Ling Tian

Ling Tian
Zirah Baru Dan Memasuki Bagian Dalam Gunung Yanshi


__ADS_3

Ling Tian membuka lembaran selanjutnya dari Kitab Teknik Reinkarnasi itu tanpa memperdulikan teriakan dari Tie San. Dia mulai membaca baris perbaris tulisan itu dengan tenang.


Meskipun tulisan kitab itu ditulis menggunakan bahasa kuno, namun Ling Tian yang memiliki pengetahuan tidak terbatas pemberian dari gurunya Sang Maha Dewa tentu dapat dengan mudah mengetahui dan membacanya dengan mudah.


Ling Tian akhirnya mengetahui tentang apa sebenarnya kitab usang ditangannya ini. Pantas saja kitab ini disebut kitab terlarang, karena memang teknik dalam kitab ini sungguh telah menyalahi aturan yang berlaku di semesta ini.


Didalam kitab itu dusebutkan bahwa seseorang yang hendak mati dapat melakukan reinkarnasinya sendiri tanpa harus melalui beberapa proses atau prosedur yang berlaku pada alam semesta.


Kitab Teknik Reinkarnasi ini juga memberitahukan bahwa siapa saja yang melakukan reinkarnasi menggunakan cara yang disebutkan maka akan dapat terlahir kembali dengan ingatan yang penuh dan kekuatannya saat terakhir kalinya sebelum dia melakukan inkarnasi juga akan tetap utuh.


Kekuatan utuh yang disebutkan bukan berarti seseorang tidak harus berkultivasi lagi lalu dengan mudahnya bisa berada ditingkat sebelumnya. Namun utuh disini adalah semacam kekuatan yang tersimpan dan sewaktu-waktu dapat dia gunakan dalam kondisi mendesak atau jika ingin bereinkarnasi lagi.


Hanya saja saat melakukan hal itu, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terlahir kembali. Semakin tinggi tingkatan kultivasi seseorang, maka semakin lama pula proses dia terlahir kembali.


Dengan mengetahui itu saja, Ling Tian sudah menggelengkan kepalanya karena terkejut dan tidak percaya bahwa kitab teknik semacam ini akan ada didunia ini. Pantas saja sebelumnya salah satu dari tiga Tie bersaudara mengatakan bahwa kitab ini tidak boleh jatuh ketangan yang salah.


Ling Tian sangat kagum dengan siapakah gerangan yang menciptakan kitab sehebat ini. Ling Tian semakin tertarik dengan isi Kitab Teknik Reinkarnasi itu. Dia terus membacanya dan ingin mengetahui tentang bagaimana caranya teknik ini digunakan.


Tidak terasa waktu sudah berlalu satu setengah jam semenjak Ling Tian membaca isi kitab itu sambil berdiri. Tiga Tie bersaudara kini juga sudah diam karena terpaksa. Mereka tidak mau dihajar lagi wajahnya oleh Zhuge Ruxu ataupun Mao An.


Ling Tian akhirnya menutup kitab itu setelah membaca bagian terakhir dari Kitab Teknik Reinkarnasi. Senyuman sumringah tercetak jelas diwajahnya. Ling Tian tentu sangat puas dengan pengetahuan yang baru saja dia dapatkan.


Bisa dikatakan sekarang Ling Tian telah mengcopy data kitab itu didalam otaknya.


"Kitab ini memang terlalu berbahaya jika jatuh ketangan orang yang salah!" ucap Ling Tian kemudian melemparkan kitab itu kearas langit lalu mengeluarkan api elemennya yang sangat panas dan membakar hingga habis kitab itu.


Ketiga Tie bersaudara hanya bisa menjerit histeris dalam hati saat mereka melihat kitab yang mereka jaga selama ini dibakar tepat didepan wajah mereka.


Setelah selesai membakar kitab itu, Ling Tian yang masih dengan senyuman kepuasannya menatap ketiga Tie bersaudara.


"Jadi, bagaimana dengan tawaranku sebelumnya? Tenang saja! Itu masih berlaku!" ucap Ling Tian dengan tenang.

__ADS_1


"K-kau! Kau mengapa membakar kitab terlarang itu?" tanya Tie San yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat sebelumnya.


"Bukankah sebelumnya kalian juga yang mengatakan bahwa kitab itu tidak boleh jatuh ketangan yang salah? Maka dari itu, aku sudah memasukkan semua pengetahuan kitab itu kedalam kepalaku dan lalu aku membakarnya!" jawab Ling Tian dengan wajah tidak berubah sama sekali.


Dia tetap santai seolah tidak pernah melakukan apapun. Namun jika para dewa tahu bahwa Ling Tian baru saja membakar hingga habis kitab terlarang yang menjadi incaran semua orang, mereka pasti akan muntah darah dan mengutuk mati Ling Tian berkali-kali.


Melihat betapa santai dan tenangnya Ling Tian, ketiga Tie bersaudara merasakan sedikit aneh akan hal itu.


"Jadi bagaimana? Apakah keputusan kalian sekarang?" tanya Ling Tian.


"Aku Tie Sun, bersumpah setia kepada Tuan!" ucap Tie Sun tiba-tiba yang mengejutkan Ling Tian dan kedua saudaranya.


"Tie Sun! Apa yang kau lakukan?" tanya Tie San dengan nada sedikit marah.


"Saudara San! Apa kalian lupa bahwa Tuan pernah mengatakan jika ada yang masuk ketempat kita ini dan dia dapat mengalahkan kita serta dapat membuka segel dalam formasi, maka kita disuruh menjadi pengikut setianya?" tanya Tie Sun.


"I-itu.. Kami tidak melupakan itu!" jawab Tie Sin.


"Lalu mengapa kalian masih ragu terhadap tuan didepan kita ini?" tanya Tie Sun lagi dengan wajah aneh.


Mereka berdua sangat bimbang dengan keputusan yang akan mereka ambil. Tapi jika mereka tidak mau menjadi bawahan pemuda didepannya, itu berarti mereka adalah pambangkang dari Tuan sebelumnya.


Ling Tian tersenyum melihat keduanya yang masih bimbang. Dia menggerakkan tangannya dan melepas ikatan es yang membekukan mereka. Hal ini sangat mengejutkan bagi ketiganya. Terlebih bagi Tie Sun yang mana dia sangat takut jika kedua saudaranya akan kembali menyerang.


"Kalian tidak perlu memaksa diri menjadi bawahanku! Jika memang kalian tidak mau, maka itu juga tidak masalah!" ucap Ling Tian.


"Dan kamu Tie Sun bukan? Kemarilah! Kamu pasti bisa berubah menjadi semaumu bukan?" lanjutnya sambil melihat kearah Tie Sun.


"T-tentu saja Tuan! Aku bisa!" jawab Tie Sun dengan bersemangat.


"Maka jadilah baju zirah besi yang sangat tipis bagiku!" ucap Ling Tian kepada Tie Sun.

__ADS_1


"Siap Tuan!" angguk Tie Sun lalu berubah menjadi kecil dan membentuk sebuah zirah yang sangat tipis namun mewah.


Ling Tian menangkap baju zirah itu lalu dengan santai memakainya. Baju itu bukan seperti baju zirah, melainkan seperti baju biasa yang membuat Ling Tian semakin tampan saja jika dilihat.


"Baiklah.. Saudara-saudaraku! Ayo kita lanjutkan perjalanan kita!" ucap Ling Tian.


"Ayo!" jawab Zhuge Ruxu dan Mao An serentak.


"T-tunggu tuan!" seru kedua golem besi yang tersisa.


"Ada apa?" tanya Ling Tian.


"K-kami ingin mengikuti anda Tuan!" ucap Tie San dengan ragu.


"Jika kalian ragu, maka tidak perlu kalian memaksakan diri. Ambillah kebebasan kalian dan hiduplah sesuka kalian didunia Jimi De ini!" ujar Ling Tian.


"Tidak Tuan! Aku Tie Sin dan saudaraku Tie San berjanji akan setia dan mengikuti Tuan!" ucap Tie Sin.


Ling Tian tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah.. Aku sebelumnya belum memperkenalkan diri. Bahkan denganmu Tie Sun! Namaku Ling Tian!" ucapnya.


"Salam Tuan Ling!" ucap keduanya memberi hormat.


"Baik! Sekarang jadilah zirah yang sama untuk kedua saudaraku Mao An dan Zhuge Ruxu!" perintah Ling Tian.


"Baik Tuan!" jawab keduanya lalu berubah menjadi baju zirah besi yang sama seperti Tie Sun. Hanya saja Tie San yang menempel pada Zhuge Ruxu membuat sebuah variasi pada bentuknya agar selaras dan sangat cocok dipakai oleh wanita.


"Baiklah.. Mari kita masuk di bagian dalam Gunung Yanshi ini! Kita lihat, apa sebenarnya yang tersimpan disana!" ujar Ling Tian sambil tersenyum.


"Berangkat!" seru Mao An dengan bersemangat.

__ADS_1


________________________________________


YUK ... VOTE VOTE VOTE 😆📢📢


__ADS_2