
***
Ling Tian sama sekali tidak menghiraukan pujian-pujian yang dilontarkan para pendukung dadakannya. Dia tetap bersikap santai dan meletakkan semua bahan-bahan pembuatan pil roh penyembuh tingkat 3 diatas meja. Ling Tian membuat gerakan segel ditangan untuk membuat sebuah formasi.
Ling Tian berniat membuat pil roh penyembuh tingkat 3 dengan metode menggunakan tungku formasi. Metode ini pernah ada di Benua Langit dan saat ini hanyalah menjadi legenda saja yang ada pada catatan-catatan kuno.
Zhung!
Sebuah formasi berbentuk tungku pil terbentuk setelah seberkas cahaya yang muncul dari tangannya menembak diatas meja. Aksinya itu kembali menarik perhatian semua orang bahkan Patriark Zhong Lin sampai berdiri dari tempat duduknya.
"Itu metode yang melegenda itu!" seru Patriark Zhong Lin dengan lantang.
Seruan dari Patriark Klan Zhong atau pimpinan tertinggi Asosiasi Alkemis sukses menarik perhatian semua orang. Bahkan beberapa peserta yang sedang mempersiapkan untuk membuat pil juga melirik kearah Ling Tian.
"Anak ini.. Siapakah dia sebenarnya? Klan Ling? Apakah memang Klan Ling semengerikan itu sehingga memunculkan bakat yang sangat luar biasa ini?" Patriark Zhong Lin bertanya keheranan.
"Patriark Lin! Anda tidak perlu heran terhadapnya!" tiba-tiba Tetua Zhong En memberikan jawaban.
"Tetua En! Apa maksud mengatakan demikian?" tanya Patriark Zhong Lin.
"Patriark! Aku akan menjelaskannya nanti tentang pemuda bertopeng itu. Namun untuk sekarang, lebih baik kita melihat sesuatu yang akan dia lakukan! Kita bisa menyerap ilmu yang tidak sedikit darinya!" jawab Tetua Zhong En.
"Emm.. Baiklah jika begitu! Kuharap kamu tidak memberikan penjelasan mengecewakan!" ujar Patriark Zhong Lin.
"Anda bisa tenang Patriark!" kata Tetua Zhong En tersenyum.
Patriark Zhong Lin kembali duduk dikursinya dan menatap Ling Tian dengan lekat-lekat. Dia tidak bisa mengendurkan sedikitpun pandangannya daripada apa yang sedang Ling Tian kerjakan.
Sementara Ling Tian sebenarnya menyadari sepenuhnya tatapan hampir semua orang terarah kepadanya. Khususnya tatapan dari salah satu dewan juri yang dia kenal sebagai pimpinan tertinggi Asosiasi Alkemis. Dia tidak terlalu menghiraukannya. Ling Tian justru tersenyum dengan penuh arti.
__ADS_1
Ling Tian mulai mengeluarkan energi yang berupa api dari tangan kanannya untuk membakar formasi yang berbentuk tungku pil didepannya. Suhu api yang dikeluarkan begitu panas sehingga sampai membuat beberapa peserta lain merasakannya. Padahal jarak yang terpaut antara peserta satu dengan peserta lain cukuplah jauh.
Setelah sekitar Lima menit, Ling Tian menurunkan suhu apinya dan mulai melempar seluruh bahan-bahan kedalam tungku formasi. Tidak ada yang berkomentar tentang apa yang dilakukan olehnya. Meskipun dalam benak dan pengetahuan mereka, melemparkan secara bersamaan bahan-bahan pembuatan pil roh akan membuat sebuah ledakan. Tindakan yang naif dan bodoh jika itu bukan dilakukan oleh Ling Tian.
Suasana di tribun penonton juga menjadi sangat hening dan biasanya suasana seperti ini bisa ditemui orang-orang hanya terdapat dikuburan.
Setelah melempar semua bahan-bahan yang ada, Ling Tian menggunakan kekuatan jiwanya untuk mempertahankan nutrisi yang terkandung dalam tanaman obat supaya tidak menghilang atau berkurang saat bahan tersebut mulai perlahan meleleh.
Butuh waktu sepuluh menit bagi Ling Tian untuk melelehkan sempurna bahan-bahan pil hingga menjadi cairan sempurna. setelah itu, semua cairan tersebut menyatu dengan sendirinya. Hal seperti itu tidaklah mungkin terjadi jikalau masih ada sedikit saja kotoran yang tersisa.
Metode yang digunakan dalam pemurnian ini sangat berbeda dengan metode layaknya para alcemis memurnikan pil. Biasanya, seorang alcemis akan melelehkan satu persatu bahan yang kemudian membersihkan kotoran-kotoran yang terkandung dalam cairan pil yang belum memadat.
Menggunakan metode seperti ini sebenarnya tidaklah Ling Tian sukai karena terlalu memakan banyak waktu. Tapi karena dia memiliki sebuah rencana didalam benaknya, Ling Tian harus menggunakan cara yang satu ini.
Melihat semua cairan dari semua bahan menyatu dengan sendirinya, Ling Tian tersenyum lalu memadamkan api dari tangan kanannya. Setelah itu, Ling Tian mengeluarkan energi dingin dan berucap pelan.
"Padatkan!"
Tiga butir pil tersebut melayang diatas tangan kiri Ling Tian. Ling Tian mengalirkan sebagian energi Qi dan kekuatan jiwanya kedalam pil-pil tersebut untuk memurnikannya. Aliran energi tersebut terserap dengan cepat masuk kedalam pil dan membuatnya bersinar hijau terang.
Setelah beberapa saat, sinar tersebut meredup dan semua orang bisa melihat 3 pil roh penyembuh kualitas sempurna melayang dihadapan semua orang.
"Akhirnya selesai juga!" ucap lirih Ling Tian dengan nada yang sangat terdengar bosan.
Semua mata memandang tiga pil tersebut dengan tatapan takjub sekaligus niat ingin memiliki. Memang benar tiga pil roh buatan Ling Tian ini mungkin adalah tiga pil penyembuh terbaik yang pernah ada di daratan tengah Benua Langit. Maka tidak heran keserakahan dari banyak individu yang sangat ingin memilikinya.
Ling Tian menggenggam tiga pil roh tersebut dan berjalan menuruni panggung untuk memberikannya kepada dewan juri.
"Aku telah selesai para juri sekalian!" ucap Ling Tian dengan santai.
__ADS_1
Dua diantara tiga dewan juri tersenyum dengan canggung karena mereka telah lebih mengenal Ling Tian sebelumnya. Terlebih bagi Tetua Zhong En yang mana dirinya adalah murid dari pemuda bertopeng yang sedang berdiri dihadapannya.
Sementara Patriark Zhong Lin menatap lekat tiga pil roh tingkat 3 kualitas sempurna diatas mejanya lalu memandangi Ling Tian dengan lekat pula.
"Apakah kamu masih muda seperti yang terlihat?" tanya Patriark Zhong Lin.
Ling Tian tidak langsung menjawabnya. Dia justru mengerutkan keningnya karena pertanyaan salah satu dewan juri itu.
"Maaf jika sedikit lancang bertanya!" ujar Patriark Zhong Lin.
"Ah! Tidak apa-apa! Tentu saja Tetu-.. Maaf, maksudku Patriark Zhong! Aku memang masih muda! Umurku baru dua puluh satu tahun! Apakah ada masalah dengan itu?" Ling Tian menjawab dengan tenang dan dia melontarkan suatu pertanyaan balik.
"Tidak masalah! Aku hanya terlalu kagum dan terkejut dengan bakatmu dalam bidang alkimia! Namamu Ling Tian dari Klan Ling daratan timur bukan? Bisakah setelah turnamen ini atau acara lelang di Paviliun Harta Karun selesai kamu menemuiku? Aku ingin berbincang-bincang sedikit denganmu!" ujar Patriark Zhong Lin dengan penuh harap.
"Tentu saja Patriark Zhong! Tapi maaf, mungkin aku sedikit lancang dan tidak sopan. Namun jika Patriark Zhong ingin benar-benar menemuiku, maka datanglah saja ke kediaman Tetua Zhong En. Aku rasa beliau pasti juga sudah menceritakan sedikit banyaknya tentang diriku kepada Patriark!" kata Ling Tian sambil melirik Tetua Zhong En yang langsung mengalihkan pandangannya.
__________________________________________
Assalamu'alaikum wr. wb.
Hai para readers LT semua. Salam hangat dari Author. Semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani. Aamiin.
Seperti biasa, disini Author hanya ingin menyapa sekaligus berterima kasih kepada dua buronan mingguan diatas yang telah menjadi pembaca teraktif sekaligus pembaca terbanyak. Semoga yang disemogakan cepat tersemoga. Itu saja.
Satu lagi, Author minta maaf karena dua hari ini hanya Up 1 bab saja. Hari ini juga karena kondisi fisik Author lagi agak anu juga.😁 Mau ngetik susah rasanya. Harap readers memakluminya. Terima kasih.
Oiya, Jangan Lupa VOTE yaa..
__ADS_1
Wassalamu'alaikum wr. wb.