
Aksi yang dilakukan oleh Ling Tian kepada Mao An langsung menarik perhatian semua orang termasuk orang-orang yang mengenalnya.
'Tuan Muda Ling Tian!' batin Patriark Zhong Lin dari Asosiasi Alkemis, Patriark Wen Wushang dari Organisasi Naga Pengelana, Patriark Ma Rong dari Paviliun Harat Karun dan masih banyak lagi.
Mereka hanya membatin saja dan tidak menuju ke Ling Tian untuk mendekat kecuali dua orang saja yang tidak lain adalah Kong Ki dan Liong He.
"Salam Tuan Muda!" ucap keduanya sambil menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat.
"Oh.. Kong Ki dan Tetua Liong He! Salam!" balas Ling Tian yang sedikit terkejut akan kehadiran mereka berdua.
Ketiganya berbincang-bincang sejenak untuk memberikan salam pertemuan kembali sesama kenalan sebelum akhirnya Ling Tian meminta mereka untuk masuk terlebih dahulu karena dia memiliki sedikit urusan lagi.
Keduanya lalu menangkupkan kedua tangan untuk memberikan penghormatan untuk Ling Tian lalu pergi memasuki portal yang berada diatas mereka.
Ling Tian tersenyum melihat portal tenang itu dan mengingat apa yang telah dilakukannya kepada Mao An. Dia yakin bahwa Mao An sekarang sedang mengumpatinya di dunia dibalik portal.
"Hehehe.. Maafkan aku saudaraku! Tapi aku ingin memberikan sedikit pelajaran kepada cacing hijau kecil itu terlebih dahulu sebelum ikut masuk!" ucap Ling Tian sambil melihat kearah sang Naga Hijau yang langsung mengerutkan keningnya.
Sang Naga Hijau langsung teringat akan desas-desus kabar yang mengatakan bahwa Yang Agung Sang Naga Petir Kekacauan dibully oleh seseorang dan dihajar hingga babak-belur hingga menjadi bahan tertawaan para naga lainnya.
Sang Naga Hijau langsung tercekat saat orang yang membully Naga Kekacauan adalah orang yang sedang berhadapan dengannya. Keringat dingin langsung mengucur dari punggung dan wajah Sang Naga Hijau.
Sang Naga Hijau memang kuat dalam hal jiwa. Bahkan mungkin yang terkuat saat ini di Alam Semesta. Namun Ling Tian yang jiwa sebenarnya adalah jiwa orang lain yang merupakan murid dari Sang Maha Dewa tidak bisa bagi Sang Naga Hijau menandinginya sama sekali. Itu artinya Sang Naga Hijau kini menjadi orang kedua yang terkuat dalam hal jiwa setelah Ling Tian.
"Tungg-.."
Boommmmm...
Dia ingin berbicara, namun Ling Tian langsung meninju kepala atasnya dengan bogem mentah yang membuat Sang Naga Hijau itu sangat pusing dan terhempas dan menghancurkan bukit yang ditungganginya.
"Cih! Mengapa kamu sangat menurut dengan orang tua sialan itu cacing kecil?" tanya Ling Tian dengan nada sangat kesal.
Boommm... Boommm...
Boommm...
Ling Tian terus menghajar Sang Naga Hijau yang sama sekali tidak berdaya dan tidak bisa membalas.
"Ayo jawab cacing biru sialan!" teriak Ling Tian dengan marah.
"Eh.. Maaf! Maksudku cacing hijau sialan!" ralatnya.
__ADS_1
"Ampun Bos! Ampun! Hamba yang kecil ini tidak berani menolak perintah beliau!" sahut Sang Naga Hijau yang sudah kesakitan.
***
Alam Menengah.
"Ha.. Hachimmmm!"
Pemuda berjubah biru yang tidak lain adalah Long Yuan yang sedang berpesta bersama pemud tampan berambut putih didalam sebuah rumah makan super mewah dengan bergedungkan lima puluh lantai yang ada pelayanan plus-plus tiba-tiba bersin dengan sangat keras hingga seluruh rumah makan itu bergetar dibuatnya.
"Ada apa kakak Yuan?" tanya pemuda tampan berambut putih yang tidak lain adalah Ling Hu.
"Cih! Sial! Seseorang pasti sedang membicarakan Naga Agung ini! Huh! Menjadi tampan dan kuat memang banyak sekali yang iri!" jawab Long Yuan dengan bangganya lalu setelahnya kembali mengajak adiknya itu untuk melanjutkan pesta minum-minumnya yang ditemani oleh wanita-wanita cantik.
***
Rooaarr...
Boommm... Boommm...
Boommm...
Ling Tian terus menghajar Naga Hijau itu hingga benar-benar babak-belur dan tidak berdaya sama sekali. Dia hanya bisa mengaum kesakitan saat bogem mentah Ling Tian mengenai tubuh dan kepalanya.
"Cih! Itu adalah hukuman bagi orang yang berkomplot dengan Guru tua bangka itu untuk mengejaiku!" kata Ling Tian langsung terbang memasuki portal dengan paksa.
Kejadian Ling Tian yang menghajar habis-habisan sang Naga Hijau membuat orang-orang yang tidak ikut masuk dan berada diluar kawasan terlarang membelalakkan matanya tidak percaya.
Sementara untuk Sang Naga Hijau sendiri yang pura-pura hampir mati dan tidak berdaya itu langsung membuka matanya lagi dan merasakan sukujur tubuhnya sakit semua.
'Sial! Bocah bau murid Sang Maha Dewa benar-benar tidak berbelas kasihan sama sekali!' keluhnya sambil berusaha memulihkan diri.
Namun sebelum dia melakukannya, Sang Naga Hijau melihat kearah semua orang yang menatapnya dengan tatapan aneh dan remeh.
GROOAAARRRR...
Dia mengaum dengan keras dan menyerang jiwa semua orang ditempat itu tanpa terkecuali sehingga mereka semua langsung bertekuk lutut dan memuntahkan seteguk darah.
'Cih! Orang-orang lemah seperti kalian berani memandang remeh Sang Naga Jiwa ini!' batin Naga Hijau sambil tersenyum sinis lalu bergerak memungkuri semua orang lalu memulihkan luka-luka yang diberikan oleh Ling Tian tanpa menghiraukan semua orang yang dibuatnya bertekuk lutut dan memuntahkan seteguk darah.
.
__ADS_1
.
"Sial! Naga Hijau itu ternyata sangat kuat dan kejam!" ucap seorang pria baya yang sebelumnya melihat Naga Hijau yang habis dipukuli dengan tatapan remeh dan menghina. Dia dan semua orang sungguh tidak menyangka akan mendapatkan serangan jiwa yang langsung membuat mereka semua terluka hanya dalam satu serangan auman.
"Benar!" kata pria lainnya yang sama mendapatkan serangan mengerikan itu.
"Tapi bagaimana mungkin pemuda bertopeng sebelumnya bisa menghajar habis-habisan Naga Hijau itu?" tanya salah satu orang yang merasa keheranan.
"Aku tidak tahu! Tapi mungkin dia adalah dewa yang menyamar atau mungkin orang yang memiliki orang dalam di surga sehingga Naga Hijau itu tidak berani melawannya!" jawab salah satu orang serampangan.
"Cih! Mana mungkin itu bisa ada! Dewa tidak mungkin bisa masuk kedalam dunia kita ini karena ada hukum ruang yang akan menekannya hingga titik terendah! Lalu alasanmu yang kedua terdengar agak masuk akal!" sahut yang lainnya.
Mereka semua akhirnya duduk diatas tanah untuk memulihkan kembali kekuatan jiwanya yang hampir goyah dan terluka seperti terkena sayatan itu.
***
Ling Tian masuk kedalam portal itu yang langsung disambut oleh serangan dari cahaya berwarna hitam dan putih yang memiliki energi aneh namun sangat kuat.
Boommm... Boommm...
"Ugh!"
Ling Tian sampai memuntahkan seteguk darah dari mulutnya karena meskipun tubuhnya kuat, tapi organ tubuh bagian dalamnya tetaplah seperti orang pada umumnya.
Terlebih, energi cahaya hitam dan putih itu seperti terus mengincar bagian dada hingga perutnya yang membuat Ling Tian harus melindungi bagian-bagian itu terus-terusan lalu bagian-bagian tubuhnya yang lain terlewatkan.
Boommm... Boommm...
Boommm...
"Uhuk!"
Ling Tian batuk darah dan terluka dalam sangat parah.
"Sial! Jika engkau tidak memberikan kompensasi yang memuaskan, maka aku pasti akan menendang pantatmu tua bangka sialan!" teriak Ling Tian yang kesal kepada gurunya.
Dia lalu melihat beberapa orang yang juga melewati lorong itu, namun dengan santainya mereka lewat karena ada penghalang yang timbul dari token yang sebelumnya diberikan oleh sang Naga Hijau.
"Kampret sialan!" gerutu Ling Tian sambil terus menghindari serangan cahaya hitam dan putih yang terus menerjangnya tanpa henti.
________________________________________
__ADS_1
YOOK... VOTE VOTE😁📢