
Seberkas cahaya berwarna putih muncul dari jari Ling Tian dan menembak mengenai kening dari Ling Xing'er.
"Seraplah!" perintah Ling Tian.
"Baik kakak!" jawab Ling Xing'er mengangguk.
Ling Xing'er lalu duduk dengan sikap lotus dan mulai menyerap pengetahuan tentang manual kultivasi yang diberikan oleh Ling Tian. Perlahan, sebuah ingatan-ingatan baru muncul dibenak Ling Xing'er yang berisikan tata cara berkultivasi milik seorang dewi yang sangat kuat di zaman kuno yaitu Dewi Es.
Ling Tian tetap duduk dengan posisi santainya diatas ayunannya sambil dengan sangat sabar menunggu Ling Xing'er menyelesaikan penyerapannya. Selama seharian penuh Ling Xing'er menyerap pengetahuan itu sebelum pada akhirnya dia membuka kembali matanya dan menghela nafas panjangnya karena lega.
"Bagaimana? Apakah adikku yang cantik ini dapat memahaminya?" tanya Ling Tian.
Ling Xing'er hanya mengangguk sebagai balasan. Dia tersenyum dengan lebar kepada Ling Tian menandakan dia sangat senang dengan pengetahuan kultuvasi Dewi Es yang dia ketahui.
"Baiklah.. Kakak akan menerangkan sedikit mengenai kultivasi!" ujar Ling Tian.
Dia lalu menjelaskan beberapa hal mengenai kultuvasi dan semua yang berhubungan dengannya khususnya mengenai manual yang diberikannya kepada adiknya itu.
"Teknik atau manual kultivasi yang kakak berikan kepadamu adalah manual tingkat dewa milik seorang dewi yang sangat kuat di Alam Dewa! Kamu pasti sudah tahu siapa orang itu!.."
"Kakak memberikannya kepadamu karena kamu memiliki tubuh yang sama dengan dewi itu! Tipe tubuhmu itu adalah tipe Tubuh Yin! Sebuah tubuh khusus yang sangat spesial dan hanya dimiliki oleh satu dari jutaan manusia!.."
"Tipe Tubuh Yin adalah tubuh yang secara alami dapat mengampung dan mengeluarkan elemen es yang lebih kuat dari orang-orang yang memiliki elemen es lainnya! Dan kakak yakin, adikku yang cantik ini akan dapat menyaingi kekuatan dewi itu atau bahkan lebih kuat daripadanya!"
Sementara itu, Ling Xing'er mendengarkan semua penjelasan Ling Tian dengan sangat serius dan teliti. Dia tidak ingin ada yang tertinggal satupun dari pelajaran itu. Ling Xing'er sendiri tidak menyangka bahwa yubuhnya memiliki kelainan khusus yang mana itu adalah berkah baginya.
"Baiklah.. Apa kamu sudah faham sekarang?" tanya Ling Tian kepada Ling Xing'er.
"Xing'er faham kakak!" jawab Ling Xing'er mengangguk.
"Bagus! Sekarang mulailah berlatih! Berkonsentrasilah! Rasakan aliran energi Qi alam yang ada disekitarmu terlebih dahulu sebelum kamu menyerapnya kedalam dantianmu!" ujar Ling Tian yang meminta adiknya untuk memulai.
"Baik kak!"
__ADS_1
Ling Xing'er lalu memulai kultivasi pertamanya dengan memejamkan matanya untuk fokus. Dia menajamkan seluruh indranya khususnya indra perasa yang ada diseliruh tubuhnya.
Satu jam berlalu. Ling Xing'er belum bisa merasakan aliran energi Qi alam yang dikatakan oleh kakaknya Ling Tian. Akan tetapi dia tidaklah patah semangat. Dia terus mencoba untuk mencari dan merasakan sesuatu yang berbeda dari udara yang ada disekitarnya itu hingga tiga jam lagi berlalu tanpa Ling Xing'er sadari.
Sementara untuk Ling Tian, dia hanya menatap adiknya itu yang terlihat begitu gigih mencari energi Qi alam. Selama itu pula dia terus menunggunya sampai sang adik menuai keberhasilannya.
Lima jam akhirnya berlalu semenjak Ling Xing'er mulai menutup matanya. Dan pada menit-menit itu, akhirnya Ling Xing'er dapat sedikit merasakan ada energi yang berbeda yang berwarna-warni mengambang diudara tipis.
Dia terus berkonsentrasi agar tidak kehilangan penemuannya itu.
'Inikah energi Qi alam yang dikatakan oleh kakak?' tanya Ling Xing'er dalam hatinya.
Malam pun tiba. Ling Tian terlihat tersenyum melihat adiknya yang tampak sudah dapat merasakan aliran energi Qi alam.
"Apakah kau dapat melihat ada partikel-partikel kecil yang berwarna-warni itu?" tanya Ling Tian tiba-tiba yang mengejutkan Ling Xing'er dan membuat konsentrasinya langsung buyar.
"Ah! Kakak mengejutkanku!" ujar Ling Xing'er dengan bibir mengerucut.
"Apakah kamu sudah bisa melihat dalam sikap lotusmu itu jutaan partikel yang berwarna-warni itu?" tanya Ling Tian sekali lagi.
"Bagus! Itulah energi Qi alam yang menjadi kekuatan bagi setiap kultivator!" ujar Ling Tian.
Setelah itu Ling Tian menyuruh Ling Xing'er untuk memulai lagi konsentrasinya dan sedikit demi sedikit menyerapnya dengan manual kultivasi dewi es yang sebelumya dia berikan.
"Oiya! Dalam berlatih! Kamu tidak boleh melupakan dua hal! Pertama, Xing'er tidak boleh kehilangan fokus pada tujuanmu! Dan yang kedua, Xing'er tidak boleh melepas kewaspadaan meski dalam situasi apapun! Karena kita tidak tahu akan bahaya apa yang mengintai kita jika kita berada di alam luar!" ujar Ling Tian menjelaskan.
"Apa Xing'er mengerti?" ucapnya lagi bertanya.
"Xing'er mengerti kakak! Xing'er akan menerapkan semua yang kakak katakan tadi!" jawab Ling Xing'er dengan mantap.
Ling Tian lalu menggerakkan tangannya kesebuah tempat yang tidak jauh dari tempatnya sekarang. Dengan kekuasaan pengendalinya terhadap dunia jiwa, Ling Tian menciptakan sebuah lempengan menonjol seperti kursi batu ditempat itu.
"Duduk dan mulailah berkultivasi disana!" ujar Ling Tian sambil menunjuk lempengan batu itu.
__ADS_1
Ling Xing'er hanya mengangguk. Dia berdiri dar tanah yang menjadi tempatnya duduk dan menuju tempat yang dimaksud Ling Tian. Setelah duduk dengan sikap lotusnya, dia langsung memulai kultivasinya dimalam itu juga.
Ling Tian yang sedang berada diatas sebuah ayunan kembali tersenyum saat melihat Ling Xing'er sudah memulai kultuvasi pertamanya. Dia mengeluarkan sebuah benda yang mirip seperti sebuah gitar dari dalam cincin penyimpanannya dan mulai memetik senarnya.
Jreng! Jreng!
Suara itu mengejutkan Ling Xing'er yang sedang berkultivasi dan membuyarkan konsentrasinya.
"Oi.. Ingat! Jangan pernah kehilangan fokusmu!" teriak Ling Tian memperingatkan Ling Xing'er.
Ling Xing'er menggertakkan giginya karena sedikit kesal dengan kakaknya itu, dia hampir saja berhasil berkomunikasi dengan partikel-partikel kecil itu sebelum akhirnya untuk diserapnya.
Memang, pada manual kultivasi dewi es yang diberikan Ling Tian kepadanya itu mengharuskan dia untuk berkomunikasi dengan partikel kecil itu terlebih dahulu sebelum meminta kepada warna yang selain warna putih kebiruan untuk tidak masuk dalam tubuhnya saat dia melakukan penyerapan.
Ya. Begitulah manual milik Dewi Es! Yang hanya memfokuskan menarik partikel atau energi alam yang memiliki elemen es saja yang untuk diserap. Maka tidak heran jika Dewi Es dikenal sangatlah kuat karena dia selain memiliki manual khusus, dia juga memiliki tubuh yang memang terkhusus pada elemenitas es.
Ling Xing'er kembali berfokus pada kultivasinya dan berusaha untuk tidak menghiraukan apapun yang Ling Tian lakukan namun juga tidak mengendurkan kewaspadaan.
Dan untuk Ling Tian, dia justru semakin menjadi-jadi dalam memetik senar alat musiknya itu dan mulai bernyanyi untuk menguji Ling Xing'er.
"Malam ini, ku sendiri tak ada yang menemani.. Seperti malam-malam sudah-sudah.."
Ling Tian mulai menyanyikan lagu yang dia kenali ataupun dia sukai hingga beberapa lirik lagu dia selesaikan. Dia juga terus menatap Ling Xing'er dan mengeceknya apakah adiknya itu telah berhasil ataukah masih gagal.
"Semangat Xing'er!" teriak Ling Tian lalu memulai lagunya lagi.
"Malam ini tak ingin aku sendiri.. Kucari damai bersama bayanganmu.."
"Hangat pelukan yang masih kurasa.. Kau kasih.. Kau sayang.."
Ling Xing'er yang kembali terkejut dengan teriakan kakaknya hanya bisa mengela nafas beratnya. Dia kembali mengulang dan mengulangi lagi kultivasinya yang gagal. 'Sungguh kakak dan guru yang sangat menjengkelkan!' batin Ling Xing'er.
________________________________________
__ADS_1
Yok VOTE VOTE 😆📢📢