Ling Tian

Ling Tian
Keluar Dari Dunia Jimi De


__ADS_3

Perlahan sebuah cahaya berwarna hijau keluar dari tubuh Ling Tian lalu menyebar kesegala arah dan penjuru Dunia Jimi De. Fenomena itu cukup mengejutkan bagi seluruh penghuni dunia itu bahkan untuk para beast.


Seluruh hewan iblis dari lima klan yang menjadi bawahan Dewa Neraka Kuno dahulu merasakan sebuah kelegaan akan sesuatu dalam tubuh mereka. Seperti merasakan sebuah kekangan telah terlepas dari tubuh mereka.


"Apa yang terjadi? Mengapa aku merasakan tubuhku seperti telah terbebas dari belenggu?" tanya salah satu hewan iblis dari Klan Tunzhu kepada temannya disuatu tempat dekat markas Klan Tunzhu.


"Aku tidak tahu! Aku juga merasakan hal yang sama denganmu!" jawab teman yang ada disebelahnya.


"Apa ada hubungannya dengan kepergian leluhur dan Patriark serta para tetua?" tanya si marmut listrik iblis.


"Itu mungkin saja! Tapi aku juga tidak tahu kepastiannya!" jawab temannya.


"Tapi apakah kamu tidak merasa aneh dengan kepergian kedua leluhur, Patriak dan para Tetua ke markas Klan Gou?" tanya dia lagi.


"Aku juga berpikiran seperti itu! Sangat aneh memang!" ujar temannya.


"Haih.. Semoga saja ada hal baik yang akan terjadi setelah ini! Akuu cukup lelah dengan pertikaian yang selama ini terjadi antara kelima Klan bawahan Dewa Neraka Kuno!" ujar marmut iblis itu sambil menghela nafas berat.


"Aku berharap sama denganmu!" ucap temannya yang sama berharap.


Keduanya terus membicarakan perihal keanehan yang mereka rasakan. Bukan hanya mereka berdua, tapi seluruh hewan iblis dari penghuni Dunia Jimi De pun membicarakan keanehan yang terjadi pada tubuh mereka.


Ling Tian menggunakan kehendak dunia yang sebelumnya melebur dari giok pengendali dan masuk dalam tubuhnya. Setelah itu, Ling Tian melepaskan segel pada formasi yang melindungi sumberdaya yang disimpan oleh Dewa Neraka Kuno.


Butuh waktu tiga jam bagi Ling Tian untuk mengurus hal sedemikian itu. Setelahnya, Ling Tian terduduk diatas kursi utama dengan keringat yang membanjiri sekujur tubuhnya karena kelelahan.


Hal itu membuat orang-orang yang ada di aula pertemuan itu.


"Tuan Muda! Apakah anda baik-baik saja?" tanya leluhur Gou Ku dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Aku tidak apa! Aku hanya sedikit kelelahan saja!" jawab Ling Tian sambil tersenyum.


Semua orang melihat dirinya dengan wajah khawatir membuat hati Ling Tian melembut. Dia tidak terlalu mengharapkan hal seperti ini terjadi kepadanya.


"Baiklah.. Semua sudah selesai! Aku ingin beristirahat lagi sekarang! Kalian boleh kembali ketempat kalian masing-masing dan tidak perlu mengkhawatirkan aku. Lakukan saja yang telah aku katakan sebelumnya! Itu sungguh akan membuatku senang!" ujar Ling Tian dengan lembut.


"Baik Tuan Muda! Kami akan menjalankan tugas dari Tuan Muda!" ucap semua orang dengan penuh tekat. Semuanya lalu membubarkan diri dengan teratur.


Sementara Ling Tian lalu kembali kekamarnya untuk memulihkan dirinya. Dalam beberapa hari lagi Ling Tian tidak keluar kamarnya lagi sampai waktu di Dunia Jimi De ini habis.


Sebenarnya Ling Tian bisa saja keluar dalam beberapa hari atau semaunya karena dia adalah penguasa dunia ini. Namun dia tidak melakukannya karena dapat menarik perhatian banyak orang. Belum lagi Ling Tian masih belum menjalankan rencana untuk menguras brangkas Klan Xun dalam sebuah pelelangan.


Saat Ling Tian keluar kamar, dia kembali disambut oleh para petinggi Klan Gou yang terus dengan setia menunggunya didepan pintu kamarnya.


"Ayolah.. Kalian ini para petinggi klan yang terhormat! Mengapa malah jadi tukang jaga pintu kamar? Apa kata dunia jika orang-orang luar mengetahui?" tanya Ling Tian dengan tidak berdaya.


Para petinggi klan termasuk Patriark Klan Gou itu hanya diam mendengar pertanyaan dari Tuan Mudanya. Karena mereka hanya ditugaskan oleh dua leluhur tua Klan Gou yang jika mereka tidak mau maka mereka harus siap dengan bokong mereka yang akan memar karena didupak.


"Baik Tuan Muda!" ucap semua petinggi menurut.


Ling Tian dan para petinggi itu akhirnya menuju ke aula pertemuan kembali untuk mengadakan pertemuan dan menyampaikan beberapa hal kepada Klan Gou. Tidak lupa dia juga memanggil leluhur Gou Ku dan leluhur Rie ikut pertemuan.


Ling Tian menyampaikan beberapa hal kepada mereka khususnya tentang persatuan dan persaudaraan dengan empat klan lainnya. Karena menurut Ling Tian, Klan Gou adalah klan yang paling bisa dipercayanya untuk memimpin keempatnya.


Selesai menyampaikan pesannya, Ling Tian lalu pamit kepada semua orang dari Klan Gou dan bersiap pergi meninggalkan semuanya.


Swoosh... Swoosh...


Dua sosok yang mana dia adalah Zhuge Ruxu dan Mao An muncul dihadapan semua orang dan mengejutkannya. Mereka langsung dibuat waspada akan kemunculan tiba-tiba keduanya. Bahkan beberapa dari mereka termasuk kedua leluhur Klan Gou sudah bersiap untuk menyerang Zhuge Ruxu dan Mao An untuk melindungi Ling Tian.

__ADS_1


Akan tetapi mereka langsung dihentikan oleh Ling Tian dengan mengangkat tangannya.


"Hentikan! Mereka adalah saudaraku!" ucap Ling Tian yang membuat semua orang yang bersiap menyerang itu menghentikannya dan menurunkan kewaspadaan.


"Perkenalkan! Namaku adalah Zhuge Ruxu dan ini adalah adik sialan kelimaku Mao An!" ucap Zhuge Ruxu dengan santai memperkenalkan diri dan Mao An.


Wajah semua orang dan Mao An menjadi aneh dengan perkenalan yang ambigu itu. Bagaimana tidak? Adik sialan? Sungguh kata-kata seorang kakak yang sungguh patut untuk ditiru.


Mao An tidak bisa berbuat apa-apa kepada wanita menjengkelkan didepannya itu. Jika dia berani berucap sedikit saja dan protes, mungkin nasibnya akan berubah saat itu juga.


Ling Tian juga hanya bisa mendes*hkan nafasnya panjang-panjang akan adegan perkenalan koplak itu. Namun dia juga tidak mempermasalahkannya karena memang kadang hal seperti itulah yang membuat hubungan persaudaraan mereka berdua semakin erat.


Swooossshh...


Setelah semua orang membalas salam perkenalan dari Zhuge Ruxu dan Mao An, sebuah pusaran angin hitam muncul diatas mereka. Lalu tanpa menunggu waktu, Ling Tian dan kedua saudaranya terbang melayang diudara untuk memasuki pusaran angin itu.


"Ingat! Aku akan membutuhkan bantuan kalian suatu hari nanti! Mungkin juga aku nanti akan menempatkan keluargaku ditempat ini agar aman dari musuh asli dari Klan Ling!" ujar Ling Tian lalu masuk kedalam pusaran angin hitam.


"Baik Tuan Muda! Kami tidak akan mengecewakan Tuan Muda!" ujar semua hewan iblis itu serentak dengan tanpa ragu.


.


.


Ditempat lain, kedua Ju bersaudara sedang berada di sebuah hutan di perbatasan selatan dan tengah Dunia Jimi De. Mereka berdua baru saja lari dari kejaran hewan iblis anjing api yang menggila dan akan membunuh keduanya.


Swooossshh...


"Sepertinya waktu kita di Dunia ini telah habis!" ucap Ju Hou setelah melihat pusaran angin hitam tercipa diatas mereka berdua.

__ADS_1


"Benar!" jawab Ju Hoi.


Keduanya lalu melayang diudara dengan sendirinya dan masuk kedalam pusaran angin itu.


__ADS_2