Ling Tian

Ling Tian
Turnamen Alkemis 10 [Babak Final]


__ADS_3

Xiao Ciyu memusatkan pekerjaannya. Dia sama sekali berusaha tidak mendengar apapun yang dia dengar ditelinganya. Yang terpenting baginya adalah memurnikan pil roh tingkat 4.


Tindakan yang dilakukan oleh Xiao Ciyu yang meminta bahan-bahan atau tanaman obat yang digunakan membuat pil tingkat 4 sebenarnya menuai protes keras dari perwakilan Klan Xiao dan Klan Lian yang berada di jajaran tamu kehormatan. Mereka semua tahu betul bahwa kemampuan Xiao Ciyu hanyalah sebatas bisa memurnikan pil roh tingkat 3 kualitas menengah.


Namun ada satu orang yang memperlihatkan ekspresi yang berbeda. Pandangan matanya terlihat cukup antusias dengan aksi Xiao Ciyu. Senyuman dibibir orang tersebut juga terukir dengan jelas.


"Xiao Ciyu ini cukuplah cerdas!" ucap orang tersebut pelan memberikan komentar.


Seorang gadis yang duduk tidak jauh dari orang tersebut menengok dan memandangi orang yang berucap.


"Saudara Tian! Apakah yang kamu ucapkan sebelumnya? Pintar?" tanya gadis tersebut yang tidak lain adalah Zhong Nian dan orang yang berkomentar sebelumnya adalah Ling Tian.


"Ah! Tidak apa-apa saudari Nian! Dan benar! Gadis dari Klan Xiao itu cukuplah pintar!" jawab Ling Tian dengan tersenyum. Pandangannya terus fokus kepada Xiao Ciyu.


"Pintar dari segi apanya saudaraku? Bukankah dirinya cukup bodoh menurutku? Dia meminta tanaman obat yang cukup untuk membuat pil roh tingkat 4. Padahal dia sendiri mengetahui batasannya yang tidak mungkin memurnikan pil tersebut!" ujar Zhong Nian memberikan pendapatnya.


"Bukan itu yang menjadi masalahnya. Turnamen babak final ini adalah turnamen yang dinilai dari segi kualitas pil yang berhasil dimurnikan! Dengan bahan yang berkualitas lebih tinggi, jika memang dia tidak bisa membuat pil roh tingkat 3, maka pil tersebut akan menjadi pil roh tingkat 3 kualitas menengah atau paling mentok kualitas tinggi! Bukankah itu cukup pintar?" kata Ling Tian menjelaskan.


Zhong Nian memelototkan matanya saat menyadari hal sederhana ini dia ikut memandangi Xiao Ciyu yang masih sibuk memanaskan tungku pil dan terus memasang wajah tenang.


"Kamu benar saudara Tian! Mengapa aku tidak menyadari sejak awal! Padahal jelas-jelas pihak panitia menyediakan bahan-bahan yang bisa dibuat untuk memuat pil roh tingkat 4. Ah! Betapa bodohnya aku!" ujar Zhong Nian yang cukup frustasi.


"Hahaha.." Ling Tian hanya menanggapinya dengan tertawa. Dia lalu kembali melihat kearah dimana Xiao Ciyu sedang memurnikan pil roh.


Xiao Ciyu melewati tahap demi tahap dari proses pembuatan pil roh hingga saat ini tibalah dirinya diproses yang paling menguras energi. Dan benar! Proses ini adalah proses pensucian pil yang mengharuskan menggunakan kekuatan jiwa yang sangat banyak.


Dalam hal ini, Xiao Ciyu memasang wajah sangat serius. Dia berharap kekuatan jiwanya akan cukup sebelum dirinya kehilangan kesadarannya karena terlalu lelah.

__ADS_1


'Xiao Ciyu! Kamu harus kuat!' gumam Xiao Ciyu memberikan semangat kepada dirinya sendiri.


Xiao Ciyu mulai mengalirkan energi jiwanya dan mentransfer kedalam pil yang sedang melayang diatas telapak tangan kirinya. Seketika cahaya kebiruan bersinar dari pil tersebut. Cahaya itu terlihat bersinar namun tidaklah cukup terang.


Waktu terus berlalu. Tidak terasa sudah hampir lima belas menit bagi Xiao Ciyu mensucikan pil roh. Wajah Xiao Ciyu tampak sangat kelelahan dan terlihat sangat pucat. Pada akhirnya, Xiao Ciyu berhasil mensucikan pil roh lalu dengan cepat melempar pil tersebut kearah dewan juri sebelum dirinya tumbang karena pingsan.


Pil roh kebiruan yang sedang melayang kearah dewan juri langsung ditangkap oleh Patriark Zhong Lin. Patriark Zhong Lin langsung bisa mengenali pil roh tersebut adalah pil tingat 3 dengan kualitas menengah. Pil biru itu bernama Pil Quili.


Pil Quili adalah pil yang berguna untuk menguatkan fisik dan tulang seseorang yang belum pernah mempelajari kultivasi.bisa dikatakan pil tersebut adalah pil yang hanya berguna bagi anak-anak dibawah umur sebelas tahun. Karena merekalah yang belum menggapai kependekaran.


Pil Quili ini cukup mahal harganya dan sangat diminati oleh orang-orang karena kegunaannya. Siapa yang mengkonsumsi pil ini, maka tubuh anak tersebut sudah siap jika harus diisi atau dialiri oleh energi Qi yang kuat.


Ling Tian hanya melihat sekilas pil tersebut lalu kembali memalingkannya untuk melihat kondisi Xiao Ciyu. Ling Tian tentu mengetahui nama dan fungsi dari Pil Quili. Itu sebabnya dirinya tidak terlalu tertarik.


'Gadis ini cukup berbakat! Namun kekuatan jiwanya sangatlah lemah! Harusnya, saat tingkatan kultivasinya sudah mencapai ranah Pendekar Emas maka kekuatan jiwanya cukup untuk memurnikan pil roh tingkat 4!' gumam Ling Tian.


.


.


Xiao Ciyu segera dievakuasi dan diberikan pertolongan pertama. Para anggota panitia turnamen segera membawanya turun dari panggung arena. Sementara Tetua Zhong Mingzi kembali melayang untuk mengumumkan siapa lagi peserta yang harus tampil.


Sesuai dugaan, Ling Tian harus menjadi peserta terakhir yang tampil setelah Lian Uzu dari Klan Lian menjadi peserta yang nomor dua. Lalu disusul Si Dewi Alcemis dari Kota Obat, Zhong Nian.


Ling Tian menunggu semuanya dengan sabar. Hampir enam jam bagi ketiga peserta sebelum Ling Tian untuk menyelesaikan proses pemurnian. Ketiganya hanya mampu membuat pil roh tingkat 3 dan semuanya pada kualitas menengah. Sesuatu yang akan menjadi tolak ukur dan penilaian yang sulit untuk para dewan juri.


Tetua Zhong Mingzi akhirnya mengumumkan bahwa peserta terakhir untuk menaiki panggung.

__ADS_1


"Hadirin sekalian! Sekarang tibalah peserta yang terakhir sekaligus kuda hitam pada turnamen kali ini! Marilah kita sambut.. Pendekar Tian!" seru Tetua Zhong Mingzi.


Para penonton bersorak dengan antusias karena sebentar lagi mungkin akan mendapatkan tampilan yang menarik.


Perlu diketahui juga bahwa Ling Tian yang didaftarkan diri oleh Ling We dan Zhong Nian tidaklah menggunakan nama marganya. Ling We sengaja melakukannya karena biasanya dia selalu melihat saudaranya memasang low profil dan terkesan menyembunyikan identitasnya. Dan ternyata benar! Ling Tian sangat senang akan hal tersebut dan memberikan Ling We yang pengertian beberapa batu roh tingkat rendah dan menengah.


Kali ini, Ling Tian tidaklah berjalan dengan santai seperti biasanya. Dia menghilang dari tatapan semua orang, lalu satu detik kemudian dirinya sudah muncul diatas panggung dan berada didepan meja yang tersedia.


Hal itu sengaja Ling Tian lakukan melihat sudah banyak sekali orang-orang dari berbagai kalangan yang menginginkan dirinya direkrut untuk menjadi bagian dari mereka. Entah itu dengan cara damai ataupun cara paksa. Bisa dikatakan, aksinya kali ini untuk memberikan mereka peringatan agar tidak ada siapapun yang berani macam-macam dengannya.


Semua orang tahu dengan pasti, jika dalam posisi pertarungan dan Ling Tian mempunyai kecepatan seperti itu, maka tidak akan ada yang selamat dari tebasan pedang atau tusukan tombak Ling Tian.


Semua orang sangat terkejut bahkan beberapa orang yang sudah mencapai ranah Pendekar Berlian sampai memelototkan matanya karena tidak mampu mengikuti kecepatan gerak Ling Tian.


"Sangat cepat!"


__________________________________________


*Mohon maaf.. Karena gagal fokus, Author kemaren sampai menulis ada 4 peserta yang lolos dari babak kedua selain Ling Tian dan memasuki babak final. Diantaranya adalah Tuan Muda Huang Cai.


Author sudah meralatnya dan menghapus Huang Cai dari peserta yang lolos. Dia harus gugur di babak kedua dan menerima kenyataan pahit akan kekalahannya terhadap dua peserta dari Klan Lian dan Klan Xiao yang tidak terduga.


Mohon readers LT memaklumi kesalahan dan kegalfokkan Author ini. 🙈 Biasalah.. Kan Author lagi anu, jadi yaa seperti itulah.


Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya.🙏


Yang belum vote dan gift juga boleh di klik tombolnya masing-masing.😁

__ADS_1


Oiya, satu lagi! Author tidak bisa memastikan pada bulan ini akan Up 2 bab perharinya. Intinya, akan selalu Up meski cuman 1 bab.


__ADS_2