Ling Tian

Ling Tian
Acting Yang Sempurna


__ADS_3

Ling Tian menjelaskan bahwa teknik penyamaran langit bukan hanya berfunsi sebagai penyamaran saja. Namun juga mengetahui informasi atau ingatan mengenai orang yang dibuat samaran karena sebelumnya menggunakan esensi darah.


Zhuge Ruxu dan Mao An dibuat sampai melongo oleh Ling Tian yang begitu hebat dalam menggunakan teknik penyamaran langit tersebut.


Bagaimana tidak? Bahkan tidak ada kebocoran aura manusia sedikit pun dari teknik tersebut. Ling Tian seolah benar-benar telah menjadi seorang dari ras beast sempurna.


Ekspresi kedua saudaranya yang melongo itu membuat Ling Tian tersenyum dengan bangga lalu dengan tenang dia berkata,


"Saudari Zhuge Ruxu, saudara Mao An! Aku memang begitu hebat tapi apakah kalian akan terus melongo seperti itu terus? Awas ada lalat yang masuk dan bersarang nanti!"


Ejekan Ling Tian itu menyadarkan keduanya lalu dengan cepat menutup mulutnya rapat-rapat. Tindakan keduanya itu justru membuat Ling Tian tertawa terbahak-bahak sampai memegang perutnya yang kaku.


"Hahaha.. Kalian benar-benar lucu sekali!" ucap Ling Tian yang terus tertawa pecah.


"Cih!" keduanya hanya mendecak kesal menanggapi ocehan bocah bau itu.


Ling Tian berusaha untuk menahan tawanya melihat ekspresi masam keduanya.


"Baiklah.. Baiklah.. Saudara Mao An, saudari Zhuge Ruxu! Ayo kita datangi lagi tawan-.."


Belum selesai Ling Tian menuntaskan kata-katanya, dia tiba-tiba terdiam sambil melihat langit dunia jiwa membuat Mao An dan Zhuge Ruxu keheranan.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya keduanya bersamaan.


"Tempat persembunyian kita telah diketahui orang-orang dari Klan She! Saat ini mereka sedang berusaha menghancurkan formasi pelindung dan ilusi yang aku buat sebelumnya!" jawab Ling Tian dengan wajah serius.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Mao An.


"Kita harus keluar sekarang! Aku tidak mau jika saat aku muncul nanti di dunia luar aku dalam keadaan terkubur!" jawab Ling Tian sambil mengubah penampilannya menjadi She Danfan lagi.


"Baik!" ucap Ling Tian.


"Oiya, serap ini sebentar!" lanjut Ling Tian sambil menembakkan ingatan yang dia peroleh dari She Danfan kepada Mao An. Tidak lupa dia juga menyegel kultivasinya hingga berada di Ranah Raja Tahap Awal seperti yang dimiliki oleh She Danfan.


"Baik!" ucap Mao An lalu bergegas duduk untuk menyerap pengetahuan tersebut.


Dua menit kemudian, Mao An membuka matanya dengan senyuman menyeringai.


"Baiklah.. Waktunya acting seperti artis!" ucap Mao An yang ditanggapi tawaan renyah Ling Tian.


***

__ADS_1


Hutan Tanpa Batas.


Boommm...


Boommm...


Di sebuah perbukitan tempat dimana Ling Tian dan Mao An bersembunyi sebelum memasuki dunia jiwa, lima puluh dari pasukan elite Klan She yang berada pada ranah Pendekar Berlian Puncak hingga Ranah Raja Tahap Awal sedang berusaha menghancurkan formasi yang melindungi sebuah gua.


"Terus serang formasi itu! Aku yakin penyusup itu ada didalam gua!" ucap salah satu komandan.


"Baik Komandan Na!" jawab para prajurit lalu terus menyerang formasi.


Boommm...


Boommm...


"Komandan Na! Apa kau sudah menghubungi Tetua atau Komandan yang lain untuk datang ketempat ini?" tanya komandan lain kepada Komandan She Na.


"Komandan Fiuqi! Aku sudah menghubungi mereka! Sebentar lagi dua ratus prajurit elite klan yang di pimpin langsung oleh Tetua Pertama akan datang ke tempat ini!" jawab Komandan She Na.


"Baguslah jika begitu! Aku sudah tidak sabar untuk menghajar manusia penyusup itu!" ucap Komandan Fiuqi dengan geram dan tangan terkepal erat.


"Benar! Aku pun begitu!" ucap Komandan Na.


Boooommmmmmm...


Para murid terlempar ke berbagai arah dengan kondisi terluka sementara kedua komandan yang sebelumnya berbincang-bincang harus melindungi diri mereka sendiri dari terkena evek ledakan.


Swussh...


Swussh...


Dua sosok keluar dari dalam gua dengan aura Ranah Raja Tahap Puncak beserta niat membunuh sangat pekat dari salah satu diantara mereka.


"Siapa kalian! Berani sekali kalian menggangguku saat aku sedang mengobati saudaraku?" seru sosok itu bertanya dengan kemarahan yang tidak tertahan sama sekali. Dia tidak lain adalah Mao An sang kucing hitam.


Semua orang menjadi sangat waspada saat merasakan aura penindasan dan niat membunuh yang dilancarkan oleh Mao An. Komandan Na dan Komandan Fiuqi melihat seseorang yang mereka kenal berada di belakang sosok mengerikan itu.


Dengan cepat mereka sedikit menurunkan kewaspadaan lalu mendatangi Mao An dengan hormat. Terlebih setelah mendengar teriakan oertanyaan dari sosok tersebut.


"Salam Tuan! Namaku She Na! Dan ini saudaraku She Fiuqi! Kami adalah komandan pasukan elite Klan She yang ditugaskan untuk mencari saudara kami yang hilang!" ucap Komandan Na dengan hormat sambil menangkupkan kedua tangannya yang diikuti oleh Komandan Fiuqi.

__ADS_1


Mao An menatap tajam kedua komandan pasukan elite tersebut lalu menatap Ling Tian yang dalam penyamarannya menggunakan sosok She Danfan.


"Apakah yang dimaksud adalah sosok manusia licik yang membawa tiga tawanan terluka termasuk dirimu itu?" tanya Mao An kepada Ling Tian dengan mata menyelidik. Andai saja saat ini Mao An tidak dalam mode sedang menyamar, ingin sekali rasanya dia mencabik-cabik dua komandan serta pasukan elite Klan She tersebut.


"Benar sekali Tuan An!" jawab Ling Tian lalu mendekati kedua komandan pasukan elite Klan She.


"Komandan Na! Komandan Fiuqi!" ucap Ling Tian sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Saudara Danfan!" ucap keduanya membalas angkupan tangan Ling Tian.


Kedua komandan itu menatap lekat kearah Ling Tian seperti sedang meminta penjelasan. Ling Tian yang menyadari hal itu segera memberikan penjelasan yang masuk akal bagi keduanya mengenai perjumpaannya dengan ras manusia yang sangat kuat. Lalu mengenai pertarungannya dan berakhir dengan kekalahan dan ditawan.


"Intinya, Tuan Mao An ini adalah orang yang telah menolongku! Saat aku dan kedua bawahanku She Tang dan She Tong sedang dibawa pergi, Tuan Mao An ini tiba-tiba muncul lalu seeikit bertarung dengan manusia tersebut.."


"Namun karena trik licik yang dimiliki oleh bajing*n itu, Tuan Mao An hanya bisa menyelamatkanku saja dan membiarkan kedua bawahanku dibawa pergi manusia itu!.."


"Setelah itu, aku yang terluka parah dengan berat hati tidak langsung kembali ke klan dan dibawa Tuan Mao An ini kedalam gua untuk diobati hingga sampai seperti sekarang ini!" ucap Ling Tian menjelaskan.


Kedua komandan itu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda memahami lalu kembali memandangi Mao An dengan tatapan penuh sesal.


"Tuan Mao An! Kami atas nama pasukan elite Klan She mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan Tuan! Dan juga, kami harap Tuan An tidak mengambil hati perbuatan kami yang mengganggu Tuan yang sedang mengobati saudara kami!" ucap Komandan Na sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


Mao An yang melihat gelagat kedua komandan itu didalam hatinya berusaha untuk tidak tertawa karena menurutnya actingnya kali ini sangatlah sempurna.


Dia lalu menarik kembali aura penindasan serta niat membunuh yang dipancarkannya sehingga membuat kedua komandan serta prajurit elite Klan She menghela nafas lega.


"Baiklah.. Aku bisa memahami itu!" ucapnya dengan santai.


"Terima kasih Tuan An!" ucap kedua komandan tersebut.


"Baiklah saudaraku semua! Mari kita segera kembali ke klan! Anda juga Tuan An! Aku secara pribadi mengundang anda untuk mampir di Klan She kami! Mungkin juga nanti Patriark atau para Tetua klan juga membutuhkan penjelasan Tuan untuk informasi mengenai manusia itu!" ucap Ling Tian.


"Baiklah.." jawab Mao An mengangguk.


"Komandan Danfan!" ucap Komandan Na.


"Iya, ada apa Komandan Na?" tanya Ling Tian.


"Komandan Danfan! Lebih baik kita menunggu sebentar lagi baru kembali ke klan. Sebelumnya Tetua Pertama beserta dua jendral dan dua ratus prajurit elite kita akan datang ketempat ini!" jawab Komandan She Na.


"Oh.. Baiklah.. Kita tunggu mereka!" ucap Ling Tian dengan tenang.

__ADS_1


________________________________________


*Yang belum VOTE yuuk📢📢📢😁


__ADS_2