
Mao An lalu berjalan menghampiri Ling Tian yang sedang berhela-hela sambil meminum teh.
Zheep!
Mao An menghilang dari tempat itu lalu muncul kembali tepat didekat Ling Tian dengan wajah penuh dengan berbagai macam pertanyaan.
"Tu-.."
"Duduklah! Minumlah terlebih dahulu! Pasti kamu merasa sangat tersiksa selama dua hari ini!" ujar Ling Tian menyela perkataan Mao An.
"Baik Tuan Muda!" jawab Mao An menurut lalu duduk disamping Ling Tian dan meminum teh yang disodorkan Ling Tian untuknya.
Setelah meminum teh sambil melihat kearah dimana puluhan ribu orang yang masih ikut ujian dengan tanpa berbicara sepatah pun, Mao An akhirnya angkat bicara.
"Apakah Tuan Muda tidak mengikuti ujian?" tanyanya yang benar-benar penasaran mengapa Tuan Mudanya malah berhela-hela dibawah pohon sambil minum teh.
"Bukan aku tidak ikut, tapi lebih tepatnya aku ditolak oleh cacing hijau itu dan disuruh untuk menerobos saja tanpa memiliki token!" jawab Ling Tian dengan kesal.
Mao An melotot mendengar jawaban dari Ling Tian itu. Dia sungguh tidak menyangka bahwa Sang Maha Dewa justru tidak menginginkan muridnya untuk menjadi penguasa dunia ini.
"Apakah itu tidak berbahaya Tuan Muda?" tanya Mao An yang khawatir dengan Tuan Mudanya.
"Tentu saja bahaya karena tidak ada jaminan untuk bisa menyelamatkan nyawaku jika ada ancaman!" jawab Ling Tian dengan tersenyum kecut.
"Tuan Muda!" panggil Mao An.
"Ada apa?" tanya Ling Tian sambil menatap wajah Mao An dan mengerutkan keningnya.
"Bagaimana jika biarkan aku saja yang masuk kedalam dunia dibalik portal itu lalu setelah aku mendapatkan harta langit dan bumi itu aku akan menyerahkannya kepada Tuan Muda?" ucap Mao An menyampaikan idenya.
__ADS_1
"Tidak! Aku dengan tegas menolak!" jawab Ling Tian dengan cepat.
Mao An tersenyum masam melihat betapa seriusnya Ling Tian mengatakan penolakannya itu. Dia ingin menyanggahnya lagi, namun melihat wajah Ling Tian yang seperti harimau saja, Mao An dengan cepat menghentikan niatnya itu. Sungguh sangat aneh! Mao An yang sebenarnya adalah harimau yang sesungguhnya malah takut dengan manusia yang hanya terlihat seperti harimau saja.
'Aku bisa babak-belur jika bicara lagi!' batin Mao An yang waspada melihat ekspresi masam Ling Tian.
***
Sementara itu disisi lain, Han Tianba juga sudah selesai dengan ujian yang diberikan oleh sang Naga Hijau. Dia beserta seribu empat ratus sembilan puluh sembilan orangnya juga berhasil mendapatkan token masuk dari sang Naga Hijau.
Sebelumnya Han Tianba mengajak lima ribu orang dari pasukannya untuk ikut serta bersamanya mengikuti ujian, namun selain seribu lima ratus orangnya itu semuanya mati dengan keadaan berdiri.
Han Tianba tersenyum melihat token yang ada ditangannya itu lalu melihat kearah pasukannya yang juga mendapatkan tokennya sudah berada diatas ranah Pendekar Emas semuaa atau di ranah Pendekar Platinum keatas.
'Aku pasti akan mendapatkan harta langit bumi itu dan menjadi penguasa Benua Langit ini! Lalu..' Han Tianba tidak melanjutkan gumamannya itu. Dia hanya tersenyum menyeringai lalu kembali ketendanya yang diikuti oleh para jendral dari kelompoknya.
Sementara dari sisi lainnya lagi, Leluhur Lian Qin, Leluhur Xiao Chen, Leluhur Song Mu dan banyak orang-orang kuat dari aliran putih juga telah mendapatkan token. Jumlah keseluruhannya juga seribu lima ratus token jika Mao An juga diikutkan.
"Kalian tidak lupa dengan rencana awal kita bukan?" tanya Leluhur Klan Lian, Lian Qin.
"Tentu saja tidak Tuan Qin! Kami selalu mengingatnya!" jawab kedua Leluhur lainnya.
"Baguslh! Aku harap kalian tidak mengkhianatiku nanti!" ucap Leluhur Lian Qin menatap kedua Leluhur lainnya dengan tajam.
"Tenang saja Tuan Qin!" kata Leluhur Song Mu.
Memang seperti itu jawaban yang keluar dari mulut mereka. Namun lain halnya didalam hati kedua leluhur lainnya itu. Rasa serakah dan ingin menjadi yang terhebat tentunya juga ada disana, maka tidak mungkin bagi kedua leluhur itu untuk mengikuti rencana Leluhur Lian Qin jika merekalah yang mendapatkan keberuntungan.
***
__ADS_1
Semua orang mendiskusikan rencananya masing-masing. Termasuk Kong Ki dan Liong He yang juga berhasil mendapatkan token dari sang Naga Hijau. Hubungan mereka berdua kini menjadi saudara semenjak Ling Tian dan Mao An serta beberapa murid saudaranya singgah di kota mereka.
Kedua kota yang awalnya saling bermusuhan kini juga saling menjalin kerja sama dan di Kota Xudong sudah ditiadakan lagi perburuan hewan siluman ataupun monster beast.
"Apakah saudara Liong He melihat Tuan Muda Ling Tian?" tanya Kong Ki tiba-tiba.
"Tuan Muda Ling Tian?" Liong He terkejut saat mendengar kata-kata Kong Ki itu.
"Benar! Ini adalah acara akbar untuk semua orang yang berada di Benua Langit! Apakah mungkin jika Tuan Muda Tian akan melewatkan kesempatan untuk memiliki harta langit dan bumi itu?" ucap Kong Ki sambil menenteng palu pusaka tingkat merah pemberian Ling Tian. Palu itu tidak diketahui oleh orang lain sebagai pusaka tingkat merah karena jika tidak dialirkan energi Qi, maka palu itu layaknya palu biasa saja.
"Apa yang saudara Kong Ki katakan tepat! Kemungkinan Tuan Muda Ling Tian dan saudaranya tuan Mao An juga ada ditempat ini! Namun aku sungguh tidak melihatnya!" kata Liong He.
Liong He sendiri tentu tidak akan pernah melupakan kedua sosok yang sangat berjasa pada dirinya itu. Selain menjadikannya sebagai Raja Kota Xudong yang baru untuk menggantikan Situ Mingxin yang arogan dan tidak bisa berfikir jernih, Ling Tian juga memberikan banyak sekali sumber daya untuk anggota fraksi naga emasnya sehingga sekarang ini fraksinya menjadi fraksi yang paling kuat di Kota Xudong meski sudah tidak ada lagi acara perburuan.
Kekuatan Liong He saat ini juga sudah berada di ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 9 yang sebentar lagi akan naik tingkatan lagi menjadi Pendekar Berlian Tahap Akhir. Sementara untuk Kong Ki, dia kini sudah berada di puncak kultivasi Benua Langit atau ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 9.
"Jika Tuan Muda Ling Tian benar-benar akan ikut memperebutkan harta itu, maka aku Kong Ki akan ikut dalam barisannya!" tutur Kong Ki dengan tegas.
"Hehehe.. Begitu pula denganku! Aku rasa tidak ada orang yang paling cocok untuk menjadi penguasa dunia kecuali Tuan Muda Ling Tian saja!" kata Liong He menimpali.
***
GROOAAARRRR...
Disaat semua orang sedang mendiskusikan tentang apa dan bagaimana rencana yang akan mereka lakukan saat berada di dalam dunia dibalik portal dimensi, Sang Naga Hijau mengaum dengan sangat keras menyuruh semua orang yang mendapat token untuk segera memasuki dunia itu.
Ling Tian juga ikut bersama dengan Mao An yang terbang menuju portal diatas sang Naga Hijau.
"Kamu duluan lah saudaraku! Kita akan berjumpa didalam nanti!" kata Ling Tian kepada Mao An.
__ADS_1
Boommm...
Mao An ingin menolak dan ingin masuk bersama dengan Ling Tian, Namun Ling Tian dengan kuatnya menendang bokong Mao An hingga membuatnya meluncur memasuki portal dengan kecepatan dahsyat seperti sebuah roket.