Ling Tian

Ling Tian
Perang Takdir 10


__ADS_3

Hanzhen Fang langsung terlempar puluhan meter saat menerima serangan kejutan dari Mao An. Akan tetapi hal tersebut tidak membuat sedikit pun tubuhnya terluka karena tubuh fisiknya yang sangat kuat.


Hanzhen Fang langsung bangkit lagi dan justru tertawa terbahak-bahak setelahnya. Mao An langsung memberikan serangan susulan dengan tombak pusaka tingkat merahnya. Namun kali ini Hanzhen Fang lebih sigap dan menangkis serangan itu menggunakan tangan kosongnya.


Boommm...


Ledakan besar kembali terjadi saat kedua serangan dari Mao An dan Hanzhen Fang saling bertemu. Keduanya sama-sama terhampar ke belakang puluhan langkah karena memiliki kekuatan yang sama yaitu berada di Ranah Kaisar Puncak.


'Sial! Fisiknya sangat kuat sekali!' batin Mao An yang merasakan tangan kanannya yang memegang tombak sedikit kebas dan bergetar akibat benturan sebelumnya.


"Hahaha.. Aku adalah Hanzhen Fang! Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki tubuh fisik sekuat diriku!" seru Hanzhen Fang yang bertujuan untuk mengejek Mao An.


"Kau terlalu sombong batu sialan!" ujar Mao An lalu kembali bergerak maju menyerang Hanzhen Fang.


Hanzhen Fang tentu saja juga mengikuti langkah yang dilakukan oleh Mao An. Dengan tangan kosongnya yang sekuat batu, dia terus menggagalkan setiap serangan tusukan atau tebasan dari tombak lawan sehingga Mao An tampak terlihat sangatlah frustasi.


"Hanya senjata tingkat merah saja tidak akan sanggup untuk menggores tubuhku ini!" ujar Hanzhen Fang dengan sombongnya.


"Bisakah kau diam batu jelek!" seru Mao An dengan kesel kemudian mengalirkan lebih banyak energi Qi ke dalam tombak pusakanya sehingga tombak tersebut pun langsung berdengung dengan sangat keras dan mengeluarkan sinar merah kehitaman.


Tombak Mao An terlihat benar-benar sangat mengerikan dengan aura mencekam yang tidak terelakan.


"Hoo.. Sepertinya kamu sudah mulai serius untuk melawanku!" ujar Hanzhen Fang dengan seringai tipis terpancar dari sudut bibirnya.


Kali ini Mao An tidak lagi menanggapi ocehan dari batu yang menjadi lawannya itu. Dia terus membuat gerakan tusukan ataupun hantaman menggunakan tombaknya serta melakukannya dengan cara bertubi-tubi dan tidak berhenti sama sekali.


Hanzhen Fang yang tidak diberikan sedikitpun waktu meskipun hanya untuk mengambil nafas langsung menjadi kesal akan hal itu. Dia kemudian mengalirkan energi Qi yang sangat besar ke tinjunya dan mengayunkannya ke arah dada dari Mao An.

__ADS_1


Bam!


Mao An terhempas beberapa langkah namun dia telah berhasil memblokir serangan yang akan mengakibatkan kefatalan jika sampai mengenainya.


'Apakah aku juga harus bertransformasi menjadi macan malam agar dapat mengimbangi kekuatan fisik miliknya?' Mao An bergumam kepada dirinya sendiri.


'Ah! Itu terlalu cepat! Aku masih ingin mengetahui batasan yang kumiliki!' selanjutnya lagi yang memutuskan tidak akan menggunakan mode transformasinya terlebih dahulu.


Mao An menatap tajam ke arah Hanzhen Fang yang tersenyum menyeringai kepadanya.


"Waktunya untuk lebih serius!" ujar Mao An lalu melesat maju lagi menyerang Hanzhen Fang.


.


.


Di sisi lain, Bai Si'er sudah menggunakan mode transformasinya yang tidak lain adalah berwujud singa putih yang terlihat sangatlah berwibawa sekaligus mengerikan untuk melawan Hanzhen Yuan.


Padahal bisa dikatakan bahwa elemen es yang dimiliki oleh Klan Bai merupakan salah satu elemen es abadi yang sangat kuat dan tidak dapat dilelehkan dengan mudah oleh elemen api. Namun elemen apa yang dimiliki oleh mereka yang berasal dari klan dewa jatuh tentulah tidak akan kalah dengan semudah itu.


Hanzhen Yuan senyum menyeringai menatap Bai Si'er yang telah dalam mode transformasinya itu.


"Singa betina yang sangat cantik! Bagaimana jika kamu menjadi peliharaanku saja dan menjadi tunggangan untukku bepergian keliling dunia?" ujarnya yang sedikit menyayangkan jika singa betina secantik Bai Si'er harus mati dengan sia-sia.


"Cih! Lebih baik aku mati daripada harus menjadi tungganganmu!" sahut Bai Si'er lalu meloncat dengan kecepatan tinggi untuk menerkam manusia yang sekuat batu itu.


Bai Si'er menggunakan cakar dan giginya yang setajam pedang untuk menyerang lawannya itu. Namun Hanzhen Yuan tentu saja tidak hanya diam saja dan menerima dengan pasrah tubuhnya yang diterkam oleh singa betina itu.

__ADS_1


Hanzhen Yuan mengalirkan energi Qi yang cukup banyak ke arah telapak tangannya lalu membuat gerakan seperti sedang menempel sesuatu.


Boommm...


Saat cakar Bai Si'er dan telapak tangan dari Hanzhen Yuan saling bertemu, maka terjadilah sebuah ledakan energi yang sangat besar yang menyebar ke segala arah sehingga menghempaskan apapun yang berada di sekitar mereka berdua kecuali untuk Mao An dan Hanzhen Fang yang juga sedang bertarung.


Area di sekitar Bai Si'er dan belakang punggungnya langsung berubah menjadi es, sementara area yang berada di sekitar Hanzhen Yuan dan belakang punggungnya menjadi si jago merah atau kobaran api.


'Singa betina ini ternyata cukup kuat juga! Dia benar-benar membuatku terkesan!' gumam Hanzhen Yuan yang mengakui kehebatan dan kekuatan tempur dari Bai Si'er.


'Tapi aku tidak akan mungkin kalah!' ujarnya lagi lalu bergerak maju tidak memberikan kesempatan kepada singa betina itu untuk memulihkan kekacauan energi yang berada di dalam tubuhnya akibat efek ledakan sebelumnya.


"Jika tidak mau menjadi tunggangan udah hari sosok mulia sepertiku, masa matilah saja kau singa jelek!" seru Hanzhen Yuan sembari mengayunkan telapak tangannya yang sudah dipenuhi dengan energi Qi api berwarna kehitaman.


"Ingin membunuhku? Kau hanya bermimpi saja!" balas Bai Si'er kemudian membuat gerakan cakar untuk memblokir serangan tapak tersebut.


Boommm...


Bai Si'er terlempar puluhan meter oleh tapak dari Hanzhen Yuan dan berakhir dengan terhempas sangat keras menghantam tanah. Bai Si'er langsung batuk darah yang menandakan bahwa dia terluka dalam serta mode transformasinya langsung menghilang.


'Apa yang terjadi? Mengapa aliran energi Qi dalam tubuhku tidak beraturan?' batinnya sembari memegangi dadanya yang terasa sangat sesak.


***


Di sisi lain lagi, Ling We yang sedang berhadapan dengan Hanzhen Ping San tiba-tiba saja mengerutkan keningnya saat merasakan bahwa energi Qi yang ada di dalam tubuhnya menjadi kacau, sehingga dirinya tidak dapat memaksimalkan kekuatannya.


'Apakah ini, yang dikatakan oleh saudara Tian sebelumnya?' batin Ling We bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


'Dimana kamu saudaraku? Cepat temukan dan hancurkan formasi itu, kami benar-benar akan dibuat tak berdaya jika kekacauan energi ini berlangsung lebih lama!' batinnya lagi yang berseru lantang kepada Ling Tian, Yi Shu dan kelompoknya yang sedang mencari titik pusat atau inti dari formasi pengacau ini.


"Ada apa dengan wajahmu anak muda? Apakah kamu mulai merasakan energi Qi dalam tubuhmu kacau? Hahaha.." Hanzhen Ping San bertanya sembari tertawa terbahak-bahak karena telah menyadari bahwa formasi array yang dibuat oleh Mogui Heng telah diaktifkan Han Tianba.


__ADS_2