
Swooshh... Swoosshh...
Ratu Siluman Huli Hei terus menyemburkan serangan racun dari mulutnya tanpa menghiraukan ejekan yang keluar dari mulut Ling Tian. Namun setelah hampir lima belas menit melakukan hal yang sama dan tidak menemukan hasil apapun Ling Tian dengan gesit terus menghindarinya akhirnya dirinya berhenti.
'Cih! Dia benar-benar lincah seperti tupai!' gerutu Ratu Huli Hei dalam hatinya.
"Ahahaha.. Apakah hanya seperti itu saja seranganmu gadis ular?" tanya Ling Tian sambil tertawa mencibir. Dia sengaja melakukan provokasi tersebut untuk memancing kemarahan Ratu Siluman itu karena Ling Tian dapat melihat wajah wanita itu masih saja tenang saat menghadapinya. Lain dengan Raja Beast Kong Ki yang sudah meledak-ledak amarahnya.
Ling Tian lalu melayang diudara dan mengibaskan tangannya yang telah dialiri energi Qi. Kabut asap beracun sekaligus mengandung ilusi yang berwarna hijau itu langsung menghilang karena tiba-tiba diterpa oleh angin yang cukup kencang.
Ling Tian dapat melihat Ratu Siluman itu sudah mundur dan berada disisi Raja Beast Kong Ki.
"Bagaimana? Apakah hanya itu kemampuan yang kalian berdua miliki?" tanya Ling Tian.
"Kau terlalu sombong bocah bau! Sebelumnya adalah uji coba dari kami berdua untuk mengukur seberapa tinggi kekuatanmu! Dan ternyata dirimu cukup lumayan!" jawab Raja Beast Kong Ki memberi sebuah alasan.
"Ohh? Benarkah begitu? Aku cukup terkesan!" kata Ling Tian sambil tersenyum.
"Keparat! Kau terlalu arogan dengan kekuatan kecilmu bocah!" teriak Raja Kong Ki.
Dia mengeluarkan sebuah palu gada dari cincin penyimpanan miliknya sementara Ratu Siluman Huli Hei mengeluarkan pedang berwarna hijau yang kentara dengan aura racun tingkat tinggi.
Nguung..
Kedua senjata pusaka tingkat hijau menengah itu berdengung lirih dan mengeluarkan aura keganasannya.
"Ohoo.. Kera jelek! Aku juga punya palu!" ucap Ling Tian yang juga mengeluarkan palu dari cincin penyimpanan.
Nguuung...
Palu milik Ling Tian berdengung lebih keras dari dua senjata milik lawannya dan mengeluarkan aura yang lebih mendominasi dari keduanya saat Ling Tian mengalirkan Qi kedalamnya.
Perbedaan tingkat senjata pusaka terlihat begitu kentara dan segera disadari oleh kedua lawan Ling Tian.
"Pusaka tingkat merah!" ucap Raja Beast dan Ratu Siluman bersamaan.
"Ohoo.. Apakah kalian menyerah sekarang?" Ling Tian bertanya.
"Menyerah? Hahaha.. Justru aku akan merebut palu itu darimu dengan membunuhmu!" ucap Raja Kong Ki menjawab dengan tawanya yang percaya diri.
__ADS_1
"Begitukah? Coba saja jika kau bisa!" ujar Ling Tian.
Ketiganya lalu saling melesat kesatu titik temu. Raja Beast Kong Ki dan Ratu Siluman Huli Hei menyerang Ling Tian secara bersamaan dari sisi yang berbeda. Mustahil bagi siapapun untuk menghindari salah satu dari kedua serangan tersebut.
Traank! Bamm..
"Apaaa!" Raja Beast Kong Ki dan Ratu Huli Hei sangat terkejut.
Kedua serangan itu dapat dihalau bersamaan oleh Ling Tian dengan gerakan palunya yang sangat cepat dan tidak dapat dilihat oleh mata. Halauan serangan itu bahkan membuat kedua penyerang terpukul mundur beberapa langkah.
"Sangat mengerikan! Jika itu orang lain, pasti dia sudah mati!" ucap Ling Tian.
"Baiklah.. Sekarang giliranku!" lanjutnya lalu menyerang kedua lawannya.
Swossh...
Bommm... Trank! Bommm...
Traaank! Trank! Bamm...
Bamm... Tring!
Bunyi dari benturan dua senjata terdengar sangat memekakkan. Pertarungan ketiganya berjalan dengan sangat sengit. Meski begitu, Ling Tian belumlah mengeluarkan kekuatan sejatinya untuk melawan Raja Beast dan Ratu Siluman.
Bamm... Bamm...
Trank! Trank! Trank!
Suara benturan dua benda keras terus bergema. Bahkan beberapa jendral dan komandan yang sedang melawan Zhuge Ruxu dan Mao An dibuat sangat terkejut.
"Apaa! Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu sedang diserang!" seru salah satu jendral besar dari hewan siluman. Dia ingin beranjak dari tempatnya dan membantu Sang Ratu namun segera di cegat oleh Zhuge Ruxu dengan serangan petir kuningnya yang sangat kuat.
Slaasshh...
Boommmm...
Ledakan terjadi saat serangan petir itu menghantam telak jendral besar siluman itu dan melukainya.
"Kau lebih baik mengkhawatirkan nyawamu sendiri daripada nyawa orang lain!" ucap Zhuge Ruxu lalu memberikan serangan susulan untuk memberikan luka yang lebih parah lagi untuk sang jendral besar bangsa siluman tersebut.
__ADS_1
Slaassh...
Duaar!
Jendral siluman itu terlempar jauh dan menghantam tanah dengan keras hingga membuat sebuah ceruk yang cukup dalam. Luka yang sebelumnya telah dia dapatkan kini menjadi semakin parah saja.
Zhuge Ruxu ingin melayangkan satu kali lagi serangan petirnya namun dengan cepat dirinya dihadang oleh para jendral dan komandan lain dari para siluman dan monster beast.
.
.
Tidak terasa pertarungan antara Ling Tian dan dua pemimpin para beast dan siluman itu sudah berjalan lebih dari satu jam. Berbagai luka memar karena terkena hantaman palu Ling Tian terlihat jelas disekujur tubuh kedua lawannya. Sementara Ling Tian sendiri masih dalam keadaan sehat wal afiyat tanpa goresan atau luka sedikitpun karena memang tidak ada satu serangan pun dari kedua lawan yang mengenainya.
Wajah Raja Beast dan Ratu Siluman sudah terlihat sangat kelelahan. Berbagai macam usaha telah mereka kerahkan untuk mengalahkan Ling Tian. Tenaga dan energi Qi keduanya sampai terkuras hampir habis saat ini. Namun mereka hanya bisa menelan ludah pahit karena Ling Tian masih segar bugar dengan wajah yang terus masih dengan ketenangannya.
"Bagaimana jika kalian menyerah saja? Mungkin aku masih bisa memberikan pertimbangan kehidupan kalian!" ucap Ling Tian disela pertarungan.
Duak! Duak!
Ling Tian berhasil melancarkan tendangan kepada kedua lawannya dengan telak hingga mereka terlempar beberapa meter.
Bammm...
Keduanya terjatuh menghantam tanah dengan keras.
"Apa yang kau inginkan dari kami? Dan bisakah kau menjamin keselamatan kami berdua jika kami menyerah?" tanya Raja Beast Kong Ki dengan lemah setelah dia bangkit dan berdiri.
Ratu Siluman Huli Hei juga mengikutinya dengan tanpa protes atas ucapan Kong Ki. Dia sadar jika lawannya hanya bermain-main saja tanpa mengerahkan segenap kekuatan yang dimiliki. Dia juga tidak merasakan ada niat membunuh yang dipancarkan dari pemuda bertopeng itu seperti halnya yang dia lakukan bersama Raja Beast King Ki.
"Aku bukan hanya akan menjamin keselamatan kalian! Namun aku akan menghentikan semua pertarungan jika kalian mau menjadi abdiku!" ucap Ling Tian memberikan jawaban.
Raja Beast dan Ratu Siluman terdiam saat mendengar syarat yang diajukan Ling Tian. Syarat itu begitu sangat berat bagi mereka namun mereka juga tidak mau jika kaum mereka terus dibantai oleh kelompok pemuda bertopeng.
Setelah hening beberapa saat dan berdiskusi lewat telepati, keduanya akhirnya sepakat untuk menjadi bawahan atau abdi dari pemuda bertopeng.
"Baiklah Tuan Muda! Kami akan menjadi bawahanmu!" ucap Kong Ki dan Huli Hei serentak sambil berlutut didepan Ling Tian.
Ling Tian membuat gerakan segel ditangannya dan melemparkannya kepada Raja Beast dan Ratu Siluman. Setelah itu, dia terbang melayang dan melihat pertarungan yang berkecamuk hebat antara para beast dan hewan siluman dengan Fraksi Naga Emas dan kelompok kecilnya.
__ADS_1
"Hentikan pertempuran! Atau aku akan membunuh kalian semua!" teriak Ling Tian dengan menggunakan Qi sehingga dapat didengar oleh semua orang. Aura kultivasi disertai niat membunuh yang sangat pekat dan tiada batas juga terpancar dengan jelas dari tubuhnya.
Pertarungan seketika terhenti saat mereka terkena sapuan aura dan mendengar teriakan Ling Tian. Suasana di area pertempuran menjadi sangat hening dan sepi layaknya kuburan. Semua mata kini terfokus kepada satu titik temu yaitu seorang pemuda bertopeng separuh wajah dengan jubah hitam yang sedang melayang diatas langit.