
Hei Si atau ibu dari Ling Tian lalu dengan perlahan mengangkat tubuh putra kesayangannya itu untuk berdiri kemudian langsung saja memeluknya dengan erat. Sementara untuk Ling Jun, dia hanya mengelus ujung rambut Ling Tian dengan penuh kasih lalu menatap kearah dimana Mao An dan kedua orang lainnya berada.
"Selamat datang kembali di Klan Ling An'er!" katanya sembari tersenyum lebar.
Mao An bersama dengan Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong dengan cepat langsung melesat menuju kearah Ling Jun dan menangkupkan kedua tangan serta membukukan badannya untuk memberikan penghormatan kepada ayah Ling Tian.
"Salam jumpa paman Jun!" ucap Mao An dengan hormat yang lalu diikuti oleh Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong.
"Kalian berdua siapa? Sepertinya aku baru kali ini melihat kalian?" tanya Ling Jun kepada Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong.
Meski keluatan Ling Jun masihlah sangat lemah menurut mereka berdua, namun karena Ling Jun adalah ayah dari Ling Tian sekaligus generasi yang lebih tua dari pemilik darah trah Shen Xhu Ling, mereka berdua tidak akan berani bertindak tidak sopan kepada Ling Jun. Terlebih sebelumnya keduanya melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa Ling Tian bersujud fan mencium kakinya.
"Nama saya adalah Xueren Chong! Saya merupakan pelayan dari Tuan Muda Ling Tian!" kata Leluhur Xueren Chong.
"Namaku Feng Lanse'er! Aku juga pelayan Tuan Muda!" kata Feng Lanse'er.
Ling Jun menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari mereka berdua.
"Kalian ini.." Ling Jun sengaja memotong ucapannya yang membuat Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong dag-dig-dug jantungnya karena takut telah membuat kesalahan.
"Disini.. Di Klan Ling ini, tidak ada lagi kata bawahan ataupun apapun! Tidak ada kata deskriminasi bagi satu orang ke orang yang lain! Mulai sekarang kita adalah keluarga! Ingat! Kita adalah keluarga!" ujar Ling Jun sambil tersenyum lembut kepada keduanya.
Kedua orang yang asal muasalnya adalah dari alam dewa itu sangatlah tersentuh saat mendengar penuturan dari Ling Jun.
'Shen Zhu Ling memang tidak pernah berubah dari zaman dulu hingga sekarang!' batin keduanya yang tidak sengaja berkata dengan serentak.
"Baik Tuan besar!" kata keduanya mengangguk.
"Haiihh.. kalian ini!" ujar Ling Jun sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Mungkin umur dan kekuatan kalian sudah berada jauh diatasku, namun karena kalian sekarang dalah saudara dari putraku, maka kalian harus memanggilku paman mulai sekarang! Sama seperti Mao An'er yang memanggilku!" ujarnya lagi.
"Baik paman Jun!" ucap keduanya secara bersamaan.
Ling Tian melihat kearah lain setelah ibunya melepaskan pelukannya dan menemukan sepasang suami istri lainnya dan seorang gadis cantik di sebelah mereka. Ya, tentu saja keduanya adalah paman dan bibinya sekaligus putri mereka. Dengan cepat Ling Tian menghampiri mereka bertiga dan memberikan hormat.
"Salam paman dan bibi! Salam kakak Yun!"
"Ahahaha.. Selamat datang kembali keponakan paman yang paling membanggakan!" kata Patriark Ling Bo Teng sambil tertawa dengan lepas.
Ketiganya pun memeluk Ling Tian dengan penuh kasih sayang sekaligus kebanggaan. Ya, tentu saja mereka sangat bangga dengan keberadaan pemuda bertopeng separuh wajah ini. Karena dirinyalah Klan Ling dapat bangkit lagi hingga berada di titik seperti sekarang ini.
Disisi lain, Ling We dan Ling Jian yang sebelumnya dibuat terbang oleh Ling Tian kini juga telah kembali dan mendekati kerumunan itu.
"Cih! Lihatlah saudara Jian! Kehadiran saudara Tian benar-benar telah membuat kita menjadi seperti orang yang asing!" keluh Ling We.
"Benar katamu!" sahut Ling Jian sembari memasang ekspresi wajah menyedihkan.
Semua orang langsung tertawa terkekeh-kekeh mendengar keluhan betapa menderitanya mereka berdua. Setelah itu Ling Jun pun mengajak semuanya untuk masuk ke dalam klan dan melanjutkan obrolan mereka di sana.
Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong juga mengikuti mereka semua dari belakang bersama dengan Mao An. Mereka juga ikut merasakan kehangatan akan kekeluargaan dari Klan Ling itu. Meskipun merasa sedikit aneh dengan tingkah dan polah dari Ling We dan Ling Jian yang sangat suka mengeluh, namun justru karena mereka berdua adalah suasana tersebut menjadi semakin indah dan meriah serta tidaklah kaku.
Ling Jun membawa mereka semua ke kediaman miliknya yang sederhana. Setiap kali rombongan mereka berpapasan dengan orang-orang, maka dengan hormat orang-orang itu langsung memberikan salam kepada mereka khususnya kepada Ling Tian.
Tidak berapa lama akhirnya mereka pun telah sampai di kediaman Ling Jun yang tidak pernah berubah dari saat Ling Tian masihlah seorang pecundang hingga sekarang menjadi sosok pahlawan yang membangkitkan kembali Klan Ling hingga ke puncaknya.
"Oiya, aku lupa!" kata Ling Tian tiba-tiba saat mereka semua sedang berada tepat di depan pintu gerbang ataupun gapura kediaman Ling Jun.
"Ada apa nak?" tanya Hei Si. Semua orang juga mengalihkan pandangannya ke arah Ling Tian.
__ADS_1
Ling Tian hanya tersenyum kemudian melambaikan tangannya dan tiba-tiba muncullah sebuah pusaran angin atau celah spasial berwarna putih keemasan tepat di hadapan mereka semua.
Swush... Swush... Swush...
Satu persatu orang-orang yang ada di dalam dunia jiwa muncul dari pusaran angin itu. Mereka semua tentu saja adalah Zhuge Ruxu, kelima murid, Ling Jiu, Ling Xing'er, ketiga pelayan dari Klan She dan Bai Wutian.
Mereka semua langsung memberikan hormat kepada Ling Tian dan juga semua yang sedang menatap mereka.
"Selamat datang di Klan Ling saudaraku semua!" ucap Ling Tian dengan tersenyum lebar.
"Kakak Tian! Aku merindukanmu!" ucap Ling Xing'er sembari berlari menuju ke arah Ling Tian dan langsung memeluk pemuda bertopeng separuh wajah itu.
"Ohohoo.. Adikku yang manis! Kamu tetap manja seperti biasa!" kata Ling Tian sambil membalas pelukan dari Ling Xing'er dan mengusap-usap lembut ujung kepalanya.
Setelah beberapa saat, Ling Tian pun melepaskan pelukan itu dan menatap Ling Xing'er dengan intens sehingga membuat gadis berumur 9 tahun awal itu merasa aneh.
"Ada apa kak Tian?" tanya Ling Xing'er keheranan.
"Sekarang kita sudah berada di Klan Ling! Apa kamu juga tidak ingin memberikan salam penghormatan untuk ayah dan ibumu juga?" tanya Ling Tian pada Ling Xing'er lalu menatap ke arah Ling Jun dan Hei Si.
Mata Ling Xing'er langsung membulat sempurna saat mendengarkan penuturan dari Ling Tian itu. Dengan segera dia langsung mendorong tubuh Ling Tian dan berlarian kecil menuju Ling Jun dan Hei Si serta langsung bersujud kepada mereka berdua.
"Putri kecil ibu dan ayah Ling Xing'er memberikan hormat!" ucapnya.
"Oh? Jadi kamu adalah adik dari kakak yang suka keluyuran itu?" tanya Hei Si dengan bercanda namun berhasil membuat Ling Tian langsung tersenyum masam.
"Benar sekali ibu! Xing'er adalah adik sekaligus murid satu-satunya dari kakak Tian!" jawab Ling Xing'er denga polosnya.
"Hemm.. Bagus sekali! Pantas saja kekuatanmu sangatlah luar biasa!" ujar Hei Si dengan bangga.
__ADS_1
Hei Si langsung tersenyum bahagia dan mengangkat tubuh mungil Ling Xing'er untuk berdiri lalu memeluknya dengan penuh kasih dan sayang. Sementara Ling Jun hanya membelai rambut Ling Xing'er saja kemudian kembali mengajak semua orang untuk memasuki kediamannya.