Ling Tian

Ling Tian
Air Mata Darah


__ADS_3

Patriark Ling Bo Teng dan istrinya seketika dalam posisi berlutut tak bisa menahan tekanan dan aura membunuh Tetua Keempat.


"Kheuk!"


Dia memuntahkan seteguk darah! Hal itu juga terjadi kepada sang istri, Wang Zie.


"Istriku, bertahanlah!" kata Ling Bo Teng sangat khawatir dengan kondisi istrinya yang sangat memperihatinkan.


"Hahaha.. Apa sekarang kalian sadar betapa jauhnya jarak kekuatan kita!" tanya Tetua Keempat dengan tertawa terbahak-bahak.


Ling Bo Teng tidak menanggapi ocehan Tetua Keempat Sekte Taring Iblis itu. Dia hanya terus mempertahankan tubuh dan memperhatikan kondisi sang istri.


"Sekarang katakan! Dimana bocah bajing*n yang bernama Ling Tian?" tanya Tetua Keempat yang mengejutkan Ling Bo Teng.


Ling Tian? Ada apa dengan Ling Tian? Mengapa mereka mencari keponakannya itu? Apa sebenarnya penyebab masalah ini? Apakah berhubungan dengan Ling Tian? Beberapa pertanyaan menggelayut difikiran Ling Bo Teng.


"Ling Tian? Mengapa kau mencari keponakanku itu?" tanya Ling Bo Teng dengan nafas berat memastikan.


"Hahaha.. Sebenarnya tujuan kami datang adalah untuk menyeret bocah sialan itu kehadapan Patriark kami! Adapun kehancuran Klan Ling adalah bonusnya! Ahahaha.." jawab Tetua Keempat Sekte Taring Iblis.


"Sebenarnya apa tujuan Patriark kalian mencari keponakanku? Dan darimana kalian berasal? Mengapa kalian begitu keji dalam membunuh?" Ling Bo Teng terus bertanya.


"Keji? Hahaha.. Tentu saja hal keji sudah menjadi kebiasaan kami para anggota Sekte Taring Iblis! Dan adapun Patriark kami menginginkan bocah itu karena dia telah membantai murid-murid kami juga keponakan Patriark itu sendiri!" jawab Tetua Keempat tertawa dan diakhiri dengan nada dingin.


Patriark Ling sangat terkejut mengetahui mereka berasal dari sekte besar aliran hitam yang sangat terkenal kuat. Pada akhirnya Ling Bo Teng akhirnya mengetahui duduk permasalah yang ada. Namun dia juga masih kurang yakin akan kebenaran yang dikatakan Tetua Keempat Sekte Taring Iblis.


***


Tiga orang pemuda tampan dan satu orang pemudi cantik terus saja saling jual beli serangan. Pemuda berjubah biru yang melawan pemudi cantik itu masih terlihat sangat tenang dan tampak santai. Berbeda balik dengan pemudi cantik itu, nafasnya sudah sangat memburu dan gerakannya mulai melambat dan semakin melambat seiring berjalannya waktu.


Begitu juga dengan pemuda yang berhadapan dengan pemuda tampan lain berjubah hitam. Tampak sebagian tubuhnya dipenuhi oleh luka sayatan pedang meski tidak dalam dan membayakan nyawa.


Benar! Mereka adalah Ling Tian, Long Yuan, Ling Jian dan Ling Yun yang sedang berlatih tanding. Tiba-tiba Ling Tian melirik Long Yuan dan Long Yuan mengangguk.


Swuush...

__ADS_1


Duaar!


Ling Tian dan Long Yuan menyerang dengan cara bersamaan kedua kakak beradik tersebut. Segera Ling Jian dan Ling Yun terpental cukup jauh karena tak mampu menahan serangan lawan.


"Kakak Jian, kakak Yun! Kalian istirahatlah dulu! Aku dan saudara Long ada sedikit urusan. Kami akan segera kembali saat urusan selesai!" ujar Ling Tian.


"Baiklah Tian'er!" jawab Ling Jian dan Ling Yun.


Ling Tian mengangguk dan pergi dengan kecepatan tinggi bersama Long Yuan.


Zheepp!


"Sangat cepat!" ujar Ling Jian dan Ling Yun bersamaan.


"Eh.. Kakak Jian!" ucap Ling Yun.


"Ada apa?" tanya Ling Jian.


"B-bukankah tadi adik Tian pergi dengan cara melayang?" tutur Ling Yun dengan tergagap.


"Apaaa! Kau benar! Hanya ranah Pendekar Emas keatas yang bisa terbang melayang diatas langit! Huffth.. Ternyata selama ini Tian'er menyembunyikan kultivasinya pada semua orang!" ujar Ling Jian yang juga baru menyadarinya.


***


"Apa kau merasakannya saudara Long?" tanya Ling Tian.


"Tentu saja! Aku merasakan tujuh sosok dengan aura gelap dan niat membunuh cukup lumayan mengarah ke Klan Ling! Mungkin mereka berada di ranah Pendekar Emas Awal dan Menengah dan berniat buruk dengan Klanmu," jawab Long Yuan.


"Benar! Semoga saja tidak ada masalah di Klan Ling sebelum kita sampai dan kita tidak terlambat!" kata Ling Tian berharap tidak terjadi apa-apa kepada keluarganya.


Zheeepp!


Mereka berdua segera menambah kecepatannya dan menghilang dalam sekejap mata. Saat tiba di Klan Ling betapa terkejutnya Ling Tian dan Long Yuan saat melihat kondisi klan yang sangat memperihatinkan. Banyak bangunan yang hancur dan gerbang klan sudah tak lagi ada.


Ling Tian dapat melihat ketujuh orang asing yang sedang menghajar para tetua klan dan juga ayahnya sendiri yang sudah mereka kumpulkan disatu tempat. Mereka terkesan mempermainkan anggota keluarganya. Ling Tian juga melihat ibunya dan para wanita Klan Ling sedang dilecehkan secara terang-terangan didepan umum. Mereka meremas payudara dan bokong, membelai bagian-bagian sensitif dan lain sebagainya. Seketika kemarahan menguasai seluruh jiwa Ling Tian. Niat membunuh yang sangat pekat terpancar hebat dari tubuh Ling Tian.

__ADS_1


"Bajing*n!" geram Ling Tian.


Bahkan untuk Long Yuan yang sudah berada di puncak kultivasi Benua Langit sedikit menjauh dari Ling Tian. Long Yuan dapat melihat sorot mata tajam Ling Tian yang berwarna merah darah. Tidak! Bahkan darah itu sendiri yang mengalir dari matanya!


***


"Jawab pertanyaanku! Dimana bocah yang bernama Ling Tian itu?" tanya Tetua Keempat Sekte Taring Iblis dengan suara membentak dan menggelegar di gendang telinga.


Tidak ada jawaban dari satupun para anggota Klan Ling. Dan memang mereka benar-benar tidak mengetahui dimana keberadaan Ling Tian.


"Tetua Keempat! Pria dan wanita itu adalah orang tua bocah itu! Pasti mereka tahu dimana keberadaan anaknya!" ujar Tetua Keenam yang sebelumnya menghadapi Ling Jun.


"Ooh.. Jadi kalian berdua adalah orang tua dari bocah bajing*n yang telah membantai murid-murid sekte kami? Bagus! Tetua Kesepuluh, seret mereka kesini!" perintah Tetua Keempat.


"Baik!" jawab Tetua Kesepuluh Sekte Taring Iblis.


Namun sebelum Tetua Kesepuluh berjalan mendekati Ling Jun dan Hei Si untuk menyeretnya kehadapan Tetua Keempat, aura yang sangat kuat dari Pendekar Platinum dan niat membunuh pekat menyebar kesegala arah dan menyerang mental semua orang khususnya para tetua Sekte Taring Iblis.


"SEDIKIT SAJA KALIAN BERANI MENYENTUH LAGI KEDUA ORANG TUA DAN SEMUA KELUARGAKU, MATI!"


Teriakan seorang pemuda menggelegar layaknya guntur yang mampu menghancurkan gunung mengejutkan para tetua Sekte Taring Iblis.


Zheepp!


Sosok pemuda tampan dengan jubah hitam muncul ditengah-tengah semua orang.


"Katakan! Siapa yang telah melakukan hal buruk ini kepada kedua orang tuaku!" ucap Ling Tian dengan sangat dingin.


Tidak ada jawaban satupun yang diterima oleh Ling Tian. Suasana menjadi sangat hening namun mencekam. Tetua Keenam yang menjadi pelaku atas hal yang dikatakan Ling Tian sangatlah ketakutan melebihi ketakutan para tetua yang lain.


Sementara para anggota Klan Ling yang melihat kekuatan sejati Ling Tian hanya bisa diam dan diam. Mereka masih ingat betul bagaimana sikap mereka dahulu kepada Ling Tian. Terlebih bagi Ling Qinzu yang saat ini kondisinya sangat buruk.


Ling Tian menjadi lebih murka mendapati para pengacau hanya diam menutup mulutnya. Dia memfokuskan niat membunuh dan menambah kepekatannya hanya kepada tujuh pria baya tersebut.


"Kheuk!"

__ADS_1


Seketika semua Tetua Sekte Taring Iblis memuntahkan seteguk darah. Bahkan Tetua Kesembilan dan Tetua Kesepuluh langsung tewas ditempat.


"Katakan! Siapa yang telah membuat orang tuaku seperti itu?" bentak Ling Tian lagi.


__ADS_2