Ling Tian

Ling Tian
Ling Tian Vs Para Tetua Klan Lian 3


__ADS_3

"Eh?.."


Ling Tian merasa pernah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Tetua Pertama Klan Lian tersebut namun dia lupa dimana mendengarnya. Dia lalu tertawa karena melihat tingkah konyol Tetua tersebut yang tersedak ludahnya sendri saat tertawa.


"Minum dulu tua bangka! Minum!" ujar Ling Tian mengejek.


"Sialan kau!" teriak Tetua Pertama menanggapi.


Ling Tian hanya tertawa terkekeh melihat wajah para Tetua dari Klan Lian itu yang memasang wajah muram. Dia lalu turun dari atas langit dan menapakkan kaki diatas tanah. Ketiga Tetua itu juga mengikuti karena takut Ling Tian menyerang mendadak Tetua Ketujuh yang sedang memulihkan luka dibantu oleh Tetua Keenam.


Ling Tian berjalan mendekati kelima Tetua tersebut dengan tenang.


"Aku bertanya sekali lagi sebelum kesabaranku benar-benar habis, mengapa kalian ingin sekali membunuhku? Salah apakah diriku ini dan apakah aku pernah menyinggung kalian?"" tanya Ling Tian.


"Cih! Sombong sekali kau bocah! Bahkan sampai mati pun aku tidak akan menjawab pertanyaanmu itu!" jawab Tetua Pertama Klan Lian.


"Haihh.. Apa orang-orang dari Klan Lian selalu seperti kalian? Baiklah.. Dengan terpaksa aku akan menghabisi kalian!" ujar Ling Tian dengan menghela nafas panjang.


Ling Tian mengeluarkan aura kekuatan penuhnya bersamaan dengan aura membunuh yang sangat pekat. Domain pedang juga Ling Tian ciptakan dan mengunci kelima Tetua dari Klan Lian.


Niat pedang juga meledak dengan gila dari tubuh Ling Tian. Tidak! Itu bukan niat pedang! Itu adalah pemahaman tertinggi seorang pendekar pedang di Benua Langit! Jiwa Pedang! Udara disekitar menjadi terasa sangat tajam dan sewaktu-waktu bisa melukai siapapun yang ada didalam domain pedang Ling Tian.


Kelima Tetua Klan Lian menjadi pucat saat merasakan tekanan yang bahkan lebih kuat dari Leluhur Klan Lian sekalipun. Wajah Tetua Pertama menjadi seputih kertas dan terlihat lebih tua beberapa puluh tahun lamanya.


Keringat dingin segera membanjiri punggung kelima Tetua Klan Lian ketika mereka merasakan udara disekitar sangatlah mematikan.


Srak!


Tiba-tiba leher Tetua Ketujuh yang sedang memulihkan diri tertebas oleh sesuatu yang tak kasat mata sehingga terlihat jelas irisan sebuah benda tajam dengan darah yang mengucur dengan derasnya.

__ADS_1


Tetua Ketujuh langsung memelototkan matanya tidak percaya dan melihat kearah Tetua Pertama.


"Te-tetua P-pertama.. A-aku t-tid-dak ingin mati!" ucap Tetua Ketujuh sebelum akhirnya terjatuh dan mati ditempat.


"Tetua Ketujuh!" teriak Tetua Pertama histeris.


Keempat Tetua berusaha dengan sekuat tenaga menghampiri jasad Tetua Ketujuh.


"Dia.. Tetua Ketujuh telah mati!" ujar Tetua Kelima.


"Tidaaak!" teriak Tetua Pertama lagi lalu melihat kearah Ling Tian dengan tatapan dingin penuh kebencian.


Sementara Ling Tian hanya diam saja dengan terus mengeluarkan aura tirani. Dia sama sekali tidak peduli dengan kematian Tetua Ketujuh Klan Lian serta teriakan kemarahan Tetua Pertama. Bagi Ling Tian, menepati kata-katanya adalah sebuah keharusan!


Sebelumnya dia mengatakan bahwa akan menghabisi semuanya karena tidak mau menjawab alasan mengapa dirinya diserang. Ling Tian mengangkat tangannya lalu menunjuk salah satu orang, seketika udara yang sangat tajam bergerak menyayat Tetua yang ditunjuknya.


Srak!


Giliran Tetua Kedelapan yang menerima hal serupa seperti Tetua Ketujuh.


"Tetua Kedelapan!" seru Tetua Pertama dan Tetua yang lainnya bersamaan.


Mereka melihat leher Tetua Kedelapan juga terkena sayatan seperti pedang dan putuslah tenggorokannya sehingga tidak bisa berteriak lebih jauh dan berkata-kata terakhir layaknya Tetua Ketujuh.


"Biadab! Iblis! Kau benar-benar iblis!" ujar Tetua Kelima berteriak lantang. Dia terus menggertakkan giginya menahan amarah sekaligus tekanan yang dikeluarkan oleh Ling Tian.


"Hahaha.. Aneh sekali! Kau mengatakan aku adalah iblis sementara kalian lupa siapa kalian sendiri? Bukankah kalian orang-orang dari Klan Lian adalah iblisnya para iblis? Menekan dan menindas semua orang yang lebih lemah, merampok sumber daya dari semua golongan lalu menggunakan untuk kepentingan pribadi, dan yang paling membuatku membenci kalian adalah kalian tidak jarang menjadikan para gadis suci untuk menjadi tungku kultivasi kalian! Lalu siapa sekarang yang iblis sialan!" ujar Ling Tian dengan kemarahan yang memuncak.


Ling Tian tahu hal tersebut karena dia sudah dua kali menyerap ingatan orang dari Klan Lian yang salah satunya adalah Tuan Muda Lian Kun. Putra dari Patriark Klan Lian, Lian Chan. Dari ingatan Tuan Muda Lian Kun itulah dia mendapatkan ingatan akan kekejian serta kebusukan Klan Lian.

__ADS_1


"Satu lagi, kalian bahkan menyerang seseorang sepertiku tanpa alasan yang jelas!" imbuh Ling Tian.


Dengan gerakan sangat cepat dan tidak terlihat oleh mata, Ling Tian lalu melesat kearah tiga Tetua yang tersisa yang mencekik leher Tetua Pertama. Sementara kedua Tetua Yang lain tubuhnya telah terbelah menjadi dua dan tewas tanpa tahu bagaimana cara Ling Tian membunuhnya.


"Katakan padaku! Alasan apa yang membuat kalian membuntuti serta ingin membunuhku? Mungkin aku bisa memberi kehidupan untukmu!" ucap Ling Tian dengan dingin.


Ling Tian sebenarnya bisa saja menyerap semua ingatan Tetua Pertama dengan teknik pelahapnya dan menaikkan kultivasinya. Namun dia mempunyai rencana tersendiri untuk satu tua bangka yang sedang dicekiknya ini.


"Akh.. T-tuan M-muda! T-tolong lepaskan aku! Jangan bunuh aku.. Baik! Aku akan mengatakannya!" ujar Tetua Pertama dengan terputus-putus karena memang kesusahan mengambil nafas.


Sebelum melepaskan cengkramannya, Ling Tian menanamkan segel budak kepada Tetua Pertama agar tidak berani bertindak macam-macam.


"Baik.. Katakanlah! Oiya, aku telah menanamkan segel budak kepadamu! Jika sekali saja kamu berbohong, maka secara otomatis segel itu akan menyiksamu sampai mati!" ujar Ling Tian setelah melepas tangannya.


Tetua Pertama akhirnya bisa bernafas kembali dengan leluasa namun terasa dingin saat mendengar ucapan Ling Tian. Dia memegangi lehernya yang terasa sangat sakit setelah dicengkram oleh tangan Ling Tian yang seperti capitan baja.


"Baik Tuan Muda! Aku akan mengatakannya!" ujar Tetua Pertama.


Tetua Pertama Klan Lian mengatakan alasan mereka ingin membunuh Ling Tian tidak lain adalah karena Ling Tian sangat membahayakan kedudukan Klan Lian di daratan tengah ini. Terlebih setelah Klan Lian tahu bahwa Ling Tian mendapat sekutu dari Paviliun Harta Karun dan Asosiasi Alkemis Kota Obat.


Tetua Pertama juga mengatakan bahwa Klan Lian juga sedang menyelidiki kekuatan Klan Ling yang berada di daratan timur dan hendak menyerangnya kembali seperti sejarah ribuan tahun silam dengan kedua klan aliansi yaitu Klan Xiao dan Klan Song dari daratan barat.


Hal itu dilakukan karena Klan Lian tidak ingin kedudukannya yang menjadi puncak kekuasaan di seluruh Benua Langit akan tergeserkan oleh Klan Ling yang dahulunya adalah klan tuan dari Klan Lian yang menjadi klan pelayan.


"Hahh.. Semakin rumit saja! Kekuasan dan kekuatan memang acap kali membuat orang lupa diri!" ujar Ling Tian dengan menghela nafas panjang.


***


Klan Lian.

__ADS_1


Sementara didalam istana utama Klan Lian. Patriark Klan Lian, Lian Chan sedang mengamuk dan membantingi berbagai benda yang ada disekitarnya.


"Aku tidak percaya jika giok jiwa Tetua Kelima, Keenam, Ketujuh dan Kedelapan pecah!" teriak Patriark Lian Chan dengan marah.


__ADS_2