
Ling Tian tidak bisa untuk tidak terus tersenyum. Dalam hatinya dia sangat senang dan berterima kasih kepada Dewa Neraka Kuno. Bukan hanya untuk dirinya saja, tapi manfaat yang didapatkan dari menjelajah Dunia Jimi De ini juga didapatkan untuk kedua saudaranya.
Dia yakin bahwa setelah kedua saudaranya sadar, mereka pasti juga akan sangat puas dengan peningkatan kekuatan tubuh fisik mereka.
Setelah puas menatapnya, Ling Tian lalu menggerakkan tangannya membuat segel. Gerakan demi gerakan terlihat sangatlah rumit. Ling Tian perlahan mendekati kolam lahar atau lava panas itu dan membuat sebuah segel lagi.
Ling Tian melakukannya pada empat sisi kolam itu. Setelah selesai, Ling Tian lalu membuka gerbang dunia jiwa.
"Formasi, aktif!" ucap Ling Tian.
Zhuuuung!
Dari empat sisi yang berbeda, pinggiran kolam lava itu muncul sebuah cahaya kekuningan yang cukup terang dan setelahnya berubah menjadi sebuah jaring.
Dddrrrttt...
Tanah sedikit bergetar saat jaring itu tercipta. Ling Tian kemudian mengalirkan cukup banyak Kaisar Qi miliknya pada bagian ujung jari lalu setelah itu dia mengangkan tangannya.
"Angkat!" ucap Ling Tian.
Ddrrrttt...
Tanah itu kembali bergetar dan getaran kali ini melebihi getaran sebelumnya.
Dddrrrtttt...
Getarang semakin kuat lalu tiba-tiba kolam lava beserta bunga teratai api dunia terangkat secara perlahan. Jika ada yang melihat aksi Ling Tian ini, pasti mereka akan menganggap Ling Tian adalah orang gila namun jenius mantra formasi.
Zhepppp!
Kolam lava itu menghilang dan masuk kedalam pusaran angin putih keemasan atau pintu gerbang dunia jiwa. Selesai memindahkan kolam lava beserta bunga teratai api dunia, Ling Tian menghela nafas panjangnya kemudian duduk bersila untuk beristirahat.
Dia menggunakan cukup banyak energinya untuk memindahkan kolam sebesar itu. Ling Tian mengeluarkan beberapa buah abadi lalu mengkonsumsinya dengan sangat lahap seperti buah biasa.
__ADS_1
Memang fungsi atau kegunaan buah-buahan abadi tidaklah terlalu banyak untuknya. Namun masih bisa Ling Tian gunakan untuk mengembalikan energi murni atau Qi Kaisar dalam tubuhnya.
Selesai memulihkan diri sejenak, Ling Tian terbang dan menggapai Giok Pengendali Dunia itu dengan wajah yang sangat bahagia.
"Dunia ini sekarang milikku! Ini benar-benar keberuntungan besar bagiku!" ucapnya lalu mengalirkan energi Qi pada giok itu agar dia terhubung dan menjadi penguasa sebenarnya dari dunia itu.
***
Dunia Jiwa.
Sementara itu di dunia jiwa, kelima murid dari saudara Ling Tian yang sedang duduk di gazebo taman setelah disibukkan dengan kedua guru mereka yang masuk kedalam dunia jiwa dengan kondisi terluka dan lemah tiba-tiba dikejutkan dengan terbukanya pintu gerbang dunia jiwa yang berdiameter sangatlah besar berkali lipat dari biasanya.
Belum berhenti dari keterkejutan yang pertama, mereka kembali dikejutkan dengan sebuah kolam lava raksasa dengan tanaman bunga teratai berwarna merah keluar dari gerbang dunia jiwa dan melayang diatas langit Istana Ling.
Setelah itu, kolam lava itu mendarat dibelakang Istana Ling dan langsung terpasang dengan sangat rapih seperti sengaja dibuat ditempat itu sejaklah lama.
Mulut mereka dibuat terbuka lebar akan pemandangan spektakuler yang saat ini sedang mereka saksikan dengan mata kepala mereka itu.
"Benar! Saudari Hua! Kamu sangat beruntung mendapatkan hati pria seperti Tuan Muda Tian!" ujar Xuan Ji sedikit menggoda Ling Lianhua.
"Saudari Ji bisa saja! Aku hanya sedikit beruntung bisa ada dihati Kakak Tian!" jawab Ling Lianhua dengan wajah sedikit memerah karena malu.
Namun dihatinya dia tentu sangatlah bangga dan senang telah memenangkan hati Ling Tian dari saingannya saat itu yang tidak lain adalah putri Kaisar, Wei Ziin.
Ling Lianhua ingin berteriak sekencang-kencangnya dan menyatakan kepada semua orang bahwa inilah priaku! Ling Tian priaku!
Melihat wajah malu Ling Lianhua, Yi Shu dan yang lainnya merasa sedikit senang akan hal itu. Sebab sebelumnya Ling Lianhua sangatlah khawatir dengan kondisi gurunya yang tiba-tiba dimasukkan kedalam dunia jiwa dalam kondisi terluka cukup parah.
"Keberuntunganmu terlalu besar saudari Hua! Jujur saja aku cukup iri dengan keberuntunganmu itu!" ucap Gu Mei asal sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Gu Mei, wajah Yi Shu berubah menjadi sedikit masam. Pasalnya, jika memang dia dibandingkan dengan Ling Tian, maka dia bagaikan semut dengan gajah atau langit dengan bumi.
Andai Gu Mei mendapatkan hati Ling Tian seperti Ling Lianhua, maka tentu keberuntungan Gu Mei bisa dikatakan lebih besar daripada mendapatkan hati Yi Shu.
__ADS_1
Melihat wajah masam daei Yi Shu, Ling Lianhua tersenyum dengan lembut kepada Gu Mei.
"Saudari Mei! Kamu juga sangat beruntung telah memiliki pria seperti saudara Shu! Terlebih dia selalu bisa berada disisimu dan selalu menemanimu kemanapun kamu pergi. Tidak sepertiku yang harus terus bersabar menunggu Kakak Tian kembali terlebih dulu barulah bisa bertemu! Yaah.. Meskipun sebenarnya kita ini juga sedang dalam tubuhnya juga!" ucap Ling Lianhua yang membuat Gu Mei sadar akan kesalahannya berbicara.
Dia menatap wajah kekasihnya yang sedang masam itu dengan raut penyesalan
"Emm.. Shu Gege maafkan aku! Aku salah!" ucap Gu Mei dengan tulus.
Hati Yi Shu berubah melembut saat menatap wajah orang yang sangat dia cintai itu terlihat sangatlah menyesali ucapannya yang sebelumnya. Yi Shu hanya tersenyum lalu mengusap lembut kepala Gu Mei dan menggelengkan kepalanya pelan.
Sementara dengan duo pentol korek Xuan Ji dan Hong Lie, mereka tidak terlalu memperhatikan masalah-masalah tentang percintaan terlebih dahulu. Bagi mereka, menjadi kuat dengan terus bersaing satu sama lain lebih menarik daripada bucin-bucin yang berujung merepotkan.
"Baiklah.. Mari kita kembali melihat kondisi dua guru kita! Siapa tahu diantara mereka sudah ada yang pulih!" ucap Hong Lie kepada semua saudaranya.
"Baik!" jawab yang lainnya lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk mengecek dua guru mereka.
***
Disisi lain Dunia Jimi De, dua orang pemuda sedang bertarung dengan beberapa hewan iblis yang kekuatannya sepadan dengan mereka. Keduanya tampak sangat kelelahan dengan beberapa luka yang menghiasi sekujur tubuh mereka.
Awalnya, mereka berdua hanya mengikuti sekelompok orang yang sedang memperebutkan sumberdaya langka ditempat itu dan bertarung dengan hewan iblis yang menjaganya.
Namun nasib naas terjadi pada kelompok itu. Hewan iblis yang menjaga sumberdaya itu ternyata sangatlah banyak dan merepotkan mereka semua. Bahkan bukan hanya merepotkan, para hewan iblis itu mampu membunuh kelompok orang itu dengan jumlah mereka yang banyak itu.
"Saudara Hou! Apakah kita bisa bertahan dari tempat terkutuk ini?" tanya salah satu pemuda yang mana dia adalah Ju Hoi.
"Aku tidak tahu! Sekarang hanya tersisa kita berdua saja! Sementara mereka tinggal enam!" jawab Ju Hou.
"Apakah kita akan kabur atau meneruskannya sampai mendapatkan sumberdaya itu?" tanya Ju Hoi lagi yang merasa kekuatannya sudah berada pada batasannya.
Ju Hou tidak bisa menjawab pertanyaan saudaranya itu. Jika mereka lari sekalipun, Ju Hou yakin para hewan iblis kelinci itu pasti tidak akan melepaskan mereka berdua begitu saja. Terlebih keduanya telah banyak membunuh hewan-hewan iblis saudara mereka.
"Sepertinya kalian sedang cukup kerepotan saudara-saudaraku?"
__ADS_1