang dia kenal diatas panggung.
'Saudara Tian pastilah yang menjadi juaranya! Dan Nian'er harus puas diposisi kedua saja!' gumam Ling We sambil mengangguk-anggukkan kepala.
"Para penonton yang terhormat! Harap tenang! Pertandingan akan segera dimulai!" suara dari Tetua Pertama Asosiasi Alkemis Zhong Mingzi bergema dan menghentikan keributan para penonton.
"Terima kasih atas pengertiannya!" ujar Tetua Mingzi mengangguk.
"Baiklah.. Babak pertama adalah babak kecepatan! Seperti yang aku katakan sebelumnya, hanya enam belas peserta tercepat yang berhasil membuat pil kultivasi tingkat dua yang bisa lanjut ke babak selanjutnya! Bahan-bahan dan tungku sudah tersedia didepan kalian!..."
"Jika sudah ada yang selesai, kalian biasa mengangkat tangan dan berseru selesai! Apa kalian mengerti?" tanya Tetua Zhong Mingzi.
"Kami mengerti Tetua!" balas serentak semua peserta.
"Bersiaplah.. Babak pertama turnamen alkemis dimulai!" seru Tetua Zhong Mingzi.
Para peserta buru-buru mengambil bahan-bahan yang tersedia dan menyalakan api pada tungku obat. Membuat pil roh kultivasi memanglah bukan proses yang sulit. Namun dengan waktu yang harus mereka cepatkan membuat mereka sangatlah gugup.
Waktu biasa bagi para alkemis junior seperti para peserta ini setidaknya membutuhkan satu sampai satu jam setengah untuk memurnikan pil roh kultivasi tingkat 2. Mereka semua bekerja buru-buru untuk memotong waktu tersebut hingga menjadi lebih pendek atau cepat.
Disaat semua peserta turnamen bergerak dengan gesit dan terlihat sangat sibuk sekali, ada satu orang yang hanya berdiri diam sambil menguap malas dan malah memperhatikan kesibukan peserta lain. Orang ini memakai topeng separuh wajah dan berjubah hitam. Orang yang terlihat idiot bagi para penonton yang melihatnya tidak lain adalah Ling Tian.
__ADS_1