Ling Tian

Ling Tian
Masih Di Kota Yunzun


__ADS_3

Kota Xudong.


Didalam aula tamu kediaman Raja Kota, wajah Tetua Liong He dan Liong Zi menjadi menegang saat mendengar tanggapan dari Sang Raja.


"Yang Mulia! Kami berharap anda lebih bijak dalam mengambil keputusan!" ucap Liong Zi sambil berdiri lalu berlutut dan menangkupkan kedua tangannya dengan hormat.


"Tuan Liong Zi! Apa yang anda lakukan? Cepat berdirilah!" ujar Raja Kota sambil berusaha membuat Liong Zi berdiri.


Liong Zi hanya terus berlutut karena permintaannya belum mendapatkan tanggapan. Setelah beberapa saat, Raja Kota akhirnya membuka suaranya.


"Baiklah.. Aku akan mengambil keputusan sebijak mungkin dan demi kemashlahatan bersama!"


"Terima kasih Yang Mulia!" ujar Liong Zi sambil berdiri dan menangkupkan kedua tangan lalu kembali duduk pada kursinya.


Sang Raja Kota hanya menggelengkan kepala melihat Liong Zi yang sampai di titik seperti itu demi keselamatan semua orang yang berada di Kota Xudong yang dia pimpin.


"Tetua Liong He, Tuan Liong Zi! Ceritakan kepadaku! Apakah pemuda bertopeng bernama Ling Tian itu memanglah semengerikan itu?" tanya Raja Kota.


"Yang Mulia! Coba bayangkan saja jika ada puluhan ribu manusia dari berbagai tingkatan kekuatan bahkan beberapa diantaranya berada di ranah Pendekar Berlian Akhir, namun semua itu dapat ditekan habis oleh satu orang saja!" jawab Liong Zi.


"Itu terdengar sangatlah mustahil!" ujar Raja Kota.


"Memang benar! Tapi untuk Tuan Muda yang memiliki marga Ling itu bukanlah sesuatu yang mustahil! Kami Fraksi Naga Emas adalah saksi mata dari kejadian itu!" kata L


Tetua Liong He.


"Bahkan bukan hanya dia saja yang mengerikan! Kelompoknya juga sangat tangguh!" tambah Liong Zi.


"Klan Ling benar-benar sesuatu!" ucap Raja Kota lirih.


"Itu sangat benar!" ujar Tetua Liong He menimpali.


"Baiklah.. Terima kasih atas informasi yang telah Tetua Liong He dan Tuan Liong Zi berikan! Aku akan berusaha mengambil keputusan terbaik setelah kedatangan Tuan Muda Ling yang anda berdua maksudkan!" tutur Sang Raja Kota Xudong dengan tersenyum dan menangkupkan tinjunya.


"Yang Mulia! Ini juga kewajiban kami para penduduk untuk melindungi kota dan menghindarkannya dari kekacauan dan kesengsaraan! Jadi lupakan kata terima kasih Yang Mulia!" ujar Tetua Liong He menjawab sambil membalas angkupan tinju Sang Raja Kota.


Raja Kota Xudong hanya mengangguk sebagai balasan. Dia tentu sangat senang dengan penuturan salah satu warganya itu. Yang dengan sepenuh hati membela dan melindungi kota yang dimilikinya.


"Baiklah yang Mulia! Jika begitu kami pamit! Kami harus memulihkan diri terlebih dahulu!" ujar Tetua Liong He.


"Lho? Mengapa terburu-buru sekali?" Raja Kota bertanya.


"Yang Mulia! Sebelumnya kami baru saja kembali dari pertempuran melawan monster beast dan hewan siluman, kami langsung menuju istana kota karena kami membawa pesan dari Tuan Muda Ling dan belum beristirahat sama sekali!" jawab Liong Zi.


"Oh.. Maafkan aku karena kurang mengerti! Baiklah.. Silakan Tetua Liong He dan Tuan Liong Zi!" ucap Sang Raja Kota.

__ADS_1


***


Kota Yunzun


Istana milik Ratu Siluman Huli Hei kini menjadi ramai karena puluhan bahkan ratusan pelayan digerakkan secara serentak untuk membuat sebuah jamuan yang besar dan mewah.


Para beast dan siluman yang berada diluar gerbang istana hanya bisa menelan rasa penasarannya melihat hiruk-pikuk istana tersebut. Namun satu hal yang mereka tahu adalah bahwa ada manusia yang berkunjung didalam sana.


Selama tiga hari keramaian itu terus berlangsung dan Ling Tian beserta Zhuge Ruxu dan Mao An juga para muridnya dijamu dengan sangat baik.


Saat ini Ling Tian dan kelompoknya sedang duduk santai diatas kursi kehormatan yang ada didalam aula pertemuan ras siluman. Dihadapannya terdapat minuman anggur, teh hangat dan beberapa minuman berkualitas lainnya beserta buah-buahan segar yang tersaji.


"Tuan Muda Ling! Apakah anda akan mendatangi Raja Kota Xudong saat ini?" tanya Raja Beast Kong Ki.


"Benar! Aku beserta semua saudaraku akan mendatanginya dan meminta telur Phoenix Ilahi kalian!" jawab Ling Tian dengan santai sambil menyesap tehnya.


"Lalu bagaimana jika dia menolak memberikan telur itu kepada Tuan Muda?" giliran Ratu Siluman Huli Hei yang bertanya.


"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, aku dan semua saudaraku akan mewakili kalian meratakan Kota Xudong menjadi padang pasir tandus!" jawab Ling Tian.


"Baiklah Tuan Muda! Kami sangat berterima kasih akan hal ini!" ujar Huli Hei.


"Huli Hei, Kong Ki! Kemarilah!" pinta Ling Tian.


Swoosshh...


Dua buah senjata pusaka dan dua buah cincin penyimpanan muncul dari kehampaan.


"Terimalah!" kata Ling Tian.


"T-tuan Mu-muda ini-.." keduanya tidak bisa berkata-kata.


"Terimalah! Ini sebagai rasa terima kasihku karena kalian telah menjamu kami dengan sangat baik! Aku akan sangat kecewa jika kalian menolaknya!" ujar Ling Tian yang membuat kedua pimpinan tertinggi para beast dan hewan siluman itu lagi-lagi tidak bisa berkata-kata.


"Baik! Terima kasih Tuan Muda!" ucap keduanya dengan penuh syukur.


Mereka berdua sangat senang dengan pemberian Ling Tian. Bagaimana tidak? Huli Hei mendapatkan pedang pusaka tingkat merah dengan aura racun yang sangat kental, sementara Kong Ki mendapatkan senjata palu yang sebelumnya Ling Tian gunakan untuk menghajarnya saat bertarung tiga hari yang lalu.


Belum lagi cincin penyimpanan yang saat ini digenggam ditangan yang belum tahu apa isinya. Karena tidak elok memeriksa pemberian sementara orang yang memberi masih ada dihadapan mata.


Ling Tian sengaja memberikan kedua benda pusakanya itu untuk mempererat hubungannya dengan kedua ras tersebut. Palu bukanlah senjata utamanya karena dia adalah kultivator jalan pedang. Dia hanya iseng-iseng saja membuat karena sedikit tertarik saat Hong Lie dulu memakainya di turnamen antar klan.


Sementara pedang yang diberikan kepada Huli Hei adalah pedang yang baru saja dia buat satu hari yang lalu. Dia pun sengaja melumuri pedang tersebut dengan racun tingkat tinggi karena saat sebelumnya Huli Hei melawannya menggunakan pedang dengan aura racun. Sungguh benar-benar tuan yang pengertian kepada bawahannya!


"Baiklah Kong Ki, Huli Hei! Kami pergi dulu!" ujar Ling Tian sambil diikuti oleh kelompoknya.

__ADS_1


"Kami akan menghantarkan anda sampai pintu gerbang!" ucap Kong Ki dengan sopan.


"Terima kasih!" jawab semua orang di kelompok Ling Tian.


Mereka pun beranjak dari aula pertemuan istana siluman.


.


.


Setelah menghantarkan Ling Tian dan semua saudaranya, Kong Ki dan Huli Hei menatap kepergian tuan baru mereka dengan takjub dan penuh kebanggaan.


"Tuan Muda Ling Tian benar-benar orang yang dermawan!" ucap Huli Hei tiba-tiba dengan suara bergetar.


"Ratu Huli Hei? Ada apa?" tanya Kong Ki keheranan.


"Coba lihat sendiri isi cincin penyimpanan yang Tuan Muda Ling Tian berikan kepadamu!" jawab Huli Hei.


Dengan sigap Raja Beast Kong Ki memeriksa isi cincin penyimpan yang dimaksud. Tubuhnya bergetar dan menegang, matanya melotot dan lidahnya kelu untuk berkata-kata dalam waktu beberapa saat.


"I-ini.. B-buah-buahan abadi!" ucap Raja Kong Ki dengan terbata-bata.


"Terima kasih Tuan Muda Ling!" lanjutnya sambil melihat arah menghilangnya Ling Tian beserta kelompoknya.


___________________________________________



Assalamu'alaikum wr wb.


Hai para readers LT semua. Apa kabar kalian? Semoga selalu baik-baik saja dan akan baik-baik saja terus.


Seperti biasa.. Disini Author yang tamvan tiada obat seperti MC kita ini hanya ingin menyapa para readers semua sekaligus mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada kalian karena sudah mau mengikuti perjalanan LT sampai dititik ini dan memberikan dukungannya.


Terkhusus buat dua buronan mingguan kita kali ini yaitu akun atas nama '©hil@__' yang menjadi pembaca teraktif dua kali berturut-turut🤧 dan 'iwan may' yang menjadi pembaca terbanyak.


Semoga keduanya beserta para readers semua diberikan kesuksesan dan kelancaran dalam segala urusannya. Aamiin.


Author juga meminta maaf jika memang ada salah kata (tapi kayaknya nggak ada) 😁 yang kurang berkenan dihati para readers semua.


Dan yang terakhir yuk tombol Vote nya dipencet lagi karena ini sudah hari senin lagi.😁


Sekian.


Wassalamu'alaikum wr wb.

__ADS_1


__ADS_2