
"Cih! Biasalah saja bodoh! Kau itu seperti orang kampungan saja!" kata Mao An dengan nada kesal melihat pengekspresian jenderal golok yang berlebihan itu.
"Ah! Uhuk! Uhuk!" jenderal golok langsung tersedak saat Mao An menegurnya.
Setelah mengatur nafasnya dengan baik, jenderal golok lalu menatap pria muda yang berwajah masam itu dengan tatapan rumit.
"Sebenarnya.. Apa yang kau inginkan? Mengapa kau malah mengajak minum dan memberikan aku harta seberharga ini?" tanya jenderal golok penasaran.
"Sebelum aku menjawabnya, kau pakailah pakaianku ini! Aku tidak selera bicara dengan orang yang telanjang sepertimu!" ucap Mao An lalu melemparkan satu set pakaian kepada jenderal golok.
Tanpa bertanya lagi, jenderal golok langsung meraih pakaian merah kehitaman itu lalu mulai menanggalkan satu persatu barang aneh yang menempel ditubuh jenderal golok tepat didepan mata Mao An.
Mao An mendelik melihatnya. Dia langsung menyemburkan teh yang baru saja selesai masuk dalam mulutnya. Dia mengutuki perbuatan jenderal manusia primitif yang tidak tahu malu itu. Akan tetapi dia tidak berbicara sama sekali saat si jenderal koplok itu mulai memakai pakaian yang dia berikan.
Selesai memakai pakaian seperti orang-orang luar yang menurutnya sangatlah risih itu, jenderal golok kembali duduk dikursi berhadapan dengan Mao An.
"Besok-besok jika kau mau ganti pakaian maka carilah tempat sepi atau kamar mandi terlebih dahulu jenderal kampret!" kata Mao An yang terang-terangan mencibir jenderal golok.
"Eh? Apakah ada yang salah?" tanya jenderal golok bingung.
"Ah! Sudahlah! Aku akan menjelaskannya nanti! Sekarang, sebelum aku mengatakan alasanku memintamu duduk ditempat ini, aku ingin tahu siapa namamu?" tanya Mao An dengan nada kesal.
"Namaku Leng Wandao!" jawab jenderal golok.
"Baiklah Wandao! Aku akan mengatakan tujuanku! Sebenarnya aku mengajakmu untuk mengikuti Tuan Muda Shen Zhu Ling Tian!" kata Mao An yang sengaja membawa nama marga asli Ling Tian.
"Shen Zhu? Ling Tian?" ucap Leng Wandao atau jenderal golok dengan mata mendelik.
"Benar!" angguk Mao An.
"B-bukankah S-Shen Zhu adalah marga para dewa?" tanya Leng Wandao dengan tubuh bergetar.
__ADS_1
"Benar sekali! Tuan Muda Ling Tian adalah keturunan dari dewa trah Shen Zhu Ling yang pernah menguasai seluruh alam dewa! Bagaimana? Apakah kamu mau menjadi salah satu dari pelayan dewa?" ucap Mao An lalu bertanya dengan sudut bibir tersenyum lebar.
Jenderal golok atau Leng Wandao tampak berfikir keras untuk bisa memberikan putusan. Setelah hampir dua menit diam dalam keheningan, jenderal golok akhirnya akan mengatakan keputusannya.
Namun baru saja dirinya membuka tutup mulutnya, Ling Tian bersama dengan lima ratus orang dibelakangnya keluar dari dalam gua dan melihat kearah kedua pria yang sedang santai sambil minum teh.
Wajah Ling Tian langsung menjadi masam saat melihat itu. Padahal sebelumnya saat dirinya membebaskan para tahanan dia mengatakan bahwa diluar sedang terjadi oerang besar melawan pasukan manusia primitif dan membutuhkan bantuan dari semua orang yang berasal dari Benua Langit untuk menggugah semangat mereka. Akan tetapi yang dilakukan oleh saudaranya itu benar-benar telah mengancurkan serta meluluh lantakkan ucapannya yang menggebu-gebu sebelumnya.
'Dasar saudara kampret!' batin Ling Tian mengutuk kelakuan Mao An.
"Kalian semua berangkatlah terlebih dahulu ke medan perang untuk membantu saudara-saudara kalian! Nah! Kalian dengar bukan dengan ledakan-ledakan itu? Itu adalah perang yang sedang berkecamuk yang aku katakan sebelumnya! Aku akan bicara dengan dua orang sialan yang malah asik minum teh itu!" ucap Ling Tian yang menjelaskan keadaannya.
"Baik!" jawab semua orang meski sedikit ada raut keraguan diwajah mereka. Namun mereka masih saja pergi meninggalkan tempat itu untuk bergabung dalam peperangan.
Hanya satu orang saja yang tersisa dan tetap berdiri dibelakang Ling Tian. Dia menampilkan raut wajah ragu untuk pergi meninggalkan Ling Tian. Orang itu tidak lain adalah Kong Ki alias Raja Beast yang telah menjadi bawahan Ling Tian.
"Kau bantulah Tetua Liong He untuk melawan Pimpinan Tertinggi manusia primitif itu! Aku akan datang menyusul!" kata Ling Tian yang memahami keraguan Kong Ki.
Mao An hanya cengar-cengir melihat Ling Tian yang datang dengan wajah masam. Dia tidak tahu mengapa Tuan Mudanya itu bisa memasang wajah tidak enak dipandang seperti itu.
Plak!
"Aduh!"
Ling Tian langsung menampol kepala belakang Mao An yang membuatnya langsung mengeluh dan ingin protes namun tidak berani melakukannya.
"Kamu hampir saja membuat kepercayaan diri semua orang itu rusak saudara kampret!" ucap Ling Tian dengan kesal.
Dia lalu mengeluarkan kursi dari cincin penyimpanan dan ikut duduk dimeja Mao An kemudian menuangkan teh untuk dirinya sendiri dan menyeruputnya dengan perlahan.
Slruupp!
__ADS_1
"Jadi, bagaimana bisa kalian berdua tidak bertarung dan malah asik minum teh seperti ini?" tanya Ling Tian setelah menyesap tehnya.
"Ehehe.. Jangan salah sangka dulu Tuan Mudaku yang paling keren dan tampan! Dan maaf telah membuatmu kes-.." ucap Mao An sambil cengengesan namun dipotong oleh Ling Tian.
"Tidak usah bertele-tele!" kata Ling Tian masih dengan raut wajah kesal meskipun dia telah menyesap teh galaksi yang memiliki manfaat untuk menenangkan pikiran.
"Eh.. Anu.. Itu Tuan Muda! Aku hanya mengambil jalan damai saja kok!" kata Mao An yang gelagapan.
"Apakah benar begitu?" tanya Ling Tian namun melihat kearah jenderal golok atau Leng Wandao.
"B-benar T-tuan Muda Ling!" jawab Leng Wandao dengan gugup dan terbata-bata sebab sorot mata Ling Tian benar-benar mengintimidasinya.
"Aku menawarkan dirinya untuk menjadi pelayan Tuan Muda!" kata Mao An lagi.
"Benar Tuan Muda! Dan aku sudah memutuskan untuk menjadi pelayan Tuan Muda Ling dan akan mengatakan kelemahan dari Pimpinan kami! Eh! Maksudnya mantan!" tutur Leng Wandao.
"Oh? Benarkah dia memiliki kelemahan?" tanya Ling Tian sambil tersenyum menyeringai.
"Benar Tuan Muda!" angguk Leng Wandao.
"Baiklah! Aku setuju menjadikanmu menjadi pelayanku! Namun saat ini aku tidak bisa membawamu untuk bertemu dengan para pelayan yang lainnya sebab dunia kecil ini memiliki aturan mutlak yang membuatku tidak bisa melakukannya!.." ujar Ling Tian.
Sebutkan siapa namamu dan katakan apa kelemahan Pimpinan Tertinggi manusia primitif itu?" katanya lagi bertanya.
"Namaku Leng Wandao Tuan Muda! Dan untuk kelemahan Pimpinan para manusia primitif itu sebenarnya adalah putra bungsunya sendiri yang masih berumur lima tahun! Putra bungsunya adalah anak emas Pimpinan Tertinggi manusia primitif dan kesayangannya! Saat ini dia berada di kediamannya,.."
"Jika Tuan Muda Ling menjadikannya sebagai tawanan, aku yakin Pimpinan akan tidak bisa berkutik dan akan meleoaskan oedang dewa yang membuat kekuatannya meningkat satu ranah itu!" jawab Leng Wandao menjelaskan.
"Brilian! Hahaha.." seru Mao An lalu tertawa terbahak-bahak karena telah menemukan jalan keluar agar dapat mengalahkan Pimpinan Tertinggi manusia primitif yang sangat kuat dan merepotkan itu.
***
__ADS_1