Ling Tian

Ling Tian
Kejutan!


__ADS_3

Ledakan super dahsyat terjadi saat kedua serangan yang memiliki elemen berlawanan itu saling berbenturan. Ling Xing'er terdorong mundur puluhan langkah karena efek yang dia dapatkan dari ledakan.


Sementara untuk Ling Tian sendiri, dia tetap tenang berdiri ditempatnya sambil menyunggingkan senyum yang manis dan penuh kemenangan.


"Cukup lumayan!" ujar Ling Tian menilai kekuatan serangan dan daya ledakan sebelumnya.


Swush...


Ling Xing'er muncul didepan Ling Tian sambil menyeka darah yang mengalir disudut kiri bibirnya.


"Cih! Tapi setidaknya itu bisa mengalahkan orang yang memiliki kekuatan yang sama denganku bukan?" tanya Ling Xing'er dengan kakaknya itu.


"Tentu saja! Adik sekaligus muridku adalah yang terbaik! Kamu bahkan sudah mampu melayani orang yang satu tingkatan lebih tinggi daripadamu!" ujar Ling Tian.


Ling Xing'er mengangguk dengan puas mendengar jawaban dari Ling Tian. Akhirnya pelatihan berat selama sepuluh bulan ini benar-benar menghasilkan sesuatu yang tidak mengecewakan.


"Baiklah.. Sekarang istirahatlah! Sudah waktunya bagi kita membuat kejutan bagi ayahmu serta semua penghuni dunia jiwa ini! Yang intinya memperlihatkan kepada semua orang betapa keren dan hebatnya kakakmu ini dalam melatih atau menjadi guru!" kata Ling Tian dengan bangga.


"Tch!" Ling Xing'er hanya berdecak dan turun dari atas langit begitu saja tanpa menghiraukan kakak sekaligus gurunya itu yang selalu narsis.


Tapi dalam hati kecilnya, Ling Xing'er juga sepenuhnya mengakui bahwa Ling Tian memanglah sosok guru yang paling keren dan paling hebat yang pernah ada di dunia ini.


Setelah beristirahat cukup, Ling Tian lalu meminta Xing'er adiknya untuk naik di punggungnya.


"Kakak! Aku sudah besar! Aku juga sudah bisa terbang dan melesat sendiri!" ujar Ling Xing'er yang menolak dengan keras permintaan Ling Tian.


"Haiih.. Adik kecil! Kamu tidak tahu bukan saat ini kita berada dimana? Lalu berapa jarak yang ada antara tempat kita ini dengan Istana Ling?" tanya Ling Tian kepada Ling Xing'er.


Ling Xing'er terdiam. Setelah beberapa saat berfikir, dia menggelengkan kepala tanda tidak mengetahui sekarang dirinya berada dimana dan sejauh mana jarak antara tempatnya berdiri dengan Istana Ling.


"Bahkan jika itu adalah kakakmu Zhuge Ruxu, dia pasti akan membutuhkan waktu satu tahun untuk sampai ditempat ini!" kata Ling Tian yang membuat Ling Cing'er terkejut.

__ADS_1


"B-bagaimana mungkin? S-sebelumnya kakak hanya membawaku ketempat ini dalam waktu beberapa menit saja!" kata Ling Xing'er dengan terbata-bata.


"Itu karena dunia ini adalah milik kakak! Kakakmu yang tampan ini hanya perlu menggunakan kehendak kakakmu ini untuk berpindah-pindah sesuka hati kakak!" jawab Ling Tian dengan santai.


Ling Xing'er baru menyadari jika memang dunia ini adalah dunia jiwa milik pemuda narsis didepannya. Yang mana bisa dikatakan bahwa Ling Tian adalah dewa di dunia.


"Baiklah kakak!" kata Ling Xing'er lalu berjalan mendekati Ling Tian yang sudah jongkok mempersilahkan punggungnya untuk dinaiki.


Ling Tian hanya tersenyum melihat adiknya itu naik dipunggungnya. Dia yakin bahwa adiknya itu sudah menyadari bahwa dirinya adalah penguasa mutlak dunia jiwa ini. Dirasa sudah siap, Ling Tian lalu berdiri dan menghilang dari tempat pelatihan sang adik itu.


Zheeppp!


***


Ditempat atau lapangan pelatihan para murid dari saudara Ling Tian, terlihat seorang pemuda yang sedang bertarung dengan pemuda lain dengan sengit. Keduanya bertarung dengan disaksikan oleh hampir seluruh penghuni dunia jiwa.


"Tebasan air!" seru salah satu pemuda sambil menebaskan pedangnya kearah lawannya.


Swooshh...


Melihat bilah pedang yang melesat menuju kearahnya, sang pemuda sama sekali tidaklah takut atau ada perubahan pada raut wajahnya. Dia justru terlihat tersenyum lebar dan bersiap untuk menyambut serangan kuat itu.


Dengan senjata palu yang ada ditangannya, sang pemuda lalu mengayunkannya untuk memblokir serangan lawannya.


"Palu neraka! Hantam!" teriak pemuda itu lalu sebuah bayangan palu sangat besar berwarna merah muncul dari hasil serangan pemuda itu lalu bertabrakan dengan dengan bilah pedang air itu.


Boommmm...


Ledakan keras terjadi yang membuat salah satu dari kedua pemuda itu terlempar beberapa meter kebelakang. Tentu saja pemuda yang terlempar itu adalah pemuda yang memiliki serangan pedang air. Sementara untuk pemuda yang memiliki serangan palu neraka,hanya tersenyum sambil berdiri ditempatnya sebelumnya tanpa bergeser sedikit pun.


Pemuda yang memiliki serangan pedang air itu kembali bangkit dan terbang berhadapan lagi dengan sang pemuda bersenjatakan palu berjarakkan lima puluh meter. Dia berniat akan kembali menyerangnya namun gerakannya terhenti saat tiba-tiba suhu udara disekitar mereka berdua menurun drastis dan menjadi sangat dingin.

__ADS_1


Kedua pemuda itu spontan menjadi serius. Bahkan bukan hanya mereka berdua, para penonton yang ada disekitar halaman itu yang juga merasakan udara dingin itu juga mengubah raut wajahnya.


"Ayah dan kakak Xuan Ji sedang berpesta, mengapa tidak mengajakku?" tanya sebuah suara dari seorang gadis belia yang sangat mereka berdua sangat kenal.


Swoossshh...


Tiba-tiba sebuah serangan berbentuk pedang es abadi melesat dengan kecepatan cahaya menuju kearah pemuda yang memakai palu sebagai senjata yang tidak lain adalah Xuan Ji.


"Sial!" ucap Xuan Ji lalu bersiap untuk menyambut serangan itu. Karena mustahil baginya untuk menghindar ataupun berkelit.


Dengan menyuntikkan energi Qi miliknya dalam jumlah sangat besar, Xuan Ji mengayunkan palunya untuk memblokir serangan.


Buummmm...


Ledakan super dahsyat yang lebih beberapa kali lipat dari ledakan serangan yang terjadi saat Xuan Ji dan orang yang dipanggil ayah oleh suara gadis itu. Efek ledakan itu membuat Xuan Ji terlempar hingga beberapa puluh meter. Tidak hanya itu saja, pada bagian tangan dan palu miliknya juga dibuat membeku dengan es abadi.


Sementara orang yang dipanggi ayah yang tidak lain adalah Ling Jiu hanya bisa melongo melihat Xuan Ji yang terlempar begitu saja hanya dengan serangan tunggal.


"Sekarang giliranmu ayah! Ayo buktikan, siapa yang lebih hebat diantara kita!" ucap suara gadis mungil itu lagi.


Ling Jiu menjadi sangat waspada saat seseorang yang dia kenal sebagai putrinya menantangnya untuk bertarung. Dia sangat yakin bahwa hal ini adalah suruhan dari Tuan Mudanya, Ling Tian.


'Sialan Tuan Muda! Dia mengajari putriku untuk menjadi durhaka kepada ayahnya!' batin Ling Jiu dengan kesal.


Namun dalam hatinya dia sangat terkejut dan juga bangga kepada putrinya itu yang kini sudah menjadi orang yang sangat kuat bahkan mungkin telah melebihi kekuatannya sendiri yang kini hanya berada di ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 2.


"Jangan pernah mengendurkan kewaspadaan saat bertarung ayah!" ucap Ling Xing'er yang tiba-tiba muncul dibelakang Ling Jiu.


"Kejutan!" ucap Ling Xing'er lagi sambil mengibaskan tangannya.


Swosh!

__ADS_1


Ling Jiu yang terkejut hendak menghindar dari serpihan kecil es abadi itu namun dirinya sedikit terlambat. Alhasil, Ling Jiu berbasi dibekukan separuh tubuhnya oleh Ling Xing'er putrinya.


"Hahaha.. Murid dari guru yang paling keren dan tampan sejagat raya memanglah terbaik!" seru lantang Ling Tian yang tiba-tiba muncul diatas langit.


__ADS_2