
Sudut bibir Ling Tian memancarkan seringai tipis saat melihat sekitar lima puluhan manusia dengan pakaian seadanya atau manusia primitif yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Kayu Awal hingga Akhir menyerbu kearahnya.
Ling Tian sudah tidak sabar ingin membuat orang-orang berpakaian seadanya yang ternyata menyambut kedatangannnya itu dengan permusuhan dan niat membunuh babak-belur karena tinjunya.
Meskipun ranah kultivasinya ditekan hingga ranah Pendekar Kayu Akhir Bintang 9, namun untuk mengalahkan mereka yang hanya ranah Pendekar Kayu Awal sampai Akhir Ling Tian tidak perlu menggunakan kekuatan penuhnya.
Jika lima manusia aneh yang ada di ranah Pendekar Perunggu dan dua di ranah Pendekar Besi Akhir bergerak, maka dia cukup menggunakan jurus andalan yang sudah cukup lama tidak dia gunakan atau Pukulan Pelebur Bumi untuk menghajar mereka.
Ling Tian tetap bersikap tenang meski lima puluhan manusia primitif kini telah mengerumuninya sehingga membuat ketujuh orang yang memiliki kultivasi tinggi mengerutkan kening.
Ketujuh orang primitif itu sejenak berfikir yang tidak-tidak mengenai prajurit mereka, namun dengan segera mereka menepisnya karena melihat kultivasi Ling Tian hanyalah ranah Pendekar Kayu Akhir Bintang 9 atau Tahap Puncak.
Ling Tian mengeluarkan sebilah pedang pusaka tingkat putih pemberian dari Patriark Yi Sun Sang dari cincin penyimpannya dan senyuman disudut bibirnya masih saja menyeringai lebar.
"Majulah kalian semua! Aku juga ingin merasakan bagaimana bertarung dengan menggunakan kekuatan lemah seperti ini!" seru Ling Tian sambil membuat kuda-kuda beladiri.
Ling Tian mengatakan hal demikian karena memang benar dia belum pernah melakukan pertarungan menggunakan basis kulitivasi rendah. Sebab saat di Dunia Jimi De atau bahkan saat berlatih di Hutan Gelap bersama dengan Wei Hun dan Long Yuan dia langsung menerobos ranah Pendekar Emas saat baru saja membuka segel yang mengekang kekuatan tubuh dan dantiannya.
Alhasil, saat ini Ling Tian begitu bersemangat untuk bertarung karena mungkin dirinya akan mendapatkan pengalaman bertarung serta pencerahan kultivasi saat setelah menjalani pertarungan melawan manusia-manusia primitif ini.
Manusia primitif yang memiliki ranah kultivasi sama dengan Ling Tian menjadi sangat marah saat mendengar seruan dari Ling Tian. Dia melesat terlebih dahulu dengan menggunakan tombak pusaka tingkat hijau berada ditangannya.
Ling Tian hanya diam seperti orang yang sudah pasrah menerima kematiannya saja sehingga manusia primitif yang menyerangnya memancarkan seringai tipis dari sudut bibirnya.
Dia ingin mempermainkan Ling Tian terlebih dahulu sebelum akhirnya akan meminta kematiannya sendiri daripada hidup dengan penuh penderitaan. Dia sengaja membelokkan sedikit tangannya.
Pada awalnya dia akan membunuh Ling Tian dalam satu serangan saja dengan menusuk jantungnya. Namun kini dia berubah. Dia mengarahkan tombaknya pada bagian lengan kiri Ling Tian.
__ADS_1
Senyuman menyeringai masih saja terpancar dari sudut bibir Ling Tian yang membuat manusia primitif yang posisinya sudah sangat dekat dengan Ling Tian mengerutkan keningnya. Namun tiba-tiba sebuah gerakan kejut yang sangat cepat Ling Tian berikan kepadanya.
"Naif!" ucap lirih Ling Tian namun masih terdengar oleh manusia primitif itu.
Sraakk!
Sebuah serangan horizontal dari pedang Ling Tian tepat mengenai leher manusia primitif sehingga kepalanya langsung putus dan menggelinding diatas tanah.
Bruk!
Tubuh manusia primitif itu ambruk yang membuat kawan-kawannya tersadar dari keterkejutannya dan tanpa sengaja memundurkan kakinya satu langkah.
"Apaa! Bagaimana mungkin?" seru ketujuh manusia primitif itu secara bersamaan.
Mereka yang awalnya juga tersenyum menyeringai dan berfikir sama dengan manusia primitif yang menyerang Ling Tian akan mempermainkan korbannya dahulu sebelum membunuhnya untuk dijadikan sup manusia untuk menambah kekuatan mereka kini langsung tercengang dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Serang manusia keparat itu bersamaan!" teriak salah satu manusia primitif yang memiliki kultivasi ranah Pendekar Besi.
"Baik!" jawab keempat puluh sembilan orang lainnya lalu langsung bergerak menyerang Ling Tian secara bersamaan.
Ling Tian tetap saja tenang seperti air tanpa ada perubahan raut wajah sedikit pun. Seringai jahat layaknya iblis haus darah juga masih terpancar dari sudut bibirnya.
"Majulah kalian semua!" ucap Ling Tian tanoa takut sedikitpun.
Trank! Trank! Trank!
Tiga suara ditingan langsung terdengar dari tiga arah mata angin karena serangan dari manusia primitif datang secara bersamaan yang langsung ditepis oleh Ling Tian dengan gerakan memutar badan.
__ADS_1
Setelah itu dia mengayunkan pedang pusaka tingkat putihnya untuk memblokir serangan lainnya. Hal itu terjadi berulang-ulang sehingga Ling Tian sedikit cemberut karena ternyata kekuatan mereka sangatlah kuat. Terlebih dengan energi aneh berwarna hitam putih yang mereka keluarkan ternyata mampu menambah kekuatan serta daya rusak disetiap serangan mereka.
Limg Tian yang juga sudah menyerap energi aneh itu kedalam dantiannya juga mengalirkannya pada pedang pusaka miliknya dan hasilnya sangatlah mengejutkan. Ling Tian langsung mampu mengimbangi empat puluh sembilan orang primitif tanpa kesulitan karena teknik berpedang miliknya jauh berada diatas semua orang.
Trank! Trank! Trank!
Sreett! Sreett! Sreett!
Trank!
"Aaakhh.." Aakhh.."
Suara dentingan senjata dan teriakan pilu dari mulut manusia primitif terdengar bersahut-sahutan yang menimbulkan irama indah tersendiri bagi seorang dewa iblis pembantai seperti Ling Tian saat ini.
Satu persatu manusia primitif yang mengepung Ling Tian mulai tumbang dan mati secara mengenaskan. Wajah ketujuh orang yang sebelumnya menonton kini berubah menjadi masam.
"Kalian kelima komandan! Bantu mereka! jangan biarkan pemuda sialan itu membunuh lebih banyak lagi prajurit kita!" ucap pria bertubuh kekar yang memiliki kultivasi ranah Pendekar Besi Akhir memberikan perintah kepada kelima orang yang memiliki kekuatan ranah kultivasi Pendekar Tembaga Akhir.
"Baik Jendral!" ucap kelimanya serentak dan mereka langsung melesat memasuki area pertempuran.
Salah satu komandan yang memegang golok pusaka tingkat merah kualitas rendah terbang menggunakan ilmu meringankan tubuh dan menebaskan goloknya yang kini telah bersinar hitam dan putih.
"Manusia bangs*t! Aku tidak akan membiarkan kau terus membunuh prajurit yang telah lama dan susah aku didik!" teriak komandan itu dengan amarah yang sangat besar kepada Ling Tian.
Ling Tian yang masih disibukkan dengan para prajurit dari manusia primitif langsung mengalihkan pandangannya kearah atas dan tersenyum dengan lebar. Dia membuat gerakan memutar sembari menebaskan pedang dan menendang prajurit manusia primitif kemudian barulah mengalirkan energi Qi yang cukup besar untuk memblokir serangan dari golok sang komandan manusia primitif.
Traankk!
__ADS_1