
Ling Tian hanya tersenyum melihat saudaranya. Dia lalu menepuk-nepuk pundak Mao An dan menanyakan perihal kedua orang tua yang datang bersamanya.
"Apakah Tuan Muda benar-benar tidak mengenalnya?" tanya Mao An dengan sedikit memiringkan kepalanya.
"Tidak! Memangnya siapakah mereka berdua?" jawab Ling Tian lalu bertanya lagi.
"Haha.. Kedua tua bangka ini adalah Leluhur Kekaisaaran Xiao dan Leluhur Kekaisaran Song! Mereka adalah orang-orang yang membantu Klan Lian dalam pemberontakan dan pembantaian terhadap Klan Ling ribuan tahun lalu!" jawab Mao An dengan tanpa ekspresi.
Mendengar jawaban dari saudaranya, niat membunuh Ling Tian yang sangat pekat dan suram meledak dari tubuhnya. Dia melihat kekedua orang tuan didepannya itu dengan mata tajam dan mengintimidasi.
Namun beberapa saat kemudian, niat membunuh itu perlahan menghilang dan digantikan dengan Ling Tian yang terlihat tersenyum dari sudut bibirnya yang membuat kedua pria sepuh itu kebingungan.
"Apakah yang akan kalian berdua lakukan sekarang setelah mengetahui aku dari Klan Ling?" tiba-tiba saja Ling Tian bertanya kepada kedua orang tua itu.
Leluhur Xiao Chen dan Leluhur Song Mu yang tidak tahu harus menjawab apa hanya bisa bertekuk lutut dihadapan Ling Tian.
"Kami.." ucap Leluhur Xiao Chen yang tidak bisa berkata-kata.
"Apa?" tanya Mao An.
"Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan sekarang Tuan Muda Ling! Kami juga sadar jika kami memang bersalah karena telah mengkhianati klan dari penguasa Ling Dong dan membantu Klan Lian untuk memberontak! Jika Tuan Muda Ling ingin memberikan hukuman kepada kami maka kami siap dengan hukuman itu!" kata Leluhur Song Mu yang di angguki oleh Leluhur Xiao Chen.
Ling Tian kembali tersenyum mendengar ucapan sangat tulus yang keluar dari mulut pria sepuh yang sedang berlutut didepannya itu. Dia lalu bertanya kembali kepada mereka berdua.
"Lalu apakah alasan kalian sebelumnya sehingga mau melakukan kesepakatan dengan Klan Lian dengan memberontak?"
"Tuan Muda Ling! Kami diberikan iming-iming berupa kekuasaan dan dijanjikan akan diberikan kuasa atas pedang pusaka tingkat merah yang menjadi senjata terkuat di Benua Langit selama sepuluh tahun secara bergantian!" jawab Leluhur Xiao Chen.
"Apa hanya itu?" tanya Ling Tian.
__ADS_1
"Seluruh harta dan sumberdaya milik Klan Ling juga menjadi milik kami!" kata Leluhur Song Mu.
"Oh.. Jadi begitu! Baiklah.. Kalian sekarang telah menjadi budak saudaraku bukan?" tanya Ling Tian.
"Benar Tuan Muda!" angguk keduanya.
"Baiklah! Kalian bersumpahlah atas nama langit dan bumi akan selalu setia kepadaku dan saudaraku! Kemudian keluarlah dari dunia kecil ini!" kata Ling Tian sambil tersenyum.
"Baik Tuan Muda!" patuh keduanya.
Keduanya pun sama-sama mengatakan sumpah atas nama langit dan bumi untuk selalu setia kepada Ling Tian dan Mao An sampai mati. Tidak ada gejolak langit dan bumi seperti yang pernah terjadi di kota Xudong saat Tetua Liong He menyatakan sumpah yang sama. Hal itu mungkin karena dunia kecil ini memiliki aturan yang berbeda atau hal lainnya yang Ling Tian tidak ketahui.
"Bagus! Sekarang keluarkan token mereka saudaraku!" ucap Ling Tian sambil memandang Mao An.
Dia tahu bahwa token yang berguna untuk kedua leluhur itu keluar dari dunia kecil ini berada di tangan saudaranya. Karena Ling Tian sama sekali tidak melihat adanya cincin penyimpanan yang terpasang di jari-jari kedua sepuh itu.
"Keluarlah dari dunia ini! Setelah itu kunjungilah Klan Lian dan hancurkan tanpa sisa sedikit pun! Aku yakin dengan kekuatan kalian berdua maka tidak akan ada diantara anggota Klan Lian yang mampu mengadapi amukan kalian!" ucap Ling Tian sambil memberikan kedua token kepada dua Leluhur yang sedang tercengang itu.
"Mengapa kalian hanya diam? Ini! Ambillah!" ucap Ling Tian lagi sambil menyodorkan dua token.
"B-baik Tuan Muda!" jawab kedua leluhur pada akhirnya.
"Dan ini! Gunakan pedang-pedang ini untuk membasmi para penghianat!" kata Ling Tian lagi sambil menyerahkan dua pedang pusaka tingkat merah kualitas rendah kepada dua Leluhur Kekaisaran Xiao dan Song itu.
"Baik Tuan Muda Ling!" ucap keduanya mengangguk.
Setelah menerima token dan pedang pusaka dari Ling Tian, keduanya langsung menghancurkan token itu dan perlahan tubuh mereka terlihat transparan lalu setelahnya menghilang sepenuhnya.
Ling Tian menghela nafas panjangnya setelah kepergian dari dua leluhur tua dari kedua kekaisaran yang sangat agung namanya. Dia sengaja melakukan ini karena dirinya tidak ingin mengotori tangannya dengan darah para pengkhianat.
__ADS_1
Akhirnya, balas dendam akan para pendahulunya akan segera terlaksanakan. Bisa dikatakan bahwa satu beban dipundaknya sedikit terkurangi. Dan mengenai Leluhur Tua dari Klan Lian, dia sendiri nanti yang akan mengurusnya jika bertemu.
Ling Tian juga berencana akan menyuruh Klan Xiao dan Klan Song yang tersisa untuk membantunya nanti saat perang antara dirinya melawan kubu aliansi aliran hitam yang dipimpin oleh sang iblis sejati.
"Lalu? Apa yang akan kita lakukan setelah ini Tuan Muda?" tanya Mao An.
"Kita akan berusaha mengambil harta langit dan bumi dari pimpinan manusia primitif!" jawab Ling Tian sambil tersenyum.
Mao An melebarkan matanya saat mendengar jawaban dari Ling Tian yang mengatakan bahwa harta langit dan bumi saat ini sedang dipegang oleh pimpinan tertinggi manusia primitif.
"Bagaimana Tuan Muda bisa yakin bahwa harta lahir dan bumi itu berada ditangannya?" tanya Mao An penasaran.
"Aura langit dan bumi di dunia kecil ini sangatlah tipis! Tidak akan memungkinkan bagi siapapun yang berada di tempat ini akan sampai di ranah pendekar perunggu!.."
"Namun aku dengan jelas sebelumnya merasakan sebuah ledakan aura dari seseorang yang sudah berada di ranah Pendekar Perunggu Puncak!.."
"Aku yakin bahwa orang tersebut adalah pimpinan tertinggi dari para manusia primitif itu serta mungkin menggunakan sebuah artefak atau sebuah pusaka yang berguna untuk menaikkan basis kultivasi satu ranah penuh!.."
"Dan bukankah harta yang seperti itu adalah harta yang tidak ternilai harganya?" ucap Ling Tian pada akhirnya memberikan pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya oleh Mao An.
"Hahaha.. Tuan Muda benar sekali! Lalu bagaimana? Apa yang akan Tuan Muda lakukan sekarang?" tanya Mao An.
"Menunggu! Aku yakin bahwa orang-orang dari aliran putih dan dari pihak kalian si aliran hitam juga sudah menyadarinya!.."
"Mereka pasti akan membuat sebuah kelompok-kelompok sesuai aliran mereka lalu setelahnya bergerak aku menyerang pemimpin tertinggi dari para manusia primitif!" kata Ling Tian menjelaskan.
Mao An menganggukkan kepala tanda dirinya mengerti dan memahami. Memang benar apa yang dikatakan oleh Ling Dian bahwa orang-orang yang masuk di dalam dunia kecil ini memang sudah mulai membentuk faksi-faksi atau kelompok yang akan mereka gunakan untuk penyerangan secara langsung di area markas manusia primitif.
"Biarkan mereka semua bergerak terlebih dahulu untuk mengalahkan pemimpin tertinggi manusia primitif! Lalu segalanya kita akan merebut sumber daya ataupun harta langit dan bumi yang berada padanya!" kata Ling Tian dengan santainya mengungkapkan rencananya kepada Mao An.
__ADS_1