
Ledakan besar terjadi saat serangan Mao An ditepis oleh pemimpin hewan iblis. Meskipun berhasil ditangkis, pemimpin hewan iblis yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Platinum Akhir itu tetap dia buat terlempar hingga beberapa meter jauhnya.
Mao An boleh saja kultivasinya ditekan, namun pengalaman bertarung dan Qi Kaisar yang ada padanya menjadi sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh oleh hewan-hewan iblis itu bahkan oleh pemimpinnya.
Ketika melihat Mao An sudah lebih dulu menyerang, Ling Tian dan Zhuge Ruxu juga dengan cepat mengikutinya. Mereka melawan masing-masing dua diantara empat hewan iblis yang tersisa.
Boomm... Boomm...
Trank! Trank! Tring!
Ledakan demi ledakan dan dentingan demi dentingan terus terdengan dari pertarungan mereka berdua dengan empat hewan iblis.
"Roaarr.."
Keempat hewan iblis berbentuk kelinci aneh itu mengaum dengan keras dan menyerang Ling Tian serta Zhuge Ruxu dengan ganas. Sementara pemimpinnya yang baru saja dibuat terbang oleh Mao An menjadi sangat murka.
Dia tidak menyangka bahwa kekuatan dari beast harimau malam atau Mao An itu sangat kuat.
"Roaarrr.. Kucing keparat! Aku akan membunuhmu!" teriak sang pemimpin hewan iblis sambil bangkit untuk berdiri.
"Hehehe.. Kultivasimu boleh berada diatasku, tapi kekuatan tubuh dan pengalaman bertarungku berada jauh diatasmu kelinci kecil!" ejek Mao An.
"Sialan!" seru pemimpin hewan iblis lalu melesat menyerang Mao An dengan cakarnya.
Zheep!
Mao An yang melihat itu langsung berkelik karena tidak mungkin baginya untuk terlalu sering beradu serangan dengan sang pemimpin hewan iblis itu.
Wusshh...
Tiga bilah angin berbentuk cakar berhasil Mao An hindari dengan sigap. Namun begitu, dia cukup dag-dig-dug jantungnya karena hampir saja salah satu cakar pemimpin hewan iblis kelinci mengenai telinganya.
Jika terkena maka sudah pasti akan robek dan dia akan menjadi bahan ejekan Ling Tian atau Zhuge Ruxu karena hal itu. Terlebih dia adalah yang terkuat diantara ketiganya.
"Huuh.. Selamat-selamat!" ucapnya sambil mengelus dadanya untuk menstabilkan jantungnya.
Boomm...
Serangan yang mengenai udara kosong itu terus melesat tanpa arah hingga akhirnya menghantam tanah dan timbullah ledakan dengan suara sangat nyaring dan memekakkan telinga.
Melihat serangannya berhasil dihindari oleh Mao An, pemimpin hewan iblis kelinci itu menjadi semakin murka.
"Roaaarrr.."
Dia berteriak seperti sedang kesetanan. Bagaimana tidak? Serangan sebelumnya adalah serangan terkuat yang dia miliki dan lawannya dengan sangat mudah dapat menghindar.
Pemimpin hewan iblis kelinci itu lalu melesat menyerang Mao An dengan membabi-buta dalam jarak dekat.
__ADS_1
Trank! Trank!
Cakar dan tombak keduanya saling beradu dan menimbulkan suara nyaring. Mao An masih saja tetap memasang wajah tenang meski dalam hatinya sangat tidak karuan. Dia terus mengayunkan tombaknya untuk menghalau setiap serangan yang dilontarkan pemimpin hewan iblis kelinci.
Trank!
Sesekali Mao An juga melancarkan serangan berupa tusukan namun dapat dihindari dengan mudah oleh pemimpin hewan iblis kelinci.
Bammm...
Setelah dua puluh menit bertarung dengan sengit, Mao An akhirnya dapat menyarangkan tendangan kuatnya pada perut pemimpin hewan iblis kelinci. Dia dengan cepat mundur untuk menjaga jarak.
"Roaaarrr.."
Pemimpin hewan iblis kelinci itu kembali mengaum saat merasakan rasa sakit yang lumayan hebat pada bagian perutnya. Tampak karena tendangan dari Mao An itu sebuah darah segar mengalir disudut bibir sang pemimpin hewan iblis kelinci. Dia langsung berusaha menstabilkan kekacauan energi dalam tubuhnya.
"Hehehe.. Bagaimana rasanya? Nikmat bukan?" tanya Mao An sambil terkekeh ringan.
"Bangs*t! Aku tidak akan memaafkanmu!" teriak pemimpin hewan iblis kelinci.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan? Membunuhku? Hahaha.. Bahkan setelah bertarung denganku selama beberapa menit kau tidak sedikitpun bisa menyentuh pakaianku!" ujar Mao An memprovokasi.
"Berhubung kau bertarung menggunakan cakar, maka aku juga akan menggunakannya! Kita lihat, cakar siapakah yang lebih hebat!" lanjutnya lalu menghilang melesat menyerang lawannya.
Zheep!
.
.
Pedangnya yang terus berdengung dan terdapat petir keemasan yang terus berderak-derak membuatnya terlihat sangat menakutkan. Daya hancur dan ketajaman pedang dari setiap serangan Zhuge Ruxu juga semakin mengerikan.
Sraak! Boomm...
Duak! Bammm...
Zhuge Ruxu berhasil menyarangkan serangannnya kepada kedua lawannya. Satu berupa tebasan pedang pada bagian bahu kiri dan yang satunya lagi berupa tendangan didada musuh.
Satu lawan Zhuge Ruxu terlempar hingga menghantam tanah dan satu lainnya merobohkan beberapa pohon besar.
"Uhuk!" lawan Zhuge Ruxu yang terkena tendangan didada terbatuk darah. Dia merasakan sakit yang luar biasa dan nafasnya terasa begitu sesak.
"Roaaarrr.."
Sementara satu yang lainnya yang terkena tebasan pedang telah bangkit dan mengaum dengan kemarahan yang tidak tertahan.
Dia menghmpiri temannya dan mengecek kondisinya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah lukamu parah?" tanyanya kepada temannya.
"Tidak terlalu! Tapi dadaku terasa sangat sesak! Tendangan wanita itu mengandung elemen petir emas mengerikan yang membuat daya hancurnya berkali-kali lipat!" jawab temannya.
"Sialan jal*ng itu! Ayo cepat stabilkan kekuatanmu!" ucapnya.
"Baik!" angguk temannya.
Setelah beberapa saat, temannya itu telah berhasil menstabilkan kekacauan energi ditubuhnya. Mereka langsung melayang menghampiri Zhuge Ruxu yang sedari tadi melihat dan menunggu mereka.
Hal itu sengaja Zhuge Ruxu lakukan karena saat ini dia sedang sangat bersemangat. Bagaimana tidak? Sudah ribuan tahun lamanya dia tidak merasakan sensasi pertarungan yang mendebarkan seperti ini.
Memang benar, waktu itu di dunia jiwa sesekali dia bertarung atau latih tanding dengan Wei Hun atau Long Yuan. Namun sensasi bertarung yang sebenarnya dan mempertaruhkan nyawa tidak ada dalam pertarungan itu. Dan sekarang dia telah merasakannya kembali. Hal itu dapat dilihat dari senyuman yang terus terukir dibalik penutup wajahnya.
Swosh... Swosh...
Kedua hewan iblis kelinci itu kembali muncul dihadapan Zhuge Ruxu dan siap bersatu untuk mengalahkannya.
"Sudah selesai?" tanya Zhuge Ruxu dengan tenang.
"Bajing*n! Kau terlalu meremehkan kami!" teriak salah satu hewan iblis kelinci itu marah.
"Hahaha.. Aku tidak meremehkan kalian! Hanya saja kalian itu sudah berada di ranah Pendekar Platinum Tahap Menengah dan Tahap Awal, tapi begitu lemah! Sungguh aku sangat kecewa!" ujar Zhuge Ruxu sembari menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dia sangat kecewa.
Melihat Zhuge Ruxu yang dengan santainya mengkritik kekuatan yang dimiliki, wajah mereka berdua langsung memerah karena marah.
"Keparat!" seru keduanya lalu kembali bergerak menyerang Zhuge Ruxu.
"Roaaarrrr.."
Trank! Trank!
Mereka bertiga kembali bertarung dengan sengit. Segala macam teknik dan kemampuan juga mereka keluarkan untuk mengalahkan musuhnya. Dan hal itu terus berlangsung sampai begitu lama.
.
.
Dari pertarungan ketiga orang bersaudara itu, hanya pertarungan Ling Tian yang terlihat begitu santai. Ling Tian melawan dua hewan iblis yang sama kuatnya seperti yang dilawan Zhuge Ruxu.
Trank! Trank!
Tring!
Ling Tian menggunakan teknik pedang Klan Yi untuk menghalau setiap serangan cakar yang dilancarkan kedua musuhnya. Sesekali dia juga menyerang balik dengan teknik pedang awan dan itu berhasil membuat luka ringan pada kedua lawannya.
"Ayolah.. Apa hanya ini kemampuan kalian? Aku itu hanya berada di ranah Pendekar Emas! Tapi kalian bahkan tidak bisa menggoreskan cakar kalian kepada bajuku!" ucap Ling Tian seolah dia sedang mengeluh karena kecewa.
__ADS_1